
... ~Happy Reading~...
Sudah hampir sejam mereka berdiri dengan mata yang tertutup rapat, Permaisuri yang bosan hanya duduk diatas batu besar yabg entah sejak kapan berada disana. Oh jangan lupakan cemilan penunda lapar yang entah apa namanya menemani waktu kosongnya yang penuh kebosanan.
Sampai kapan mereka akan seperti ini. Apakah menunggu dirinya lumutan terlebih dahulu baru akan selesai? Jika benar maka kalian harua menelan rasa kecewa bahwa lumutpun akan minder jika berdekatan dengan Permaisuri. Hiperbola sekali memang, tapi itulah faktanya.
"Huft... bosan sekali. Eh tapi kenapa aku merasa begitu familiar dengan suasana disekitat gunung ini ya? Apakah aku pernah kesini sebelumnya? Tapi tak mungkin, aku baru tiba beberapa bulan lali tak mungkin bisa berkeliling. Lagi pula hutan ini saja aku baru tau." Gumamnya bingung.
"Sudahlah, mungkin saja aku pernah kepegunungan yang suasananya hampir sama." Katanya lagi acuh tak acuh.
"Eh tapi kan memang semua gunung sama saja," ucapnya menyadari pikiran konyolnya.
Karena bosan yang semakin lama semakin menjadi, Permaisuri memutuskan untuk memanggang sembari menunggu mereka membuka mata. Ikan segar yang baru ia keluarkan dari ruang ilahinya dengan alat panggang mini ditambah bumbu-bumbu penyedap yang juga berasal dari ruang ilahinya.
***
Ikan panggang yang sejak tadi dilakoninya sudah hampir matang naum mereka juga tak kunjung membuka mata. Apa sesulit itu, hingga sampai sekarang belum juga membuka mata.
"Kenapa lama sekali. Jika terua begini, bahaya yang mengintai akan semakin ganas. Ini tak bisa dibiarkan, tapi aku tak bisa menarik mereka begitu saja dari alam bawah sadarnya. Jika itu terjadi maka akan berakibat fatal nantinya." Gerutu Permaisuri kesal.
"Sudahlah, mereka hanya melihat dari kejauhan tidak ada niatan untuk mendekat. Jika pun ingin menyerang aku bisa melawannya dan akan aku jadikan mereka makan malamku kkk~" katanya dengan kekehan santai yang mana seperti alaram kematian bagi mereka, hewan buas yang mengintai.
Sekian lama menunggu hingga menghabiskan satu ikan panggang, akhirnya yang ditunggu pun membuka mata secara bergantian. Dimana yang pertama membukanya adalah Zhang Feng, diikuti Chong Li, dan yang lainnya.
"Woah, tidak aku sangka hanya untuk mencari jawaban dari buku yang aku baca dan melawan bisikan bawah sadar memerlukan waktu selama ini. Ck ck ck, pemborosan," celetuk Chong Xi semangat dan tak percaya secara bersamaan.
Jika orang lain mendengar perkataan Chong Xi pasti mereka akan muntah darah saking terkejudnya mendengar ucapan gamblang yang menurut orang lain sangatlah luar biasa jenius.
Jaman sekarang, jika pencapaian suatu keberhasilan seperti yang mereka lakukan sudah dianggap genius oleh masyarakat. Dimana setiap orang akan mengalaminya namun dengan fase yang berbeda tergantung kemampuan dan kekuatannya.
Sama halnya dengan Permaisuri yang dulu, yang mana meridiannya yang teracun mengakibatkan kemacetan sehingga tak bisa membudidayakan energi spiritual yang ada disekitarnya dan itu dianggap sampah oleh masyarakat.
Tak pandang bulu, mau itu Kaisar, Permaisuri, ataupun orang biasa. Yah kalian pasti tau lah hukum rimba dimanapun akan berlaku. Dimana yang kuat dan berkuasa yang akan menang. Lalu apa gunanya kita berbakat namun tidak memiliki koneksi sama saja seperti kura-kura yang kuat namun lambat.
"Sudah?" Tanya Permaisuri sambil memakan ikan panggangnya.
"Enn," jawab mereka dengan anggukan kepala.
__ADS_1
"Kalau sudah, maka praktekan dan buka ilusi array pelindung ini. Semakin cepat terbuka maka semakin cepat pula kita aman dari sini." Jelas Permaisuri.
"Baik."
Permaisuri hanya melihat mereka dari atas batu yang tadi didudukinya. Bukan tak ingin membantu hanya saja dirinya ingin mengetes sejauh mana mereka paham dengan apa yang mereka dapat tadi. Melirik kearah Dao Ling berada, nampaknya pemuda tampan itu percaya diri bisa menghancurkan array pelindung dengan sekali serang.
Jika dilihat dengan mata telanjang gunung ini nampak biasa saja, tapi setelah mereka melakukan kultivasi dengan posisi berdiri dan mencari jawaban dari ajaran yang tertulis dibuku waktu itu ternyata tak sesederhana kelihatannya.
Didepan mereka sudah ada array pelindung yang seperti diagrafma lingkaran yang ditengahnya terdapat bintang bembentang memenuhi lingkara dimana setiap celah bintang itu terdapat elemen yang ada didaratan kultivasi. Oh jangan lupakan ditengah-tengahnya tersapat libgkaran kecil hitam putih yang nampak berbeda dengan yang lainnya.
Lingkaran kecil itu membentuk seperti yin dan yang, sangat serasi untui menggambarkan kehidupan ini. Elemem yang saling menghubungkan, dengan pusat yin dan yang memperjelas bahwa hidup memamg memerlukan bantuan orang lain meski tidak harus bergantung pada orang lain.
Oh jangan lupakan pula disetiap potongan lingkaran luar bintang nampaknya terdapat sebuah gambar yang mungkin saja mereka ketahui. Dimana disana ada sesosok manusia dengan hanfu kebanyakan namun lebih indah, seseorang yang mengenakan hanfu namun perawakan yang lebih halus dengan kristal sebesar telapak tangan orang dewasa, sesosok berbeju hitan dengan tongkat dan sayap berwarna hitam merah pekat jangan lupakan tanduk yang berwarna hitam, sesosok wanita yang duduk diatas batu berair atau laut dengan tongkat trisula, dua orang bersayap hijau dengan mahkota bunga dan telinga runcing, pria tampan bermanik merah darah dengan taring yang tajam, dan masih banyak lagi yang tak bisa disebutkan satu persatu.
Dari untain gambar tersebut menandakan bahwasanya kita hidup berdampingan bukan hanya dengan manusia, hewan dan tumbuhan saja. Melainkan banyak makhluk yang mungkin jarang diketahui orang luar. Bagi manusia makhluk seperti itu hanya ada dicerita penghantat tidur anak saja.
Tapi, bagi sebagian orang atau kultivator dengan ranah tinggi menyakini bahwasanya mereka ada. Hanya saja menyembunyikan diri dari dunia luar agar tidak terevolusi dan mengakibatkan peperangan antar ras lagi.
Pola-pola yang menjalar dengan lingkaran berbintang menjadi pusat mengelilingi gunung dengan jarak yang sudah disesuaikan sebelum membuat array. Dimana pola berwarna Gold yang bersinar seperti sulur-sulur hidup dengan cepat mengegililingi gunung seakan mendapat pemberitahuan bahwa akan ada yang menyerang.
Setelah pola yang menjulur kesetiap penjuru selesai induk pola sang lingkar berbintang memancarkan cahaya emar yang menyilaukan seakan menandakan peringatan agar tidak mendekat. Lain dengan mereka yang menutup mata, lain pula dengan Permaisuri yang sudah memakai kaca mata hitam.
"Percaya pada diri sendiri adalah kunci utama. Tapi, kerjasama dalam kelompok juga sangat diperlukan. Jangan terkecoh dengan apa yang kau lihat dan kau rasakan, percayalah jika saling melengkapi maka akan terbasmi. Basmi semua kejahatan, ketidakadilan, penderitaan dimanapun kau berpijak. Jadikan dirimu sebagai tameng saudaramu maka saudaramu akan menjadikan dirinya tameng untukmu." Seru mereka lantang dengan posisi kaki kanan yang menekuk dan kaki kiri yang selonjor kebelakang jangan lupakan tangan kanan yang menepal didepan dada.
"Ternyata usaha mereka tak sia-sia sejak tadi. Huft kalian cocok untuk menjadi pahlawan dimasa depan kelak. Darah lebih kental dari pada air tapi darah mampu membunuh darah lainnya tanpa berpikir kembali bahwa mereka adalah darah yang sama." Helaan nafas berat membayangkan kebenaran yang mungkin sebagian dari mereka tak mengetahuinya.
Proses yang mereka lakukan berbeda dengan cara yang digunakan oleh sebagian besar kultivator yang pernah kegunung ini. Biasanya jika kultivator lain akan menyerang dengan sekuat tenanga hanya untuk membuka inti array pelindung.
Maka, mereka hanya menggunakan cara dari salah satu buku yang mereka baca sebelumnya. Dimana didalam buku itu mengajarnya inti kehidupan yang bisa mengalahkan rintangan yang kita hadapan. Mau itu array pelindu atau jenis array lainnya, keadaan mendesak, sampai dengan pertumpahan darah mampu mereka hdapi hanya dwngan tekad dan kepercayaan pada diri sendiri.
Cintai dirimu sendiri, sebelum kau mencintai orang lain. Mungkin kurang lebihnya seperti itu. Ternyata membuka inti lingkar bintang yang menjadi pintu masuk gunung membutuhkan wakti yang lumayan lama. Dilihat dari langit yang tadinya gelap bertabur bintang kini sudah lumayan terang dengan warna jingga malu-malu. Menandakan bahwa sang penguasa siang sebentar lagi akan segera menampakkan diri.
Lelah, lesu, letih? Tentu saja mereka mengalami 3L itu. Bagaimana tidak jika sejal kemarin mereka tidak beriatirahat dengan cukup dan belum sempat menutup mata untuk istirahat.
Tapi, usaha mereka yang gigih sejak semalam membuahkan hasil yang memuaskan. Inti lingkar bintang itu mengakui mereka sebagai tamu terhormat yang kapan saja bisa masuk dengan hanya mengatakan perkataan pertamanya.
Setelah mengindentifikasi data diri dan memdapatkan sebuah tato dipergelangan tangan kiri berbentuk seperti inti lingkar bintang berwarna hitan emas, barulah gerbang inti lingkar bintang benar-benar terbuka.
__ADS_1
Gerbang yang kokoh dengan warna Gold, pilar yang menjulang tinggi penuh khariama, ukiran yang rumit namun terkesan elegan mendapatkan decakan kagum dari mereka tak terkecuali Permaisuri. Ternyata saat siang hari gerbang inti lingkar bintang ini jauh lebih indah dari malam hari yang hanya bagian depannya saja.
Setelah gerbang benar-benar terbuka sempurna, terpaan angin aejuk menerpa tubih mereka menerbangkan anak rambut nakal yang menari-nari diudara.
"Ini... ini adalah Tianmen Shan, Heaven Gate Mountain." Pekik Permaisuri tak percaya.
Dimasa depan daratan tempatnya berpijak akan dinamakan dengan negara China. Dimana China dikenal memiliki destinasi wisata yang sangat populer yaitu ‘Heaven Gate Mountain’. Heaven Gate Mountain ini terletak di Gunung Tianmen, China. Gunung ini dianggap sebagai pintu gerbang menuju surga atau yang lebih dikenal dengan nama ‘Heaven Gate’. Heaven Gate Mountain bukanlah gerbang menuju surga dalam arti sebenernya.
Namun gerbang surga di China ini merupakan sebuah daerah objek wisata sangat terkenal di dunia akan keindahan panorama alam yang menakjubkan dan sangat jarang ditemukan di negara lainnya. Gunung ini juga memiliki gua yang dipercaya terbentuk pada 263 Masehi. Gunung Tianmen ini memiliki kuil berusia 500 tahun yang disebut kuil Tianmenshan.
Kuil yang terletak di atas gunung ini biasanya digunakan untuk bersembahyang oleh masyarakat di China, dimasa depan gunung Tianmenshan dibuka untui umum dan array pelindung ini tak akan ada lagi.
Bahkan tempat wisata unik ini telah terdaftar sebagai UNESCO World Heritage Site, berkat bentuk geologi alamnya yang unik.
"Ternyata Tianmen Shan ini berada disini. Tak ku sangka bahwa surga dunia dulunya seperti ini. Sangat indah tanpa sentuhan tangan-tangan nakal." Guman Permaisuri girang.
Sedangkan mereka hanya mengangkat alis bingung dengan tingkah ibundanya yang menurut mereka sangat luar biasa. Bagaimana tidak jika apa yang baru saja dilakukannya sangat jauh dengan jati dirinya yang sesungguhnya.
Mereka tak tau saja bahwa apa yang mereka temukan ini adalah sesuatu hal yang sangat luar biasa dimasa depan. Bahkan Permaisuri hanya sekali ke Tianme Shan diwaktu luangnya saking sibuknya dia.
"Ibunda, ada apa?" Tanya Yi Ai lemas karena aemalaman suntuk tek berhwnti utuk membuka gerbang inti lingkar bintang itu.
"Kita bahas nanti dulu. Sekarang masuk dulu disini bahaya semakin banyak, jika kita masuk maka bahaya yang siap memerjang kita akan segera menyerang." Perintah Permaisuri.
"Benar apa yang dikatakan oleh ibunda kalian. Mari masuk dan pulihlan tenaga kita, istirahat sejenanak lalu aetelah itu lanjutkan pencarian kita." Kata Yao Qi memberikan usulan.
"Baik."
...Bersambung~...
__ADS_1
Aduh maapkeun aku yang Up jam ekarang atau mungkin tengah malam baru kepublis. Mt aku selalu eror entah kenapa mungkin minta adik klinya hpnya. maapkeun juga kalau banyak typo karena mata aku udah tinggal 5 watt dayanya.
Jangan lupa Vote dengan tiket yang belum kepekek ya, boom Like, komen yang cetarr aduhai, dan yang pasti Hadiahnya jangan lupa nyempil banyak banyak ya love you baby pay pay.