
...Typo (s) bertebaran Amatir maklumkan...
...Happy Reading gaes~...
"Imbalannya adalah kalian harus menjadi pengikut Permaisuri ini dan kalian harus sertia dan royal. Harus siap menyerahkan hidup kalian kapan saja Permaisuri ini inginkan dan tidak membantah apa yang Permaisuri ini perintahkan. Bagaimana apakah kalian menystujuinya?" Tanya Permaisuri.
"Oh dan satu lagi Permaisuri ini aka menjamin hidup kalian dan juga kebahagiaan kalian tenang saja. Permaisuri ini tak akan menelantarkan pengikut Permaisuri, ini bukan permintaan tapi perintah jika kalian tak mau ya sudah, maka lupakan saja tentang barang yang ada didekat singga sana itu berada. Meskipun Permaisuri ini pergi kekerajaan serigala itu hanya senantiasa membantu Cao Gang bukan untk kalian. Bagaimana?"
Kedua pria itu tertegum sejenak, tak menyangka bahwa Permaisuri akan mengajukan beberapa permintaan untuk mereka yah meskipum itu tak akan cukup mampu membayar segal kebaikan yang dilakukan Permaisuri lada mereka.
Awalnya mereka pikir Permaisuri akan meminta tahta kerajaan serigala untuk berpindah tangan pada dirinya. Tapi, apa yang didengarnya ini sungguh diluar dugaan mereka. Jika hanya akan menjadi pengikut setia Permaisuri dan meyerahkan hidup mereka, tentu saja mereka berdua dengan senang hati akan menyetujuinya dengan syarat bahwa anak dan saudaranya kembali seperti sedia kala.
Jika jaminannya adalah bahagia dan hidup tenang maka mereka tak akan menolak kesempatan yang tak akan datang dua kali itu. Siapa yang tak ingin jaminan hidup yang banyak orang impikan sebelumnya, jika mereka mendapatkan kesempatan seperti ini keduanya tak akan menyia-nyiakan kesemlatan yang belum tentu akan datang kembali.
"Baik kami sangat setuju dengan apa yang anda inginkan Yang Mulia. Jika anda mampu mendapatkannya dan semua bahan-bahan ini bisa disatukan menjadi obat yang luar biasa kami bersumpah akan menjadi pengikut anda selamanya meskipun nyawa kami taruhannya"
"Apakah seperti itu sebuah sumpah?" Tanya Permaisuri dengan dingin.
"Kami keturunan klan Xie bersumpah atas nama darah keluhur kami bahwansejak saat ini kami akan menjadi pengikut setia dari Yang Mulia Permaisuri Liang Feng Xiao dan akan mengabdikan hidup kami kepadanya meskipun nyawa kami sendiri yang menjadi bayarannya" kata keduanya lantang saat mengatakan sumpahnya itu.
Duarrr
Ctarr
Ctarrr
Suara petir menyambar diseluruh alam semesta menandakan bahwa sumpah setia dari ayah dan anak klan Xie itu diterima oleh Sang Pencipta.
Fenomena ini disaksikan oleh semua mahluk hidup di seleluruh alam semesta dan menimbulkan tanda tanya bagi banya k orang.
Tak hanya itu para binatangpun langsung bersujud seakan menghormati petir itu yang akan membawa dampak beasar bagi kelangsungan mahluk hidup dimasa depan. Para binatang baik dari binatang biasa, binatang buas, dan binatang berkultivasi menunduk hormat pada tuan mereka sama seperti yang dilakukan oleh kedua ayah dan anak Xie itu.
Mereka seakan-akan meyambut datangnya penguasa baru yang akan membawa revolusi baru, kedamaian dan kesejahteraan bagi mereka dimasa mendatang. Jika itu benar maka hidup menderita yang selama ini mereka rasakan akan segera pergi terganti dengan hidup damai dengan kebahagiaan yang akan mengalir bak air disamudra yang luasnya tak terbendung.
"Bangkitlah sumpah kalian diterima" kata Permaisuri tegas.
Saat ini aura Permaiauri suda kembali menguar dan semakin kuat saja, bahkan Yao Qi, Bo dan Bong sampai menganga tak percaya dengan aura yang dikeluarkan oleh Permaisuri. Apalagi aura Permaisuri ini keluar bersamaan dengan suara petir yang menyambar jangan lupakan juga pelangi yang ikut mendampingi petir itu.
Pertanda apa ini? Petir dan pelangi paling berdampingan tanpa ada air hujan yang mengalir dan juga cuaca menjadi sangat menyenangkan. Cocok untuk melakukan aktivigas diluar tuangan, sungguh lagi dan lagi Sang Pencipta menampakkan kebesarannya yang membuat semua umatnya merasakan kebahagiaan.
o0o
Dilain tempat
Terdapat banyak orang yang berkumpul disebuah ruangan serba putih yang sangat luas dengan tempat duduk diberbagai tingkat menandakan kedudukannya.
__ADS_1
Mereka yang sedang melakukan rapat tiba-tiba terhanti karena bunyi petir yang sangat nyaring mengagetkan mereka yanh sedang terfokus melakukan rapat mingguan. Mereka terheran-heran dengan apa yang didengarnya itu karena tak ada hujan ataupun cuaca yang menandakan akan terjadinya hujan.
Dewa yang menangani tentang masalah musim dan cuacapun mengernyitkan dahinya bingung dengan fenomena alam ini. Fenomena apa lagi ini? Kenapa sudah dua kali dirinya tak tau dari mana asal mula petir ini menyambar dengan angat kuat bahkan lebih kuat dari petir baptis yang akan menguji seseorang untuk naik tingkat.
Sedangkan Kaisar yang juga menyaksikan turut merasakan kebingungan sebab petir seperti ini sudah dua kali terjadi dalam waktu yang berdekatan. Apa pemicu datangnya petir agung itu? Apakah ada seseorang atau bahkan kelompok yang memiliki tingkat kultivasi tinggi atau apa itu yang mampu mendatangkan petir agung yang diyakini bawahan langsung Sang Pencipta itu.
"Yang Mulia Kaisar pertanda apakah ini?" Tanya seorang pria paruh baya yang terlihat cemas dengan apa yang aedang terjadi.
"Zhen juga tak tau apa yang terjadi tapi, yang pasti petir ini adalah petir agung milik Sang Pencipta. Yang konon dibuku legenda petir ini adalah bawahan langsung sang Pencipta. Namun yang menjadi pertanyaannyaadalah siapa dan kenapa petir agung itu menampakkan diri dua kali dalam waktu dekat?" Jelasnya sekaligus bertanya pada mereka.
Orang yang dipanggil Kaisar itu tak lain adalah Yang Mulia Kaisar Langit yang diagung-agungkan oleh mahluk hidup selain Kaisar iblis. Jika Kaisar Langit saja tak tau pemicu datangnya petir agung iti bagaimana dengan mereka yang tingkatan kultivasinya biasa saja?
"Ramalan. Ramalan yang sudah ditetapkan oleh Sang Pencipta sejak dahulu kala akan segera terlaksana" perkataan yang membuat semua orang mengalihkan perhatiannya pada seseorang yang berada diambang pintu.
Di sana tepatnya didepan pintu masuk terlihat seorang pria tua dengan janggut putih dan juga kulit yang sudah dimakan usia namun masih terlihat bijak sana. Diikuti oleh wanita cantik yang terlihat sepsrti wanita diawal umur 30an dengan ajah datarnya mengikuti langkah pria tua itu.
Jika kalian bertanya siapa pria tua itu jawabannya adalah pendeta anggung yang dikirim langsung oleh Kaisar dari Alam surgawi untuk menjadi guru putri pertama dari Kaisar Langit dan pria tua itu menyanggupinya. Bukan hanya menjadi guru dari putri pertama Kaisar Langit saja tapi juga menjadi seseorang yang mampu menegakkan keadilan di Dunia atas.
Tidak semua didunia atas memiliki hati suci bak susu, mahluk hidup diciptakan dengan sifat dan karakter yang berbeda namun dengan hati yang sama. Baik dari dewa/dewi, iblis, semua ras, dan manusia hati mereka sama tapi yang mampu membedakannya adalah bagaimana mereka menjalaninya dan menghadapi kehidupannya itu.
Disini yang dimaksud Ramalan oleh pendeta angung dia yang ditakdirkan mengubah alam semesta menjadi lebih baik. Menjadikan alam semesta berlimpahkan kebahagiaan, kesejahteraan, dan kenyaman bagi penghuninya bukan seperti saat ini yang mahluk hidupnya kebingungan akan kebahagiaan, kesejahteraan karena banyaknya mahluk pendosa.
Mengubah hidup mereka yang saat ini kesusahan dengan kesengsaraan hidup karena ekonomi yang rendah atau memberikan cinta dan kasih sayang yang seharusnya diterima setiap mahluk namun tak mampu didapat sebab terhalang oleh orang pendosa akan kerakusan.
Jika dia yang sudah terpilih langsung oleh Sang Pencipta telah datang maka kesengsaraan atau penderitaan mereka yang tak bersalah akan segera tertuntaskan. Tapi, jika dia belum juga datang untuk melakukan tugasnya maka alam semseta akan semakin kacau dengan tatanan yang semakin tak seimbang.
Berdoa saja semoga dia yang sudah ditakdirkan akan secepatnya kembali memperlihatkan dirinya. Entah seorang perempuan atau laki-laki, keduanya sama namun dengan cara yang berbeda.
"Salam pada pendeta yang agung" seru mereka semua bahkan Kaisar langitpun melakukan hal yang sama namun masih duduk manis disingga sananya.
"Salam kalian diterima" kata pria tua itu mengangkat tangan kanannya yang terdapat tasbih.
"Pendeta agung apa maksud dari perkataan anda tadi?" Tanya seorang mentri disayap kiri.
"Nak ramalan yang sudah ada sejak dahulu tak bisa untuk kita cegah" kata pria tua itu lembut dengan senyum teduhnya.
"Ramalan seperti apa itu Pendeta angung?" Tanya seorang mentri dari sayap kanan.
"Ramalan yang isinya adalah dia yang dipilih khusus oleh Sang Pencipta untuk menyelaraskan tatanan alam semesta menjadi lebih baik lagi. Dia yang memiliki garis takdir yang indah namun sangat rumit yang akan menjadi pahlawan yang akan berjasa besar karena bantuannya. Dia yang akan menghukum mereka yang pendosa dari seluruh sudut dunia. Dia juga yang akan membinasakan mereka yang berkhianat dan pendusta dengan sekali kibasan tangan. Dan semua anugrah itu sudah tercatat dalam sejarah dunia sejak alam semseta belum terbentuk. Ketahuilah bahwa skenario yang dibuat oleh Sang Pencipta memiliki kemisteriusannya sendiri. Dewa takdirpun hanya mampu mengubah sedikit saja nasib mahluk hidup tanpa mampu bertindak mengubah kembali" jelas pendeta agung dengan masih mempertahankan senyum teduhnya.
"Lalu siapa dia yang ditakdirkan itu pendeta? Apakah dia berasalah dari dunia kami?" Tanya seorang dewa tampan dia adalah dewa cinta.
"Tidak ada yang tau siapa dan seperti apa dia yang ditakdirkan itu" katanya sambil menatap lurus.
"Jika memang begitu, untuk apa pendeta yang agung menyampaikan pada kami?" Tanya seorang mentri disayap kiri dengan sinis dan sepertinya sangat sombong.
__ADS_1
"Yang tua ini hanya memperingatkan saja, karena itu adalah tugasku berada disini. Jika memang engkau tak mau menerimanya tidak masalah itu hak anda tuan. Tapi, jangan salahkan saya jika suatu saat anda sendiri yang akan menyesali perkataan anda hari ini" kata pria tua itu dengan senyum teduhnya memperigati pria paruh baya yang sangat sombong itu.
Meskipun dihina ataupun direndahkan tetap saja pendeta angung itu masih saja mempertahankan senyum teduh yang mampu memberikan ketenangan bagi mereka yang memang berhati tulus. Jika tidak mereka akan selalu merasa terancam dengan kehadiran pendeta angung itu.
Banyak diantara para mentri dan pengurus kerajaan langit yang sangat tak suka atas kedatangan pria tua yang berjabat sebagai pendeta agung itu di Kerajaan Langit. Mereka yang tak menyukainya berpikir kenapa tidak dikerajaan lainnya saja? Kenapa harus dikerajaan Langit. Itulah yang selalu mereka pertanyaan dalam otak udangnya itu.
"Maafkan mereka yang lancang mengatakan omong kosong Guru. Mereka berkata seolah tau kebenarannya padahal kenyataannya mereka adalah kepiting yang tak ada dagingnya dan hanya bisa berkata omong kosong" kata Kaisar Langit meminta maaf atas kesombongan bawahannya.
Itulah seorang Kaisar Langit yang akan mengatakan apa yang dipikirkannya tanpa mau merasa takut ataupun sungkan karena menyakiti hati seseorang.
Sebab Kaisar Langit sudah sangat hafal dengan watak dan pemikiran para mentrinya apalagi mentri yang berasal dari sayap kiri.
Mereka yang merasa tersinggung dengan perkataan Kaisar Langit hanya mampu menundukkan kepalanya dan mengepalkan tangan mereka dibalik hanfu yang mereka kenakan. Perasaan kesal bercampur malu mereka rasakan karena ucapan tajam itu.
Memang Kaisar Langit terkenal dengan kedinginan dan kekejaman dalam bersilat lidah hingga mampu menumbangkan lawannya hanya dengan perkataan sadisnya itu. Sedangkan siempu tak peduli jika ucapannya menyakiti hati mereka yang dipedulikannya adalah kebenaran dan kedisiplinan.
Sejak dulu Kaisar Langit yang nampak acuh tak acuh itu hanya akan memperdulikan hal yang memang sangat penting atau masalah keluarganya jika diluar itu maka ucapkan selamat tinggal pada urusan yang tak akan ditoleh meskipun sedikit itu.
Namun, dibalik topeng kejamnya sosok Kaisar Langit sangatlah begitu rapuh sejak kepergian Putri bungsunya dan istrinya yang saat ini mengalami tidur panjang yang entah kapan akan segera membuka mata indahnya. Setiap mata hari terbenam, dikamarnya Kaisar Langit akan menangis hingga sesegukan disamping tubuh lemah istrinya.
Menangisi ketidak berdayaannya menjaga kedua orang tersayangnya hingga menjadi seperti ini.
Penyesalan selalu menghantuinya sejak dahulu. Kenapa, kenapa dulu dirinya tidak menyetujui saja tentang rencana putri bungsunya untuk menikah dengan orang tercintanya meski mereka berbeda kalangan dan dunia. Jika saja dulu dia menuruti keingin putri bungsunya maka istrinya akan selalu tersenyum lembut kepadanya dan putri sulungnya akan selalu menampakkan wajah hangatnya bukan seperti saat ini yang menatapnya datar seolah mereka hanyalah orang asing.
Penyesalan memang selalu datang diakhir untuk membuat mereka tersadar dari kesalahan yang diperbuatnya dimasa lalu. Agar mereka mampu mengubah hidupnya menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Biarlah waktu yang akan membalas semua perbuarannya dimasa lalu dan Kaisar Langit berharap kehidupan dimasa tuanya akan menjadi keindahan yang tak pernah diimpikan sebelumnya.
"Tak masalah Yang Mulia Kaisar. Mereka memang memiliki hak yang sama untuk menyuarakan pendapat mereka mengenai apa yang pria tua ini sampaikan dan pria tua ini juga memakluminya" katanya.
"Sekali lagi maafkan bawahan Zhen yang tidak kompeten itu dan juga terima kasih karena Guru sudah meluangkan waktu berharga anda untuk memperingati kami yang ada diaini untuk senantiasa menjaga sikap kami" kata Kaisar Langit dengan mengangkat kedua tangannya.
"Baik Yang Mulia. Pria tua ini menerima maaf dan terima kasih anda"
"Terima kasih Guru"
"Jika begitu yang tua ini dan murid pamit undur diri terlebih dahulu. Salam Yang Mulia Kaisar semoga anda selalu diberkahi kebahagiaan yang melimpah" kata pendeta itu tulus.
"Salam Yang Mulia Kaisar" kata wanita muda yang senantiasa mengikuti langkah pria tua itu dengan wajah datarnya.
"Salam untuk kalian semua" kata pria tua itu dan wanita muda menundukkan keoalanya sedikit.
"Salam"
Setelah kepergian dua irang itu, kini suasana ruangan kembali seperti seperti tadi seakan-akan tak terjadi apapun. Bukan apa namun Kaisar Langit yang memintanya agar segera selesai dan dirinya bisa menemui istri tercintanya.
o0o
__ADS_1
Kembali lagi ketempat Permaisuri berada dimana saat ini Permaisuri sedang berdiskusi dengan ayah dan anak Xie itu untuk membicarakan cara menerobos pertahanan ruangan yang didalamnya terdapat singga sana dan barang yang mereka cari. Tahta naga yang banyak diincar oleh kaum serigala yang haus kekuasaan.
...Bersambung~...