Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
Kesempatan Memulai Lagi


__ADS_3

Hanna yang memutuskan untuk membatalkan rencana ke tempat Rana pun memilih untuk duduk di taman belakang sambil melihat ikan yang ada di kolam belakang setelah makan malam yang begitu sunyi diantara Hanna dan Albi.


"Han..,bisa kita bicara?" tanya Albi yang berdiri dengan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya di ambang pintu penghubung dapur dengan paviliun.


Hanna yang sedang fokus dengan ikan-ikan yang ada di kolam pun menoleh pada suaminya yang melangkah ke arahnya.


"Mau ngomong apa,kalau mas...


" Aku cuma mau bahas soal kita." potong Albi mendudukkan tubuhnya di kursi taman.


"Soal kita ?" tanya Hanna mulai memasang wajah tak kalah serius.


Hanna pun ikut mendudukkan dirinya di bangku seberang Albi.


"Maaf. Mas minta maaf soal kejadian tadi pagi. Mas nggak bermaksud untuk menyakiti hati kamu." ucap Albi.


"Tapi, kenyataannya mas sudah buat Hanna sakit hati mas.Hanna sadar, kalau Hanna sebagai istri kedua dan sebagai orang yang tak pernah di harapkan kehadiran nya sama sekali. Lebih baik ,mas lepaskan Hanna. Hanna nggak mau mas membuat dosa lebih banyak karena sudah tanpa mas sadar mas sudah mendzolimi aku."


"Nggak. Nggak ada perceraian di pernikahan kita. Kamu tahu, aku nggak akan pernah melepaskan kamu." ucap Albi tegas.


Hanna tersenyum getir mendengar penuturan suaminya itu.


"Apa maksudmu dengan ucapan mas tadi, apa yang sebenarnya ada di otak mas sih, mas mau menggantung aku tak bertali dan membiarkan aku hidup dalam keadaan mengenaskan. Tak pernah dianggap, hanya bisa menerima suaminya yang lebih mencintai istrinya yang entah dimana. Kamu sadar nggak mas, kamu layaknya jadi suami dayus."


" Hanna !! Aku nggak ingin kamu mencampuri urusan aku dengan Rossa. Rumah tangga kita yang kita bahas sekarang. Aku minta kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki semuanya. A_aku, aku akan berusaha membuka hati untuk kamu." ucap Albi membuat Hanna terkejut mendengar ucapan Albi barusan.


" Maksudnya kamu gimana, membuka hati ? Lalu setelah aku sejatuh-jatuhnya dan mba Rossa kembali kamu akan menghempaskan aku?"


" Ng_nggak begitu. Soal Rossa biar aku yang pikirkan. Kita bahas soal kita saja. Sebenarnya aku juga mau bicara soal Fiza."


Mendengar nama Fiza pun membuat Hanna menahan nafas kala mengingat kembali kejadian pagi tadi.

__ADS_1


"Ada apa dengan mba Fiza, mas mau menikahi dia jadi istri ketiga?" tanya Hanna dengan sinis.


"Mana ada,mas nggak mungkin lah nikahi dia." jawab Albi dengan kekehan.


"Kenapa nggak bisa , kelihatannya juga layanan kamu mesra benget sama dia.Padahal aku yang jadi istri kamu saja nggak pernah begitu." cerocos Hanna dengan wajah yang terlihat di tekuk.


Mendengar dan juga melihat respon Hanna yang terlihat kesal dan tak beda jauh seperti ekspresi Rossa saat bahas soal Fiza membuat Albi tertawa melihat ekspresi wajah Hanna.


"Kenapa ketawa,ada yang lucu ?!" tanya Hanna dengan wajah garangnya.


"Astaga.. Hanna, kamu cemburu sama Fiza,hemm?" goda Albi mencolek dagu Hanna.


Hal itu membuat Hanna terkejut dan kelimpungan sendiri.


"Ng_nggak, ngapain aku cemburu sama dia. Kenal juga nggak kok." ucap Hanna sewot.


" Okelah istri ku ini nggak akan menjawab dengan jujur kalau sebenarnya dia itu cemburu. Nggak masalah, yang jelas aku tahu kamu mulai tertarik dengan suamimu ini..hemm..," goda Albi dengan mengerlingkan sebelah matanya.


Melihat tingkah Albi yang membuat hati Hanna kesal akhirnya Hanna berusaha melepaskan cekalan Albi namun, bukan melepaskan cekalan itu malah Albi menarik tangan Hanna dengan sedikit kencang dan berakibat tubuh Hanna terhuyung dan mendarat tepat di pangkuan Albi.


Pandangan keduanya pun sama-sama terkunci.Hanna dengan susah payah menelan silvanya karena dengan posisi sekarang entah kenapa membuat Hanna begitu gugup. Apalagi jarak wajah keduanya begitu dekat bahkan nafas mereka sangat jelas mendengar ditelinga masing-masing.


Jantung Hanna berdetak dengan begitu cepat rasanya Hanna tak sanggup lagi melihat manik mata yang begitu melumpuhkan jiwanya.


Tak lain dengan Hanna, Albi pun merasakan debaran jantung nya yang berdetak kencang dan bahkan tiba-tiba rasa gugup melanda hatinya.


Padahal bukan kali pertama Albi berdekatan dengan seorang wanita bahkan sebelum dengan Rossa pun dia pernah menjalin cinta namun,rasa yang berdesir saat ini begitu berbeda.


Albi memajukan wajah nya sampai dimana kedua hidung mancung keduanya menempel. Entah dorongan apa tiba-tiba Hanna memejamkan kedua matanya.


Albi yang terlihat Hanna memejamkan matanya langsung memundurkan lagi wajahnya dan saat ini dia menyelami wajah cantik alami milik Hanna.

__ADS_1


Lalu dia pun mendekatkan bibirnya ke arah telinga Hanna.


"Jangan sekarang, kamu akan menyesal kalau seandainya aku melahapmu, aku nggak akan bisa berhenti walaupun kamu memohon Hanna."bisik Albi telat di telinga Hanna.


Hanna yang mendengar penuturan suaminya langsung membuka matanya.Dia terasa di kerjai habis-habisan oleh Albi.


"Kamu..


" Sssttt..aku nggak akan melakukan hal itu sebelum kita sama-sama yakin dan aku nggak bisa menjamin bisa melepaskanmu walaupun kamu dengan keras memohon pada ku." ucap Albi dengan begitu lembut di telinga Hanna.


Hanna hanya diam mendengar penuturan suaminya.


Cup.


Kecupan di kening Hanna di daratkan dengan begitu lembut oleh Albi. Dua hati yang sama sama tak karuan semakin membuat mereka salah tingkah.


Namun,Albi begitu pandai menyembunyikan wajah gugupnya.


Sementara Hanna hanya tersenyum malu karena perlakuan manis Albi padanya.


"Sekarang tidurlah, sudah malam. Besok kerja." ucap Albi.


Hanna pun mengangguk dan turun dari pangkuan Albi dengan langsung melangkah lebar masuk ke dalam rumah.


Rasanya begitu malu mengingat kembali kejadian tadi.


Hanna masuk ke dalam kamar dan menguncinya. Dia bersandar pada pintu dan meraba da*anya yang masih berdetak kencang.


"Ya ampun Hanna,apa yang kamu lakukan tadi,malunya aku...kenapa harus merem sih, aku seperti wanita butuh belaian saja.Astaga Hanna..besok harus gimana aku hadapi mas Albi..Aaaaaa...tahulah..pusing, memikirkan bagaimana caranya besok pagi harus menghindari mas Albi." gumam Hanna


Sementara Albi pun tak jauh beda dengan Hanna.Dia mengingat apa yang dia lakukan dan mengingat respon Hanna padanya. Albi tersenyum mengingat kembali bagaimana reaksi malu Hanna saat mereka tak jadi kissing.

__ADS_1


" Kenapa aku gugup karena cuma menghadapi Hanna.Astaga ,kenapa dengan aku ini. Tapi, lihat Hanna tadi..dia menggemaskan juga kalau lagi salah tingkah." gumam Albi mengingat kembali apa yang baru saja terjadi.


__ADS_2