Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
Titik Terang


__ADS_3

"E...anu Al,itu aku...


"Nggak papa Ros, belajarlah dengan sungguh-sungguh jika kamu melakukan dengan ikhlas pasti hasilnya akan baik juga.


"Maaf Al aku belum bisa menjadi istri yang orangtua kamu mau." ucap Rossa dengan melirik kedua mertuanya.


"Kalau mau berbuat baik dengan suami, jangan pamrih.Orang yang pamrih itu orang yang rugi.Jangan salahkan anak saya jika suatu hari ada orang yang lebih mengerti dia dan membuat anak saya seperti raja.Karena kalau masa itu datang tidak menutup kemungkinan hatinya bukanlah milik kamu lagi."


Deg


Ucapan panjang lebar Mutia membuat Rossa melotot tak percaya.Rasanya ingin sekali membalas omongan ibu mertuanya itu dengan kata-kata sumpah serapah namun, jika itu dia lakukan yang ada dia semakin menjauh dari Albi.


Karena terus terang setelah kembali dan beberapa hari bersama suaminya dia belum mendengar Albi meminta haknya sebagai suami.Ada rasa kecewa dan juga penasaran kenapa suaminya tak meminta haknya.


Apalagi mengingat kembali berapa lama mereka berpisah tak munafik dia sebagai wanita yang sudah nikah pastinya rindu akan belaian sang suami pun kadang datang.


"Sudahlah mah, lebih baik sekarang mama siapin sarapan buat kita." ucap Emir pada sang istri.


"Tenanglah pah, semua sudah mama siapin kok.Kita tinggal makan saja.Ayo pah,katanya kamu mau meeting juga kan."


"Iya,ayo ." ucap Emir beranjak dari tempat duduknya dan melangkah ke arah ruang makan.


Setelah memastikan kedua mertuanya masuk dalam rumah, Rossa menatap suami yang sedang sibuk dengan ponselnya.


"Al, kenapa kamu nggak belain aku waktu mama kamu ngomong gitu sama aku, kamu aku perhatikan semakin berubah. Kamu sudah nggak cinta lagi sama aku yah?"


"Kamu ngomong apaan sih, mama juga ngomong ada benarnya juga. Lebih baik dari sekarang kamu belajar untuk menjadi seorang istri yang baik dan bisa kamu buktikan sama papa sama mama kalau kamu layak untuk jadi menantu mereka.Kamu bilang aku berubah, apa bedanya sama kamu..kalau aku nggak cinta sama kamu,nggak akan aku berikan kamu kesempatan kedua." ucap Albi dengan wajah datarnya.


Deg.


Rasanya Rossa tak percaya jika itu adalah Albi yang mengatakan hal itu. Albi yang selama ini begitu tergila-gila padanya seperti tak ada lagi. Saat ini Albi yang ada di depan nya adalah Albi dengan versi tegas.


Albi bangun dari tempat duduknya dan melangkah meninggalkan Rossa namun, sebelum benar-benar Albi melangkah Rossa mengatakan sesuatu yang berhasil menghentikan langkah Albi.


"Kalau kamu masih cinta dan sayang sama aku dengan porsi yang sama, nggak akan mungkin kamu bisa menahan hasrat kamu saat bersamaku buktinya kamu sudah berubah kan, padahal kita sudah lama berpisah Al." ucap Rossa membuat Albi membalikkan tubuhnya dan tersenyum miring mendengar ucapan sang istri.


"Apa hanya dengan melakukan penyatuan bisa membuktikan aku masih cinta dan setia sama kamu, kayaknya itu nggak bisa jadi tolak ukur untuk perasaan seseorang Ros, aku terlalu lelah dan jika kamu istri yang paham akan situasi suaminya kalau pun itu sebuah kewajiban kita sebagai pasangan tentu nya seharusnya kamu menyuguhkan apa yang suamimu butuhkan,paham? Kalau kamu nggak paham benar, itu sama saja kamu tidak peka."ucap Albi.

__ADS_1


"Benar-benar kamu sudah berubah Al, bahkan kita dulu hanya pisah beberapa hari kamu bisa bersikap romantis tapi sekarang, sepertinya jiwamu tak disini walaupun memang ragamu ada di samping ku."batin Rossa.


...****************...


"Gimana,apa ada kabar soal Hanna Man?" tanya Albi saat mereka selesai meeting.


"Belum ada , orang-orang kita sudah mengecek ke beberapa bandara, stasiun kereta.Tapi, nggak ada penumpang bernama Hanna.Ke kampung halamannya pun nggak ada.Liana pun nggak ada kabar.Ponsel Liana dan Hanna nggak aktif.Aku yakin mereka sudah mengganti SIM card mereka."


"Terminal bus ,apa kamu menyuruh mereka mengecek kondisi terminal bus?"


Firman menggelengkan kepalanya.


"Apa harus, buat apa dia ke terminal?" tanya Firman.


"Siapa tahu dia pernah ke salah satu terminal bus.Kamu coba hubungi anak buah kita buat menyisir area terminal. Cari info atau tidak CCTV."


Firman pun melakukan panggilan telepon ke salah satu anak buahnya dan mengintruksikan semua anak buahnya untuk menyisir terminal.


Sembari menunggu informasi dari anak buah mereka, Albi dan Firman mengerjakan pekerjaan mereka.


Ting..


"Al,ada yang lihat Hanna pernah berada di sebuah terminal." ucap Firman membuat Albi langsung menghentikan pekerjaan nya dan langsung mengambil jasnya dan juga mengambil kunci mobilnya dan dia serahkan pada Firman.


"Kita kesana ,biar lebih akurat."ucap Albi pada Firman.


"Tapi...


"Nggak ada tapi-tapian Man, bini gue harus ketemu." ucap Albi tak mau di batah lagi.


"Dasar batu.." gumam Firman e mengekor di belakang Albi.


"Za,kita pergi dulu tolong scedule buat hari ini re schedule lagi ya.." ucap Albi pada Fiza.


"Emang Abang sama Kak Al mau kemana?" tanya Fiza yang saat ini menjadi asisten kedua Albi.


"Cari bini dia." ucap Firman

__ADS_1


"Bukannya sudah balik dan ada di rumah?"


"Ini bini keduanya Fiza.." ucap Firman dengan gemas melihat tingkah Fiza yang kadangkala menyebalkan.


Hahahaha...


Fiza tertawa melihat ekspresi Firman yang terlihat kesal padanya.


...----------------...


"Al..kemana kamu sih, apa dia sedang meeting sampe nggak bisa angkat telepon," batin Rossa saat menghubungi nomer Albi namun tak ada jawaban sama sekali darinya.


Tak berapa lama mobilnya memasuki parkiran para petinggi GA Group dan Rossa pun keluar dari dalam mobil dan segera masuk ke dalam gedung yang menjulang tinggi itu.


Banyak yang melihat Rossa masuk ke dalam kantor dengan pandangan yang entah.Namun, Rossa tetap acuh dan berjalan dengan pancaran yang penuh percaya diri.


Sampai di lantai di mana ruangan Albi berada dia mengernyitkan dahinya.Hatinya merasa kesal karena melihat sosok yang selalu menempel pada suaminya dari dulu.


"Ngapain kamu disini?" tanya Rossa dengan sinis.


Fiza yang sedari tadi fokus dengan telponnya pun mendongakkan kepalanya menatap wajah seseorang yang sudah lama tidak dia lihat.


"Mba Ros...


"Saya tanya ngapain kamu disini?" tanya Rossa dengan nada membentak.


" Pastinya kerja mba,ngapain lagi.Mba ngapain disini?"


"Kamu masih nanya ngapain disini, pastinya saya akan menemui suami saya lah.."


"Tapi sayangnya, suami mba nggak ada.Ada keperluan yang sangat penting dalam hidupnya."jawab Fiza dengan senyum miring.


"Keperluan penting, kamu tahu dia kemana?"


"Kalaupun tahu, saya nggak akan bilang mba karena memang ini misi rahasia." jawab Fiza


Mendengar jawaban Fiza tentu membuat hati Rossa semakin jengkel di buat nya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2