Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
lngin Keturunan


__ADS_3

"Sayang, kamu minggu depan sudah selesai urusan magang di kantor?" tanya Albi saat mereka sedang bersiap untuk pergi ke kantor.


Semenjak kejadian di Lombok, hubungan Albi dan juga Hanna semakin baik bahkan semakin lengket kayak perangko.


"lya mas. Jadi nanti aku akan tinggal beberapa waktu sampai aku wisuda. Nggak papa kan?" tanya Hanna dengan raut wajah yang terlihat sedih.


"lt's okey, kamu memang harus ke Bandung buat mempersiapkan semuanya. Kenapa mukanya kelihatan sedih gitu?"


"Aku kepikiran mas Al , kalau aku nggak disini terus, mba Rossa juga belum balik. Siapa yang mau jaga makan minum suami aku ini hemm.."


"Jadi, dia kelihatan sedih karena mikirin aku."batin Albi tersentuh dengan ucapan istri keduanya itu.


"Kenapa harus khawatir, kalau kamu di Bandung...aku akan tinggal di rumah mama." ujar Albi dengan merapihkan rambut sang istri.


"Kasihan sekali suamiku ini, punya istri dua tapi harus LDR-an semua." ledek Hanna membuat membulatkan matanya mendelik ke arah Hanna setelah mendengar ledekan Hanna.


"Kamu tenang saja, kalau kalian nggak pulang-pulang mas bisa tambah satu lagi cabang, gimana menurut kamu dengan ide mas tadi hemm?" goda Albi dengan menaik turunkan alisnya.


Tangan Hanna pun menjadi jawaban dari apa yang Albi katakan tadi. Sebuah cubitan maut dari istrinya membuat Albi kelabakan.


"Auuusttt...sakit sayang...!!" jerit Albi merasakan cubitan maut Hanna.


"Tadi mas bilang apa, mau buat cabang baru? dua saja mas kesusahan ngaturnya, istri kamu dua-duanya punya alasan buat LDR kalau kamu mau buka cabang lagi bukan hanya mba Rossa yang harus kamu hadapi tapi aku !!


"lngat mas, aku nggak akan biarin kamu buka cabang baru sebelum mas bisa bahagiakan mba Rossa.Titik !!" sambung Hanna dengan nafas yang terengah karena begitu semangatnya dia mewanti-wanti suaminya.


"Heii..kenapa kamu bilang aku harus bahagiakan Rossa saja, kamu juga istriku sayang .." ucap Albi menatap Hanna serius.


Hanna menghela nafas panjang dan menatap wajah suaminya. Dia mengambil alih dasi yang akan di pasang di leher Albi.


" Suamiku sayang yang paling menyebalkan, mba Rossa itu sudah kamu khianati sekali yaitu menikah dengan ku. Kamu punya niatan untuk buka cabang baru itu berarti kamu harus lebih mencintai dan membahagiakan mba Rossa. Kalau aku sudah sadar posisi mas'eh.." ucap Hanna panjang lebar.


"Kenapa kamu bisa bilang begitu?" tanya Albi menangkupkan kedua tangannya di pipi Hanna.

__ADS_1


" Mas, boleh aku jujur..?" tanya Hanna membuat Albi tersenyum.


"Tentu boleh sayang, mas malah seneng kalau kamu selalu jujur sama mas tanpa, harus menutup-nutupi yang kamu rasakan. Kita akan saling terbuka dan itu cara kita membuat Rumah Tangga kita baik-baik saja.Walaupun pasti akan ada kerikil kecil seperti masalah, cobaan yang akan buat kita semakin kuat ." timpal Albi.


"l Love you.." itu yang bisa Hanna ucapkan.


Albi terpaku dengan pengakuan Hanna barusan. Albi tak menyangka jika Hanna akan mengatakan hal itu padanya. Karena selama kesepakatan untuk menjaga pernikahan mereka Albi belum pernah mengatakan apapun tentang perasaan nya.


"Hanna mas....


" Aku tahu, mas mencintai mba Rossa sangat dan sangat besar. Hanna nggak minta membalas ucapan Hanna. Maka dari itu, Hanna sudah sadar posisi Hanna di mana di hati mas Al. Sudahlah, sudah siang nanti kita kesiangan.Kita sarapan.." ucap Hanna panjang lebar dan berusaha untuk menjadi seorang istri kedua yang memang sudah takdirnya tidak mendapatkan hati suaminya dengan utuh.


Selama Albi memperlakukan Hanna layaknya seorang istri dan tak kasar, Hanna dengan ikhlas menerima semua itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini Albi yang masih terganggu dengan ucapan Hanna waktu pagi membuat Albi tidak fokus dengan pekerjaannya membuat Firman beberapa kali menegurnya.


"Al, sebenarnya ada apa sama lo hari ini? Kayaknya gue perhatiin lo hari ini suka ngelamun dan kayaknya nggak fokus gitu, lo ada masalah? Sama Hanna atau Rossa?"pertanyaan Firman sontak membuat Albi mendegus mendengar rentetan pertanyaan sahabatnya itu.


"Aistttt...bukan begitu, gue mau lo fokus kayak biasa. Apalagi proyek yang kita tangani besar semacam tadi." ujar Firman.


"Gue nggak tahu kenapa kepikiran omongan Hanna." jawab Albi.


"Soal?" tanya Firman semakin penasaran dibuatnya.


"Soal perasaan gue sama dia. Dia ungkapin perasaan dia sama gue dan dia bilang kalau dia cinta sama gue. Entahlah ,gue ngerasa bersalah ke Hanna. Gue nggak bisa membalas perasaannya Man, gue bingun dengan perasaan gue sendiri." ungkap Albi.


" Gue nggak tahu soal yang namanya persaan. Kerena lo tahu sendiri kalau perasaan gue belum pernah berfungsi." ucap Firman dengan sedikit candaan.


"Jomblo akut Lo !!" umpat Albi mengatai sahabatnya.


"Mau gimana nggak jomblo akut, lo terlalu posesif banget sama gue."

__ADS_1


"Naj*s !!" Albi kembali mengumpat sahabatnya.


Albi merasa merinding mendengar penuturan Firman. Seolah olah dia begitu posesif seperti layaknya pasangan.Tiba-tiba Albi menggidik ngeri dengan candaan sahabatnya.


Hahahaha....


"Lebih baik lo buruan cari cewek. Kalau perlu nanti gue cariin." ujar Albi.


"Aisssttt..gue nggak perlu bantuan Lo, karena gue sudah punya target. Tapi, dia selalu nyuekin gue." ujar Firman dengan menunduk sedih.


"Siapa, coba ngomong.Gue akan kerahkan kemampuan gue buat bantu lo..."


"Yah gue tahu kemampuan lo, mentang-mentang sudah punya bini dua, Sombong !!"


Hahaha....


"Lo sensi amat sih, anjir gue ngeri liat lo jomblo akut, gue kira lo nggak suka apem...hehehe.." ledek Albi membuat Firman sedikit merasa lega kalau Albi mulai balik mood nya.


"Suex Lo !!" umpat Firman.


"Sudah nggak usah galau, mendingan lo fokus sama kerjaan lo lagi. Soal Hanna,gue yakin dia bukan wanita serakah. Dia hanya ingin di perlakukan selayaknya istri dan tanpa ingin egois untuk memiliki lo seutuhnya. Karena dia pernah bilang dia sadar posisi. Dia ingin lo lebuh bahagia dengan adanya dia dan hubungan lo sama Rossa akan baik-baik saja." terang Firman.


"Yang buat gue ngerasa kagum, dia ikhlas jika dia harus menjadi istri rahasia lo selamanya."sambung Firman.


"Kenapa dia bisa ngomong gitu?" tanya Albi dengan rasa makin bersalah pada Hanna.


" Dia ikhlas buat mengabdi sama lo, cuma lo yang dia punya selain bibinya. Karena memang dia tahu dia sudah menikah dengan lo dia anggap hanya lo yang dia punya. Tapi, lo tahu apa yang buat gue sedih dan gue harap lo pertimbangkan keinginan Hanna ini."


Albi menghela nafas panjang dan menatap Firman.


"Apa yang paling dia inginkan?" tanya Albi ragu.


"Anak.." jawab Firman membuat Albi menelan silvanya dengan susah payah.

__ADS_1


Dia baru tersadar dengan hal itu dan dia belum terpikir akan keturunan. Hati Albi serasa tersentil mengigat apa yang terjadi sebelum dia menikah dengan Hanna.


Bersambung


__ADS_2