Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
Tak Paham Juga?


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu namun, Albi dan Rossa masih sama-sama diam. Rossa seperti biasa dengan gengsi tinggi nya yang menyundul langit tetap ingin Albi meminta maaf dan kembali seperti semula.


Namun, disisi lain Albi sadar jika dia punya Hanna yang bahkan kini sedang berbadan dua dan jauh dari jangkauannya.


Walaupun ada para saudara nya namun, tetap saja dia merasa cemas dengan keadaan istri ke duanya itu.


"Ma..bisa bicara sebantar?" tanya Rossa mendekati sang ibu mertua yang sedang sibuk dengan tab nya.


"Bicara saja, ada yang kamu inginkan?" tanya Mutia tanpa menatap menantunya itu.


"Mama dan papa sudah tahu kebenaran soal Albi yang menikah lagi tanpa meminta persetujuan Ros, tapi..kenapa kesannya mama dan juga papa diam saja,kesannya tak peduli dengan apa yang Ros rasakan saat ini.Mama seorang perempuan..pastinya tahu gimana sakitnya hati Rossa mendengar jika selama setahun terakhir Albi ternyata memberikan madu pada Ros yang begitu mencintai Albi. " ucap Rossa dengan panjang lebar tanpa memikirkan bagaimana Track record yang Rossa selama ini miliki.


Mendengar penuturan menantunya itu, Mutia pun menghentikan kegiatannya dan memandang ke arah Rossa dengan pandangan sengit.


"Saya rasa kamu perlu kaca yang lebih besar dari kaca yang ada di kamar kamu itu, kamu pernah nggak berfikir jika selama menikah dengan kamu anak saya sudah selalu mengalah dan juga selalu meratukan kamu tanpa memikirkan perasaan kedua orangtuanya, apa kamu pernah mewujudkan apa yang suami kamu inginkan selama ini? Dengan gampangnya kamu menolak untuk hamil karena bilang karier mu sedang bagus dan juga kamu ingin mengejar cita-cita kamu dan kamu juga ingat saat kamu bilang kamu hanya ingin hamil jika semuanya sudah kamu capai.Sampai kapan anak saya akan terus menunggu Ros,sampai dia jenuh dengan keadaan dan apa kamu pernah melakukan sesuatu yang buat hati Albi bahagia? Semua jawaban nya hanya kamu yang tahu.Sebagai orang tua kami tahu apa yang terbaik buat anak kami.Tapi, saya dan suami kecewa saat anak kami yang kami bela dan kami rawat lebih memilih kamu yang notabene nya anak seorang pengkhianat." ucap Mutia dengan mata yang sudah terlihat memerah dan suara yang sudah bergetar menahan emosi dan tangisnya.


Mata Rossa pun berkaca-kaca mendengar penuturan ibu mertuanya itu.Apalagi yang terakhir adalah membahas soal bagaimana papinya sudah mengkhianati rekan kerja sendiri dengan menggelapkan dana perusahaan yang hampir menjatuhkan perusahaan milik orang tua Albi.


"Jangan pernah berpikir kamu menyuruh Albi untuk berpisah dengan Hanna.Asal kamu tahu Rossa,kami ingin dari dulu kamu bisa seperti Hanna tapi, kalian orang yang berbeda dan dengan didikan yang berbeda.Tapi, asal kamu tahu...Hanna itu seorang piatu dan dia pun melalui proses kehidupan nya tidak mudah apalagi dia merawat ayahnya yang sakit stroke dan sampai meninggalkan dunia ini.Dia selain kuliah juga bekerja di hotel milik kami.Walaupun cuma sebagai housekeeping kami tidak malu mempunyai menantu seperti dia." ucap Mutia dengan wajah yang tegak dan terlihat angkuh.

__ADS_1


"Sebegitu spesial kah wanita yang jelas-jelas sudah membuat rumah tangga anak mama sendiri berantakan."ucap Rossa dengan senyum kecut.


"Jangan pernah kamu salahkan Albi bahkan Hanna. Mereka di pertemukan Tuhan itu sudah takdirnya. Kamu bilang dia wanita yang buat rumah tangga kamu berantakan ? Apa nggak salah, bukannya kamu sendiri yang membuat rumah tangga kamu berantakan.Kenapa saya bisa bilang begitu karena dengan kamu pergi ke Amerika,membuka peluang ini dan membuat Albi frustasi berbulan-bulan.Bahkan kamu begitu mencintai karier mu yang katanya sedang melambung,tapi...kamu nggak ingat bahwa semua yang kamu capai tidak ada artinya jika tidak ada ridho dari suami dan semua sudah terbukti.Bukan kami nggak tahu apapun dengan yang terjadi sama kamu selama kamu di Amerika bahkan pergi ke Jerman.Semua kami tahu, tapi..kami tak tega melihat anak kami sedih dan bahkan dia akan merasa bersalah dengan apa yang terjadi sama kamu di sana.Bukan hanya sekali kamu memiliki seorang kekasih di belakang suami kamu sendiri." ucap Mutia dan dengan kata terakhir nya dia membisikkan sesuatu ke menantunya dan membuat Rossa semakin diam tak bisa membalikkan omongan sang mertua


Mutia melihat reaksi Rossa yang pastinya terkejut membuat Mutia menarik ujung bibir nya menjadi sebuah senyuman miring dan menatap wajah Rossa dengan pandangan jijik.


Mutia pun akhirnya beranjak dari tempat itu dan menjauh dari menantunya itu.Melihat kelakuan ibu mertuanya yang ternyata dia mempunyai rahasia besar dibalik keluarga nya membuat Rossa semakin jengkel dan mengepalkan tangannya menahan emosi yang tiba-tiba naik karena ulah ibu mertuanya.


"Aarggghhh...sial !" umpat nya meninju angin melampiaskan rasa kesal yang ada di hatinya.


...----------------...


Terlihat Albi sedang sibuk dengan tab nya.Sudah di pastikan jika Albi sedang membalas email atau mengecek dokumen dari tab nya.


"Al..aku mau ngomong." ucap Rossa.


"Ngomong aja,nggak ada yang larang." jawab Albi dengan entengnya dan tanpa mengalihkan pandangannya dari tab nya.


"Bisa tutup tab nya," ucap Rossa

__ADS_1


"Nggak bisa, ada yang sedang aku kerjakan dan ini penting. Kalau kamu mau ngomong ya ngomong saja.Aku pasti dengar." ucap Albi membuat Rossa makin geram dengan tingkah suaminya itu.


"Kenapa sih, kamu dari kemarin itu berubah. Nggak ada manis manisnya sama sekali sama aku. Bahkan kita baru ketemu dan kamu juga yang mengacaukan keluarga kita.Kamu tahu, seberapa sakitnya hati aku saat kamu bilang kalau kamu nikah lagi. Rasanya aku sudah kehilangan kamu tahu nggak." ucap Rossa dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Albi menghela nafas panjang dan menoleh ke arah Rossa dengan singkat.


"Kamu nggak pernah kehilangan aku, siapa yang pergi sebenarnya.Nyatanya aku masih di tempat yang sama.Dengan kegiatan yang sama. Ada kamu dan nggak ada kamu juga sama saja.Nggak ada yang beda.Ngerti kan maksud aku?"


Kini malah Rossa yang pastinya bingung dengan apa yang di katakan Albi saat ini.


"Aku nggak tahu ,aku mau kamu seperti dulu." ucap Rossa dengan berkacak pinggang di depan Albi.


Melihat tingkah kekanakan Rossa membuat Albi menggelengkan kepalanya pelan.


"Mau seperti dulu gimana? Bahkan aku nggak tahu apa perbedaan nya saat ini dan dulu. Setahu ku baik dulu atau sekarang tetap saja semuanya di lakukan sendiri dan juga punya otak sama seperti dulu,otak ini ..masih sama kerasnya tanpa bisa merubah apapun kan?"


Ucapan Albi tentu saja membuat Rossa melotot tak percaya dengan apa yang di katakan suaminya itu.Dia sedang menyindir dirinya habis habisan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2