The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao

The Assassing Queen Traveled Time : Liang Feng Xiao
69. 'Dunia Atas? Dimana itu?'


__ADS_3

Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan


Happy Reading gaes~


"Oh dewa dia,,,dia sudah mengetahui tentang kita ayah" kata sipria muda panik.


"Diamlah!!" Desis si ayah kesal karena anaknya ini tak mau diam sejak tadi.


"Bagaimana aku bisa diam ayah!! Dia,,,dia bisa dengan mudahnya mengetahui keberadaan kita disini. Sebenarnya siapa wanita ini? seru sipria muda. Dia bertambah panik bercampur kesal karena ayahnya ini tak mau mendengarkannya.


Tuk


"Jika kau berseru panik seperti ini terus. Maka kita tak akan pernah bisa memikirkan cara yang tepat untuk membalas ucapannya itu dan ayah pun tak tau siapa wanita ini sebenarnya. Mengerti" geram si ayah dongkol melihat tingkah anaknya yang tiba-tiba menjadi orang bodoh itu, dengan tak berkerikeanakan pria tua itu menjitak kepala anaknya lagi.


Tuk


"Auuh" serunya karena dua kali mendapat jitakan sayang dikepalanya dari sang ayah tercinta.


"Jangan menjadi anak lemah karena dijitak kau sangat tak pantas. Tertusuk pedang kau tak meringis atau mengeluh hanya dengan dijitak saja kau seperti ini hah" desis sipria tua itu kesal bercampur heran dengan anaknya yang satu ini.


"Aish ayah kau sangat kejam padaku" rajuknya dengan mulut mencebik cemberut.


"Xie Gang Chong jaga sikap dan prilakumu jangan sampai ayah mencukur habis rambutmu itu" teriak sipria tua pada anknya yang bernama Xie Gang Chong itu.


"Iya iya aku akan menjaga sikap tapi jangan menyentuh rambutku ayahh" tengeknya pada sang ayah dengan menggeleng brutal.


Ayahnya ini tau saja kelemahan terbesarnya berada pada rambut. Karena menurutnya rambutnya ini adalah mahkota yang harus dijaganya, sebab meskipun tampan jika rambutnya botak maka dia tak akan tampan lagi. Mahkota katanya seperti perempuan saja cih.


"Ayah dan ibundamu memnerika mu nama Gang Chong untuk menjadikanmu pribadi yang Tegas dan cerdas yang sesungguhnya bukan seperti kau yang panik jika menghadapi masalah seperti ini. Kemana perginya Xie Gang Chong yang terkenal kejam itu huh kenapa yang berada dihadapanku ini sangat berbeda" hardik sang ayah kelewat kesal.


"Haih ayah jangan seperti itu. Aku tak akan berbuat seperti ini lagi" katanya mencebik kesal.


"Gggrrr" geraman seseorang menyadarkan keduanya dari perdebatan tak bermutunya.


Keduanya seakan tak sadar bahwa sejak tadi mereka diperhatikan oleh sepasang pata tajam yang kapan saja siap menerkam keduanya jika salah sedikit saja.


"Aiya ayah aku lupa kalau dia masih memperhatikan kita" kata Xie Gang Chong dengan berbisik.


"Huhh ayah juga lupa bahwa masih ada dia yang mengawasi kita sedari tadi" kata sipria tua membalas ucapan Gang Chong dengan nada berbisik juga.


"Hei!!" Seru suara itu yang tak lain adalah Permaisuri.


Suara itu menggema memenuhi ruangan kedua pria itu sebab Permaisuri hanya mengatakannya melalui pikiran dan tak akan mengganggu sekitarnya.


Permaisuri juga sudah menyuruh mereka melakukan apa saja asal jangan meninggalkan ruangan. Yang artinya Permaisuri membebaskan mereka melakukan kegiatan sesuka hatinya dan mereka juga diperbolehkan untuk memakan atau meminum apa saja yang ada didepannya.


Bukan tanpa alasan Permaisuri melakukannya, alasannya adalah karena dia saat ini sedang mengurus dua pria kurang kerjaan yang sejak tadi mengawasi mereka ah lebih tepatnya dirinya dan Xie Cao Gang.

__ADS_1


Meskipun dia menangkap aura positif dari keduanya, tapi dia tak boleh sedikitpun legah dan lalai untuk senantiasa mewaspadai siapapun yang belum pernah dikenalnya sebelumnya. Yah memang sih kedua orang itu masih meniliki hubungan yang dekat dengan Xie Cao Gang, bahkan hubungam keduanya adalah kekuarga.


Tapi, siapa yang tau bahwa musuh bisa saja mengelabuhinya dengan menyamar seperti orang yang sebelumnya pernah dikenal olehnya. Contohnya saja seperti dia yang selama ini bersembunyi diwajah dan tubuh orang lain tanpa diketahui oleh khalayak umum.


Pasti kalian sudah menduganya kan, ya kalian benar kedua pria itu adalah paman dan kakek kekaisaran dari Xie Cao Gang yang diduga olehnya hilang entah kemana. Permaisuri tak tau jelas dimana mereka berdua berada saat ini karena dia hanya mampu melihat keberadaan kedua orang itu tanpa tau dimana orang itu berada.


Permaisuri duduk ditempat duduk yang agak jauh dari mereka sebab dia ingin lebih fokus dengan kedua orang itu. Menanyakan banyak hal yang mengganjal dihatinya, tentu saja dia tak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk menanyakannya agar hatinya merasa lebih ringan.


"Hei!!" Seru Permaisuri sekali lagi.


"Ah ya" kata keduanya terkejut.


"Ssttt kalian membuatku kesal saja" desis Permaisuri kesal.


"Maaf maafkan kami yang tak menghiraukan anda" kata sipria tua itu dengan cepat agar tak menimbulkan masalah dimasa depan.


"Huhh!!" Dengus Permaisuri.


"Apakah anda ingin sesuatu dari kami?" Tanya sipria tua cepat memcoba bernegosiasi dengan Permaisuri.


"Huhh karena kau menawarkan Permaisuri ini maka Permaisuri ini tak akan sungkan lagi" smirk yang amat begitu mempesona Permaisuri layangkan untuk keduanya.


Sedangkan kedua orang yang menjadi target smirk itu secara tak sadar menelan ludah kasar, entah kenapa firasat keduanya tak enak. Seperti ada sesuatu yang akan menimpa mereka entah itu hal baik atau hal buruk keduanya tak tau.


"Tenang saja tak usah tegang begitu santai Permaisuri ini tak akan memakan kalian" kata Permaisuri dengan sedikit candaan karena melihat kedua pria itu yang kaku.


"Ahaha" tawa sumbang mereka memenuhi ruangan.


Entah sadar atau tidak kedua pria itu bagai berhadapan dengan sang penguasa alam semesta yang lagi lagi membuatnya menelan saliva kasar. Atmosfir didalam ruangan kedua prua itu terasa begitu dingin dan pengap bagai ada sesuatu yang menekan keduanya untuk tunduk.


"Baik kami akan menjawab semua pentanyaan yang akan anda tanyakan pada kami berdua dengan semampu kami" kata ptia tua itu dengan sedikit paksaan karena tak mampu bergerak atau bernafas dengan bebas.


"Baiklah" katanya acuh dengan mengibas tangan kirinya.


Setelah Permaisuri mengibaskan tangannya entah kenapa atmosfir kembali seperti semula. Seperti tak pernah terjadi apapun dan membuat kerutan kebingungan yang terlihat jelas diwajah kedua pria itu tapi Permaisuri tak ingin menjelaskannya.


"Begini pertama perkanalakan nama Permaisuri ini adalah Liang Feng Xiao" katanya ringan.


"Ah salam kenala Permaisuri Liang Feng Xiao" kata mereka dengan penghormatan yang reflek mereka lakukan. Tubuh keduanya bagai disihir untuk melakukan penghormatan kepada Permiasuri yang mereka sendiripun tak tau kenapa. Tubuh dan pikiran mereka tak singkron, dimana otaknya mengatakan untuk memberikan penghormatan yang hanya menundukkan kepala saja tapi tubuh mereka langsung bertindak dengan tegas.


Kedua pria itu bersujud bagai menghormati sang Maha Pencipta, refleks yang mereka berikan mampu membuat Permiausri bersenang hati atas apa yang dilakukan oleh kedua pria yang keberadaannya jauh dari dirinya duduk daat ini.


Karena rasa senangnya keoada kedua pria itu Permaisuri tak sungkan untuk memberikan sesuatu yang berharga yang mereka butuhkan untuk saat ini.


Dengan lambaian tangan Permasuri, didepan kedua pria ah lebih tepatnya pada meja nakas yang berdekatan dengan pria yang terbaring lemah itu terdapat berbagai botop persolen yang berbeda warna. Dengan warna yang lumayan terang hingga ke warna yang paling gelap sekaligus.


Ada pula kotak-kotak kecil, sedang, hingga besar entah apa isi setiap kotak itu. Tapi, dilihat dari luarnya sangatlah berharga dan tak ternilai harganya. Kedua pria itu terperangah dengan apa yang dilihatnya. Secara tak sadar mereka mengerutkan kening bingung, tentu saja mereka berdua kebingungan karena apa alasan wanita ini memberikan mereka harta sebanyak dan seberharga ini?.

__ADS_1


Meskipun mereka tau bahwa saat ini keduanya sangat membutuhkan isi yang berada didalam botol persolen itu. Namun mereka menahannya hingga wanita ini sendiri yang menjelaskan pada mereka maksud dan tujuannya memberikan harta sebanyak ini.


Karena suasana hati Permaiauri saat ini sangat baik jadi dia memberikan hadiah yang tak tanggung-tanggung. Membuat keempat hewan kontraknya terbelalak kaget dengan sikap santainya itu. Yah meskipun semua harta yang duberikan oleh tuannya itu tak seberapa dengan harta yang disimpan didalam ruang ilahinya. Sebanyak apapun tuannya itu memberikan harta pada setiap orang, gudang harta milik tuannya tak akan pernah habis malah semakin bertambah saja. Entah karena apa mereka pun tak tau, sebab bertambahnya setiap harta di dalam gudang ruang ilahinya itu datang secara tiba-tiba tanpa adanya mahluk hidup satu pun.


Lagi dan lagi kedua pria itu terbelalak dan menegang kaku, entahlah apa alasannya meraka menegang kaku seperti itu Permaisuri tak ingin ambil pusing.


"Simpanlah semua ini untuk kalian. Permaisuri ini tau kalau kalian sangat amat membutuhkan mereka, maka dari itu Permaisuri ini dengan senang hati memberikannya pada kalian" kata Permaisuri santai.


"T-terima kasih b-banyak Permaisuri" kata keduanya terbata bata saking senangnya.


Kedua pria itu sangat senang sebab mereka memiliki harapan besar untuk membuat orang terkasihnya yang saat ini terbaring lemah itu kembali sembuh seperti sedia kala. Sehat tanpa adanya penyakit sedikitpun ditubuh tuanya itu.


Sebenarnya itu bukan sakit biasa, melainkan kesalahan saat melakukan terobosan akibat serangan mendadak dari beberapa musuhnya yang mengetahui bahwa dirinya sedang melakukan kultivasi tertutup. Sedangkan mereka yang menyerang sudah habis dibantai olehnya, karena tak ingin ada orang luar yang tau bahwa dia mengalami kendala pada saat akan nelakukan terobosan.


Untungnya dia langsung menghubungi ayah dan juga adiknya untuk nembantu dirinya menyembuhkan diri untuk sementara. Dan juga hal yang melegakan lainnya adalah dia sudah menyegel singga sana beserta tempat dan isinya. Hanya dirinyalah dan orang yang diijinkan oleh sipembuat segel yang mampu menerobis masuk tanpa ada halangan. Hanya beberapa orang saja yang termasuk kedua putranya dan seorang pendeta tua yang memang ditugaskan untuk menjaganya.


"Tak perlu berterima kasih untuk saat ini, karena Permaisuri ini akan menanyakan beberapa pertanyaan dan kalian berdua harus menjawabnya dengan sejujur jujurnya paham" bukan sebuah permintaan melainkan sebuah perintah mutlak yang tentu saja diangguki dengan semangat oleh kedua orang itu.


Permaisuri yang mendapat anggukan kedua orang itu langsung saja mencerca berbagai pertanyaan yang membuat kedua prua itu bingung akan menjawab yang mana dulu karena pertanyaan Permaisuri tak terlalu didengar oleh kedua orang itu saking cepatnya.


"Saat ini dimana kalian berada? Bersama siapa saja kalian saat ini? Untuk tujuan apa kalian meninggalkan kerajaan dibawah pengawasan kedua cucumu yang masih sangat belia itu? Apa alasan kalian membiarkan para pemberontak melakukan kudeta tabpa adanya pihak yang menentang? Jawab semua pertanyaanku sekarang" kata Permaisuri tegas dengan penekanan diakhir kalimatnya


"....." kedua pria itu melongo melihat oertanyaan beruntun yang mampu membuat keduanya bingung.


"Ayo jawab jangan jangan terdiam saja?" Tanya Permaisuri dengan nada sedikit mendesak.


"Emm, maafkan kami Yang Mulia tapi, anda ter-lalu cepat" kata Gang Chong pelan namun dapat didengar oleh Permaisuri.


"Oh maafkan Permaisuri ini jika terlalu bersemangat" katanya dengan sedikit malu dilihat dari tindakannya yang menggaruk pipi kanannya yang tiba-tiba gatal itu.


"Aiya tak masalah Yang Mulia" kata si pria tua dengan melambai lambaikan tangannya untuk mencairkan suasana yang agak berbeda itu.


"Baiklah. Sekarang tolong jawab semua pertanyaanku"


"....."


"Huhh. Baiklah dengarkan baik baik karena Permaisuri ini tak akan mengulanginya untuk yang ketiga kalinya mengerti" kata Permaisuri tegas.


"Mengerti Yang Mulia"


"Pertama Permaisuri ini ingin mengetahui dimana posisi keberadaan kalian saat ini?" Tanya Permaisuri dengan sabar dan pelan agar dia tak menjelaskan lagi.


"Menjawab Yang Mulia kami saat ini berada di dunia atas" jelas pria tua itu tenang namun entah kenapa disudut hatinya bergetar takut entah karena apa.


"Dunia atas? Dimana itu?"


Bersambung~

__ADS_1


Maaf Arin telat Up-nya


Jangan lupa Like and Vomentnya


__ADS_2