Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
Syarat Berpisah


__ADS_3

Tubuh Hanna seketika kaku karena perlakuan tak biasa Albi padanya.Dekapan itu terasa sangat nyaman.Sejenak Hanna memejamkan matanya menikmati kenyamanan dalam pelukan suaminya itu.Namun,sedetik kemudian dia mendorong tubuh Albi menjauh darinya.


"Kenapa?" tanya Albi dengan ekspresi heran.


"Ini salah,kita akan bercerai." ucap Hanna melempar pandangannya ke arah lain.


Albi menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Hanna.


Albi memegang bahu Hanna dan menghadapkan wajahnya tepat di depan wajahnya.Mata kedua insan itu pun saling terpaut.


"Apa yang harus aku lakukan untuk kita cepat bercerai?" tanya Hanna dengan lirih dan pandangan mata sendu.


"Kamu mau tahu apa yang harus kamu lakukan jika ingin bercerai dengan ku?" tanya Albi balik.


"Ayolah mas,jangan berbelit-belit." ucap Hanna dengan berusaha melepaskan cengkraman tangan Albi di bahunya.


"Kenapa kamu ingin sekali bercerai dari ku,apa.kamu sudah punya pacar ?" tanya Albi dengan pandangan tajam menghunus.


"Ah..ng_nggak ada ,mana ada pacar.Teman laki-laki saja nggak ada." jawab Hanna lirih.


"Lalu ,apa tujuan kamu menuntut aku menceraikan kamu?" tanya Albi


"Aku ingin kamu tidak berbuat dosa lebih banyak lagi.Kamu sama saja menelantarkan saya sebagai istri kamu.Memang kamu memberu nafka lahir,tapi..istri pun tak hanya itu yang menjadi hak istri." ujar Hanna.


"Lalu aku harus apa supaya aku nggak melakukan dosa lebih banyak untuk pernikahan ini?"


"Kamu_


"Hemm,apa aku harus menuntut hak aku juga terhadap kamu hem? ingat,kamu istri ku.Kamu tentu punya kewajiban untuk melayani suami kamu ini dengan sepenuh hati bukan?" tanya Albi dengan senyum miring.


"Maksudnya,kamu ngomong gini maksudnya gimana.Selama ini bukannya kamu nggak pernah mau mengakui bahwa saya itu istri kamu.Bahkan,saya hanya menjadi istri siri dan pastinya nanti akan banyak orang yang menganggap saya sebagai pelakor atau perebut.Tapi, nyatanya aku bukan seperti itu.Aku nggak pernah mau tahu urusan kamu dengan istri kamu yang sangat kamu cintai itu,lalu aku..selamanya akan menjadi rahasia bukan,jadi..dari pada kamu bingung takut akan melukai hati istri tercinta kamu l,lebih baik kita berpisah." ucap Hanna panjang lebar.


"Baik,tapi..kamu harus menuruti apa yang aku perintahkan.Bagaimana?" tanya Albi dengan senyum smirknya.


"Kesepakatan?" tanya Hanna.


"Hemm,nanti malam bersiaplah.Jam delapan malam,aku akan menjemputmu di kost-an kamu.Berikan alamatnya langsung ke nomer ku,nggak perlu pake perantara Firman.Dia banyak tugas ." ujar Albi.

__ADS_1


"Tapi,buat apa aku ikut ucapan kamu?" tanya Hanna kesal.


"Katanya ingin segera cerai,jadi..nanti malam final keputusannya.Sekarang,kamu duduk.Kita makan siang,kamu pasti sudah lapar ." ucap Albi membuka paper bag yang dia bawa.


Ternyata Albinsudah membawa makan siang untuk mereka nikmati berdua.


"Biar aku ke kantin saja." ujar Hanna ingin beranjak dari kursi tempat duduknya.


Namun baru saja ingin berdiri,Albi sudah menariknya kembali untuk duduk.


"Menurut lah dengan suami,pahalanya besar." ujar Albi dengan senyum tipis terukir di bibirnya namun samar sampai tak terlihat di mata Hanna.


Albi membuka kotak makan yang dia bawa dan menyodorkan kotak itu di depan Hanna.


"Makanlah,badan kamu kelihatan tambah kurus." ujar Albi.


Hanna mendengar sindiran Albi sontak melotot mendengar perkataan itu.Memang benar kata Albi.Tubuhnya kini muhkin lebih kurus semenjak ayahnya tiada.


"Aku minta maaf karena aku sudah lalai dan tidak menghiraukan telpon dari kamu.Aku menyesal karena tidak dapat mengantar Ayah ke peristirahatan terakhir.Maafkan aku.." ucap Albi dengan wajah sendu penuh penyesalan.


Hanna melihat wajah mendung Albi sontak ikut mengusap sudut matanya ang sudah basah.


"Tapi, kita akan segera bercerai." ucap Hanna lirih.


"Tak masalah,apapun hubungan kita,aku akan selalu ada untuk kamu.Aku janji mulai saat ini aku akan berusaha untuk melindungi kamu.Itu salah satu janji ku pada ayah."ungkap Albi seraya menggenggam tangan Hanna dengan erat.


Hanna melihat kesungguhan dalam wajah Albi.Rasanya hati Hanna menghangat mendengar ucapan Albi saat ini.Namun,doa tidak serta merta kegeeran atau percaya dengan apa yang Albi utarakan.


...****************...


Di malam hari sesuai dengan rencana Albi yang akan mengajak Hanna ke suatu tempat untuk merealisasikan yang diinginkan Hanna kini Hanna sudah bersiap untuk pergi.Tinggal menunggu kedatangan Albi.


"Lo mau pergi Han,sama Albi?" tanya Rana memindai penampilan sahabatnya.


"Iya ,Albi meminta aku ikut dengannya untuk mau berpisah dengan ku." ujar Hanna.


"Lo itu aneh,kenapa nggak lo pertahankan aja.Sayang tahu,sultan gitu loh.."ujar Rana.

__ADS_1


Plak


Hanna memukul lengan Rana karena mendengar ucapan sahabatnya itu.


"Lo İhhh..bener lho apa yang gue bilang." ucap Rana tak mau salah.


Tin tin


Suara klakson mobil membuat para penghuni kos-kosan itu yang masih ramai di luar kamar mereka pun mengalihkan pandangannya ke arah dimana sebuah mobil sport warna hitam metalik berhenti disana.


Tak lama sebuah pesan singkat di baca oleh Hanna dan ternyata mobil itu milik Albi yang akan menjemput Hanna.


Tanpa banyak drama akhirnya Hanna pun berpamitan pada Rana dan segera menghampiri mobil sang suami.


"Pasang seatbeltnya."ucap Albi dengan dingin.


Hanna mendengar perkataan suaminya pun mengalihkan pandangannya ke arah Albi yang memasang wijah dingin nya.Mendadak hati Hanna menciut.


Hanna mencoba memasang seatbelt tersebut namun,sayang disayang seatbeltnya macet.Meluhat sang istri sedang kesusahan menarik seatbelt tersebut akhirnya Albipun dengan cepat mendekatkan dirinya pada Hanna dan mencoba membantu memakaikannya pada Hanna.


"Pelan-pelan saja,pake perasaan.Jangan kebawa emosi." ujar Albi membuat Hanna menahan nafasnya saat tubuh Hanna terhimpit tubuh Albi dan wajah mereka sudah sangat dekat denan jarak tak ada sejengkal tangan bahkan hidung mancung mereka saling menempel.


Setelah selesai memasang seatbelt Hanna,Albi pun melajukan mobilnya dengan jantung yang berdetak kencang tak beda jauh dengan apa yang di rasakan Hanna saat ini.Keduannya sedang berusaha untuk menghilangkan kecanggungan antara mereka.


Sampai di sebuah rumah mewah,mobil tersebut berhenti dan Albi meminta Hanna turun dari mobil.


Hanna melihat sekelilingnya.Doa merasa takjub dan tersenyum tipis mengingat rumah yang ada di depannya seperti rumah impiannya.


Waktu bergulir cepat,tak banyak pembicaraan antara kedua orang yang tak lain suami istri itu.


"Sekarang katakan apa yang harus aku lakukan ,biar kamu cepat menceraikan aku." ucap Hanna saat mereka duduk di sofa di ruang keluarga.


Albi mendekati Hanna yang duduk anteng di sofa.Dia mendekati sang isri dan duduk di sampingnya.


"Kamu mau tahu apa yag harus kamu lakukan,malam ini layani aku dengan penuh cinta ." ucap Albi dengan berbisik pada telinga Hanna.


Mendengar penuturan Albi sontak membuat Hanna terkejut dan mendadak membuat tubuhnya bergetar sampai Albi sadar jika wajah Hanna tiba-tiba berubah pucat pasi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2