
Keesokan harinya Hanna melihat pagi-pagi sekali tak ada tanda-tanda suaminya pulang.Rasa cemas mulai melanda hatinya.
"Kemana kamu mas, kenapa kamu buat aku khawatir kayak gini sih.." gumam Hanna dengan masih mencoba mencoba menghubungi nomer ponsel suaminya.
Namun, tak ada jawaban dari sang suami.
"Hanna ,kamu baik-baik saja kan? gue liat dari tadi kayaknya lo cemas banget ." ujar Rana yang melihat tingkah Hanna yang terlihat cemas.
"Semalam mas Albi nggak pulang. Aku tanya mak Yah pun nggak ada dan di rumah besar pun kata mbak di rumah besar nggak ada.Aku takut kenapa-kenapa sama dia." terang Hanna.
"Lo sudah hubungi bang Firman?"
"Astaghfirullahal'adzim, kenapa gue lupa yahh.."ucap Hanna membuat Rana hanya bisa geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya yang seang panik.
Akhirnya Hanna menghubungi nomer telpon Firman namun, tak ada jawaban.
Hanna kembali menghubungi nomer telpon Albi.
Panggilan pertama tak ada jawaban dan panggilan kedua ternyata diangkat.
"Ada apa, kamu hubungi Albi?" tanya seseorang yang jelas bukanlah Albi namun seorang wanita.
"Maaf ini siapa yah, ini benar nomernya mas Al kan?" tanya Hanna.
"Hemmm...mesra sekali kamu memanggil suami orang.Pake segala panggil 'Mas' ada hubungan apa kamu sama Albi hemm?"
"Maaf itu bukan urusan anda ,sekarang kasih tahu saya di mana mas Albi."
"Sombong sekali kamu, eh ...kamu itu hanya sepupu jauh dari bawahan Albi tapi lagaknya kayak istrinya saja.Aku Cheryl dan asal kamu tahu dia sedah sibuk sama urusannya. Yang jelas dia tidak bisa di ganggu sama ulat gatal macam kamu.Albi sama aku sedang mengurus sesuatu.Sekarang kita ada di kantor imigrasi." terang Cheryl dan setelah mengatakan hal itu, Cheryl memutuskan panggilan telepon dari Hanna.
"Imigrasi ,ngapain mas Al ada di imigrasi?" gumam Hanna.
"Kenapa Han,apa ada masalah sama Albi?" tanya Rana dengan menyeruput jus alpukat miliknya
"Kantor Imigrasi dari sini jauh nggak?" tanya Hanna.
"Lima belas menitan kalau nggak macet ,kenapa memangnya?" tanya Rana yang penasaran.
"Kita kesana sekarang, ayo buruan !!" ajak Hanna
Mendengar ucapan Hanna pun Rana langsung mengikuti langkah sahabatnya itu.Dia tak mau banyak tanya. Rana ingin tahu tentang apa sebenarnya yang terjadi pada sahabatnya itu.
__ADS_1
Mobil Vios membelah jalanan Jakarta. Daerah Jakarta pusat mereka menuju ke arah kantor Imigrasi.
Saat Rana dan Hanna baru saja keluar dari mobil yang terparkir di parkiran gedung Imigrasi.Mata keduanya menatap objek yang tak jauh dari mereka.
Terlihat Albi keluar dari gedung itu dan dengan seorang perempuan yang jalan di sampingnya dengan melingkarkan tangannya di lengan Albi dengan begitu santai melangkah dan terlihat senyum terpancar di wajah perempuan itu dan senyuman mengejek diarahkan pada Hanna dan Rana.
"Han ,kenapa lo diam saja?" tanya Rana.
"Kita balik ke apartemen lo saja.Ayo !!'
Rana hanya bisa terngaga melihat reaksi Hanna yang melihat Albi bersama wanita lain.
Keduanya saat ini ada di dalam mobil dan sebelum Rana menjalankan mobilnya dia menatap sahabatnya yang terlihat melamun.
"Han, kenapa lo nggak samperin saja sih,lihat tuh..nyebelin banget." ujar Rana gemas melihat tingkah sahabatnya yang hanya diam dan hanya bisa memandang kelakuan suaminya dan geram dengan dua orang yang baru saja masuk ke dalam mobil milik Albi.
"Pernikahan gue nggak ada yang tahu Ra, gue cuma istri rahasia Albi.Lo tahu siapa perempuan itu, dia adalah sahabat dari istri pertama Albi Rossa." ungkap Hanna.
Rana yang mendengar penuturan Hanna tambah syok dengan kenyataan jika perempuan yang bersama Albi adalah sahabat dari kakak madu sahabatnya itu.Tapi, Rana seperti menangkap ada yang tidak beres dengan perempuan yang bersama Albi.Sepertinya ada maksud yang terselubung.
"Lo yakin perempuan itu sahabat dari Rossa? Karena gue lihat dia itu terlalu lebay.Maksud gue, kalau dia sahabat dari Rossa istri pertama Albi setidaknya dia harusnya menjaga jarak. Apalagi Albi adalah seorang pengusaha sukses dan akan ada banyak rumor yang nantinya akan berpengaruh terhadap hubungan nya dengan Rossa bahkan keluarga besarnya.Bisa jadi akan ada rumor kalau ada skandal antara mereka." ujar Rana.
Hanna menghela nafas panjang.
"Entahlah, kita pulang saja."
Akhirnya Rana pun mengikuti ucapan Hanna. Mereka menuju ke apartemen Rana.
Baru saja mereka mengarah ke jalan di mana apartemen Rana berada ponsel Hanna berdering.
Hanna dengan malas melihat siapa yang menghubungi dirinya.Ternyata dia Firman menghubungi dirinya.
"Hallo bang .." ucap Hanna saat mengangkat panggilan tersebut.
"Tadi kamu telpon Abang, maaf ya nggak bisa angkat.Abang ada meeting tadi.Ada apa kamu telpon abang,apa ada hal penting?"
"Tadi aku cuma mau tanya soal mas Albi, soalnya dia nggak pulang semalam.Tapi, tadi aku sudah lihat dia, ternyata dia lagi sibuk sama sahabat nya mba Rossa."
"Sahabatnya Rossa? Cheryl maksud nya ?" tanya Firman memastikan.
"Iya mba Cheryl. Kamu lihat dimana?"
__ADS_1
"Mereka ke kantor imigrasi."
"Kantor Imigrasi, ngapain mereka kesana.Ah..begini Han,biar abang urus kerjaan abang dulu nanti kita ketemu." ucap Firman.
"Abang nanti ke apartemen Rana saja ,Hanna ada di apartemen Rana sekarang."
"Oke,kamu tenang saja, jangan berpikir yang tidak-tidak.Albi nggak akan pernah terpikat sama orang model Cheryl. Walaupun kedua orangtuanya masih berusaha menjodohkan mereka sampai sekarang."
Deg
Mendengar penuturan Firman membuat hati Hanna semakin over thinking.Apalagi ada hubungannya dengan orangtua Albi.
"Jadi, mereka masih..
"Sorry abang harus bilang begitu,tapi... percayalah kalau suami kamu itu nggak akan pernah mau menikah dengan seorang Cheryl."
Panggilan telepon dari Firman pun sudah berakhir. Hanna semakin ingin tahu tentang suaminya yang memang selama ini dia belum tahu sepenuhnya tentang suaminya itu.
Jam sembilan malam Firman bersama Fiza menjemput Hanna.Awalnya Hanna terkejut dengan adanya Fiza bersama Firman namun, Fiza mengatakan jika dia sudah tahu soal pernikahan Hanna dan Albi.
Hanna sedikit lega setelah tahu kebenaran soal Fiza dengan keluarga Albi.
Saat ini Firman bersama Hanna dan juga Fiza tak ketinggalan Rana ikut serta dengan mereka.
"Kita sebenarnya mau kemana sih, ini kenapa kita ke tempat kayak gini?"
Rana yang tipe orang yang selalu penasaran pun langsung menanyakan kenapa mereka berada di tempat yang terlihat menyeramkan.
Lingkungan dengan penerangan jalan yang begitu minim dan terlihat sebuah gedung tua dengan banyak mobil dan motor terparkir disana.
Mereka pun turun dari mobil dan mengikuti langkah Firman. Terlihat pintu besi terbuka lebar menampilkan seseorang yang keluar dengan kondisi babak belur dengan wajah lebam dan dar*h di wajah dan bagian tubuh lainnya.
"Albi, pakai ini...aku antar kemana?" tanya perempuan yang tak lain adalah Cheryl.
Dengan tubuh sempoyongan Cheryl memapah tubuh kekar Albi menuju ke arah sebuah mobil.
Albi mendongakkan kepalanya dan dengan penerangan minim dia menyipitkan matanya.
"Ha_Hanna..."gumam nya.
Tanpa mengucapkan sepatah kata pun Hanna membalikkan tubuhnya dan pergi meninggalkan tempat itu.Albi yang melihat itu pun ingin mengejar Hanna namun, dia masih berpikir jika disana ada Cheryl jadi dia urung untuk mengejar istrinya itu.
__ADS_1
Firman yang paham akan situasi itupun langsung mengejar Hanna bersama Rana dan Fiza yang terlebih dulu menyusul Hanna.
Bersambung