
"Den Albi, Astaghfirullahal'adzim...ini kenapa den Albi jadi gini non."ucap Mak Yah menanyakan tentang alasan kenapa Albi sampai mabuk berat.
Karena memang setahu mak Yah Albi sudah lama tidak seperti itu.
"Dari pada mak Yah cerewet, mendingan bantuin buat papah Albi ke kamarnya." ucap wanita yang sedang memegang Albi.
"l_iya non." jawab mak Yah dengan sedikit terbata.
"Mas Al, kenapa Mak?"tanya Hanna dari ujung tangga melihat jelas keadaan Albi.
"lni non,den Al mab*k." jawab mak Yah.
"Astaghfirullahal'adzim, bawa ke kamar bawah saja mak." ucap Hanna segera membuka salah satu kamar yang ada di lantai dasar.
Tatapan tajam wanita yang bersama Albi tak Hanna hiraukan.
Mak Yah dan wanita itu membaringkan tubuh Albi di atas tempat tidur.
"Cher..Cheryl.." gumam Albi.
"lya Al, aku akan berusaha untuk selalu bersama kamu. Maaf aku lama pergi."ucap wanita yang bersama Albi tadi.
Yah, wanita itu adalah Cheryl sahabat baik Rossa.
"Kakak ini siapa ya?" tanya Hanna pada Cheryl.
Cheryl pun akhirnya mengalihkan pandangannya pada sosok Hanna.
Dia memandang Hanna dari atas sampai bawah. Cheryl mengernyitkan dahinya melihat tampilan Hanna saat ini. Rasanya aneh dengan apa yang di pakai Hanna saat ini. Cheryl berpikir dan menebak-nebak siapa wanita di hadapannya itu.
Jika ART di rumah Albi kenapa baju yang di pakai Hanna sangatlah mustahil di pakai oleh seorang ART.
"Justru gue mau nanya Lo yang siapa? Karena gue nggak kenal sama sekali dengan Lo." ucap Cheryl dengan pandangan tak suka.
"Saya is....
"Dia Hanna saudara den Firman. Kebetulan den Firman sedang pergi jadi , dia menginap di sini ." ucap Mak Yah memotong omongan Hanna.
Cheryl tersenyum miring.Dia tak pernah percaya begitu saja dengan orang-orang bawah.
__ADS_1
"Bohong kan?' tanya Cheryl dengan pandangan yang mengintimidasi.
"Maksudnya, mak Yah bohong? Kenapa harus bohong, jika itu kebenarannya.Kalau kakak nggak percaya bisa tanya bang Fir'a_man." ucap Hanna dengan berani membalas tatapan Cheryl yang begitu mengintimidasi.
"Awas kalau kalian bohong, kalian bisa saja di usir dari sini." ucap Cheryl penuh ancaman.
"Semua yang saya ucapkan bisa di pertanggung jawabkan. Ada bang Firman yang nggak mungkin bohong kan?" tanya Hanna.
Cheryl terkekeh mendengar nama sahabat erat Albi itu.
"Firman, lo tahu..gue paling males berurusan dengan kacun* Albi itu. Karena apa , karena dia terlalu lancang sebagai asisten." ungkap Cheryl.
Setelah memastikan Albi sampai di rumah dengan selamat, Cheryl pun akhirnya memilih pulang ke rumah orang tuanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam itu memang Cheryl baru sampai Indonesia dan mendapatkan kabar dari seseorang jika Albi sedang ada di club' malam dan juga orang itu mengatakan jika Albi tidak bersama Firman. Makanya Cheryl langsung menemui Albi di club' malam.
Awalnya dia menyangka Albi hanya minum-minum biasa namun, melihat tingkah kacau Albi akhirnya Cheryl dengan senang hati menemani Albi di club' malam itu sampai Albi tak bisa di kendalikan oleh Cheryl.
Cheryl tersenyum tipis mengingat kembali kejadian tadi di Club' malam.
Begitu jelas terdengar kekecewaan Albi terhadap istrinya Rossa.Apalagi ada hal yang Albi utarakan yang membuat Cheryl tersenyum senang. Albi menginginkan keturunan namun masih merasa bimbang karena dia tak ingin mengecewakan hati istrinya.
Cheryl memang sudah lama mencintai Albi. Bahkan saat mereka masih berada di tingkat akhir SMA .
Cheryl sudah mencoba untuk membuat Albi melihat dirinya namun, sampai saat Albi menikah dengan Rossa sahabatnya sendiri.
Dia begitu patah hati saat melihat pujaan hatinya menikah dengan wanita lain yang sekaligus sahabatnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Eemmhhh..stttt.." ringis Albi saat perlahan buka matanya.
Ceklek
Pintu kamar itu pun terbuka menampakkan sosok Hanna yang masuk dalam kamar itu.
"Selamat pagi mas.." ucap Hanna dengan melangkah masuk dan meletakkan nampan berisi secangkir minuman jahe dan sup ke atas nakas.
__ADS_1
"Pagi, kenapa mas disini sayang?' tanya Albi melihat sekelilingnya yang dia sadari merupakan kamar tamu.
Hanna membalikkan tubuhnya dan melipat kedua tangannya di depan dadanya. Menatap kearah Albi dengan sulit diartikan.
"Kamu ada masalah mas, kalaupun memang ada masalah lebih baik kamu pulang dan bisa cerita sama aku. Apa yang mengganggu pikiran kamu. Jangan seperti semalam, mabuk dan tak sadarkan diri. Kalau kamu bersikap seperti ini, sama saja kamu seperti nggak nganggap aku ada." tutur Hanna mengeluarkan unek-unek nya.
Albi mencerna omongan Hanna barusan. Kepingan demi kepingan kejadian semalam kenapa dia bisa KO di club' malam karena memang pikiran nya sedang terganggu soal istri-istri nya.
Dia memikirkan Rossa yang susah di hubungi. Serta mengingat kembali saat Hanna mengutarakan keinginan nya untuk hamil sedangkan dirinya sudah melakukan Vasektomi sebelum Rossa berangkat ke Amerika.
Dia pun sudah berjanji pada Rossa jika akan melakukan tindakan operasi untuk mengembalikan seperti semula saat nanti Rossa sudah kembali dan langsung program.
"Kamu tahu mas, aku semalaman khawatir sama kamu. Aku telpon nggak bisa dan aku bingung harus hubungi siapa ? Akhirnya aku telpon bang Firman dia bilang sedang di luar kota. Semakin aku khawatir sama kamu. Tapi, aku kaget saat kamu di....
Ceklek..
"Haiii...Al..!!"
Perkataan Hanna terpaksa terhenti saat Cheryl tiba-tiba masuk dalam kamar itu.
"Cheryl.." gumam Albi menatap Cheryl dengan pandangan bingung dan beralih ke arah Hanna yang terlihat sangat jelas terlihat perubahan ekspresi nya.
"Kirain kamu belum bangun, aku sengaja kesini buat lihat keadaan kamu." ucap Cheryl tak menghiraukan keberadaan Hanna.
"Ke_kenapa kamu bisa disini? Kamu tahu dari mana rumah ini?" pertanyaan Albi sontak membuat Cheryl tersenyum dan melangkah mendekati Albi.
" Pasti kamu lupa kalau kamu sendiri yang bilang ke aku buat tidak mengantar kamu ke mansion orangtua kamu kan.Kamu, bilang alamat rumah ini sama aku." ucap Cheryl.
"Ohhhh.." jawab Albi singkat.
Rasa tak nyaman dengan kehadiran Cheryl membuat Albi memutar otaknya untuk membuat wanita itu pergi dari rumahnya.
"Oh iya, kenapa kamu ke kamar ini..dia pria beristri loh.." ucap Cheryl pada Hanna.
"Saya tahu, tapi..apa bedanya sama kakak? Kenapa kakak dengan seenaknya masuk ke kamar laki-laki yang sudah memiliki istri." balas Hanna tak peduli dengan tatapan mata Cheryl yang tajam.
"Dengar yaa...aku itu sahabat Rossa istrinya Al, jadi wajar dong aku dekat dan memang sebelumnya dia dekat dengan aku lebih dulu sebelum istrinya loh." ungkap Cheryl.
" Aku nggak peduli dengan alasan kakak. Saya pun masuk ke dalam sini tadi sama mak Yah tapi, kakak dengan nggak tahu diri masuk begitu aja ke kamar ini."
__ADS_1
Ucapan pedas Hanna membuat Cheryl geram apalagi kata-kata nya buat dirinya ingin membuat Hanna menyesal . Sementara Albi pun terkejut dengan sikap Hanna yang berubah seketika.
Bersambung