
Hanna semalaman mencoba untuk memejamkan matanya sampai dia tak terasa ketiduran di sofa ruang keluarga.
"Neng Hanna,bangun neng.Kenapa malah tidur disini?" tanya Mak Yah membangunkan Hanna.
Terdengar lenguhan Hanna dan perlahan dia membuka matanya.Lalu dia pun mengedarkan pandangannya di sekelilingnya.
"Neng Hanna kenapa malah tidur disini?" tanya Mak Yah lagi.
Hanna pun perlahan merenggangkan otot -ototnya yang terasa kaku.
"Hanna ketiduran disini mak,semalam Hanna tunggu mas Al.Soalnya Hanna khawatir karena jam satu malam dia juga belum pulang."ungkap Hanna.
"Owhh..den Al,memangnya den Al nggak ngabarin neng Hanna kalau dia ada keperluan mendadak.Dia nggak pulang semalam.Kirain mak,den Al ngasih tahu neng Hanna makanya mak nggak ngasih tahu neng Hanna lagi." ungkap mak Yah.
Hanna menghela nafas panjang dan dia beranjak dari tempat duduknya.
"Mungkin mas Al sudah ngasih tahu Hanna mak,kebetulan Hanna pun belum cek ponsel Hanna dari semalam." ujar Hanna.
"Ya sudah,neng Hanna kalau mau terusin tidur,sebaiknya naik kekamar saja." ujar mak Yah.
"Hanna ke atas ya mak." ucap Hanna dan Mak Yah pun mengangguk.
Hanna dengan cepat melangkah menuju kamarnya.Sampai kamar dia pun lekas memeriksa ponselnya.
Semalam karena ponsel Hanna kehabisan daya akhirnya dia mencharge sampai tak sempat melihat pesan yang masuk semalam.
Hanna pun akhirnya mengaktifkan kembali ponselnya dan dia pun melihat ada banyak pesan yang muncul di ponselnya itu.Salah satunya pesan dari nomer ponsel Albi.
Mas Albi
Assalamualaikum,Han..maaf malam ini mas nggak bisa pulang karena ada urusan mendadak.Mungkin dua tiga hari mas nggak pulang.
Mas Albi
Kanapa ponsel kamu centang satu,kamu sudah tidur.Apa hp kamu habis batre?
Mas Albi
Apapun yang kamu lakukan di rumah itu terserah kamu.Jangan lupa makan yang teratur dan juga jaga diri baik-baik.
Mas Albi
__ADS_1
Kalau ada apa-apa kamu bisa hubungi Firman atau tidak mas.
"Ternyata mas Albi ngasih kabar,yah sudahlah.Tapi, dua hari libur aku mau ngapain yah,Rana lagi balik ke Bandung juga lagi." gumam Hanna
Hanna mengutak atik ponselnya dan mengetik pesan ke seseorang.
"Dari pada BT,bingung mau ngapain dirumah mendingan aku pergi sama bang Fir'aun." gumam Hanna.
Beberapa saat menunggu balasan dari Firman dan menyetujui ajakan Hanna akhirnya Hanna benar-benar senang dibuatnya.
Setelah mengirimkan lagi pesan balasan ke Firman Hanna pun akhirnya bersiap untuk pergi bersama Firman.
...****************...
Di tempat Firman yang mendapatkan ajakan Hanna untuk pergi pun dengan senang hati menerimanya karena kebetulan diapun tak ada kegiatan.Albi pun sedang tak membutuhkan dirinya.
Firman yang sudah siap untuk pergi akhirnya lekas pergi menuju ke rumah Hanna.
Tak butuh waktu lama Firman sampai di rumah Albi dan Hanna.
"Ehh..Firman,masuk masuk..Albi nya nggak ada disini loh.."ujar Mak Yah yang membukakan pintu rumah untuk Firman.
"Aku nggak nyari Al juga kok mak,aku mau ketemu sama Hanna."jawab Firman melangkah masuk bersama mak Yah ke dalam rumah.
"Iya.Tadi dia chatt aku ngajak keluar.Kasihan juga nggak ada temennya.Jadi,aku temenin lah mumpung bisa." ujar Firman.
"Yah bagus lah,memang kasihan kalau Hanna harus keluar sendiri.Apalagi dia belum tahu seluk beluk Jakarta yang keras ini kan,"
"Makanya aku nggak keberatan juga ngajak dia keliling Jakarta."ujar Firman.
"Tapi, sudah Ijin Albi belum?" tanya mak Yah.
"Ah iya,tapi..biarin saja mak,aku ingin tahu gimana reaksinya kalau tahu aku jalan sama Hanna.Biasa saja atau kebakaran jenggot.. hehehe.." ucap Firman dengan membayangkan bagaimana wajah Albi yang sedang menahan emosinya saat tahu Firman pergi bersama Hanna.
Bukan niatnya buruk tapi, Albi yang katanya cinta matek sama Rossa itu,melihat istri yang tidak dia cintai atau istri keduanya itu jalan dengan sahabatnya sendiri.
"Kenapa senyum-senyum gitu sih? mak jadi curiga kalau-kalau kamu punya rencana buat mereka berdua." ucap mak Yah menebak isi kepala Firman.
"Slow mak,kita lihat episode berikutnya." jawab Firman dengan santainya.
"Memang kamu kira ini cerita sinetron yang bersambung gitu,kamu ini ada ada saja." ucap Mak Yah dengan wajah kesal dengan tingkah Firman.
__ADS_1
"Amboiii..seru bener yang lagi rumpi.." ucap Hanna yang muncul tiba-tiba melihat Mak Yah dan juga Firman seperti terlibat obrolan seru.
"Eh neng, sudah siap to?" tanya Mak Yah dengan senyuman kikuknya.
"Sudahlah Mak, kalau belum pun Hanna belum disini lah.." ucap Hanna.
"Baguslah, kalau begitu kita bisa langsung cabut." ucap Firman.
"Oke lah,Mak Yah.. Hanna pergi dulu sama bang Fir'aun yaa..bye Mak.. Assalamualaikum.." pamit Hanna dengan mencium tangan Mak Yah untuk berpamitan.
Mak Yah yang mendapatkan perlakuan tak biasa itu tentu terkejut.Apalagi notabene nya Hanna adalah majikannya.Mak Yah juga terharu dengan perlakuan Hanna itu.
"Kaget ya mak,begitulah istri Albi yang kedua.Penuh kejutan dan..
"BANG FIR'AUN CEPETANNNN...!!"
Terdengar suara teriakan Hanna dari arah depan rumah membuat Firman menghentikan omongannya pada mak Yah.
"Benar-benar tuh anak,mak kita pergi dulu .. assalamu'alaikum.." pamit Firman dengan langsung berlari menuju depan rumah.
"Wa'alaikumsalam.." jawab Mak Yah dengan sedikit berteriak.
Melihat tingkah kedua orang yang tak lain istri kedua bos nya itu dan sahabat bosnya itu membuat Mak Yah terkekeh melihat kelakuan mereka yang terlihat sangat natural dan juga apa adanya.
...----------------...
"Mau kemana nih?" tanya Firman saat sudah menjalankan mobilnya keluar dari lingkungan perumahan mewah Albi.
"Kemana saja bang,yang jelas..bang Fir'aun harus ngajakin aku ke tempat yang buat aku terhibur." ujar Hanna.
"Astaga,jadi kamu belum punya tujuan mau kemana?" tanya Firman dan Hanna pun menggelengkan kepalanya dengan wajah polosnya.
"Aku kan nggak tahu tempat -tempat yang bagus di Jakarta bang ."ujar Hanna memberikan alasan.
"Okelah,gimana kita main ke games di time zone?" tanya Firman.
"Kalau bagus dan menghibur nggak ada salahnya kita coba." jawab Hanna dengan pasrah kemana Firman akan membawanya pergi.
Akhirnya mereka pergi ke salah satu mall besar yang ada di Jakarta dan mengisi hari mereka dengan berkeliling mall dan mencoba beberapa permainan di time zone.
Hanna terlihat sangat menikmati kebersamaan dengan Firman yang begitu menghiburnya saat ini.
__ADS_1
Mereka mengeksplor kemampuan bermain games di tempat permainan anak itu.Sungguh hati Hanna rasanya bahagia dan seperti tak ada beban di pikirannya saat ini.
Bersambung