
Mobil Lamborghini Aventador seri terbaru seharga 8,7M masuk kedalam kawasan kampus dimana Hanna melanjutkan studinya.
"Wahhh..anak sultan dari mana tuh.."
"Gile..anak siapa tuh bisa bawa seri terbaru Lamborghini, real sultan nih.."
"Waaahhhh..siapa sebenarnya dia, sayang banget ketutup masker sama topi."
"Ehhh..dia masuk ke dalam."
Banyak sekali bisik-bisik ingin tahu siapa laki-laki pakai masker dan bertopi itu.
Albi terus masuk ke dalam koridor fakultas dimana sang istri mengambil S2 dengan design arsitektur.
Mata jeli Albi melihat sosok Rana yang sedang berbicara dengan seorang laki-laki yang pernah dia lihat bersama istrinya juga.
"Rana.." panggilan Albi sontak membuat Rana menoleh ke arah dimana Albi berdiri.
Rana menyipitkan matanya karena dengan tampilan Albi saat ini dia tak bisa mengenalinya.
"Siapa ya?" tanya Rana dengan ekspresi bingung.
"Hanna mana?" bukannya menjawab Albi langsung menanyakan keberadaan sang istri.
Rana langsung faham dan menebak jika orang yang ada di hadapannya itu adalah Albi.
"Hanna...
"Ran, ini minum lo." ucapan Rana terpotong kala Hanna yang sudah berada di samping Albi.
Hanna yang tak sengaja melihat kearah Albi pun merasa heran dengan orang yang sedang ada di depan Rana itu.
"Han..ini..
"Mas Al, ngapain kamu di sini?"
Hanna pastinya terkejut dengan sosok suaminya yang tiba-tiba ada di kampus nya.
__ADS_1
"Mas cuma mau bicara sama kamu, mas nggak tenang.." ucap Albi membuat Hanna menghembuskan nafas panjang.
"Maaf mas,Hanna minta jangan pernah bahas masalah atau urusan kita di depan umum dan aku nggak suka.Maaf, malam ini aku minta ijin sama kamu buat nginep di tempat Rana.Aku mohon,sangat baik untuk mentalku yang masih terluka karena kamu." ungkap Hanna menatap Albi dengan tatapan dingin.
"Tapi...
"Please mas, tolong mengertilah sedikit.Nanti kalau aku sudah siap..aku akan pulang." ucap Hanna dan langsung berlalu dari tempat itu.
Albi yang akan mencegah Hanna tiba-tiba Ello menghadangnya.
"Minggir, ini urusan gue sama istri gue. Lo orang luar nggak berhak apapun." ucap Albi dengan tegas.
"Memang gue nggak punya hak atas istri lo, tapi..gue orang pertama yang akan haj*r lo kalau sampai lo sakiti dia."ancam Ello pada Albi.
"Sudah,lebih baik kak Al pulang saja.Nanti aku akan berusaha membujuk dia buat pulang ." lerai Rana.
Mau tak mau Albi pun akhirnya mengalah untuk pergi dan dia pun tak ingin membuat masalah di kampus sang istri. Apalagi jika orang-orang tahu, tetang dirinya.
Walaupun pulang dengan perasaan kecewa dan pastinya khawatir dengan kondisi Hanna, Albi mencoba untuk mengingat ingat takutnya dia sebenarnya membuat salah.
...----------------...
"Kenapa,kamu keberatan aku disini? Aku bisa ke hotel untuk aku tidur malam ini." ucap Hanna ketus.
"Bukan, bukan begitu Han..hanya saja jangan sampai berlarut-larut memendam masalah.Di selesaikan dengan baik dan kamu juga bisa mengatakan semuanya pada suami kamu. Apa salah dia ,apa yang buat kamu marah ,nggak nyaman atau kesal." tutur Rana panjang lebar.
Hanna berpikir ada benarnya juga perkataan Rana. Nggak mungkin dia memendam perasaan yang tak nyaman itu.
"Menurut kamu, apa aku egois atau munafik kalau aku merasa sakit kalau tahu suami ku merindukan istri pertamanya.Padahal sebelum nya dia bilang tak peduli dan seolah-olah dia tak merindukan istri pertamanya itu.Tapi, apa yang aku lihat di belakang sangat berbeda.Diam-diam dia menghubungi istri pertamanya.Memang sih, itu sangat wajar karena mereka masih suami istri tapi, aku cuma ingin serasa paling di cintai tapi, nyatanya hanya sebatas mengusir kesepiannya saja."
Hanna benar-benar mengeluarkan unek-uneknya pada Rana. Rasanya dia begitu bod*h terbuai dalam kata cinta dari Albi.
"Han, kamu tahu kan kalau resiko jadi yang ke dua? Maaf kalau aku mengingatkan kamu dengan status kamu yang menjadi istri kedua. Tapi, kamu harus bisa menerima suami kamu yang pastinya akan tetap menutupi pernikahan kalian, tetap menghubungi istri pertamanya.Karena, bagi dia kamu pelengkap dan istri pertamanya sebagai semangat utama buat dirinya."
Perkataan Rana sontak membuat Hanna terdiam.Selama ini dia begitu sadar posisinya.Dia tak bermaksud untuk merebut Albi dari Rossa. Dia hanya ingin Albi jujur jika memang butuh bantuan Hanna, istri keduanya itu siap membantu.
.
__ADS_1
.
"Hanna, suami kamu telpon nih.."ucap Rana dengan menyerahkan ponsel miliknya pada Hanna.
"Bilang aku sudah tidur, aku malas jawabnya." ujar Hanna santai duduk di sofa ruang TV.
"Han, sedari sore laki lo telpon ngga lo angkat-angkat, dia pasti khawatir."ucap Rana.
"Selesai urusan kalian, nih..jawab telpon nya sekarang.Gue mau tidur, mendadak kepalaku pusing buat mikirin masalah kalian yang buat gue bingung." ucap Rana dan memberikan ponselnya pada Hanna.
Mau tak mau Hanna pun menerima panggilan dari Albi melalui ponsel Rana.
"Assalamualaikum mas.." ucap Hanna pertama kali mengangkat panggilan dari suaminya.
"Wa'alaikumsalam, sayang..pulanglah.Nggak baik, apa-apa kamu kabur-kaburan gini.Sudah dari kemari kamu di tempat Rana.Panggilan mas saja nggak pernah di angkat.Katakan ada apa sebenarnya. Kalau kamu hanya diam saja dan malah memilih kabur-kaburan yang ada masalah kita nggak pernah selesai."
Albi mencoba untuk menahan emosi nya yang memang sudah ada di ubun-ubun. Apalagi melihat tingkah kekanakan Hanna.
"Hanna nggak kabur lah, kalau kabur mas nggak akan tahu Hanna ada di mana dan sama siapa. Dari kemarin kan Hanna bilang kalau Hanna butuh waktu buat menenangkan diri." ucap Hanna
"Menenangkan diri untuk apa, kamu kenapa? Kamu jangan kayak gini Han, kalau ada masalah..kita bisa bicarain baik-baik.Kalau mas punya salah kata atau perbuatan, lebih baik kamu jujur."
"Nantilah mas, tunggu waktu saat aku siap." jawab Hanna malas.
Albi menghela nafas dalam dan mengatur emosi dirinya. Rasanya lebih sulit membujuk Hanna dari pada Rossa. Entah pikiran dari mana dia bisa berpikir seperti itu. Padahal selama ini Albi hanya bisa pasrah jika Rossa sudah menentukan sikap nya. Walaupun sering kali tak sejalan dengan apa yang ada di pikiran nya.
Rasa takut kehilangan kembali lagi menghinggapi hati Albi. Apalagi dengan Hanna yang suka memendam sendiri.
Malam itu Albi benar-benar tak bisa tidur
Pagi harinya saat Hanna dan Rana akan jalan ke taman saat di parkiran mereka di kejutkan dengan kedatangan Albi yang tiba-tiba tanpa berkata-kata dia langsung menyeret Hanna ke mobil.
"Mas kamu apa-apaan, aku mau ketaman sama Hanna.Kenapa mas disini?"
"Diam, masuk !!"
Ucapan tegas dan juga bernada tinggi yang di lontarkan Albi membuat Hanna terkejut langsung terdiam dan menuruti perintah suaminya itu.
__ADS_1
Bersambung