Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
Teguran Untuk Rossa


__ADS_3

"Kita akan segera ke Padang, tapi.. sebelum itu kita pastikan dulu kebenaran nya. Suruh orang kita buat menyelidiki semuanya,gerak cepat. Gue nggak mau kerja asal-asalan." ucap Albi pada Firman.


Albi pun memberikan instruksi pada Firman dan ke anak buahnya untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai keadaan Hanna. Albi tak mau buang waktu untuk mencari Hanna dengan cepat dan juga harus hati-hati karena dia nggak ingin Hanna pergi lebih jauh lagi dari nya.


Baru saja beberapa hari tak melihat istri keduanya itu rasanya rindunya sudah menggunung do hati Albi.


Pikirannya kacau dan tak bisa fokus dengan pekerjaannya.


Albi sampai rumah jam delapan malam, Firman memutuskan untuk segera bergerak ke Apartemen pribadinya.


"Al, kamu dari mana? Kenapa kamu baru pulang?" pertanyaan yang langsung tertuju padanya saat baru saja masuk rumah besar itu membuat Albi kesal bukan main.


"Kamu bisa nggak sih,biarkan aku masuk dulu, istirahat bahkan aku belum mandi tapi, kamu sudah memberondong pertanyaan yang buat aku pusing." ucap Albi dengan menatap kesal pada Rossa.


Rossa mendapatkan teguran dari Albi yang lumayan membuatnya syok. Apalagi Albi berbicara dengan nada yang terdengar lantang.


"Ada apa ini, kenapa kalian semakin hari bukannya semakin harmonis malah ada saja buat kalian berantem.Kamu Ros, suami kamu baru pulang dan pastinya lelah..biarkan dia masuk dulu, bersih-bersih dulu, istirahat. Harusnya kamu membuatkan sekedar teh atau kopi buat suami kamu, tanya apa dia sudah makan atau belum. Bahkan kamu harus lebih inisiatif buat siapin semuanya. Jangan seperti tadi,baru saja Al masuk sudah kamu todong pertanyaan yang mama rasa nggak perlu kamu tanyakan sekarang. Kalaupun kalian mau bertengkar..lebih baik di kamar. Jangan sampai orang lain mendengar masalah kalian."


Ucapan panjang lebar Mutia membuat Rossa terdiam.


"Papa bilang apa, dia itu nggak pernah bisa menghargai orang lain.Hanya ada egonya dia tinggikan." ucap papa Emir ikut serta menimpali ucapan sang istri.


"Sebaiknya kamu langsung kekamar dulu Al,mama siapkan makan malam buat kamu. Pasti kamu belum makan kan?"


"Baik mah, Al belum makan mah..tolong suruh bibi saja buat siapkan Al makan." ucap Al


"Sudahlah mama bisa , sekarang kamu ke kamar buat bersih-bersih." ucap Mutia dengan wajah kesal dia melirik sang menantu.


Rossa yang masih diam tertunduk pun mulai mendongakkan kepalanya saat Emir menegurnya.


"Ros, sebaiknya kamu susuk suamimu ke kamar.Siapkan keperluan nya." ucap Emir meninggalkan tempat dimana Rossa masih berdiri diam.

__ADS_1


Sedangkan Albi sudah ada di kamar dan langsung masuk ke kamar mandi.


Lelah tubuhnya tak sebanding dengan rasa rindunya pada istri keduanya.


Lima belas menit Albi keluar dari kamar mandi dan ternyata Rossa ada di kamar mereka juga dan sedang duduk di ujung ranjang.


Mendengar pintu kamar mandi terbuka,Rossa pun mendongakkan kepalanya dan tersenyum tipis melihat suaminya yang sudah terlihat lebih segar.


"Al, ini bajunya." ucap Rossa menyerahkan baju yang terlihat santai untuk suaminya.


"Terimakasih.." ucap Al.


Walaupun sedang kesal dengan sang istri,Al berusaha untuk menghargai usaha Rossa yang melayaninya.


"Kamu mau makan, bibi kayak nya sudah selesai buat siapin." ucap Rossa.


"Ya,lain kali berusahalah lebih menghargai orang lain Ros,aku bukannya ingin menyusahkan kamu.Tapi, melayani suami salah satu pahala yang besar untuk istrinya. Apalagi memang itu sudah jadi kewajiban kamu." ucap Albi.


"Kenapa kamu sekarang berubah Al?" tanya Rossa menghentikan langkah Albi yang akan membuka pintu kamarnya.


Albi pun keluar dari kamar nya dan turun ke bawah. Sementara Rossa masih ada di dalam kamar karena sebuah panggilan dari ponsel nya membuat nya urung untuk turun dan menemani Albi untuk makan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Ma..kok mama yang siapin,bukannya bibi?" tanya Al yang melihat sang mama yang menyiapkan makan malam untuk dirinya.


"Nggak apa-apa,nggak sulit juga.Istri kamu mana?"


Albi menatap ke arah tangga namun, tak ada sosok Rossa yang mengikuti dirinya.


"Mungkin ada di kamar mah.." jawab Albi.

__ADS_1


"Syukurlah, mama juga mau tanya sama kamu soal Hanna. Gimana pencarian kamu, apa ada petunjuk dia ada di mana?" tanya Mutia.


"Ada petunjuk sih mah, tapi..aku nggak mau gegabah, karena aku takut dia semakin menjauh.." ucap Albi.


"Sebenarnya, sebelum Hanna hilang..apa kamu ada masalah sama dia?"


Albi menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya dengan perlahan.


"Ada mah, waktu itu..Hanna melihat aku di arena dan disana aku sama Cheryl." jawab Albi menunduk dalam.


"Apa, kamu sama Cheryl lalu Hanna lihat kamu lalu kenap kamu nggak jelaskan apa yang sebenarnya terjadi ?"


"Karena pernikahan aku sama Hanna masih rahasia mah, mana mungkin aku tiba-tiba saja mengejar Hanna dan di sana ada Cheryl. Yang ada, Cheryl akan bilang sama Rossa soal ini. Aku dan Hanna mau mengatakan semuanya jika Rossa sudah ada di sini waktu itu." ungkap Albi.


"Lalu kenapa sekarang kamu nggak ngomong saja sama Rossa soal Hanna, sampai kapan kamu sembunyikan pernikahan kamu sama Hanna Al?"


"Mah, papa..apa papa masih meminta mama buat bujuk aku supaya menikahi Cheryl dan menceraikan Rossa?"


Mutia menggeleng lemah dan dia juga Albi melihat ke arah dimana Emir sedang berjalan mendekati anak dan istrinya.


"Kayaknya asyik bener ceritanya,lagi bahas apa?" tanya Emir dengan mendudukkan tubuhnya di kursi yang tak jauh dari anak dan istrinya itu.


"Soal Hanna,menurut papa gimana? Papa masih mau Albi menikah sama Cheryl?" tanya Mutia.


"Nggak lah, mama gimana sih.."jawab Emir.


"Papa sudah tahu soal Hanna mah?" tanya Albi pada ibunya.


"Sudah,papa sudah tahu dan mama juga papa ingin kamu menemukan anak perempuan papa itu, papa mau buat perhitungan sama dia."ucap Emir tegas.


"Pah,jika papa mau macam-macam sama Hanna atau bahkan papa mau membuat Hanna sedih jangan salahkan Albi kalau Albi akan melawan papa." ucap Albi.

__ADS_1


Rossa yang baru saja datang , mendengar penuturan suaminya dan bahkan terlihat sangat serius jika dirinya begitu melindungi perempuan bernama Hanna.


Bersambung


__ADS_2