
"Lho kok kamu cepat banget balik Han, Albi ada kan?" tanya Liana sang bibi.
Sejak dia tinggal di rumah yang Firman siapkan untuk pelarian nya Hanna meminta pada Firman untuk menjemput Liana di kampungnya.
Hanna menetralkan detak jantung nya yang kini masih begitu cepat berdetak.
Melihat tingkah ponakannya yang aneh, Liana bisa pastikan jika Hanna sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.
"Han,cerita sama bibi..ada apa dengan kamu? apa ada yang menyakiti kamu, biar bibi yang hadapi dia."ucap Liana yang terus saja mengoceh.
"Kita akan pergi jauh dari sini bi, itu keputusan Hanna." ucapan Hanna membuat Liana terdiam dan menatap wajah ponakannya dengan intens.
Liana memegang bahu Hanna dan membalikkan tubuhnya sehingga berhadapan dengannya.
"Coba ceritakan apa yang terjadi tadi, apa yang buat kamu ingin pergi jauh dari Albi? Kamu tadi di rumah sudah membuat keputusan untuk memilih kembali sama Albi, tapi..sekarang kenapa berubah? Apa Albi menyakiti kamu?"
Beragam pertanyaan yang di lontarkan Liana membuat Hanna semakin pusing dan tanpa sadar air matanya pun luruh dengan begitu derasnya.
Liana tidak berani bertanya apa-apa lagi, dia pun membawa ponakannya dalam pelukannya.
"Apapun keputusan kamu bibi dukung.Selagi itu membuat kamu bahagia dan nyaman." ucap Liana seraya mengelus punggung Hanna yang masih bergetar karena menangis.
"Semua barang yang ada di rumah bang Fir'aun sudah kita bawa semua kan bi, aku nggak mau meninggalkan jejak sedikitpun disana.Aku ingin memulai hidup ku yang baru."ucap Hanna setelah perasaannya sedikit tenang.
"Semua sudah beres.Kita mau kemana memangnya?" tanya Liana.
"Apa bibi punya ide, yang jelas aku ingin pergi jauh dari mas Albi, dia sudah bahagia sekarang.Mba Rossa pun sudah kembali." ucap Hanna.
"Jadi ini alasan kamu mau pergi jauh dari Albi, karena istri pertamanya sudah kembali? Huh ...,dasar laki-laki kurang asem..kita akan pergi ke kampung ibu kamu,kita akan memulai dari sana.Walaupun nantinya kita akan kembali kesini namun,kamu harus menyembuhkan luka hati kamu dulu.Apalagi saat ini kamu sedang hamil Han.."ucap Liana.
Hanna memang awalnya ingin kembali bertemu dengan Albi dan membicarakan tentang pernikahan mereka sekaligus memberitahukan jika dirinya sudah hamil.Namun, siapa sangka jika Rossa telah kembali dan Hanna berpikir Albi tak pernah mencarinya karena memang sudah ada Rossa bersama nya.
"Iya bi,Hanna ingat..kita pergi sekarang." ucap Hanna pada sang bibi.
"Oke, siap..kita akan hidup baru setelah ini." ucap Liana penuh keyakinan.
Liana melajukan mobil yang dia sewa dan dengan cepat dia kembalikan mobil tersebut dan memesan tiket bus yang pastinya sedikit lebih aman buat dia tak terlacak.
__ADS_1
Hanna dan Liana juga mengubah penampilannya dengan memakai serba tertutup memakai cadar dan juga pakaian syar'i.
...----------------...
"Masih ingat pulang kamu?!"
Pertanyaan plus sindiran dari papa Emir tentu membuat hati Rossa merasa tersayat belati tajam.
Memang selama ini mereka tak menyukai Rossa karena dia merupakan anak dari musuh bebuyutan nya dalam bisnis dan juga orang yang berani mengkhianati kepercayaan seorang Emirsyah Pramudya.
"Maaf pah, Rossa mengaku salah.Rossa menyesal sudah egois karena memaksakan kehendak Ros sendiri.Makanya Rossa kembali dan ingin meminta maaf sama papa dan mama terutama kamu mas Al, aku sudah sangat bersalah telah mengabaikan kamu." ucap Rossa dengan isak tangis yang kian menyayat hati Albi.
Albi tak bisa melihat istrinya menangis karena dia anggap sebagai kegagalan dalam dirinya dan itu semua tanggung jawab Albi.
"Ros, tenanglah..aku sudah memaafkan mu sebelum kamu meminta maaf sama aku.Kita perbaiki sama-sama rumah tangga kita yaa..saling berbagi dalam suka dan duka.Jangan ada yang kamu tutup-tutupi dariku lagi." ucap Albi
Karena sebelum mereka menemui orang tua Albi tentunya Rossa telah jujur dan dia mengatakan apa yang terjadi padanya sampai dia harus memutuskan komunikasi dengan Albi.
Rossa sangat beruntung sekali mendapatkan Albi yang masih bisa menerimanya dengan keadaan yang tak sama lagi.
Yah, Rossa mendapatkan perlakuan tak menyenangkan dan selama dia di London pun dia sudah melakukan kesalahan karena sudah melakukan hubungan gelap dengan teman kuliahnya.
Albi yang belum sanggup untuk mengungkapkan jika dia sudah menikah lagi, dia ingin meminta pendapat Hanna dan bahkan niat Albi ingin membuka pernikahan rahasianya sekalian saja membeberkan nya pada keluarga besarnya juga.
"Baguslah kalau kamu sadar Ros, mama nggak bisa terima kalau anak mama sampai di campakkan begitu saja sama kamu.Bahkan mama juga nggak pernah kebayang bagaimana Albi nanti kalau dia sampai patah hati."ucap mama Mutia dengan santai bahkan sempat mengejek sang putra.
"Papa kembali kekamar." ucap Emir beranjak dari tempat duduknya.
...---------------...
Malam kian larut, Albi belum bisa memejamkan matanya.Rasanya ingin menghubungi Firman dan menanyakan soal Hanna.
Namun, dia urungkan niat itu. Dia akan menemui Hanna setelah makan siang besok.
.
.
__ADS_1
Pagi hari Albi dan Rossa sudah duduk di kursi di meja makan dan menunggu Emir dan juga Mutia untuk sarapan.
"Pagiii..."
Cheryl tersenyum lebar dengan melangkah menuju di mana Rossa dan Albi duduk. Sementara Emir dan Mutia baru saja ingin duduk di ruang makan untuk gabung sarapan.
"Kamu kesini pagi sekali Cher?" tanya Rossa.
"Gue sudah sering gini kali Ros, sebelum Albi sama lo gue kan sudah dekat sama keluarga ini." ucap Cheryl dengan membanggakan diri.
"Sarapan Cher, aunty masak banyak hari ini." ucap Mutia pada Cheryl.
"Woww...nasi goreng, mantap pasti ini aunty." tanpa sungkan lagi Cheryl duduk di samping Mutia.
Sedang asyik menikmati sarapan mereka tiba-tiba ponsel Albi berdering.Albi lantas melihat nama di layar ponselnya.
Ternyata Firman, dia pun langsung mengangkat panggilan itu.
"Hemmm..ada apa, gue lagi sarapan nih." ucap Albi dengan suara kesalnya.
"Ini lebih penting dari sarapan lo njir.." ucap Firman dengan deru nafas yang terdengar tersengal sengat di sebrang telpon Albi.
"Ada apa, sampai-sampai nggak bisa nunggu sampe gue ke kantor?"
"Hanna hilang !!"
"Apa, yang benar kamu Man...sudah cari di sekitar tempat tinggal lo,kenapa bisa ilang, share loc gue kesana sekarang !"
Kabar yang di berikan Firman membuat nafsu sarapan Albi langsung hilang.Hampit sebulan di tak bertemu istri keduanya dan sekarang Firman bilang kalau dia hilang.
"Ada apa mas?" tanya Rossa mewakili orang-orang yang ada di meja makan yang melihat Albi terlihat panik.
"Iya Al, ada apa? Apa ada yang gawat?" tanya Mutia pada sang putra yang saat ini terlihat cemas.
"Hanna hilang mah ,pah..Al akan mencari Hanna sampai ketemu, "ucap Albi membuat papa dan mama nya saling pandang.
Mereka melihat tingkah Albi yang terlihat berlebihan mendengar Hanna yang hilang membuat pertanyaan besar di kepala Emir dan Mutia.Bahkan Rossa masih bingung dengan keadaan saat ini. Siapa Hanna? Apa hubungannya dengan Albi, karena dia melihat sosok suaminya yang terlihat panik dan cemas.
__ADS_1
Bersambung