Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
Terasa Terlambat


__ADS_3

"Apa maksud kamu Ros,apa yang kamu katakan barusan soal Hanna.Dia nggak punya salah di dalam masalah kita.Dia korban di sini."


Rossa mendengar suara Albi langsung mengalihkan pandangannya pada sosok Albi yang kini sudah berdiri di ambang pintu ruangan nya dan juga di sampingnya ada Firman yang menatapnya dengan datar.


"Maksudnya adalah, ini...dia adik angkat kamu sudah bersekongkol untuk membuat aku semakin jauh dari kamu dan juga madu ku itu sepertinya dia sedang menunjukkan betapa hebatnya dia dan berperan sebagai istri kedua yabg teraniaya dan terabaikan.Padahal nyatanya aku yang kamu abaikan disini Al,aku korban dari cinta terlarang kalian !!' teriak Rossa tak peduli lagi dengan kondisi sekeliling nya.


"Keterlaluan!!" bentak Albi dan melayangkan tangannya mengarah ke pipi Rossa namun,dengan cepat Firman menahan tangan Albi dan menggelengkan kepalanya.


Sementara Rossa sudah menghalau dengan tangannya untuk melindungi wajahnya dari tangan kekar Albi.


"Kenapa lo jadi gini Al,kalaupun niat kamu untuk melindungi nama baik Hanna tapi, adik gue nggak akan pernah membiarkan Lo menyakiti seorang wanita apalagi dia seorang istri." ujar Firman.


Albi pun menarik tangannya dari genggaman Firman dengan kasar. Dia mengacak rambutnya dengan rasa frustasinya.


"Sebaiknya kamu pulang, jangan pernah ke kantor ini jika hanya untuk membuat keributan." ucap Albi akhirnya mengusir Rossa dari kantornya .


Albi pun berbalik arah dan masuk ke dalam ruangan kerjanya dengan membanting pintu ruangan itu dengan keras.


Brak..


Rossa mengepalkan kedua tangannya.Dia merasa marah dan kesal dengan pengusirannya yang di lakukan oleh suaminya sendiri.Dia menatap Firman dan Fiza bergantian dengan tatapan benci pada kedua orang yang sudah jelas membela PELAKOR rumah tangganya.


Rossa pun berlalu dari tempat itu tanpa sepatah katapun. Saat dia akan masuk ke dalam lift ternyata seseorang membuat dirinya tambah kesal.


Prok prok prok


"Wahhh...pamor seorang Rossa sudah mulai meredup dan sebentar lagi akan hilang dalam hati Albi.Uuuhh..kasihan...."ucap Cheryl dengan nada mengejek.


"Tutup mulut kamu !!" sentak Rossa dengan menatap tajam ke arah Cheryl.


"Kenapa,takut...? Kamu tahu, adik madu kamu itu tampilannya sederhana ,muda dan pastinya cantik lho..." ucap Cheryl memprovokasi Rossa.


"Jangan keterlaluan kamu Cher, aku dan perempuan itu tidak sebanding dan buat kamu,aku tegaskan..jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan Albi jadi,mundur lah sebelum kamu lebih merasakan sakit hati yang lebih dalam lagi." ucap Rossa dengan senyum miring.


"Kamu...


"Bye bye.." potong Rossa dan masuk dalam lift yang terbuka.


...----------------...


"Han,minum susunya.." ucap Liana memberikan segelas susu hangat untuk Hanna.


"Terimakasih bi," ucap Hanna dengan menerima gelas susu yang di berikan Liana.


"Han,kamu kenapa..bibi perhatikan beberapa hari ini kami gelisah. Apa ada yang sakit atau ada yang kamu inginkan?" tanya Liana.

__ADS_1


Hanna menghela nafas panjang dan menatap sang bibi.


"Sebenarnya..dari kemarin Hanna kepikiran mas Al terus bi, nggak tahu kenapa rasanya ingin banget ketemu dia. Tapi, Hanna nggak enak sama dia." ucap Hanna dengan wajah sedihnya.


"Nggak enak kenapa ,dia kan suami kamu." ucap Liana dengan mengulum senyum menahan tawa melihat sikap keponakan nya yang kemarin-kemarin benci dengan Albi dan sampai dia mengusir Albi dan tak mau bertemu dengan Albi.


"Karena.. karena Hanna bilang sedang marah." ucap Hanna dengan wajah cemberutnya.


"Hahaha..kamu ini lucu sayang, kamu memang benci sama suami kamu dan kelakuannya tapi, anak yang ada di dalam perut kamu itu malah kangen sama bapak moyangnya .. hahaha.."


Tawa renyah Liana pun pecah membuat Hanna kesal dengan sang bibi.


"Bibiiii.....!!"pekik Hanna dengan menghentakkan kakinya dan berlalu pergi ke kamarnya.


Liana melihat kelakuan ponakannya itu pun hanya menggelengkan kepalanya.


"Bilang kangen saja gengsi..bocah." gumam Liana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Udara kota Jakarta hari ini begitu terik. Rossa sedang berjalan-jalan di salah satu Mall guna mencari hadiah untuk suaminya yang sebentar lagi akan berulang tahun.


Dia ke salah satu toko jam tangan yang terkenal di Mall tersebut.


Namun,saat akan masuk ke dalam gerai jam itu tiba-tiba ada yang menyentuh bahunya.


Rossa dengan reflek memutar tubuhnya dan menghadap ke orang yang telah memanggilnya.


Saat baru saja berhadapan dengan perempuan itu,terlihat perempuan tadi sedikit kaget.


"Ma_maaf mba,ini punya mba? Tadi jatuh, makanya saya kejar mba.." ucap perempuan itu dengan senyum tipisnya.


"Ah iya ya ampun, terimakasih ya..ini kebetulan hadiah dari suami saya.Untung mba yang nemuin ini.Terimakasih banyak yaa.." ucap Rossa dengan mengambil sebuah syal dari tangan perempuan itu.


"Sekali lagi saya ucapkan terimakasih ya dek.." ucap Rossa dengan senyum ramah.


"Ah i_iya mba..maaf saya harus segera pergi mba,bibi saya sudah menunggu saya.Permisi.." ucap perempuan itu buru-buru pergi. Panggilan dari Rossa pun tak di indahkannya sama sekali.


"Dek..tunggu dek ..dek..yahhh...mungkin benar dia buru-buru .Sudahlah, yang penting syal pemberian Albi nggak ilang ." gumam Rossa langsung masuk ke dalam toko jam tangan.


.


.


"Astaghfirullahal'adzim..kamu dari mana saja sih Han, dari tadi bibi sama Fiza cariin kamu lho.." ucap Lina yang melihat Hanna berjalan cepat ke arah mereka.

__ADS_1


"Iya maaf, tadi aku ke toilet dan tahu sendiri ini sudah mau weekend bi jadi rame." jawab Hanna.


"Lain kali kamu nggak boleh ngilang-ngilang lagi." ucap Liana tegas.


"Iya bi, cuma....tadi aku ketemu mba Ros.." ucap Hanna lirih.


"Apa,nggak salah dengar kan kita? Tadi kamu bilang ketemu sama mba Rossa terus kamu nggak papa kan ,nggak ada yang luka kan?" tanya Fiza dengan penuh kekhawatiran.


Sampai-sampai Fiza meneliti bagian tubuh Hanna dan Liana melihat tingkah Fiza hanya bisa menepuk jidatnya.


"Fiza,sudah...lagian Rossa kan belum kenal dan belum tahu rupanya Hanna.Mana bisa dia nyakitin Hanna sih..." ucap Liana dengan santai.


Mengingat kebod*hannya barusan Fiza hanya bisa nyengir kuda.


"Sudahlah, kita balik sekarang.Pasti Hanna sudah lelah." ucap Liana memutuskan untuk segera pulang.


...****************...


Malam ini adalah malam di mana kedua orang tua Albi mengadakan jamuan makan malam namun, Albi menginginkan hanya keluarga besar dan para kolega bisnis yang terdekat saja.


"Sudah,perfect.." ucap Rossa meneliti penampilan suaminya itu.


Namun, terlihat wajah Albi yang biasanya selalu tersenyum jika ada acara seperti sekarang namun, saat ini sangatlah berbeda.


"Ada apa,kamu sakit?" tanya Rossa.


"Nggak ,aku baik-baik saja.Aku cuma kepikiran sama Hanna. Sedari kemarin dia nggak bisa di hubungi.Ponsel bibinya juga nggak bisa di hubungi juga." ucap Albi jujur.


Memang benar adanya dia sangat mencemaskan keadaan Hanna saat ini.Karena sedari kemarin tidak bisa menghubungi Hanna dan Liana.


Mendengar penuturan suaminya itu ada rasa kesal di hati Rossa namun, sebisa mungkin dia bisa menutupi nya.


"Sudahlah, kita akan cari tahu tentang dia setelah acara ini selesai.Tapi, sebelum itu...aku mau kamu membuka kado dari ku dulu..." ucap Rossa dengan menyerahkan sebuah kado ke Albi.


Albi hanya menampilkan senyum terpaksa dan mengelus rambut Rossa dengan lembut.Albi membuka kado yang di berikan oleh Rossa dan melihat isi di dalamnya.


"Taraaaa...bagus kan,aku mau kamu memakainya malam ini...sini..kamu harus kelihatan menawan malam ini,kamu pas....


Rossa menghentikan pergerakan saat melihat pergelangan tangan suaminya.Rossa baru sadar jika suaminya sudah memiliki barang yang saat ini dia berikan.


"Kamu..kamu sudah punya jam tangan ini,bukannya ini koleksi terbaru?" tanya Rossa dengan mata yang terlihat berkaca-kaca.Baru kali ini dia merasa gagal dalam memberikan kejutan untuk suaminya.


"Ini koleksi terbaru dan dari awal launching..Hanna sudah memesankan nya untukku." ucap Albi dengan sedikit ragu mengatakan hal itu.


Rasanya sesak dan sakit yang dirasakan Rossa saat. Ternyata madunya yang pernah di katakan Cheryl seorang kampungan tapi,melihat selera dari madunya itu tidak main-main.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2