Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
Seperti Badut


__ADS_3

Hanna sampai rumah langsung masuk ke dalam kamarnya.Rasa kesal karena lagi lagi Albi melakukan hal yang membuat dirinya sakit hati.


Apalagi Albi terlihat begitu bahagia dengan bicara dengan Fiza.Lain saat dia berbicara dengan Hanna yang merasa dingin tanpa mau disentuh bahkan dia begitu rapat menutupi kehidupannya.


Sampai makan malam tiba Hanna memilih untuk tetap berada di dalam kamarnya.


Sementara Mak Yah mencoba untuk menyuruh Hanna makan malam namun,Hanna menolaknya.


Sampai jam sebelas malam Albi baru saja sampai di rumah nya.Albi mengernyitkan dahinya menatap Mak Yah yang masih terjaga.


"Mak Yah,kenapa belum tidur?" tanya Albi duduk di sofa.


"Al,mak khawatir dengan Hanna.Sedari pulang kantor dia tidak keluar dari kamar.Bahkan makan buat malam pun dia menolak.Padahal Mak sudah masak kesukaan Hanna." ungkap mak Yah.


Albi nampak berpikir lalu menyuruh mak Yah tidak memikirkan hal itu dan menyuruhnya istirahat.


"Mak nggak perlu khawatir.Serahkan semuanya sama Al,mak sekarang istirahat." ucap Albi pada Mak Yah.


"Baiklah,tolong kamu lihat keadaan Hanna.Dari Fiza datang Mak Yah belum lihat kamu ngobrol dengan dia sama sekali.Jangan abaikan istrimu.Kasihan dia,jangan lupa dia lebih berhak atas dirimu." ucap Mak Yah menasehati Albi.


"lya mak, terimakasih." ucap Albi.


Mak Yah pun akhirnya memilih untuk istirahat.Karena memang tubuhnya sudah sangat lelah.


Sementara Albi naik ke kamarnya dan membersihkan diri.Setelah membersihkan diri Albi berniat untuk ke dapur mengambil stok air minum untuk di kamarnya.


Saat turun dia melihat lampu dapur menyala dengan langkah pelan dia menuju dapur dan ternyata Hanna yang sedang minum.


"Ehemmm.." deheman Albi sontak membuat Hanna terkejut dan tak sengaja dia pun terbatuk saat minum.


Uhuk uhuk uhuk


Melihat Hanna yang terbatuk sampai wajahnya terlihat memerah Albi pun akhirnya mencoba membantu membuat Hanna bernafas dengan menepuk nepuk punggung nya perlahan.


"Kamu apa-apaan sih mas buat orang kaget saja.Kamu sengaja buat aku kesedek ?!" ucap Hanna dengan nada tinggi.


Hanna pun dengan kesal meletakkan gelas yang dia pegang ke atas meja bar.Hanna pun hendak pergi meninggalkan Albi di dapur namun,dengan cepat Albi menahan lengannya.


"Tunggu !" ucap Albi menarik sedikit sampai Hanna pun akhirnya berhenti melangkah.


"Ada apa,mas perlu sesuatu? cepetan,aku mau tidur. Ngantuk !" ucap Hanna dengan menghempaskan tangan Albi yang masih memegang lengannya.


"Kamu belum makan malam,sebaiknya kamu makan sedikit buat isi perutnya.Kasihan si mak Yah juga yang sudah repot-repot masak buat kamu." ucap Albi


"Aku nggak laper mas,aku hanya perlu istirahat." ucap Hanna tak peduli dengan tatapan tajam sang suami.

__ADS_1


"Hanna, duduk.Aku bilang duduk !!" ucap Albi terdengar lantang.


Hanna menatap Albi dengan ekspresi jengah.Mau tak mau Hanna pun menuruti perintah Albi.


Terlihat Albi mengambil lauk yang memang sudah di panaskan oleh mak Yah.Dia mengambil dua piring kosong dan mengisinya dengan nasi .


Albi meletakkan piring yang sudah diisi nasi ke depan Hanna. Dia pun meletakkan lauk pauk diatasnya.


Hanna masih diam tak merespon apa yang di lakukan suaminya.


"Makanlah." ucap Albi dengan menatap sekilas kearah Hanna.


"Aku nggak lapar." ucap Hanna singkat.


Albi menghela nafas panjang dan memandang wajah istrinya.


"Kamu kenapa keras kepala begini,aku nggak mau kamu sakit.Kalau kamu sakit bagaimana dengan urusan magang mu.Baru sebulan magang sudah sakit sakitan."ucap Albi dengan senyum mengejek.


Hanna mendengar perkataan suaminya memicingkan matanya menatap wajah Albi yang semakin membuatnya muak.


"Aku bisa jaga diri ku sendiri.Mas nggak perlu khawatir,aku nggak akan merepotkan kamu." ucap Hanna dengan sinis.


"Kenapa kamu begini sih,kamu jangan egois.Aku nggak suka kamu menjadi pembangkang Hanna.Kamu istri ku dan wajib untuk patuh dengan suami kamu." ucap Albi yang sudah tidak ada lagi suara lembutnya.


"Suami,suami macam apa yang mas maksudkan? seenaknya masukin perempuan lain kedalam rumah.Tidao mempedulikan perasaan istrinya dan jangan lupa kamu bukan suami selamanya buat aku.Sampai waktunya kita akan bercerai !!" ucap Hanna dengan suara yang terdengar lantang.


"Lancang kamu !!" bentak Albi menggebrak meja membuat Hanna terkejut dibuatnya.


Hanna merasakan sakit di hatinya.Hanna tak mengatakan apapun lagi dan dia langsung berlalu dari hadapan Albi.


Albi menatap nanar kepergian Hanna.Dia mengatur nafasnya yang memburu.


Hanna masuk ke dalam kamar dan menguncinya dan dia pun membaringkan tubuhnya dan menangis sejadinya .


Rasanya begitu sakit hati nya di bentak oleh Albi tadi.Ayahnya saja tak pernah berbuat seperti itu.Namun, orang yang baru saja masuk dalam hidupnya sudah berani membentak nya.


...****************...


Pagi hari Hanna sudah rapih dan keluar dari kamar dan menuju ke dapur.


Terlihat mak Yah yang sedang menyiapkan makanan untuk sarapan.


"Pagi mak Yah..." panggil Hanna pada mak Yah yang sedang sibuk mengaduk nasi goreng dalam kuali.


Mak Yah langsung berbalik dan menatap Hanna dengan kaget.

__ADS_1


"Astaghfirullah,non Ha_Hanna.." ucap mak Yah yang melihat penampilan Hanna yang terlihat berbeda.


"lya ini Hanna mak,kenapa..jelek yaa?" tanya Hanna dengan wajah sedih.


"Ahh..Mak cuma kaget saja soalnya non Hanna tampil beda." ujar mak Yah dengan mengkondisikan ekspresinya.


"Mak Yaaaaaaa.. astaghfirullahal'adzim,Ha_hanna kamu..


"Kenapa kamu jerit jerit sih,kenapa kamu lihat aku kayak lihat hantu?" tanya Hanna yang kesal melihat Fiza yang pagi-pagi sekali sudah ada di rumahnya.


"Kamu ini mau kemana,mau pertunjukan sirkus..hahaha.."


Fiza tertawa terbahak-bahak melihat penampilan Hanna yang di luar prediksi nya.


"Fizaa!!" tegur mak Yah.


"Apa sih mak,Fiza cuma jujur aja dia nggak cocok penampilan kayak gini.Tepatnya kayak badut Ancol hahaha.."


"Apa kamu bilang, keterlaluan kamu.Bilang saja kamu iri kan? nyatanya aku ada disini sama mas Albi bukan kamu.Kamu pasti iri kan ?!"


"Nggak ada gunanya aku iri sama kamu.Perlu kamu ingat,kamu bahkan mba Rossa nggak akan mungkin bisa singkirkan aku."


Plak..


Hanna tiba-tiba menamp*r Fiza dengan keras sampai pipi sebelah kanan Fiza merah.


"Kamu!!" tunjuk Fiza menatap tajam ke arah Hanna.


"Apa,jangan pernah berfikir untuk jadi pelakor kamu,nggak akan pernah bisa kamu perbuat selicik apapun !!"


" Kalau aku jadi pelakor yang ada kamu dan mba Rossa sudah di hempas sama mas Albi.Kalian perempuan ta tahu diri !!"


" Kamu !!"


"Stop,cukup,ada apa ini.Hanna kamu apa-apaan hah?! Ini wajah kamu kenapa kayak gini,kamu aneh-aneh saja belakangan ini.Kamu buat aku setiap hari hanya kesal Hanna !!" bentak Albi yang terlihat sangat marah.


Apalagi melihat penampilan Hanna dengan dandanan menor dengan lipstik merah menyala dan blush on yang terlihat tebal membuat Hanna terlihat aneh.


"Aku cuma mau tunjukkin ke kamu kalau aku bisa kok makeup bahkan lebih cantik dari dia PELAKOR!!" ucap Hanna pedas.


"Hanna,jaga ucapan kamu !! Apa maksudnya kamu berpempilan kayak badut gini,mau goda aku mau buat aku tertarik sama kamu,lihat penampakan kamu yang aneh gini yang ada aku ilfil !!" ucap Albi dengan nada mengejek .


Hanna yang mendengar penuturan Albi pun hanya bisa menangis sedih.Hanna langsung berlari menuju kamarnya dan menangis meraung keras menghapus asal wajahnya.


Brakkk

__ADS_1


Aaaaaaa....


Bersambung


__ADS_2