
Pagi hari di waktu sarapan di rumah orang tua Albi.Mereka tak banyak bicara dan hanya fokus dengan sarapan mereka.
Drrrrrttt Drrrttt
Getaran pada ponsel Albi yang di letakkan di atas meja membuat Albi dan Rossa melihat nema siapa yang menelepon Albi sepagi ini.
📞Firman Calling..
"Ya Fir, kenapa?" saat Albi menjawab panggilan itu.
"........."
"Oke, atur semua scedule gue." ucap Albi dan memutuskan panggilan telepon itu.
"Nanti siang kita akan ke rumah sakit buat ambil hasil pemeriksaan kita waktu itu."ucap Albi tanpa menatap Rossa sama sekali.
Mendengar penuturan Albi Emir dan Mutia mengarahkan pandangan mereka ke arah Albi dan Rossa.
"Ya,kamu jemput aku di butik?" tanya Rossa.
"Kamu bisa bareng pan Udin buat ke Rumah Sakit,aku ada meeting sebelum makan siang." ucap Albi.
"Kan kamu bisa jemput aku ,makan siang dulu terus baru ke Rumah Sakit." ujar Rossa.
"Nggak bisa.Maksudnya,takut aku nggak keburu." terang Albi.
"Emang tempat meeting nya jauh?" tanya Rossa.
"Hemmm.." jawab singkat Albi.
Sementara Mutia dan Emir hanya diam dan menyimak perbincangan antara anaknya juga menantunya.
"Mah,pah,aku berangkat dulu...Ros,aku berangkat... Assalamualaikum..." ucap Albi pamit untuk ke kantor.
 Sampai di kantor nya Albi masuk ke dalam ruangan nya di ikuti oleh Firman juga Fiza.
"Gimana,lo udah atur semuanya?" tanya Albi pada Firman.
__ADS_1
"Semua scedule lo gue udah rubah buat seminggu kedepan." jawab Firman santai.
"Bagus Lo....
Brakk...
"Albi, lo apa-apaan ini?" tanya Cheryl masuk begitu saja ke dalam ruangan itu tanpa mengetuk pintu sama sekali.
"Nggak sopan ." gumam Fiza.
"Drama lagi.." gumam Firman.
"Lo bisa sopan nggak hah?! perasaan gue perhatiin lo sudah ngelunjak banget akhir-akhir ini." ucap Albi dengan menunjuk jarinya ke arah Cheryl.
"Ngelunjak,apa gue nggak salah denger? Al, sedari dulu sebelum lo ketemu sama Rossa lo selalu ada buat gue. Terus gue harus terima kalau lo lebih milih Rossa di bandingkan gue. Lo tahu,gue sakit Al...gue sakit setelah lo dengan teganya ngasih tahu kalau Lo mau nikah sama Rossa,gue patah hati Al, gue cinta sama lo lebih dari Rossa dan mungkin lebih dari yang lo bayangin. Terus, sekarang lo dengan mudahnya menerima orang baru yang lo jadikan aduk madu buat Rossa dan gue kembali kalah.Gue patah hati dua kali Al, terus....setelah semuanya lo dapet, Lo mau menyingkirkan gue kenapa lo pecat gue dari perusahaan dengan tidak hormat seperti ini, Lo tega Al sama gue..." ungkapan Cheryl membuat Albi terpaku di tempatnya.
Sungguh ungkapan Cheryl membuat dirinya benar-benar berpikir jika duku sang papa begitu keras untuk menjodohkan dirinya dengan Cheryl.
"Sorry Cher,gue harus melakukan semua ini. Jangan pikir gue nggak tahu apa yang sudah Lo lakukan di kantor cabang dan perlu lo tahu semua yang Lo lakuin Om Awan sudah tahu dan kita tunggu proses hukumnya." ucap Albi
Cheryl terkejut dengan penuturan Albi yang sampai membawa-bawa polisi.
"A-pa yang kami lakukan Al, lo tega lihat gue di penjara?" tanya Cheryl dengan mata yang terlihat berkaca-kaca.
"Kenapa tidak, gue sudah muak dengan semua kejahatan yang lo lakukan selama ini Cher. Lo, memanfaatkan kepercayaan papa gue dengan lo masuk ke perusahaan dan dengan bantuan kami usaha bokap lo kembali membaik dan ternyata lo menikam sahabat lo sendiri.Lalu, kejahatan lo yang menyuruh seseorang buat melec*hkan Rossa di Jerman ,juga lo juga bayar siapa teman lo itu, sampai Rossa dengan gampangnya terbuai janji manis Lo dan selingkuh dari gue. Sebenarnya yang jahat itu siapa,lo atau gue ?!"
"Nggak...nggak Al,gue nggak mau masuk penjara.Gue minta lo cabut semua tuduhan itu dan gue akan lakukan apapun tapi, jangan masukin gue ke penjara Al... please..."
Cheryl sudah tidak sanggup lagi mengelak dan dia pun mencoba membujuk Albi untuk berbaik hati tidak mempolisikan dirinya.
Tok tok tok..
"Masuk..." ucap Albi saat mendengar suara ketukan pintu ruangannya.
Fiza dengan cepat membuka pintu ruangannya dan terlihat ada tiga pria berpakaian polisi datang.
Melihat kedatangan tiga polisi itu pun wajah Cheryl langsung pucat pasi.Sungguh dia tidak menyangka jika ternyata sahabatnya tidak main-main.
__ADS_1
"Selamat siang pak,ada yang bisa kami bantu?" tanya Albi setelah mempersilahkan tamunya duduk.
"Siang pak Albi,kami dari kepolisian mendapatkan laporan dari saudara jika saudari bernama Cheryl di laporkan atas kasus penggelapan dana dan juga terindikasi adanya human trafficking." ucap salah satu dari polisi.
Cheryl yang mamang masih ada di dalam ruangan itu pun tubuhnya sudah bergetar dan juga wajahnya sudah pucat pasi.
"Sa_saya nggak salah pak,saya nggak tahu apa-apa ." ucap Cheryl tiba-tiba membuat ketiga polisi itu pun menoleh padanya.
"Anda yang bernama Cheryl?" tanya si polisi.
"I_iya tapi, saya nggak salah pak.." ucap Cheryl terus mengelak.
"Sebaiknya anda katakan nanti di kantor polisi."ucap sang polisi.
"Ini surat penjemputan anda dan silahkan untuk ikut kami untuk memberikan keterangan di kantor." ucap polisi itu lagi.
Dengan sedikit ada perlawanan dari Cheryl namun, dengan mudah polisi bisa mengamankan Cheryl dan di bawa ke kantor polisi.
Penangkapan Cheryl membuat para karyawan tentunya terkejut dan bertanya-tanya ada apa sebenarnya sampai salah satu petinggi perusahaan.
...----------------...
Tempat setelah makan siang Albi memenuhi jadwal untuk bertemu dokter obgyn.
"Selamat siang tuan Albi, nyonya Rossa,mau ambil hasil pemeriksaan yaa?"
"Iya dok, bagaimana dengan hasilnya dok. Keadaan kami baik-baik saja kan?" tanya Rossa.
Dokter Obgyn yang bernama Ratna tersenyum mendengar pertanyaan Rossa.
"Insyaallah semuanya akan baik-baik saja.Kalaupun ada yang harus dilakukan pengobatan itu adalah sebuah ikhtiar. Tapi, ingat...semua yang terjadi itu sudah takdir yang kita harus jalani dengan ikhlas." ucap Ratna.
"Apa maksud dokter,apa ini ada hubungannya dengan hasil pemeriksaan kami?" tanya Rossa semakin penasaran.
Ratna menghela napas panjang dan membuka sebuah map dan disana ada sebuah amplop putih dan juga ada sebuah hasil USG yang sudah Rossa jalani.Tak lupa ada keterangan juga tentang semua pemeriksaan yang Albi dan Rossa jalani.
"Nyonya Rossa, maaf...saya harus menyampaikan berita yang sedikit kurang enak.Tapi, semuanya akan baik-baik saja jika nyonya melakukan beberapa tahap pengobatan yang dokter akan segara jadwalkan. Nyonya Rossa, kandungan anda ada kerusakan. Itu menyebabkan terjadinya gagalnya pembuahan." ungkap Ratna menjeda penjelasan nya.
__ADS_1
Rossa begitu syok dengan apa yang baru dia dengar. Padahal selama ini dia pikir dia baik-baik saja dan tak ada masalah sama sekali.
Bersambung