Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
Liburan


__ADS_3

" Segini cukup mas?" tanya Hanna saat mengambilkan nasi untuk Albi.


"Cukup." jawab Albi singkat.


Albi makan dengan lahap dan di depannya sudah ada Hanna yang menemani.


"Mas,emang benar kalau kantor mau adakan liburan ke Lombok?" tanya Hanna dengan hati-hati.


Albi yang sudah selesai menghabiskan makanannya,dia pun menegakkan tubuhnya untuk memperlancar pencernaan nya.


"Benar." jawab Albi singkat.


"Emmm..Han,begini..waktu kalian liburan ke Lombok, aku berangkat ke Amerika." sambung Albi.


Albi melihat respon Hanna mendengar penuturan dirinya.Albi mengerutkan dahinya yang melihat Hanna tersenyum ke arahnya.


"Aku sudah tahu.Kebetulan mba Jana ketua team aku sudah bilang kalau kamu nggak akan ikut dalam kegiatan liburan itu." ucap Hanna membuat Albi mengumpat dalam hati dengan kecerobohan nya.


Dia ingat jika dia meminta ijin untuk pergi ke Amerika tepat dimana papanya menanyakan kesiapan persiapan acara liburan para karyawan kantor nya.


" Kamu nggak papa?" tanya Albi lirih.


"Nggak papa mas.Emang nya kenapa, kamu ke Amerika untuk nengokin mba Rossa kan,bukan buat cari bini baru.Jadi, santai saja. Aku dukung,bagaimanapun mba Rossa istri kamu dan dia tetap jadi tanggung jawab kamu." terang Hanna.


"Terimakasih Han,kamu ngerti dengan posisi aku." ucap Albi.


"Mas salah kalau mas nyuruh aku buat ngerti posisi mas. Tapi, memang harusnya aku yang sadar posisi. Dimana aku harus berada.Walaupun aku nggak ada di hati kamu, setidaknya aku ada di hari-hari kamu." ucap Hanna dengan membersihkan bekas makan Albi.


Mendengar penuturan Hanna membuat Albi merasa tercubit hatinya.


"Jangan berkata seperti itu,posisi kamu sama dengan Rossa. Kalian sama-sama istriku. Kalian punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mas mohon jangan bicara seperti itu, jangan merendahkan diri kamu sendiri." ucap Albi dan tanpa sadar menyentuh tangan Hanna.


" l_ iya mas." jawab Hanna dengan perasaan yang tak karuan.


"Maaf.."ucap Albi yang sadar dengan kelakuannya.


"Hemm..sebaiknya mas istirahat.Sudah malam." ucap Hanna guna mengurangi kecanggungan.


"Kamu dulu istirahat.Mas mas ada pekerjaan." ucap Albi.


" Baiklah. Jangan terlalu malam mas, tubuh mas juga butuh istirahat." ucap Hanna.


" lyaa.. terimakasih." ucap Albi tersenyum tipis pada Hanna.

__ADS_1


Hanna cuma membalas dengan anggukan dan senyuman nya.Dia pun akhirnya berlalu dari hadapan Albi dan menuju kamarnya.


Memang hubungan mereka masih sebatas teman untuk ngobrol dan mungkin masih banyak kecanggungan antara mereka. Apalagi selama ini mereka baru saja mengenal setelah pernikahan mereka terjadi.


...****************...


Hari dimana para karyawan GA Group pergi ke Lombok. Rombongan gelombang pertama sudah mulai berdatangan di badara Soekarno Hatta.


"Lo nggak mau temuin Hanna dulu?" tanya Firman yang berjalan beriringan ke tempat di mana mereka akan menunggu waktu terbang dengan pesawat pribadi milk GA Group.


Albi melihat jam tangannya dan dia menggelengkan kepalanya.


"Kayaknya nggak akan cukup waktunya Fır,kita harus lepas landas 20 menit lagi." jawab Albi.


Rasanya begitu sulit untuk bertemu dengan Hanna. Karena memang Hanna yang lebih dulu pergi ke bandara. Apalagi saat ini hati Albi tak tenang karena sejak pagi dia menghubungi istri nya tak ada jawaban sama sekali.


Firman tahu kalau Albi sedang serba salah. Rasanya dia ingin mengumpat habis sahabatnya itu.


Di bandara yang sama Hanna dan para karyawan sudah mulai mengantri untuk cek inn.


"Eh..lihat deh,itu pak Al sama pak Firman juga belakangnya ada tuan Emir sama nyonya Mutia." ucap Diana membuat atensi teamnya mengalihkan pandangannya ke arah dimana Diana menunjukkan sebuah arah.


"Berarti mereka pake pesawat pribadi mereka tuh..wahhh,kapan yah ngerasain naik jet pribadi .." timpal Jana berandai-andai.


Huuuuuuuu..


"Lo sudah ketemu sama Al?" bisik Rana dan di jawab gelengan oleh Hanna.


"Bener-bener suami Lo yah, masa sih nggak ada acara perpisahan gitu?"


"Emang Lo kata kita baru lulus lulusan pake acara perpisahan?" bisik Hanna.


"Cape gue lihat lo berdua kayak masih asing satu sama lain." ucap Rana.


" Kita profesional Rana, gue nggak mau buat skandal sama bos di tempat kerja."bisik Hanna.


"Lihat saja nanti akan gue bantu supaya dia bucin sebucin-bucinnya sama Lo." ucap Rana asal.


"Ngaco. !" ucap Hanna menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Rana yang halu.


"Lihat saja nanti,pasti ada celah buat lo goda dia." ucap Rana membuat Hana membungkam mulut sampah Rana.


Rombongan para karyawan GA Group pun akhirnya terbang ke Lombok sementara Albi dan Firman ke Amerika.

__ADS_1


...****************...


Perjalanan menuju tempat penginapan yang ada di sebuah resort yang begitu bagus dan dekat dengan pantai mereka sudah diarahkan oleh para anggota yang sudah di bentuk oleh Firman untuk mengurus semua keperluan karyawan selama liburan di Lombok.


Hanna dan Rana satu kamar.Mereka begitu excited.


"Alhamdulillah sampai juga di kamar.." ucap Hanna saat masuk ke kamar mereka berdua.


"Kita istirahat dulu nanti siang katanya akan makan siang sama para petinggi GA Group." terang Rana.


Hanna tak merespon ucapan Rana. Saat ini yang ada di otaknya hanya keadaan Albi.


Mereka istirahat beberapa jam sampai waktunya makan siang tiba mereka pun menuju restaurant.


Banyak yang sudah datang dan mulai mengambil jatah makan siang mereka sesuai dengan daya tampung mereka masing-masing.


"Mba Hanna ya?" tanya seorang wanita yang mereka kenali adaah sekretaris tuan Emir bernama Febi.


"Ah iya mba,ada yang bisa saya bantu?" tanya Hanna dengan sopan.


"Begini mba,tuan Emir dan nyonya Mutia menyuruh saya untuk menjemput anda untuk makan bersama dengan mereka."ucap Febi.


Ucapan Febi sontak membuat teman-teman Hana yang satu team pun langsung melihat kearah Hanna dengan beragam ekspresi.


"Saya, apa mba nggak salah? Hanna yang lain mungkin mba." ucap Hanna.


"Mba Hanna karyawan magang kan? Kalau iya, berarti saya nggak salah.Silahkan ikut saya, mereka sedang menunggu anda untuk makan siang." ucap Febi


"Tapi,apa boleh saya ajak sahabat saya?" tanya Hanna.


"Boleh mba,silahkan." ucap Febi.


Walaupun banyak pertanyaan yang akan di lontarkan pada Hanna, mereka memilih diam.


Sampai di ruangan VlP dimana Emir dan Mutia menuggu Hanna .Mereka melihat Hanna dengan senyuman lebar.


"Anak mama,mama kangen tahu.." sambut Mutia langsung memeluk tubuh Hanna.


Bersambung.


Buat para readers,cerita Baru dari Author sudah mulai Up hari ini .Kalian bisa baca juga dan berikan dukungannya yaa 🙏


Jangan lupa like,vote, comment yang membangun yaa..itu yang author butuhkan.

__ADS_1


Dari segi cerita mungkin dilihat biasa tapi, kalaupun tidak suka tolong langsung skip saja ,🙏


Terimakasih


__ADS_2