Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
Coklat Panas


__ADS_3

Brakk..


Albi menutup pintu kamar tamu dengan sedikit kencang dan langsung menguncinya.


"Mass !!" seru Hanna dengan mundur beberapa langkah.


"Hmm.. trik apa yang kamu mainkan sampai-sampai orang tua ku begitu cepat menerima kamu.Sedangkan Rossa yang selama bertahun-tahun lamanya berusaha membuat mereka senang dan suka pun sampai saat ini masih tidak mereka terima." ungkap Albi.


Hanna tersenyum tipis mendengar pengakuan Albi yang nengatakan jika kakak madunya ternyata tidak bisa di terima oleh mertuanya.


"Kenapa kamu senyum senyum gitu?" tanya Albi heran dengan reaksi Hanna.


"Setiap orang beda-beda untuk mendapatkan hati seseorang.Contohnya istri pertama mas yang begitu sempurna,cantik, berpendidikan tinggi,dari kalangan sepadan.Bisa dengan mudah membuat mas jatuh cinta padanya.Apa yang kamu sukai dari seorang wanita.Pastinya cerdas dan cantik kan? Mungkin karena itu kamu jatuh cinta sama dia." ungkap Hanna.


"lya.Kamu benar,aku jatuh cinta pada pandangan pertama pada Rossa.Hidupku lebih berwarna bersamanya.Dia bisa jadi teman diskusi dalam segala hal." ucap Albi.


"Baguslah, kalau memang kamu punya seseorang yang begitu sempurna." ucap Hanna cuek.


Hanna langsung berbalik dan berjalan menuju kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi dengan sedikit kencang.


Brakkk 💢


Albi mengeram kesal dengan tingkah Hanna yang tak pernah terpancing untuk menuntut haknya sebagai istri muda nya.


"Begitu tingginya tembok pembatas yang kamu bangun Han,bahkan untuk menjangkaunya aku ragu." gumam Albi.


Albi awalnya ingin membahas tentang dirinya dan Hanna namun,entah mengapa pembahasan mereka begitu melenceng dari niatan Albi.


Albi keluar dari kamar tamu dan masuk ke kamarnya untuk membersihkan dirinya juga.


Jam tujuh malam di meja makan keluarga Pramudya nampak tak seperti biasa.


Terlihat papa Emir duduk di kursi utama dan ada mama Mutia di samping sebelah kanannya dan ada Firman sebelah kirinya karena Albi duduk tepat di sebrang di mana Hanna duduk di samping mama Mutia.


"Jangan malu-malu sayang, makan yang banyak.Anggap rumah ini seperti rumah kamu sendiri." ucap mama Mutia menyerahkan piring yang sudah berisi nasi.


"Terimakasih ma," ucap Hanna dengan senyuman manisnya menerima piring yang di sodorkan mama Mutia.


"Benar apa yang di katakan mama sayang,mulai hari ini keluarga Pramudya punya anak perempuan yaitu kamu." ucap Emir membuat Albi tersedak saat minum.

__ADS_1


Uhuk uhuk uhuk


Dengan sigap Firman menepuk nepuk punggung atas Albi sampai keadaan Albi normal.


"Kamu kenapa sih Al,makanya hati-hati." ucap mama Mutia.


" Nggak papa mah,tadi Al kurang hati-hati saja." ucap Albi dengan melirik sang istri yang sedang menahan senyum nya.


"Hanna,apa kamu ada rencana untuk melanjutkan ke S2 ?" tanya papa Emir.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu sontak Hanna menatap suami dan ke arah papa Emir sementara yang lainnya menunggu jawaban Hanna dengan menatap Hanna begitu lekat.


"Seandainya ada rejeki untuk melanjutkan ke S2 lnsyaallah Hanna berniat untuk melanjutkan kuliah lagi tapi, kemungkinan sambil bekerja." ujar Hanna.


"Kamu pasti bisa sayang,kamu mau kuliah dimana seandainya kamu di berikan rejeki untuk melanjutkan kuliah kamu nanti?" tanya papa Emir menatap Hanna sekejap.


"Hanna akan memilih di dalam negri pah.Tapi, kemungkinan di Jakarta."ujar Hanna dengan menikmati makanannya.


"Bagus sekali.Nggak perlu jauh-jauh ke negara orang,kalau disini masih ada yang bagus.Apalagi kalau punya tanggung jawab besar sebagai istri." ucap Emir melirik sang putra dari ujung matanya.


Hanna menghentikan pergerakan nya yang akan menyuapkan makanan ke dalam mulutnya dan reflek memandang suaminya sekilas dan kembali fokus ke makanannya.


"Papaaa..," ucap mama Mutia.


Namun,tidak dengan Albi.Rasanya apa yang di lakukan istrinya selalu saja salah di mata orang tuanya.


"Hanna tidak sama dengan Rossa pah,dari awal Rossa sudah terbiasa dengan belajar dilingkungan sekolah internasional." ucap Albi mengeratkan genggaman di sendok makan nya.


"Apapun latar belakang pendidikan seseorang walaupun sekelas lnternasional sekalipun harusnya dia bisa menempatkan diri dengan statusnya sebagai istri mu."ucap Emir dengan nada mulai meninggi.


"Walaupun Rossa mengambil keputusan untuk memilih kuliah S2 nya di sini ,akan tetap salah di mata kalian." ucap Albi dengan menaruh alat makannya dengan sedikit kasar dan beranjak pergi dari ruang makan menuju ruang kerjanya.


Hanna da Firman masih diam tanpa membuka mulutnya sekalipun.


"Hanna,kamu tunggu sebentar.Aku mau temui Albi dulu.Duluan tante,om." ucap Firman beranjak dari tempat duduknya dan menyusul Albi ke ruang kerjanya.


...****************...


"Hanna,kamu tidur disini saja.Sudah malam juga.Kalau Firman dan Albi sudah bicara serius mereka akan lupa waktu." ucap Mutia.

__ADS_1


" Nanti Hanna tanya bang Firman dulu ya mah.Oh iya,ruang kerjanya mas Al dimana mah?" tanya Hanna dengan sedikit ragu.


"Sebelah sana lurus saja,pintu paling ujung.Kenapa memangnya?" tanya Mutia penasaran.


" Sebenarnya Hanna mau buatin coklat panas buat mas Al sama bawain kopi buat bang Fir'aun eh bang Firman maksudnya..hehehe.." ucap Hanna nyengir kuda yang menampilkan deretan giginya yang rapih.


" Coklat panas,tapi..Al nggak pernah minum coklat panas.Biasanya dia sama Firman selalu minum kopi kalau lagi diskusi berdua." terang Mutia.


"lya sih mah,cuma kalau saat ini Hanna rasa mood mas Al kurang baik,makannya juga tadi sedikit,jadi .. lebih baik minum coklat untuk meminimkan cafein mah." terang Hanna dengan sungkan.


"Benar juga kamu bilang tadi.Ya sudah kamu kalau mau buat kopi sama coklat panas buat mereka.Mama mau ke papa dulu." ujar mama Mutia.


"lya mah.." jawab Hanna.


...----------------...


Tok tok tok


"Masuk..!!" seru seseorang dari dalam ruang kerja Albi.


Ceklek


"Permisi den,maaf bibi bawakan kopi buat den Firman sama coklat panas buat den Albi." ucap seorang ART yang kebetulan membawakan dua minuman itu pada Al dan Firman.


"Coklat panas,tapi..saya tidak pernah minum coklat panas bii.." ucap Albi.


"Maaf den,itu di buat sama non Hanna.Katanya harus di minum coklat panas nya sama den Al." ujar si ART.


" Hanna? Lalu di mana dia ? Kenapa bibi yang anterin?" tanya Albi.


" Maaf den,tadi non Hanna bilang sedang angkat telpon dari bibinya di kampung.Jadinya non Hanna minta tolong sama bibi buat anterin kesini." jelas si bibi.


" Ya sudah bibi bisa keluar." ucap Albi memerintahkan si bibi untuk keluar dari ruangan kerjanya.


Setelah si bibi keluar dari ruangan kerja Albi tiba-tiba Firman menggoda Albi.


"Cieee...ada yang perhatian nih.. hehehe.." goda Firman


Mendengar ucapan Firman yang menggoda dirinya Albi langsung memberikan tatapan tajam pada sahabatnya itu.

__ADS_1


Namun,bukannya Firman takut.Malah yang ada dia semakin tidak tertahankan buat tertawa melihat tingkah Albi saat ini.


Bersambung


__ADS_2