Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
Terbongkar


__ADS_3

Selama perjalanan kembali ke Jakarta Albi diam seribu bahasa.


Firman tahu jika sahabatnya itu sedang menghadapi masalah yang berat.


Setelah perjalanan panjang mereka sampai di rumah besar keluarga Pramudya.


"Assalamualaikum.." ucap Firman di ikuti oleh Albi yang berjalan dengan langkah gontai masuk ke dalam rumah.


"Wa'alaikumsalam.." ucap Emir dan Mutia.


Mutia melihat tingkah Albi yang tak biasa pun menutup mulutnya saat memindai penampilan anaknya yang terlihat kacau.


"Al..." tegur Emir dengan memegang pundak sang putra.


"Pah..hiks hiks..aku gagal pah,aku sudah gagal." ucap Albi dengan memeluk sang papa.


Emir melihat anaknya yang tampak terpuruk lebih dari saat dia di tinggal Rossa ke Amerika. Sekarang Emir bisa melihat bagaimana kehilangan seorang Hanna membuat Albi terlihat begitu hancur dan putus asa.


"Kita bicara di dalam, kamu harus kuat dan ceritakan semuanya pada kami." ucap Emir dengan mengusap lembut punggung sang putra.


Albi mengurai pelukannya dan melangkah ke ruang keluarga.


Mutia duduk di samping sang putra dan menggenggam tangan nya dengan erat.


"Apa yang sebenarnya terjadi sampai kamu seperti ini nak, Apa Hanna menolak untuk ikut bersama kamu?" tanya Mutia.


Albi mengangguk mengiyakan perkataan sang mama.Mutia dan Emir menghela nafas berat dan mereka saling pandang.


"Kalau kamu belum bisa cerita sekarang, lebih baik kamu istirahat dulu nak.. bersih-bersih, makan dulu. Biar mama siapin yaa.."


"Rossa kemana mah?" tanya Albi karena dia tidak melihat sang istri sejak dia datang.

__ADS_1


"Dia pergi sama Cheryl.Katanya mau lihat butik yang mau di buka sama Cheryl minggu depan." ucap Mutia.


"Assalamualaikum..."


Terdengar ucapan salam dari arah pintu masuk dan ternyata Cheryl dan Rossa yang baru kembali.


"Wa'alaikumsalam.." jawab semua orang yang ada di ruang keluarga itu.


"Wahhh...lagi ngumpul. Albi sama Firman sudah balik. Kalian masih cari Hanna? Kenapa harus di cari sih, kamu juga Fir..kenapa harus nyusahin Albi sih...sepupumu nggak tahu diri banget.Masa bisanya cuma nyusahin orang saja." cerocos Cheryl.


Albi yang mendengar penuturan Cheryl pun langsung terpancing.


"Tutup mulut kamu Cheryl !!" bentak Albi. Bentakan Albi tentu membuat semua orang terkejut apalagi Rossa yang melihat Albi tak pernah marah seperti itu, walaupun dia marah namun, tak pernah menunjukkan ekspresi seseram sekarang.


"Kenapa ,apa ada yang salah dengan perkataan ku? Memang benar kan, dia hanya wanita yang bisanya menyusahkan." cibir Cheryl dengan senyum mengejek.


"Hanna tak pernah menyusahkan. Kenapa kamu bisa ngomong gitu, apa maksud kamu bicara seperti itu tentang Hanna, hah?!" sentak Albi menatap tajam ke arah Cheryl.


Walaupun memang sebenarnya Cheryl takut dan tidak terima di bentak oleh Albi namun, dia berusaha untuk menjadi seorang yang terlihat sempurna.


"Aku bilang tutup mulutmu Cheryl,kamu sama sekali tidak berhak untuk mengatakan apapun yang kamu bahkan tidak tahu sama sekali masalahnya. Aku ingatkan ,jaga batasan kamu.." ucap Albi dengan menunjuk Cheryl dengan tatapan mata yang terlihat menyeramkan.


"Aku masih menghargai kamu karena kamu anak dari sahabat papa ku dan...


"Aku hanya ingin sahabat ku tidak kamu sakiti Al..!" potong Cheryl yang makin meninggikan suaranya.


"Heiii...jangan kamu bawa-bawa istri ku untuk kamu jadikan tameng, kalau kamu seorang sahabat yang baik, tidak akan pernah kamu memanfaatkan peluang untuk menggodaku saat istriku sedang jauh dariku. Mana ada sahabat yang menikam sahabatnya sendiri." ucap Albi dengan penuh amarah.


"Al.. jangan...


"Diam kamu, aku belum selesai dengan yang katanya sahabat kamu ini.Kamu tahu Ros, kenapa aku tidak kaget dengan pengakuan kamu saat kamu bilang hampir di lec*hkan oleh teman model mu itu..? Karena sahabat mu ini sudah memberitahukan nya padaku.Saat itu aku hancur Ros, aku kembali ke arena dan kamu tahu...

__ADS_1


"Al..


"Aku belum selesai Cheryl,biar sahabat mu ini tahu siapa kamu sebenarnya." ucap Albi geram dengan sikap Cheryl yang sedari tadi memotong omongan nya.


"Sebentar, kapan kamu dengar kalau aku hampir di lec*hkan? Bahkan aku nggak pernah cerita tetang ini sama kamu Cheryl. Kamu tahu dari ma...atau jangan-jangan orang yang berusaha mele*ehkan ku ada hubungannya dengan kamu, jawab Cher..!!" ucap Rossa yang kini menuntut jawaban dari Cheryl.


"Kamu jangan asal nuduh ya Ros, kamu tahu..kalau suami yang kamu anggap setia ini sudah bermain api dengan gadis yang bernama Hanna? Coba kamu tanyakan pada nya ,apa aku harus memeberikan bukti padamu Ros?" ucap Cheryl dengan senyum licik.


"Kena kamu Al, aku nggak akan biarkan kamu bahagia begitu saja Al,jika kamu nggak bisa aku miliki maka Rossa atau bahkan wanita manapun tidak akan pernah memiliki kamu juga." batin Cheryl yang senyum smirknnya.


"Sial*n nih Cheryl, apa harus aku bongkar sekarang.Sakit ji*a memang ini cewek.." batin Albi


"Cheryl jangan lancang kamu !!" bentak Mutia yang akhirnya ikut nimbrung dengan pertengkaran tiga orang yang tak lain adalah anak,menantu serta anak dari sahabat suaminya.


"Maaf tante tapi, Cheryl harus segera ngasih tahu Rossa kalau Albi sudah tergoda dengan wanita yang dia bilang sepupu jauh Firman tapi, nyatanya dia hanya anak dari kampung yang magang di kantor Albi dan dengan tak tahu dirinya dia menggoda suami kamu yang mungkin kesepian karena nggak ada yang memberikan perhatian untuk nya." ucap Cheryl dengan begitu lancar tanpa melihat ekspresi semua orang yang menatapnya dengan beragam ekspresi.


"Hanna bukan seorang penggoda, ingat itu !!" ucap Albi geram.


"Apa benar semua yang di katakan Cheryl Al, kamu sama Hanna ada hubungan spesial?" tanya Rossa dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Albi menatap Rossa dengan tatapan entah, lalu dia mengambil nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan.


"Hanna bukan wanita penggoda seperti yang Cheryl katakan.Tapi dia, dia adalah istri ku.Istri kedua ku Ros..." ucap Albi yang akhirnya berkata jujur tentang hubungan nya dengan Hanna.


Duarr..


Ucapan Albi membuat Rossa terpaku dan Cheryl tertawa hambar mendengar pengakuan yang dianggap lucu bagi Cheryl.


"Hahaha...kamu lawak ya Al, kamu...kamu menikahi wanita kampung itu, kenapa Al..kenapa kamu bisa menikahinya..pasti kamu di jebak sama dia kan, bilang sama aku Al, kamu lagi ngeprank aku kan? Kenapa bukan aku yang kamu jadikan istri keduamu, kenapa wanita kampung itu, hahh? Kamu bahkan tahu kalau aku adalah menantu idaman papa kamu, bahkan Rossa sampai sekarang belum di terima di keluarga kamu kan? Kamu..


Plakkk..

__ADS_1


Belum juga Cheryl menyelesaikan ucapannya sebuah tamparan keras mendarat di pipinya yang mulus itu, saking kerasnya sampai dia menoleh ke samping.


Bersambung


__ADS_2