Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
Saling memberikan Kehangatan


__ADS_3

Flashback Off.


"Lalu kenapa mas bisa babak belur gini?" tanya Hanna.


Karena sedari awal Albi cerita dia tak mengatakan hal apapun dengan luka yang dia dapat.


"Emmm..aku kesal saja dengan reaksi Rossa Han, aku kelepasan dan mukul dinding beberapa kali sampai aku nggak sadar kalau tangan ku sudah mengeluarkan dar*h . Karena Firman lihat aku kalap dia nonj*k aku beberapa kali jadi begini deh."terang Albi dengan santai.


"Astaga, kalian ini benar-benar ya...aku tidak menyangka jika kalian bisa berbuat seperti itu." ucap Hanna menggelengkan kepalanya.


" lni hanya luka kecil Hanna, it's okey." ucap Albi dengan entengnya.


"Mas Albi ini kenapa malah begini sih, semua digampangin. Kalau luka itu tadi nggak cepat-cepat di obati bisa saja infeksi. Harusnya mas berpikir panjang. Pasti ma Ross melakukan sesuatu sudah dia pikirkan akibat kedepannya." ucap Hanna.


" Yah kamu benar. Aku nggak seharusnya kesana tanpa memberi tahu dia." ucap Albi.


"lni laki-laki bucin banget sih, astaga...bininya sudah seperti itu masih saja bersikap terlalu jadi budak."batin Hanna


"Han, Hanna..!!" tegur Albi menepuk bahu Hanna membuat Hanna tersadar dari lamunannya.


"Ah iya,apa mas?" tanya Hanna.


"Rana mana, kok kamu nggak sama dia?"


"Rana sama yang lain pada pergi ke club' mas. Aku malas,jadi nggak ikut."


"Kamu sudah biasa ketempat seperti itu?"


Hanna menatap Albi dengan mengernyitkan dahinya.


"Nggak lah, kalau pun ke Club' kadang cuma jemput tamu hotel yang mabuk berat. ltupun aku pasti sama karyawan lainnya."terang Hanna.


"Han, kamu mau ke luar dengan ku sebentar nggak?" tanya Albi ragu.


"Hahh..kemana?" tanya Hanna


"Keliling dekat-dekat sini saja." ujar Albi.


" Cieee..mas Al mau ngajakin Hanna dating yaaa...?" goda Hanna langsung menutup mulutnya karena keceplosan ngomong seperti itu.


Albi tersenyum mendengar godaan sang istri.

__ADS_1


"Bisa di bilang gitu, gimana..? neng ikut abang dangdutan yu.." goda Albi.


Mendengar ucapan Albi sontak membuat Hanna dan Albi tertawa terbahak bahak mengingat kata-kata itu pernah booming.


" Let's go lah, tapi...jajanin aku sampai kenyang yaa..? Aku nggak mau cuma makan angin paling - paling minum air kemasan gelas yang harga 500_an ."


"Tenang saja, suami kamu kaya sayang..." ucap Albi.


Hanna terdiam saat mendengar sapaan yang asing baginya.


"Apa tadi dia bilang, sayang . Astaghfirullah please jangan baper Han, jangan baper. Jangan jatuhkan hatimu padanya." ucap Hanna dalam hati.


"Han, kamu kenapa? Kamu sakit?" tanya Albi.


"Ah..nggak, cuma aku asing saja kalau mas Al panggil aku...


"Sayang? Apa salahnya. Aku ingin malam ini kita memulainya dari awal Hanna." ucap Albi membelai pipi Hanna yang sudah bersemu merah karena malu.


" Apa kamu yakin mas? Mas yakin dengan segala resikonya?" tanya Hanna.


" Aku nggak akan pernah melepaskan kamu Hanna. Aku akan berusaha meyakinkan Rossa untuk menerima kamu jadi adik madunya. Kalau kamu gimana? Apa kamu menerima Rossa nantinya jadi kakak madu kamu?" tanya Albi.


"Mas Albi ini aneh, kalau pun yang di posisi saya itu adalah pihak ketiga. Hanna pun akan berusaha menerima takdir Hanna. Tapi, aku ingin mas adil pada kami." ucap Hanna.


Hanna mengangguk setuju pada suaminya. Yah, Hanna akan mencoba menjalankan takdirnya sebagai istri kedua Albi.


Hanna dan Albi pun berkeliling sekitar resort. Saling melempar candaan. Hal yang baru saja Hanna ketahui bahwa suaminya seorang laki-laki yang lumayan humoris. Tidak kaku seperti kesan di awal.


Jam satu malam Hanna dan Albi kembali ke resort. Albi mengantar Hanna ke kamarnya.


" Tidurlah, besok kita akan jalan-jalan lagi." ucap Albi.


"Oke, selamat malam mas." ucap Hanna saat dia akan masuk kamar.


" Selamat malam juga, masuklah."ucap Albi.


Setelah Hanna benar-benar masuk ke kamarnya, akhirnya Albi pun menuju kamar khusus nya.


Hanna membersihkan diri dan saat akan membaringkan tubuhnya di tempat tidur dia teringat akan ponselnya di tasnya.


Dia mengambil ponselnya dan ternyata ponsel Albi terbawa olehnya.

__ADS_1


"Ya ampun Hanna, ini kan ponsel mas Al. Tadi dia sempat nitip ke aku. Besok saja kali yah aku kasih. Tapi, kalau malam-malam mba Rossa hubungi mas Al gimana, yang ada nanti mereka tambah renggang aja . Aisssttt...bikin pusing saja." gumam Hanna.


Akhirnya Hanna memutuskan untuk mengembalikan ponsel itu malam itu juga.


Hanna yang sudah tahu letak kamar Albi pun langsung melangkah ke kamar nya.


Tok tok tok


Hanna mengetuk pintu kamar Albi. Beberapa saat kemudian pintu kamar pun terbuka.


"Hanna,"gumam Albi.


"Haii mas..maaf Hanna ganggu mas Al, Hanna cuma mau kembalikan ponsel mas Al. Hanna takut kalau mba Rossa hubungi kamu jadi, aku putuskan untuk ngasih malam ini juga." ujar Hanna memberikan alasan.


" Terimakasih.Sebenarnya ponsel ini ,ponsel yang aku pakai buat urusan kantor tapi, nggak papa terimakasih kamu kembalikan langsung ke mas." ucap Albi.


"lya. Ya sudah, aku balik ke kamar mas."ucap Hanna dan langsung berbalik untuk kembali kekamar nya.


Namun, baru saja satu langkah akan meninggalkan kamar Albi tiba-tiba Albi tanpa aba-aba langsung menariknya dan karena tarikannya lumayan kencang sampai-sampai bagian depan Hanna berbenturan dengan dada bidang Albi.


"Mas hapmmt...


Belum juga Hanna menyelesaikan ucapannya bibirnya sudah di bungkam dengan bibir Albi.


Awalnya Albi hanya menempelkan bibirnya dengan bibir Hanna namun, sesaat kemudian kecupan itu menjadi ciu*an panas. Albi dengan cepat membopong tubuh Hanna ala bridal style tanpa harus melepaskan lum*tan mereka. Sedangkan kakinya pun langsung menutup pintu yang otomatis terkunci.


Albi dengan perlahan membaringkan tubuh Hanna di atas tempat tidurnya dan menind*h tubuh nya.


Hanna sudah mulai terbuai dengan apa yang di lakukan Albi padanya.


Kegiatan saling ******* itu terheti sesaat untuk mengambil pasokan udara yang hampir habis.


"Massss..


" Aku menginginkanmu Han, please.."ucap Albi memohon.


Hanna tak bisa menolak lagi. Dia sadar jika selama pernikahan mereka, Hanna dan Albi belum lagi melakukan nina ninu.


Sedikit ragu Hanna pun akhirnya mengangguk mengiyakan permintaan Albi.


Albi pun tersenyum melihat anggukan Hanna dan tanpa membuang waktu akhirnya Albi pun mulai melakukan hal yang sempat mereka lakukan.

__ADS_1


Mereka sama-sama berselimut gai*rah dan sama-sama memberikan kehangatan dalam malam yang begitu panjang buat mereka. Hal ini mereka lakukan dalam masa pernikahan mereka yang sekitar empat bulanan.


Bersambung


__ADS_2