Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
Suasana Magang


__ADS_3

Hanna dan juga Rana di antarkan ke divisi Administrasi Akuntansi.


"Selamat pagi semuanya !!" seru Mita saat masuk ke dalam ruangan yang begitu luas dan terlihat unik.


Terlihat para karyawan melakukan kegiatan di pagi hari mereka.


Tempat kerja mereka yang luas dan terlihat santai namun,penuh keseriusan.


Lihat di bagian divisi arsitektur disana banyak tanaman yang terlihat hijau menyejukkan mata.


Divisi itu terlihat jelas mengusung tema Go green,di bagian lain juga terlihat meja-meja kerja berjajar rapi dengan ruangan kerja yang hanya di sekat kaca transparan namun,masih satu area.Lantai satu dengan yang lain pun terhubung lewat tangga dan juga eskalator(Serasa di Mall deh..)


terlihat nyaman dan santai.


"Morning bu Mitaaa !!" seru mereka yang seperti anak TK yang kedatangan gurunya.


Rana dan Hanna yang baru melihat tingkah para pekerja di tempat bergengsi itu.


"Hari ini kita kedatangan mahasiswa magang dari Universitas Bandung.İni Hanna dan juga Rana.Mereka akan bergabung di divisi akuntan."ucap Mita memperkenalkan Hanna juga Rana.


"Hallo Hanna ,Hallo Rana !!" seru mereka.


"Haii semuanya saya Hanna,saya akan di kantor ini selama tiga bulan dan saya harap kerjasama dan bimbingan nya pada kakak semua ." ucap Hanna mengenalkan dirinya pada mereka yang ada di ruangan luas itu.


"Haiii semuanya saya Rana,sama dengan sahabat saya..mohon bimbingannya dan juga kerjasamanya." ucap Rana.


"Baiklah untuk kenalannya,kalian bisa tempati kursi kalian di sebelah sana." ucap Mita menunjuk ke kursi kosong yang ada di dekat tangga penghubung.


"Terimakasih Bu Mita." ucap keduanya sama-sama.


"Santai dan enjoy.Semangat dan tetap bertanggung jawab.Ciayoo !!" ucap Mita mengepalkan tangannya ke atas tanda semangat.


"Ciayooo!!" seru Hanna dan Rana bersamaan.


Mereka pun akhirnya melangkah ke meja kerja masing-masing dan setelah memastikan tidak ada kendala untuk kedua mahasiswa magang itu akhirnya Mita kembali keruangannya.

__ADS_1


"Haii.. selamat datang di Global Angkasa aku Jana,dan dia Ilham, Arief,Dania,Veni. Semoga kalian kerasan di GA Group dan bisa langsung di rekrut menjadi pegawai GA Group." ucap Jana ketua team deviasi akuntan.


"Mohon bimbingannya dan juga kerjasamanya kakak semua ." ucap Hanna dengan membungkukkan badannya dengan hormat.


"İya kita pasti akan butuh bimbingan kalian." ucap Rana menanggapi ucapan sahabatnya.


"Kita harus kompak dan selalu kerja sama dengan tanggung jawab dan jujur.Karena boss kita akan sangat murka jika ada yang berkhianat.Beruntung si bos ada di Singapura untuk seminggu kedepan.Kantor akan di awasi oleh komisaris utama yaitu Tuan Emir." ungkap Jana panjang lebar.


"Jangan coba main-main jika ada boss di kantor.Apalagi saat ini dia sedang ditinggal istrinya yang pergi sekolah ke Amerika untuk sekolah design." tutur Veni.


"Sudah..jangan banyak bicara kita kerja lagi." ucap Dania.


Mereka pun kembali fokus dengan pekerjaan mereka masing-masing.Jana memberikan job description untuk Rana dan juga Hanna.


Perusahaan besar berskala Internasional tentunya banyak project besar yang saat ini sedang mereka jalani.Buktinya berkas-berkas dengan ketebalan yang membuat Hanna dan Rana bengong seketika.


Waktu terus berjalan dan kini waktu makan siang telah tiba.Team Hanna pun akhirnya keluar dari ruangan mereka.


Mereka menuju kantin kantor.Di sana di sediakan makan siang untuk karyawan hanya memberikan kartu pengenal dan mereka bisa menikmati makan siang yang cukup bergizi.


"Fasilitas dan juga semua yang di berikan perusahaan adalah bentuk kepedulian perusahaan untuk para karyawannya.Tapi, dengan satu catatan loyalitas tanpa batas dan juga menjunjung tinggi tanggung jawab dan kejujuran." ucap Jana.


"Kalau cuma itu tuntutan perusahaan pastinya kita oke-oke saja." jawab Rana enteng.


"Yakin kalau kamu akan ngomong gini kalau bos duty di sini,yang ada kalian harus di tuntut untuk bersikap tetap menjadi orang bisu ,tuli dan buta." ucap Ilham.


"Maksudnya?" tanya Hanna mengernyitkan dahinya tak mengerti apa maksud dari kata-kata Ilham barusan.


"Maksudnya,jika nanti kalian dengar bos marah pada karyawan lain kalian harus berlagak tuli,buta dan bisu." ucap Jana.


"Memangnya boss kadang nggak bisa atur emosi?" tanya Hanna.


"Tergantung mood.Belakangan ini perusahaan cabang banyak masalah.Asisten boss sudah di pastikan ke Amerika untuk menyelesaikan masalah di sana.Sekarang boss juga masih di Singapura untuk menangani masalah di sana." ungkap Arief.


Mereka masih berbincang mengenai apa yang biasa terjadi jika bos mereka naik angin.Setelah makan siang mereka kembali ke ruangan mereka melanjutkan pekerjaan mereka.

__ADS_1


" Hanna,tolong revisi ini yang sudah saya tandai merah dengan angka yang ini yaa,lalu kirim ke email asisten bos." ucap Jana menyerahkan sebuah dokumen.


" Siap kak." jawab Hanna singkat dengan menerima berkas yang di sodorkan Jana padanya.


Hanna begitu fokus dengan pekerjaannya.Dia meneliti satu demi satu sampai dirasa cukup dan benar dia pun mengirimkan email ke alamat email yang membuat dirinya sedikit terkejut.Namun,Hanna dengan tegas menepis pikirannya.


"Firman,kalau nama Firman di Indonesia Raya ini pastinya banyak lah.Bukan hanya nama Firman yang aku kenal." gumam Hanna dan langsung mengirimnya ke alamat email yang tertera di dokumen.


.


.


" Ra,aku ke toilet dulu yah.. kebelet." ucap Hanna dengan sedikit berlari ke arah toilet.


Saat dia akan masuk tiba-tiba saja ada orang yang membuka pintu toilet bersamaan dengan Hanna yang akan masuk.


"Ehh..maaf bu,saya nggak tahu kalau ada yang akan keluar." ucap Hanna dengan menundukkan sedikit tubuhnya.


"Iya,nggak masalah nak.Silahkan.." ucap orang itu.


"Terimakasih bu.." ucap Hanna ramah dan langsung masuk ke dalam toilet.


Melihat sikap Hanna yang sopan,wanita itu tersenyum.Dia pun langsung melangkah menuju lift yang di khususkan untuk orang-orang penting.


Tak berapa lama wanita itu keluar dari lift di lantai 15.Dia menuju ke satu ruangan di sana tertulis di pintu Ruangan Komisaris.


"Assalamualaikum sayang.." ucap wanita itu masuk ke dalam ruangan tersebut dengan senyuman lebar.


"Wa'alaikumsalam,kamu sudah datang sayang." ucap seorang laki-laki paruh baya yang menyambut kedatangan sang istri tercinta.


"Hemm, pekerjaan amu sudah selesai pah?" tanyanya.


"Alhamdulillah sudah,Firman dan Albi sudah menyetujuinya anggaran yang di berikan oleh team akuntan." ucap laki-laki yang tidak lain adalah Emir ayah dari Albieza Pramudya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2