
Rossa menatap tajam ke arah dengan singkat lalu Cheryl menatap wajah suaminya yang terlihat sangat bahagia dengan kedatangan adik madunya itu.
Senyuman lebar nan terlihat sangat bahagia terlukis dari wajah kedua orangtua Albi.
Rossa melangkah namun,cekalan pada lengannya berhasil membuat Rossa berbalik dan terlihat Cheryl mencekal lengannya. Dengan cepat di hentakannya tangan Cheryl dengan kasar.
Dia melangkah mendekati suaminya dan adik madunya yang sedang berbicara dengan mertuanya.
Setelah dekat dengan adik madunya yang posisinya membelakangi dirinya Rossa dengan kasar menarik lengan Hanna sampai tubuh Hanna berbalik menghadapnya.
Plak
Plak
Dua tamparan mendarat di pipi Hanna dengan begitu keras.
Hanna yang tak siap untuk mendapatkan serangan tiba-tiba dari Rossa pun sedikit terhuyung dan terjelembab ke lantai bersyukur nya Firman dengan sigap meraih tubuh Hanna dan langsung mendekapnya.
Albi pun terkejut melihat tindakan istri pertamanya.Dia langsung menghampiri Hanna dan menanyakan keadaannya.
"Sayang kamu nggak papa?" tanya Albi dengan lirih karena posisi Hanna masih berlindung di pelukan Firman.
Albi tak marah dengan apa yang di lakukan Firman.Karena dia mengerti dan tahu benar kalau Firman menyayangi Hanna dengan tulus dan menganggap Hanna seperti adiknya.
Melihat kelakuan Rossa yang menampar Hanna di depan umum pun tak bisa di terima oleh Liana dia dengan cepat membalas kontan apa yang Rossa lakukan pada keponakannya yang notabene nya saat ini Hanna sedang mengandung dan tak bisa kena benturan sedikit pun.
Plak
Plak
Liana membalas kelakuan Rossa yang di luar prediksi.Rossa pun tersungkur ke lantai karena selain menampar Liana juga mendorong Rossa.
"Kurang aj*r kamu, berani-beraninya kamu berbuat kasar sama keponakan saya, hah..?!!" sentak Liana.
"Dia pantas mendapatkan yang lebih dari itu. Dia sudah merebut suami ku dia PELAKOR!!" teriak Rossa dengan memegang pipinya yang masih terasa panas karena tamparan Liana.
__ADS_1
"Tutup mulut kamu Ros !!" bentak Albi dengan menatap tajam ke arah Rossa.
Sementara Mutia dan juga Emir membubarkan dengan paksa acara makan malam yang memang sudah berlangsung setengah dari acara.
Rossa mendengar suara bentakan dari mulut suaminya sungguh dia tak percaya dengan apa yang saat ini dia terima.
"Kamu bentak aku Al, kamu jahat Al..kamu nggak pernah seperti ini sama aku tapi, karena perempuan ini kamu bentak dan kamu berubah !!"
"Ros,cukup !!" bentak Albi lagi.
Hanna masih menangis dalam pelukan Firman. Dia begitu syok dengan apa yang terjadi saat ini.
Dia memang sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi semua yang akan terjadi kedepannya. Walaupun harus berhadapan dengan Rossa namun, kenyataanya dia tak sekuat yang dirinya bayangkan.
Mempertahankan keutuhan rumah tangga nya dengan Albi yang awalnya hanya untuk bertanggung jawab atas apa yang di lakukan Albi padanya namun, seiring waktu berjalan dengan sadar Hanna sudah terjatuh terlalu dalam dengan perasaannya. Dia bahkan mencintai suaminya dan rela menjadi istri kedua.
"Mas, jangan kasar sama mab Rossa..Hanna mohon.."ucap Hanna tiba-tiba berkata lirih pada Albi.
Hanna menjauhi tubuh Firman dan saat ini dia berdiri di samping Albi.Hanna memegang lengan suaminya.
"Tapi Hanna...
"Kamu nggak perlu repot-repot untuk membela bahkan membantuku di semua orang Pelakor ! Bahkan aku yakin, kamu sebenarnya senang kan lihat aku nggak dianggap di keluarga suamiku sendiri,hemm?"
"Kamu.." tunjuk Rossa ke arah Hanna.
Albi ingin mengatakan sesuatu namun, Hanna mencengkram lengan suaminya dengan sedikit kencang membuat Albi mengerti akan arti dari cengkraman itu.
"Kamu yakin kalau itu anak Albi, jangan-jangan kamu bersekongkol dengan teman-teman mu untuk menjebak Albi dan kamu bisa jadi punya niat untuk menguasai semuanya karena itu tujuan asli kamu kan?! JAWAB!!"
Bentakan Rossa membuat semua orang yang melihat hal itu membuat mereka geram.
"Apa yang harus saya jawab mba,kalau pun saya jujur mengatakan semuanya sekarang. .mba nggak akan percaya sama saya. Apa mba melihat saya seperti itu,begitu buruknya jika perempuan menyandang gelar istri kedua.Mba..kalau saya bisa memutar waktu,saya nggak akan pernah mau menolong mas Albi waktu itu.Kalau mba menganggap saya murah*n atau pelakor itu terserah mba Rossa,tapi..saya ingin hubungan mas Albi dan mba Rossa baik-baik saja."ucap Hanna panjang lebar.
"Kamu pikir kamu hebat, kamu memang sudah mengandung dan entah anak siapa,tapi..aku pastikan jika anak itu bukan anak mas Albi nggak ada alasan mas Albi untuk tidak menceraikan mu!"
__ADS_1
Deg..
"Rossa !!" bentak Albi.
"Kenapa,kamu sudah berjanji untuk menjadikan aku istri satu-satunya buatmu Al,tapi..kamu bawakan aku madu yang begitu pahit..kamu sudah ingar janji Al,ingat kalau bukan ayah ku....
"Cukup Ros, aku mengerti dan aku nggak akan lupa dengan apa yang ayah kamu lakukan untuk ibu ku, walaupun memang dia pengkhianat papa dan mamaku aku tetap menikahi kamu."ucap Albi dengan suara yang terdengar bergetar.
Hanna memandang wajah suaminya dari samping, seperti ada sesuatu yang mengganjal di hati Hanna. Kenapa Rossa berkata seperti itu pada suaminya.
"Dasar perempuan licik.." umpat Mutia mengatai menantunya itu.
Mendengar penuturan mama mertuanya Rossa tersenyum miring.
"Ma, tenangkan dirimu.Hanna,kamu ikut kami pulang nak..pasti kamu sudah lelah." ucap Emir pada istri kedua sang putra.
"Tuan Emir, maaf...biar Hanna pulang dengan saya.Kami tinggal di apartemen Albi dan Hanna jadi,jika tuan Emir dan juga nyonya mau bertemu dengan Hanna,kalian bisa kesana.Untuk alamatnya bisa tanya Albi saja." ucap Liana.
"Kamu yakin nggak mau ikut mama nak?" tanya Mutia
"Yakin mah." jawab Hanna.
"Mas antar kamu pulang." ucap Albi.
"Nggak mas,biar aku sama bang Fir'aun aja juga sama bibi.Kamu pulang saja sama mba Rossa.Aku baik-baik saja.Maaf sudah buat pesta kamu berantakan." ucap Hanna.
"Nggak sayang, bukan salah kamu.." jawab Albi melirik ke arah Rossa yang kini tertunduk.
...----------------...
"Puas kamu ,Puas sudah memaki bahkan menghina Hanna? Dengarkan aku Ros, aku tetap mempertahankan kamu dan aku tetap berusaha baik-baik saja di depan kamu. Apa yang kamu perbuat di luar sana pun aku berusaha untuk melupakan dan menerima kamu lagi,aku sadar aku juga bukan manusia sempurna.Tapi, tolong kamu juga introspeksi diri...kenapa bisa aku lebih dan lebih menghargai Hanna karena dia tidak pernah mengajarkan aku untuk melakukan sesuatu yang di benci oleh Allah yaitu bercerai."ungkap Albi
Penuturan Albi barusan membuat Rossa sadar jika suaminya itu menerimanya kembali karena Hanna dan karena madunya itu yang menyuruhnya.Dia bersikap seperti itu karena bukan dari hatinya.
Rossa menatap nanar sosok suaminya yang kini hilang di balik pintu.Rossa menangis sejadinya.Dia menyesal dengan kesombongan nya dulu.Dia terlalu jumawa jika Dulu dia selalu mengatakan tak akan pernah Albi meninggalkan diri nya.Memanglah kenyataan nya Albi masih di sampingnya namun, hatinya jelas-jelas sudah berpindah ke milik yang baru.
__ADS_1
Bersambung