
Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan
Happy Reading gaes~
"Ya"
"Apakah mereka bisa bangun kembali dari tidur panjangnya itu?" Tanya siwanita.
"Entahlah aku juga tak tau mengenai hal itu. Tapi yang pasti mereka masih mempunyai kesempatan meskipun kecil kemungkinannya" kata sipria dengan helaan nafas berat.
"Seberapa besar cedera yang dialami keduanya hingga kesempatan untuk bangkit kembali sangatlah begitu kecil?"
"Mungkin 99.9% cedera mereka, sebab mereka berdua menggunakan semua kekuatan penuhnya yang keduanya miliki untuk menyegel dan memukul mundur mereka waktu itu" desah lelah sipria menerawang pada masa lalu.
"Jika seperti itu hanya ada 1% kemungkinan untuk keduanya bangkit kembali?"
"Kurang lebihnya seperti itu. Tapi, tidak menutup kemungkinan bahwa masih ada alternatif lainnya untuk membangkitkan mereka berdua"
"Lalu apa alternatif itu?"
"Aku juga masih belum mengetahui tentang alternatif seperti apa yang mampu membangkitkan keduanya dari tidur panjang mereka. Nafas keduanya masihlah ditubuhnya, mereka berdua hanya tertidur untuk memulihkan kekuatan dalam tubuhnya yang mengalami cedera serius. Tapi, hingga saat ini mereka berdua tak membuka matanya kembali" jelas Sipria.
"Mungkinkah ini ada hunungannya dengan keturunan mereka?"
"Mungkin iya dan mungkin saja tidak"
"Jawaban macam apa itu" rengut siwanita.
"Begitulah yang bisa aku simpulkan untuk saat ini"
"Hahh baiklah. Tapi, yang terpenting kita harus menjaga keamanan goa ini dari dunia luar sebelum keturunan mereka dan pahlawan alam semesta ini mengingat semuanya dan membantu kedua orang ini untuk pulih seperti sesia kala."
"Kau benar Tuan Putri"
"Jangan memanggilku seperti itu. Kau sama saja mengingatkanku pada luka yang selama ini aku tutupi" kata siwanita yang ternyata seorang Tuan Putri datar dan dingin tapi tak menutup bahwa retina matanya memancarkan kerinduan dan penyesalan yang sangat mendalam.
"Ya aku tau itu. Tapi, janganlah lari dari masalah, hadapilah masalah yang kau hadapi saat ini karena dengan cara menghadapi semua masalahmu akan terselesaikan" kata sipria bijak.
"....."
"Huang An Yu dengarkan aku baik-baik. Memang menyembuhkan luka yang menganga sangat lebar tak akan mudah. Tapi, cobalah menyembuhkanya secara perlahan jangan berlagak bahwa kau kuat tapi kenyataannya sangatlah jauh dari kuat. Mamang dalam segi kekuatan kau sangatlah kuat tapi dalam segi perasaan kau sangatlah lemah" kata si pria.
"Yayaya aku tau itu Duan Ji Tian dan aku sangatlah paham tentang apa yang kau jelaskan padaku. Tapi, semua itu tak semudah seperti kau membalikkan telapak tangan" kata Huang An Yu pada pria yang bernama Duan Ji Tian itu.
"Hahh terserah padamu saja" pasrahnya.
"Kau tak pernah merasakan apa yang aku rasakan dan kau tak akan pernah tau itu. Sakit hatiku tak akan pernah berkurang meskipun sudah bertahun-tahun berlalu. Aku berlagak bagai orang bodoh yang seakan melupakan apa yang aku alami selama ini demi menutupi kerapuhan dalam hatiku" Kata Huang An Yu.
"....." Duan Ji Tian hanya diam saja mendengarkan semua perkataakn Huang An Yu untuk membuat wanita ini mengeluarkan uneg-unegmya yang selama ini disimpan rapi oleh siempu.
"Melihat orang yang sangat aku sayangi hampir merengut jawanya didepanku tapi aku tak bisa berbuat apapun itu hiks,,,aku hanya bisa menonton apa yang dilakukan oleh dia kepadanya" isakan mulai terdengar dari bibir Huang An Yu meskipun begitu ia tetap melanjutkan bicaranya.
"....." Duan Ji Tian tak tau harus melakukan apa niatnya hanya untuk menyadarkan wanita didepannya ini untuk sadar bahwa apa yang selama ini dilakukannya adalah kesalahan. Menutupi kesedihan hanya dihatinya dan berlagak kust adalah kesalahan.
"A-aku,,,aku hanya ingin memberikan kebahagiaan untuknya apakah aku salah sehingga keputusanku ditentang dengan keras hanya karena dia bersama dengan seorang manusia?" Tanya Huang An Yu. Karena tak tahan mendengar ocehan Huang An Yu iyu, Duan Ji Tian memeluk tubuh mungil wanita yang amat disayangnya itu ah ralat tapi sangat dicintainya itu.
Grrep
"Sssttt, tidak. Kau tidak salah, apapun yang kau lakukan tidaklah salah. Mereka hanya mementingkan egonya yang tinggi tanpa melihat apakah kita bahagia ataukah tidak. Kau masihlah mempunyai aku untuk menjadi tempatmu berkeluh kesah. Janganlah kau memendamnya sendiri, sejak dulu aku sangatlah menginginkan menjadi seseorang yang sangat berarti bagimu. Tapi aku tau bahwa kau tak akan pernah mau menerimaku" jelas Duan Ji Tian mengeluarkan uneg-uneg dihatinya yang sejak dulu dia sembunyikan dari wanita ah salah perempuan yang didekapnya ini.
Huang An Yu yang mendengar pengakuan dari pria yang mendekapnya ini menegang tapi tak lama kemudia rileks kembali seolah apa yang didengarnya adalah pengakuan yang dari dulu ingin didengarnya.
__ADS_1
"Hiks,,,bodoh. Kau sangatlah bodoh" kata Huang An Yu sambil memukul-mukul dada bidang pria yang memeluknya itu.
"Ya aku tau aku memanglah bodoh. Aku tak selalu bersama-" ucapannya terpotong karena ucapan Huang An Yu yang mampu membuatnya menegang.
"Kau memang bodoh tak menyadari perasaanku selama ini hiks,,,bodoh" katanya nemukul dada bidang Duan Ji Tian lagi. Sedangkan siempu yang mendapat pukulan belumlah menangkap apa yang dikatakan oleh perempuan ini.
"M-maksudmu apa?" Tanyanya bingung.
"Kau tak mengerti apa yang aku katakan padamu hah" katanya marah.
"Bukan begitu" sargah Ji Tian.
"Lalu bagaimana hah" kata An Yu melepaskan pelukannya dan menedap tangannya kedepan dada jangan lupakan wajahnya yang melihat kearah lain dengan bibir yang mengerucut lucu.
Seakan tersadar dan mengerti apa yang dikatakan An Yu tadi, Ji Tian langsung tersenyum dengan sangat merekah.
"Jadi selama ini cintaku tak bertepuk sebelah tangan?" Tanya Ji Tian memastikan.
"Menurutmu" jawab An Yu masih mempertahankan posisinya. Ji Tian langsung merekuh tibuh mungil An Yu karena saking senangnya.
"Aaaa. Jadi selama ini cintaku tak bertepuk sebelah tangan hahaha tapi, kenapa kau tak mengatakannya?" Tanya Ji Tian bingung diakhir kalimatnya.
"Kau itu seorang laki-laki seharusnya kau yang mengatakannya padaku bukan malah sebaliknya bodoh" kata An Yu ketus tapi tak melepas pelukannya.
"Ugh jadi selama ini kau menungguku?" Tanya Ji Tian sekaligus mengeluh.
"Menurutmu bagaimana huh" sebablnya.
"Kukira selama ini kau tak menyukaiku dan malah menyukai Xiu Lu itu. Makanya aku hanya melihatmu dari jauh saja" katanya dan jangn lupakan binar kecemburuan yang sangat ketara di matanya.
"Hahaha" bukannya menjawab tapi An Yu malah tertawa lepas tanpa menghiraukan wajah Ji Tian.
"Kenapa kau malah tertawa? Jadi benar bahwa Xiu Lu dan kau salaing menyukai?"
"An Yu cepat jawab" bentaknya.
"Baiklah. Baiklah aku akan menjawabnya" jawabnya setelah meredakan tawanya.
"Jadi selama ini kau cemburu pada Xiu Lu?"
"Aku tidak" sargahnya cepat.
"Benarkah?" Goda An Yu.
"Benar" katanya sembaru mencari objek lain selain An yu.
"Baiklah aku tak akan menjawabnya kalau begitu"
"Ayo jawab" rajuknya.
"Hah kau benar tak tau siapa nama lengkap Xiu Lu Gege?" Tanyanya.
"Tuh kan kau memanggil dia Gege" katanya merajuk.
"Jawab dulu bodoh" katanya.
"Tidak"
"Benar?"
"Iya"
__ADS_1
"Huhh pantas saja kau begitu" degus An Yu sebal.
"Memangnya siapa nama lengkap si Xiu Lu itu?" Katanya bingung.
"Huang Xiu Lu" kata An Yu singkat dan padat.
"Oh Huang Xiu Lu" katanya menganggukkan kepalanya.
1 detik
2 detik
3 detik
4 detik
5 detik
"APA HUANG?" Katanya setelah tersadar dengan apa yang dikatakan oleh An Yu.
An Yu sendiri hanya menatap datar Ji Tian yang menututnya lemot dan bodoh. Pantas saja sejak dulu Ji Tian tak mengungkapkan perasaannya pada dia.
Kenapa juga dia bisa mencintai orang seperti Duan Ji Tian yang bodoh dalam hal perasaan, padahal Duan Ji Tian didunia atas terkenal akan kepandaiannya dalam segala hal. Tapi, ini apa?
"Ya" datarnya.
Pantas saja dia An Yu seperti itu orang tuanya saja lebih dingin hihh innernya dalam hati membayangkan ayah An Yu yaitu Kaisar Langit yang terkenal ketegasan dan kedataran serta dinginnya itu.
"T-tapi kenapa aku tak tau bahwa Xiu Lu itu adalah bagian dari keluarga Huang? Tanuanya gelagapan.
"Ya karena Xiu Lu Gege berada di asrama selama ini jadi tak pernah keluar dan sedikit orang yang tau siapa Xiu Lu Gege" jelasnya.
"Jadi benar si Xiu Lu itu bukan kekasihmu" tanya Ji Tian memastikan sekali lagi.
"Jika Xiu Lu kekasihku tak mungkin aku menyatakan perasaanku padamu bodoh" kesalnya pada Ji Tian yang lemot itu.
"Kkk~" kekehnya tak jelas membuat An Yu menaikkan sebelah alisnya heran dengan sikap aneh Ji Tian.
"Kau kenapa?" Tanya An Yu mulai takut.
"Hehe berarti aku bisa langsung menikah denganmu?" Tanyanya dengan senyum yang tak pernah luntur. An Yu membelalakkan matanya terkejut tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Ji Tian.
"Yang benar saja" pekiknya.
"Memangnya kenapa?" Heran Ji Tian.
"Tak apa. Tapi kau harus menemui ayahku jika kau memang serius padaku" tantangnya pada Ji Tian karena An Yu ingin melihat seserius apa Ji Tian padanya.
"Baiklah jika itu memang diperlukan setelah pulang dari sini aku akn menemui ayahmu yang kaku itu" katanya santai.
"APA KAU BILANG!!"
Bersambung~
**Maaf ya Arin gk Up dua hari ini Arin lagi ujian jadi Nulisnya Arin malem itupun kalau gk ngantuk ehe maaf ya
Arin agak kecewa nih kalian minta double Up, Crazy Up tapi udah Arin turutin kok malah gk ada yg Like sama Vomentnya?
udah gk menarik ya? gk maksa sih sebenernya tapi ayolah hargai sesikit aja karya Arin:(*
Jangan Lupa Like and Vomentnya
__ADS_1
usahakan kolom komentar gk kosong**