
Dua hari berlalu, Hanna masih dalam persembunyian nya yang sudah di atur oleh Firman .
Sedangkan Albi terlihat dua hari ini terlihat kacau karena memang tak ada kabar pun soal Hanna.
"Lo yakin nggak bohongi gue kan Man?" tanya Albi untuk kesekian kalinya.
"Buat apa gue bohong, gue juga ikut nyari bini Lo kok.." ucap Firman dengan wajah kesal.
"Haiii...Al, makan siang yuk.." Cheryl yang tiba-tiba datang menghentikan perdebatan mereka.
"Gue nggak selera." jawab Albi dengan wajah lesu.
Firman melirik ke arah Albi dan menghembuskan nafas kasarnya.Firman melihat Albi yang saat ini sudah sangat kacau begitu kasihan namun, dia sudah berjanji pada Hanna untuk tidak memberitahukan keberadaan nya.
"Kalian kenapa sih, apa ada masalah?" tanya Cheryl dengan pandangan menyelidik.
"Nggak ada,jangan sok tahu Lo..gue cabut, gue udah janjian sama Fiza buat makan siang." ujar Firman yang tak mau lama-lama dengan drama yang akan di pertunjukan oleh Cheryl.
Albi masih diam seribu bahasa.Pikirannya melayang entah kemana.Banyak yang dia pikirkan.Dari istrinya Rossa yang tak ada kabar ditambah Hanna pun ikut menghilang tanpa kabar juga.
Huhh..
Terdengar hembusan kasar nafas Albi.Rasanya begitu berat beban pikiran yang dia hadapi saat ini.
"Ada masalah apa, coba lo cerita sama gue. Kalau soal Rossa gue nggak bisa bantu banyak ,karena gue juga nggak kenal banyak teman-teman nya dia disana." ucap Cheryl.
"Thanks Cher, lo sahabat baik Rossa. Kalau dia hubungi lo tolong tanya dia dimana,bilang ke dia pulanglah sebelum aku berubah hati ku." ucap Albi.
Cheryl terkejut mendengar ucapan Albi barusan.Maksudnya Albi apa? Kenapa dia mengancam akan merubah hati, siapa wanita yang berhasil menggoyahkan rasa cinta Albi pada Rossa.
"I_iya ,nanti gue ngomong sama Rossa." ucap Cheryl dengan sedikit terbata.
...----------------...
Di belahan dunia lain, di sebuah rumah yang lumayan mewah seorang wanita sedang duduk terdiam dengan mata yang sembab.
"Ros,are you okey?" tanya seseorang yang menepuk bahunya. Karena sudah lumayan lama Rossa ,wanita itu terdiam melamun dan hanya isakan tangisnya yang terdengar.
"Aunty, Ros okey.." jawab Rossa dengan menghapus sisa air mata yang jatuh ke pipinya.
"Apa yang akan kamu lakukan setelah ini, Mona sudah tidak ada lagi.Dia sudah tenang dan pastinya dia bahagia Ros." ucap ibu dari Mona sahabat Rossa.
__ADS_1
"Tapi, Rossa sangat merasa bersalah sama Mona aunty, Mona hilang nyawa karena Rossa." ucap Rossa dengan tangis yang kian menyayat hati .
"Sudahlah, perbaiki dirimu dan jangan sia-siakan suami yang begitu baik dan pengertian seperti Albi, dia suami yang sempurna.Tak seharusnya kamu egois dengan segala cita-cita mu yang sedari awal tidak mendapatkan ridho dari suami kamu." ucap Ibu Mona.
Rossa mengingat semuanya. Dari awal dia ingin mengejar cita-citanya yang pernah dia inginkan dengan berbekal janji Albi saat akan menikah dengannya.
"Aku akan kembali ke Indonesia aunty, tapi...aunty gimana?" tanya Rossa yang saat ini merasa berat harus meninggalkan ibu dari sahabatnya yang kini sebatang kara.
"Kamu jangan khawatir, aunty disini juga nggak sendirian.Banyak pekerja dan juga saudara-saudara dari papanya Mona yang masih peduli dengan aunty." ucap mama Mona meyakinkan.
"Baiklah, setelah semuanya beres Rossa akan segera kembali dan meminta maaf pada Albi juga mertua Rossa." ucap Rossa.
Dia bertekad untuk memperbaiki hubungannya dengan suami dan juga mertuanya.
...----------------...
Dua Minggu berlalu, keadaan Albi masih kacau bahkan lebih parah dari pada saat Rossa pergi meninggalkan dirinya.
Firman yang melihat keadaan Albi tentu saja sangat khawatir .Apalagi melihat Albi yang terus memforsir diri nya untuk bekerja demi menghilangkan kesepiannya.
"Al, gue mau minta maaf sama lo." ucap Firman yang kini menatap sahabatnya dengan wajah serius.
"Minta maaf, minta maaf soal apa? Emang lo salah apa sama gue?"tanya Albi dengan wajah bingungnya.
Albi menatap tajam kearah Firman.
"Maksudnya, lo yang sudah sembunyikan Hanna, kenapa lo berbuat seperti ini sama gue !?" bentak Albi dengan mata merah karena menahan emosi dalam dirinya.
"Sorry, ini adalah permintaan Hanna.Dia merasa frustasi dengan kenyataan bahwa lo begitu menyeramkan di masa dulu."ucap Firman yang masih berbicara dengan sedikit candaan pada sahabatnya.
"Nggak lucu Fir'aun !!" sentak Albi.
"Astaga, kenapa lo jadi manggil kayak bocil sih..Firman nama gue, kalau lo lupa mendingan lo cek ke dokter jangan-jangan lo hilang ingatan." canda Firman.
"Sekarang kasih tahu gue di mana Hanna sekarang dan seka.....
Brakkk...
Sebelum menyelesaikan ucapannya tiba-tiba pintu ruangan kerja Albi.
"Surprise !!" teriak seseorang yang sudah berdiri di ambang pintu dengan merentangkan kedua tangannya dan memasang senyuman manisnya.
__ADS_1
"Ros_Rossa .." ucap Albi lirih melihat sosok istrinya yang sudah lama hilang kontak dengannya.
"Rossa kembali, alamat Hanna gimana ini..." batin Firman melihat Rossa yang kini sudah kembali.
Albi dengan cepat melangkah mendekati wanita yang berdiri di ambang pintu.
Albi tanpa aba-aba langsung memeluk tubuh istrinya dan mencium seluruh wajahnya.
"Ini nggak mimpikan yang?" tanya Albi dengan senyum yang merekah.
"Aku nyata honey ..." ucap Rossa dengan mencubit gemas pipi Albi.
"Awwssttt...sakit sayang, ternyata ini bukan mimpi." ucap Albi kembali memeluk tubuh istrinya yang sudah lama dia rindukan.
Sementara Firman dengan wajah datar melihat tingkah suami istri itu.
"Aku merindukanmu.."ucap Rossa berbisik pada Albi.
"Aku juga sangat merindukanmu sayang, kamu kemana saja? Kenapa tiba-tiba menghilang,hemm?" tanya Albi dengan perasaan campur aduk.
Ada persamaan senang ada juga persaan yang entah mengapa rasanya tak tenang.
Sheril yang akan datang ke ruangan Albi tentu terkejut dengan adanya Rossa yang tiba-tiba muncul kembali.
"Kenapa dia bisa kembali ke Indonesia dengan cepat?" batin Sheryl mengepalkan ke dua tangannya.
...----------------...
"Al ,lo mau langsung balik atau ikut gue dulu?" tanya Firman mengisyaratkan agar dia menemui Hanna lebih dulu.
"Firman, lo kan bisa lihat...gue baru balik dan pastinya Albi juga ingin kami cepat sampai rumah, ini kenapa kamu kayak ingin Albi ikut sama lo sih, emang ada perlu penting apa? Soalnya tadi gue tanya sekretaris Albi, dia nggak ada agenda apapun lagi ." ucap Rossa dengan nada tak suka.
Albi yang mengingat pembahasannya dengan Firman sebelum Rossa datang pun sedikit bimbang.
"Bisa besok pagi saja kan Man?" tanya Albi dengan wajah memohonnya.
"Oke.Gue balik duluan." jawab Firman dengan wajah datarnya.
Firman pun pergi lebih dulu dan Albi membawa Rossa untuk kembali kerumah besar, namun..tanpa Albi tahu jika Hanna berdiri tak jauh dari mobil Albi berada.
Dia melihat sosok Albi yang begitu manis memperlakukan wanita yang Hanna tahu jika dia adalah Rossa,istri pertama Albi.
__ADS_1
Bersambung