
"Di_dia sudah membuat ku gagal Al." ucap Rossa dengan menunduk sedih.
Tok tok tok
Albi yang terlihat seperti bersalah karena memang harus menjaga hati istrinya satu sama lain.
"Al... Albi..!!" terdengar suara teriakan Mutia memanggil nama putranya dari depan pintu kamar.
"Mama sudah manggil.Jangan pikirkan apapun yang jelas,kado terindah buat aku hanya ingin istri ku menjadi istri Sholeha." ujar Albi memegang kedua pipi Rossa berusaha melapangkan hati sang istri.
Rossa yang merasa kalah lagi dari madunya itu dan hanya mende*ah pelan.
Rossa dan Albi pun akhirnya turun dari lantai atas dan terlihat sudah ada Firman dan juga ada Fiza disana bersama kedua orang tua Albi.
Rossa melihat kehadiran Fiza dan Firman membuat mood Rossa sedikit memburuk .Namun,sebisa mungkin dia menutupinya dari orang-orang.Dia hanya memangdang sinis ke arah Fiza dan semua sifat seperti itu sudah biasa Fiza dapatkan sedari dulu.
Rossa tak pernah menyukai orang-orang yang ada di dekat Albi.Menurut Rossa semuanya hanya membuat dirinya kesal dan tentu saja sangat kesal jika suaminya lebih memperhatikan orang lain di bandingkan dirinya.
"Kenapa lama sekali sih,mama bilang kan habis sholat magrib langsung siap-siap Jadi ba'da isya kita bisa langsung berangkat.Kalau...
"Mama... sekarang kita berangkat." potong Emir memotong omongan sang istri.
Mutia hanya bisa mendegus mendengar suaminya yang sudah memotong omongannya.
Mereka pun akhirnya masuk ke dalam mobil dan melaju ke tempat acara.
Acara malam ini hanya acara biasa yaitu makan malam keluarga besar.
Sampai di hotel milik keluarga Pramudya,mereka masuk ke dalam bollroom yang sudah di sulap menjadi tempat acara.
Albi terlihat mengembangkan senyumnya dengan manis menerima ucapan selamat dari anggota keluarga dan rekan bisnisnya.
"Haiii...Al..!!" panggil Cheryl mendekati Albi yang saat itu bergandengan tangan dengan Rossa.
"Cher.." ucap Albi dengan wajah datarnya.
"Selamat Ulang tahun yaa..semoga selalu sehat, sukses selalu dan semoga kamu dan Rossa masih tetap langgeng walaupun memang harus berbagi,ya nggak Ros.." ucap Cheryl dengan senyum sinis.
__ADS_1
"Terimakasih dan gue mohon jangan buat keributan disini.Kalau sampai lo buat ulang anak buah gue siap buat seret lo keluar dari acara ini walaupun ada kedua orang tua lo disini." ucap Albi memperingatkan Cheryl.
Kali ini Rossa tersenyum puas setelah mendengar penuturan suaminya itu. Dia sudah terlalu muak dengan tingkah Cheryl yang sudah keterlaluan.
Albi dan Rossa pun memilih meninggalkan Cheryl yang kesal dengan sikap Albi yang saat ini benar-benar berbeda.
Suasana pesta malam ini begitu meriah dan Rossa juga selalu ada di samping Albi.
"Al..sekarang kita tiup lilin." ucap Mutia.
"Mah, bisa Al request nggak.. sebenarnya Al mengundang seorang ustadz ke sini dan itu khusus untuk ikut mendoakan Albi juga keluarga kita. Apalagi Hanna yang jauh dari kita dan dia saat ini sedang mengandung." ucap Albi.
Rossa yang tak tahu menahu acara suaminya pun melotot karena terkejut dengan ucapan suaminya.
"Al..kenapa..
"Ros, please jangan buat keributan.Ini acaraku dan tolong hargai suamimu ini juga keluarga besar ku."potong Albi.
Rossa pun langsung terdiam mendengar penuturan suaminya dan memilih untuk tutup mulut sepanjang acara doa bersama yang di pimpin oleh salah satu ustadz muda yang terkenal humble dan cara dakwahnya pun selalu membuat para jamaahnya membludak.
Tiba-tiba lampu ballroom itu padam dan sebuah layar proyektor kini menyala.Sebuah video yang memperlihatkan sebuah pantai yang indah dengan seorang wanita yang berjalan membelakangi kamera.
Walaupun memang terlihat dari arah belakang, nampak jelas jika pemilik tubuh itu sangat Albi kenali.
Terdengar deburan ombak menjadi sound video tersebut.
" Selamat ulang tahun tuan muda,semoga panjang umur,sehat selalu dan semoga menjadi pribadi yang lebih baik.Semoga menjadi Daddy yang terbaik buat anak-anak mu kelak..we love you and miss you always."
Suara lembut dan ungkapan yang terdengar dari layar itu membuat Albi tanpa sadar langsung meneteskan air mata.Menampakkan sebuah foto hasil USG dan bertuliskan
"Happy birthday Daddy.."
Albi tersenyum melihat video yang di putar itu.Rindy semakin besar dia rasakan dalam hati.
Sementara Rossa menatap nanar video yang sedang di putar itu.Terlihat senyum merekah di bibir Albi.Kali ini dia kembali tertinggal dan jelas terlihat bahwa video itu begitu berarti untuk suaminya.
Lighting panggung mengarah ke arah pintu masuk ballroom.Terlihat seorang perempuan dengan balutan dress pendek berwarna hitam dengan kerah baju yang berbentuk V terlihat rambut sepunggung nya tergerai dan tampilan sederhana itu tentu nya memang tampak serasi dengan Albi yang malam ini memakai kemeja warna hitam di luarnya di berikan jaket kulit dengan warna senada.
__ADS_1
"Hanna.."gumam Albi menerbitkan senyuman manisnya dan terasa hatinya lebih bahagia.
Mungkin ini saatnya untuk mengungkapkan sebuah rahasia besar yaitu pernikahan nya yang kedua.
Albi melangkah ingin mendekati Hanna namun, cekalan seseorang yang tak lain adalah Rossa yang masih terlihat syok dengan kehadiran orang yang tak pernah dia harapkan.
"Lepaskan Ros,jangan buat keributan." bisik Albi.
"Apa maksud semua ini Al,apa ini balasan kamu agar impas membalas sakit hati kamu sama aku?"
"Jangan banyak drama kamu Ros,jangan permalukan keluarga ku dengan sikapmu itu.Ingat,kamu wanita berpendidikan tinggi." ucap Albi mengingatkan.
Cekalan Rossa pun terlepas dan Albi dengan berjalan ke arah dimana Hanna berada.
"Sayang,apa ini nyata?" tanya Albi dengan mata berkaca-kaca.
"Selamat Ulang tahun mas.." ucap Hanna menampilkan senyum manisnya.
Albi pun tanpa ragu memeluk tubuh Hanna di depan semua orang. Rossa merasa semakin sesak merasakan sakit di hatinya.
"Hanna." panggil Mutia dengan kedua tangannya menyambut kedatangan Hanna.
"Ma_mama..." ucap Hanna lirih dan menatap wajah suaminya dan Albi pun mengangguk mengiyakan.
Albi menggandeng tangan Hanna dengan erat dan menghampiri kedua orang tuanya.
Mutia memeluk tubuh Hanna dengan erat.
"Anak nakal,kenapa nggak bilang sama mama juga papa,hemm?"
"Maaf mah, Hanna belum siap waktu itu." jawab Hanna memandang sendu wajah mertuanya.
"Welcome back my darling.." ucap Emir menyambut Hanna dengan senyuman mengembang.
...----------------...
__ADS_1
"Ck...ck...ck..kasihan juga yah, seperti menantu yang tidak dianggap.Ehhh...emang bener kan sudah barang tentu Hanna yang jadi pemenangnya..selamat menangis Bombay sahabatku ..hahaha..." ucap Cheryl meledek mantan sahabatnya itu yang terlihat sangat syok dengan sambutan kedua mertuanya pada adik madunya.Yang jelas-jelas sangat berbeda sikapnya terhadapnya.
Bersambung