The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao

The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao
71. Menyembuhkan Ayahanda Xie Cao Gang


__ADS_3

...Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan...


...Happy Reading gaes~...


Permaisuri yang melihat mereka pergi melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda itu lega, karena dia tak ingin ditanyai apapun untuk saat ini. Namun dia masihlah kebingungan dengan ingatan yang tiba-tiba menyapa otaknya itu.


Sebenarnya apa maksud semua ini? Kenapa semakin lama semakin banyak saja rahasia yang belum aku ketahui? Teka-teki semakin bertambah bukannya mengurang malah semakin banyak saja innernya dalam hati.


Sedangkan kedua pria itu kebingungan dengan keterdiaman dan kesedihan Permaisuri yang tiba-tiba itu. Entah mereka pun tak mengerti namun yang mereka tangkap tadi adalah bahwa kesedihan yang dirasakan oleh Permaisuri ada hubungannya dengan yang tadi dijelaskan olehnya.


"Yang Mulia apakah akan kita lanjutkan lagi? Tanya pria tua itu dengan hati-hati.


"Lanjutkan saja"


"Baik Yang Mulia" namun pria tua itu tak langsung menjelaskan sebab bingung ingin menjawab pertanyaan Permaisuri yang mana karena dirinya tak terlalu mendengar tadi sebab Permaisuri terlalu cepat mengatakannya.


"Kenapa?" Tanya Permaisurri dengan alis yang terangkat sedikit.


"Emm itu hamba,,,hamba kurang mendengar pertanyaan anda tadi" katanya dengan pelan merasa bersalah tak memperhatikan dengan baik.


"Huhh baiklah. Kalian berdua harus mendengarkannya dengan baik karena Permaisuri ini tak akan menjelaskannya untuk yang kesekian kalinya mengerti" tegasnya.


"Mengerti Yang Mulia"


"Bersama siapa saja kalian saat ini? Untuk tujuan apa kalian meninggalkan kerajaan dibawah pengawasan kedua cucumu yang masih sangat belia itu? Apa alasan kalian membiarkan para pemberontak melakukan kudeta tanpa adanya pihak yang menentang? Jawab semua pertanyaanku sekarang dengan sejujur jujurnya" katanya dengan pelan namun tegas tak ingin ada kata lagi nantinya.


"Saat ini kami sedang bertiga Yang Mulia" kata pria tua itu pelan.


"Bertiga dengan siapa lagi?"


"Dengan putra tertuaku Yang Mulia Ayahnda Xie Cao Gang"


"Sudah kuduga"


"Huhh?"


"Ya Permaisuri ini sudah menduganya dari awal, bahwa ayahanda Cao'er saat ini bersama dengan kalian makanya Permaisuri ini tak terlalu memusingkan hal itu dan menjawab dengan santai apa yang ditanyai oleh Cao'er"


"....." kedua pria itu terdiam sebab sebelum mereka berdua mengonfirmasinya terlebih dahulu Permaisuri sudah mengetahuinya lebih dulu. Sungguh berapa banyak lagi rahasia yang akan diberikan oleh Permaisuri.


"Lalu dimana dia berada saat ini? Jika kau bilang bersama kenapa hanya berdua saja? Kenapa sejak tadi Permaisuri ini tak melihatnya?" Tanya Permaisuri yang memang sudah sangat penasaran sejak tadi.


"Saat ini dia,,,dia sedang terbujur lemah diatas tempat tidur Yang Mulia" kata pria tua itu dengan memejamkan matanya tak kuasa menahan air mata yang siap kapan saja kekuar dari mata tuanya itu.


"Kenapa? Bukankah yang dikatakan Cao'er dia sedang melakukan kultivasi tertutup?" Tanyanya bingung.


"Memang benar yang dikatakan oleh Cao'er Yang Mulia. Namun disaat ingin melakukan terobosan ayahanda Cao'er mengalami sedikit masalah" katanya pria tua itu.


"Masalah? Masalah apa itu?"


"Hahh" helaan nafas berat diberikan pada oleh pria tua itu pada Permaisuri membuat Permaisuri semakin kebingungan.


"....."


"Saat itu ayahanda Cao'er mendapatkan serangan mendadak dari beberapa pemberontak yang mengetahui bahwa dirinya sedang melakukan kultivasi tertutup dan mereka memanfaatkan keadaan untuk menyerang dirinya yang saat itu sangatlah fokus sehingga mengurangi kewaspadaanya. Tak ada yang menjaga saat itu sebab dia mengusir semuanya agar tak terkalu mencurigakan"

__ADS_1


"Lalu bagaimana keadaanya saat ini?" Tanya Permaisuri karena tertarik akan hal ini.


"Saat ini keadaanya sangatlah lemah, hanya beberapa persen saja kemungkinan untuknya selamat jika tak diobati secepatnya"


"Kenapa kalian tak mengobatinya?" Tanya Permaisuri bingung.


"Sudah Yang Mulia. Kami sudah berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengembalikan vitalitasnya dan mengalirkan energi kehidupan padanya namun itu hanya membantu penyembuhan dalam jumlah kecil saja dan hanya berfungsi menghangatkan tubuhnya juga menjaga kekebalan serta aliran darahnya kedalam keadaan yang normal"


"Bukankah Permaisuri ini sudah memberikan kalian banyak harta kenapa wajah kalian masih terlihat begitu menyedihkan? Apakah pemberian dari Permaisuri ini terlalu sedikit atau tak terlalu bermanfaat bagi kalaian?" Tanyanya santai disertai wajah bingungnya.


Astaga apa yang dikatakannya barusan? Tak berharga? Tak bermanfaar? Jika kultivator lain mendengarnya pasti mereka sudah muntah darah atau bahkan gila disaat itu juga inner keduanya mengindik ngeri.


Seberapa banyak harta yang dimiliki oleh wanita ini? Hingga dirinya mengatakan dengan santai seolah-olah apa yang dikatakannya iyu adalah hal yang tak berguna sama sekali. Mungkin kekayaan yang dimiliki oleh wanita didepannya ini lebih dari yang dia pikitkan. Bahkan Kaisar Langit tak akan mampu memilikinya.


Dimasa depan mereka tak akan mencari masalah dengan wanita ini jika tidak tamtlah riwayat keduanya. Apalagi tingkat kultivasinya tak terlihat sebab ada ada tiga kemungkinankultivasi seseorang tak terlihat. Pertama orang itu menyembunyikan kelutivasinya sebab tak ingin memancing orang tak bertanggung jawab. Kedua orang itu tak memiliki kultivasi atau bisa dikatakan limbah sampah tak bisa diolah. Dan yang ketiga orang itu hanyalah manusia biasa tanpa pondasi tubuh kuat kuktivasi.


Tapi kemungkinan nomer satulah yang paling unggul sebab keduanya tak bisa melihat ada dimana kultuvasinya saat ini tapi keduanya bisa merasakan aliran Qi yang lemah namun menyenangkan yang berasal dari tubuh wanita didepannya ini.


"Bukan. Bukan seperti itu maksud kami"


"Lalu apa maksud kalian?"


"Maksud kami adalah semua pil dan obat-obatan yang anda berikan sangatlah berharga sebab sangat jarang pil seperti ini berada. Jikapun ada pasti harganya sangatlah mahal untuk dibeli"


"Lalu kenapa? Bukankah pil dan obat-obatan itu sangat baik dan juga kecepatannya jauh lebih tinggi dari pil yang lainnya sebab kemurniannya sangatlah tinggi" jelas Permaisuri


"Memang pil dan obat-obatan yang anda berikan memberikan efek yang luar biasa namun untuk kecepatannya itu membutuhkan banyak waktu"


"Kenapa begitu? Apakah ada bahan yang kurang seperti yang kau katakan tadi?"


"Tapi? Katakan saja"


"-kami membutuhkan air suci yang sangat langka untuk didapatkan. Karena air suci itu saat ini keberadaannya sangatlah tak terjangkau"


"Apakah didunia atas tak ada air suci atau bahan lainnya yang kau butuhkan?"


"Seperti yang hamba jelaskan tadi air suci sangatlah langka. Didunia ataspun tak ada yang memiliki hanya Kaisar Langitlah yang memilikinya itupun hanya beberapa botol saja" katanya lesu.


"Kenapa kau tak memintanya saja kepada Kaisar Langit?"


"Kami tak bisa meminta kepada Kaisar Langit sebab air auci itu tak diperuntukkan untuk umum"


"Kenapa bisa begitu? Bukankah rakyat adalah pondasi utama bagi seorang Kaisar?" Serunya kesal.


"Memang benar apa yang anda katakan Yang Mulia. Tapi, Kaisar Langit pernah mengatakan pada kami bahwa air suci itu akan sangat berguna dimasa mendatang. Jadi Kaisar Langit tak mengijinkan rakyatnya untuk memakainya bahka dirinyapun tak pernah memakai air itu"


"Hal besar apa yang akan terjadi dimasa mendatang?"


"Kebanggaan kami akan kembali lagi Yang Mulia"


"Kebanggaan? Kebanggaan apa itu hingga kalian menerima hal seperti ini?" Tanya Permaisuri heran bercampur geram.


"Dia adalah kebanggaan kami. Putri bungsu Kaisar Langit yang pergi entah kemana dan dimana saat ini tak ada yang tau. Bahkan jika kita melakukan penerawangan tentang dimana keberadaannya saat ini, itu akan menjadi hal yang sia-sia saja. Sebab tak ada yang tau dimana keberadaannya bahkan dewa takdir pun tak tau kemana keduanya pergi karena buku takdir mereka hilang bersaan dengan kepergiannya"


"Dia? Mereka berdua? Bukankah katamu hanya putri bungsu Kaisar Langit saja? Kenapa masih ada yang lain?"

__ADS_1


"Soal itu tak ada yang tau Yang Mulia. Yang kami semua ketahui hanyalah hal itu saja"


"Baiklah kita lupakan saja putri bungsu Kaisar Langit itu sementara waktu. Saat ini Permaisuri ini akan mencari air suci yang kau karakan tadi jadi kalian berdua harap tenang dan lihat apa yang bisa Permaisuri ini bisa lakukan"


"Baik Yang Mulia"


Setelah Permaisuri mengatakan hal itu kedua orang itu terdiam menuruti perintah Permaisuri dan kembali memeriksa keadaan orang terkasihnya itu selagi menunggu kedatangan Permaisuri.


Sedangkan Permaiauri saat ini berada diruang ilahinya untuk mencari air suci seperti apa yang dikatakan oleh kakek dari Cao Gang itu. Saat sampai didalam ruang ilahinya Permaisuri langsung dissrbu berbagai pertanyaan dari keempat orang itu.


Sebenarnya Permaisuri sudah memaafkan keempatnya yang sudah membuat dirinya marah dan kecewa. Tapi Permaisuri bukanlah orang yang tak tau balas budi jadi yah Permaisuri maafkan karena melihat kegigihan keempatnya untuk mendapat maaf darinya.


Tepat saat keempatnya sampai dihadapan Permaisuri, keempatnya merecokinya dengan pertanyaan yang sunghuh membuat ditinya kesal kepada mereka sebab tak ada rem untuk mereka berhenti barang sejenak untuk mengambil nafas.


"Selamat datang Tuan apakah ada yang bisa kami bantu?"


"Katakan saja pada kami Tuan apa yang anda butuhkan?"


"Ya kami akan mencarikannya untuk anda sesegera mungkin"


"Kami juga akan mematuhi semua yang anda katakan"


"Hal apakah yang sedang anda inginkan Tuan?"


"Kami sudah tak sabar ingin mendengarnya dan mencarinya untuk anda?"


Karena tak tahan dengan ocehan-ocehan tanpa jeda dari keempat orang itu, Permaisuri dengan kesal meneriaki keempatnya untuk diam dan mendengarkan apa yang akan dia katakan.


"Diam!!" Serunya kesal.


"....."


Seketika keempat irang itu terdiam mendengar teriakan penuh kekesalan dari tuannya itu. Sejak awal mereka mengenal Permaisuri hanya kali ini saja tuannya itu meneriaki mereka dengan penuh kekesalan. Mungkin mereka melakukan kesalahan hingga membuat tuannya marah.


"Sudah cukup ocehan kalian. Sekarang dengarkan perintah Permaisuri ini" katanya tegas.


"Baik"


"Permaisuri ini menginginkan air suci yang sangat bagus dan kualitasnya haruslah tinggi. Apakah diruang ilahi ini menyediakannya?"


"Ruang ilahi ini menyediakan apa yang anda inginkan Tuan. Jika didunia nyata mereka menyebutnya mustahil maka disini tak ada kata mustahil"


"Bagus. Permaisuri ini menyukai perkataanmu Zian"


"Terima kasih Tuan" kara Zian senang.


"Sekarang kalian bawa Permaisuri ini ketempat air suci itu berada"


"Baik ikuti kami"


"Pimpin jalan"


...Bersambung~...


Hay maaf karena udah sekitar dua hari Arin gak Up. dokumennya ilang jadi Arin nyari dan revisi ulang dan itu membutuhkan waktu yang lumayan.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vomentnya ya oh ya jangan lupa kolom kemontar gk boleh kosong ya:))


__ADS_2