Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
Menemukan Hanna


__ADS_3

Albi dan Firman menuju ke alamat yang di berikan oleh anak buah mereka.


Jantung Albi berdetak kencang selama dalam perjalanan menuju tempat dimana Hanna berada.


Rasa bersalah, rasa rindu dan rasa kesalnya pada Hanna bercampur jadi satu.Entah apa yang akan dia lakukan pada sang istri saat mereka di pertemukan kembali.


Mobil yang kini masuk ke dalam sebuah perkampungan dan Firman sesekali bertanya soal alamat yang dia tuju.


Sampai mereka di rumah sederhana dan terihat Liana yang sedang menjemur pakaian di halaman rumah nya.


"Itu Liana, bisa di pastikan memang benar kalau Hanna juga ada disana." ucap Firman pada sang sahabat.


Mereka turun dari dalam mobil yang sengaja Firman parkirkan lumayan jauh dari tempat dimana mereka melihat Liana.


"Assalamualaikum.." ucap Albi saat berdiri di halaman rumah Liana.


"Wa'ala.. wa'alaikumsalam."jawab Liana lirih.


Liana yang melihat dua orang yang tak ingin dia lihat namun, ternyata keberadaan nya begitu cepat mereka ketahui.


"Kalian..ngapain kalian kesini,buat apa kamu mengusik ketenangan keponakan saya ?Lebih baik kamu lepaskan Hanna dan hidup lah dengan istri mu yang begitu kamu cintai." ucap Liana dengan wajah yang terlihat sangat marah dan pandangan benci pada Albi.


"Li..lebih baik kita kasih waktu buat Albi dan juga Hanna untuk menyelesaikan permasalahan mereka.Sebaiknya Ki..


"Jangan pernah melarang ku untuk ikut campur dalam permasalahan keponakan ku Firman, kamu tahu..betapa sakitnya perasaan Hanna setelah melihat kejadian malam itu dan Hanna menepi dari kekecewaan nya. Nyatanya, laki-laki ini sedang bahagia menyambut istri tercinta nya pulang dari pelariannya.Baguslah, dengan begitu..Hanna tahu betul kalau siapa yang kamu sayangi sepenuhnya." ucap Liana tersenyum miring.


Deg


Mendengar penuturan Liana tentu saja Albi begitu terkejut.Jadi,Hanna melihat dia dan Rossa.Tapi, kenapa Hanna harus pergi.Sedangkan dirinya belum menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.


.

__ADS_1


.


Liana sudah mencoba mengusir dua orang yang tentunya tak ingin Hanna temui saat ini.


"***...


Hanna berhenti melangkah saat matanya menangkap dua orang yang sedang dia hindari selama ini.


"Ngapain kalian disini? Tahu dari mana kalian aku ada disini?" tanya Hanna beruntun.


"Sebaiknya kamu duduk dulu yaa..biar mas jelaskan."ucap Albi berdiri dari duduknya.


"Stop,jangan mendekat. Anda tak perlu menjelaskan apapun pada saya. Sudah cukup anda membohongi saya tuan,memang saya orang miskin,orang yang tak punya pendidikan seperti anda saya hanya wanita bod*h yang masih bertahan menjadi istri simpanan anda. Jadi, mulai sekarang tolong..lepaskan saya. Biarkan saya bahagia dengan cara saya." ucap Hanna dengan menangkupkan kedua tangannya.


Albi menggelengkan kepalanya dengan cepat dia pun tak peduli penolakan Hanna.Albi memeluk tubuh Hanna dengan erat.


Sementara Hanna susah payah melepaskan diri dari dekapan Albi yang kian mengerat.


bentak Hanna dengan memukuli dada bidang Albi.


Albi yang masih tidak rela melepaskan pelukan nya kini mulai mengendurkan rengkuhan nya. Dengan cepat Hanna mendorong tubuh Albi dengan kasar namun,tenaga Hanna masih kalah jauh dengan tenaga Albi.


Sementara Firman dan Liana sudah menyingkir dari tempat itu dan memberikan pasangan itu waktu untuk membahas masalah mereka.


"Anda apa-apaan sih, kalau anda kesini hanya untuk menyakiti saya lagi lebih baik Anda segera pergi dari sini atau saya akan teriak agar warga datang dan menghajar anda !" ujar Hanna dengan wajah merah padam dan terlihat emosi nya kini mulai naik.


Albi melepaskan pelukan nya dan kini Albi bersumpah di depan Hanna.


Melihat tingkah Albi, Hanna pun dengan cepat mundur beberapa langkah dari hadapan Albi.


"Apa yang anda lakukan tuan?!!" ucap Hanna dengan sedikit berteriak.

__ADS_1


"Aku ingin memohon sama kamu. Aku ingin kamu memberikan aku sekali lagi kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita." ucap Albi dengan menangkupkan kedua tangannya.


"Untuk apa anda menginginkan saya. Sedangkan istri yang anda cintai bertahun-tahun sudah kembali dan saya rasa anda sudah tidak membutuhkan seorang wanita yang hanya untuk anda tidu*i."ucap Hanna dengan memalingkan wajahnya ke arah lain.


Hatinya begitu sakit saat mengatakan hal itu, nyatanya Albi seolah memperlakukan dia layaknya wanita cadangan yang hanya di butuhkan saat dia butuh dan juga hanya untuk pelipur saja bukan untuk dia jaga hatinya dan dia lindungi.


"Berapa kali anda menyakiti hati saya tuan, saya hanya manusia biasa. Saya punya perasaan dan anda tahu betul anda sudah beristri tapi, nyatanya anda begitu nyaman dengan wanita lain di bandingkan saya yang menjadi istri anda. Anda rahasiakan keburukan anda dari istri anda sendiri. Anda begitu nyaman dengan di peluk dan disentuh oleh wanita yang bukan muhrim anda bahkan dia lebih anda butuhkan saat kesedihan anda datang. Apa guna nya saya bagi anda,hanya patung hidup yang bisa melayani anda saat hasrat anda datang.Saya istri anda tapi, anda memperlakukan saya layaknya seorang pelac*r !!"


Albi menggeleng kuat saat dengan lantang Hanna mengatakan dirinya sebagai pel*ur . Rasa nya begitu sakit mendengar istrinya itu merendahkan diri nya sendiri.


Betapa dalamnya dia sudah menyakiti hati wanita baik dan juga penurut itu, Air mata Albi kini jatuh bahkan tangisnya semakin kencang dan tanpa malu dia mengeluarkan semuanya di depan Hanna.


Tubuhnya kini terduduk lemah dengan Isak tangis yang kian menyayat hati Hanna.


"Aku begitu mencintaimu Han, tapi..aku tak bisa melepaskan Rossa begitu saja.Ada janji yang harus aku jalankan Han.."ucap Albi lirih namun, perkataan itu masih terdengar jelas di telinga Hanna.


"Kalau anda tidak bisa melepaskan dia, biar saya yang mundur. Saya nggak ingin merusak kebahagiaan anda dan juga mba Rossa." ucap Hanna dengan mata yang terlihat berkaca-kaca.


Albi yang menunduk dia pun mengusap air matanya dan mendongakkan kepalanya menatap Hanna. Dengan perlahan dia berdiri dan melangkah mendekati Hanna.


Dia menatap Hanna dengan wajah yang tak bisa di tebak.Tangannya tiba-tiba mencengkram kuat kedua lengan Hanna.


"Aku nggak akan pernah melepaskan kamu Hanna. Aku mencintaimu. Berapa kali aku bilang aku mencintaimu lebih dari aku mencintai Rossa. Aku nggak akan pernah membiarkan kamu pergi dalam hidupku.Aku bisa gil* Hanna. Kamu tahu, aku beberapa hari ini sudah seperti orang gil* mencari keberadaan kamu.Oke, kamu mau marah silah kan bahkan kamu mau bun*h aku aku siap Hanna. Tapi,please jangan pernah lagi memintaku untuk melepaskanmu ,itu tidak akan ku lakukan !!" ucap Albi dengan wajah merah padam dan mata yang basah sudah berubah merah.


Melihat ekspresi dan perlakuan Albi membuat Hanna ketakutan dan tiba-tiba perutnya merasa kram dan sakit.


"Ahhhh...sa_kit mas,perutku...hiks hiks.." ringis Hanna yang merintih kesakitan.


Melihat Hanna merintih kesakitan Albi pun tersadar dan langsung melihat ke arah perut Hanna yang Hanna pegang.Betapa kagetnya Albi melihat dar*h mengalir di kali Hanna.


"Darah...

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2