Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
Hanna Drop


__ADS_3

"Hanna tunggu !!" teriak Rana membuat Hanna langsung berhenti dan menjatuhkan tubuhnya dengan bersimpuh.


"Hanna.." panggil Fiza dengan menyentuh bahu Hanna yang sudah bergetar karena menangis.


Rana ikut bersimpuh di depan Hanna dan dengan perlahan membawa tubuh Hanna dalam pelukannya.


Sementara Firman yang sempat tertinggal jauh dari ketiga wanita itu pun melangkah mendekati mereka dan berdiri di samping Fiza.


Fiza yang melihat Firman berdiri di sampingnya pun menoleh ke arah Firman.Keduanya saling pandang dan melihat Hanna yang masih menangis sesenggukan di dalam pelukan Hanna.


"Apalagi ini ,kenapa sangat sulit memahami kehidupan suamiku sendiri Ra, aku begitu naif dan juga merasa percaya diri jika tidak ada lagi yang di rahasiakan mas Albi, tapi...tetap sama. Aku hanya figuran di dalam hidupnya . Bahkan mungkin hanya pemu*s nafsunya saja..hiks hiks.."


Firman mendengar penuturan Hanna sudah mengepalkan kedua tangannya.Dia sudah geram dengan tingkah Albi yang dia rasa kelewatan kali ini.Firman merasakan ada tangan yang sedang menggenggam tangannya dan dia menoleh ke arah Fiza.


"Kita harus tegas sama kak Al bang.."ucap Fiza lirih.


Firman mengangguk mengiyakan permintaan Fiza.Dia pun kali ini harus segera melakukan sesuatu pada Cheryl.


Firman melangkah menuju dimana Hanna sedang bersimpuh dan berpelukan dengan Rana.


"Han, kita pulang dulu. Abang akan lakukan apapun untuk membantu kamu. Ingat Han, kamu nggak sendirian ada Abang juga ada Fiza serta Rana tentunya."ucap Firman.


Hanna merenggangkan pelukannya dari Rana dan menatap wajah Firman dengan masa masih sesenggukan.


"Banar abang mau bantu Hanna bang?" tanya Hanna memastikan.


"Tentu,kita pulang yah..kamu istirahat dulu." ucap Firman dan Hanna pun mengangguk.


Hanna di bantu Firman berdiri,mereka berempat masuk ke dalam mobil Firman.


"Aku nggak mau pulang bang." ucap Hanna.


"Kamu harus pulang , kita akan temenin kamu malam ini. Albi nggak mungkin akan balik dengan keadaan seperti itu."ucap Firman.


Hanna mengangguk pasrah dan meraih uluran tangan Firman.Tubuhnya rasanya lemah dan tiba-tiba dia tak sadarkan diri.


"Astaghfirullahal'adzim.."teriak Fiza dan Rana.


Untung saja Firman cepat meraih tubuh Hanna yang limbung dan langsung membopongnya ke dalam mobil.

__ADS_1


"Kita bawa ke RS." ucap Rana langsung menempatkan kepala Hanna di atas pangkuan nya.


Firman pun melajukan mobilnya ke arah Rumah Sakit dan tak sampai setengah jam dia sampai di lobby Rumah Sakit.


Tubuh yang tak sadarkan diri Hanna di bawa dengan brankar ke UGD.Dokterpun mulai memeriksa keadaan Hanna.


"Bagaimana dengan keadaan adik saya dok?" tanya Firman dengan perasaan cemas.


"Keadaan pasien Alhamdulillah tidak perlu ada yang di khawatirkan.Dia kurang cairan dan sepertinya dia belum masuk makanan sedikitpun.Nanti, kalau sudah siuman bisa langsung di kasih makan ya, sepertinya dia sedang banyak masalah dan tolong jangan sampai di tertekan mengakibatkan asam lambungnya kembali naik.Sekarang pasien hanya butuh cairan dan setelah infus nya habis bisa langsung pulang." terang so Dokter dengan panjang lebar.


Ketiga sahabat Hanna pun bisa sedikit bernafas lega karena mendengar ucapan dokter tersebut.


Setelah dokter pergi,Firman dan Fiza mencari makan untuk di berikan pada Hanna.


"Za,kamu ke ke dalam sendiri nggak papa? Abang ada urusan sebentar." ucap Firman pada Fiza.


"Iya, tapi..jangan lama-lama bang, nanti infus Hanna habis kita langsung pulang."ujar Fiza.


"Ok, aku titip Hanna sama kamu juga Rana ya..Abang pergi dulu. Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam." jawab Fiza.


...----------------...


Firman memarkirkan mobilnya di sebuah rumah yang terlihat ada beberapa orang yang menjaga di depan rumah itu.


"Bos kalian ada?" tanya Firman pada orang yang bertubuh kekar itu.


"Beliau sedang istirahat." jawabnya dengan datar.


Tanpa ragu Firman menerobos masuk ke dalam rumah itu dan melihat Albi yang sedang di obati oleh Cheryl.


Brakk..


Firman membanting kotak P3K yang ada di atas meja.


"Firman, lo apa-apaan sih..dateng-dateng bikin rusuh.Kenapa mereka nggak usir kamu dari sini sih.." ucap Cheryl kesal.


"Mereka nggak akan ngusir gue yang ada kalau gue mau Lo bisa di lempar keluar dari sini !" ucap Firman dengan menatap tajam ke arah Cheryl.

__ADS_1


"Makin ngelunjak lo !!" pekik Cheryl tak terima.


"Kenapa, yang ngelunjak itu Lo,bukan gue.Dengan alasan demi kebahagiaan sahabat lo si Rossa itu, lo dengan mudahnya membod*hi Albi.Dan lo juga,kenapa selalu saja lo bisa kayak gini, lo juga ngapain ke arena sampai babak belur gitu,nggak manfaat lo kayak gitu Al, yang ada Lo harusnya cari solusi." ucap Firman kesal dengan tingkah Albi.


Albi menghela nafas panjang . Dia belum juga menjawab ucapan Firman.Dia menatap Cheryl.


"Cher, Lo sudah boleh pulang.Thank's untuk semuanya ." ucap Albi.


"Lo ngusir gue Al, gue kan harus ngurus Lo.Gue...


"Thanks Cher,tapi sekarang sudah ada Firman disini.Lagian sudah malam banget. Nanti takutnya papa kamu nyariin lagi." ujar Albi memotong omongan Cheryl.


"Papa aku tahu kok, bahkan papa kamu juga tahu aku sama kamu." ujar Cheryl.


"Susah kalau sudah dari Sononya jadi bibit pelakor." ucap Firman lirih.


Walaupun memang tidak terlalu kencang,omongan Firman masih bisa di dengar oleh Albi dan Cheryl. Kedua orang itu pun menatap kearah Firman dengan tajam. Namun, Firman hanya bersikap acuh dengan pandangan mereka berdua.


"Lo bilang sama papa kalau gue kayak gini juga,lo waras ?!"


Kini suara Albi yang tadinya terdengar halus, saat ini sudah terdengar dengan lantang. Bahkan Cheryl terkejut dengan suara keras Albi barusan.


"Ba_baiklah,gue balik.Tapi, kalau lo butuh bantuan bisa telpon gue." ucap Cheryl dan hanya diangguki oleh Albi.


"Sudah sono buruan balik, perempuan itu..baiknya jangan pulang malam-malam, bahaya.." sindir Firman.


"Bac*t Lo !!" teriak Cheryl dan seraya meninggalkan rumah itu.


Setelah memastikan bahwa Cheryl sudah pergi, Firman kini yang duduk di seberang Albi menatap tajam ke arah sahabatnya itu.


"Kenapa, kalau lo mau nanya atau bahkan marah-marah sama gue, biar gue jelasin dan pastinya semua yang terjadi tak ada dalam bayangan gue."ujar Albi.


"Ceritakan dengan jujur, karena apa yang lo lakukan sekarang buat hati istri kamu yang lain terluka.Dengar gue Al, lo boleh rahasiakan status Lo sama Hanna tapi, apapun yang masalah lo, sebaiknya lo jujur dari awal sama Hanna.Bisa jadi, apa yang lo lakuin sekarang bisa buat alasan untuk Hanna pergi dari lo ."


Ucapan Firman tentu membuat Albi terkejut. Jangan sampai itu terjadi, dia bisa gil* untuk kedua kalinya kehilangan sosok istri di dekatnya.


Bersambung


Maaf ya dari kemarin sibuk karena ada hajatan saudara dekat rumah jadi nggak bisa up,baru sedikit senggang langsung ngetik ngetik🙏

__ADS_1


__ADS_2