
Tamparan yang di berikan Rossa di pipi Cheryl sangat lah kencang.
Rossa terkejut dengan pengakuan suaminya tapi, dia lebih terkejut dengan kata-kata yang di keluarkan dari mulut sahabatnya sendiri.
"Heiii..kamu sudah berani menamparku ,hah?!!" bentak Cheryl yang terkejut dengan tindakan Rossa padanya.
"Itu pantas untuk kamu, aku nggak nyangka sahabat yang aku kira baik ternyata punya niat busu* pada sahabatnya sendiri." ucap Rossa dengan perasaan yang tentu saja kecewa dengan pengakuan sahabatnya itu.
"Hahaha..Rossa.. Rossa,kamu memang perempuan nggak tahu diri yah..? Albi itu nggak pantas untuk kamu. Memang benar keputusan orang tua Albi yang tak pernah menganggap kamu sebagai menantunya. Kamu layaknya parasit yang menjelma jadi seorang putri. Awalnya di ratu kan dan dengan kebo*ohan kamu,Upik abu masuk dan mencuri pangeran kesayangan kamu .. hahaha,miris sekali nasib kamu .." ejek Cheryl dengan tawa yang menggema.
Melihat kelakuan Cheryl yang tiba-tiba berubah 180° menjadi perempuan yang tak punya sopan santun.
"Cukup..cukup aku bilang !!" teriak Rossa.
"Kamu !" tunjuk Rossa pada Cheryl .
"Mulai sekarang kamu bukan sahabatku lagi.Aku nggak mau punya sahabat yang busuk hati." ucap Rossa dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Rasa kecewa dan juga sedih jadi satu.Rasanya dia tak percaya sahabat yang dia anggap seperti saudara sendiri berniat jahat padanya ingin merebut suami nya.
"Hahaha..bagus, kenapa nggak sedari dulu kamu nggak sadar kalau aku sahabat yang tidak baik,tapi..aku juga muak dengan sahabat yang selama ini cuma mementingkan dirinya sendiri. Apa kamu tahu, sebelum kamu mengenal Albi ,aku sudah mencintai dirinya tapi, semenjak kehadiran kamu yang seolah menjadi putri manis dan cantik jelita membuat Albi merasa penasaran dengan mu dan nyatanya Albi berhasil kamu perdaya dengan tampang sok polos mu itu. Kamu boleh senang sekarang..tapi lihat jika nanti madumu kembali,kamu tidak ada artinya bagi Albi bahkan nasibmu lebih mengenaskan !" ucap Cheryl penuh dengan amarah dan penuh dengan dendam.
Tanpa berpamitan dengan kedua orang tua Albi, Cheryl langsung pergi meninggalkan rumah besar itu. Baginya percuma saja berpamitan apalagi setelah melihat interaksi dia dan Rossa juga Albi.
Apalagi melihat reaksi Mutia yang terlihat sangat membencinya.Padahal Mutia yang dia kenal begitu lembut dan penyayang untuk dirinya.
__ADS_1
"Dia pergi begitu saja,dasar anak tidak sopan." ucap Mutia mengumpati reaksi Cheryl yang tiba-tiba berubah 180°.
"Mama baru tahu kalau dia tidak punya adab, sudahlah. Kita bersikap profesional saja, untuk urusan pribadi Mama sama papa bisa pertimbangkan." ucap Albi.
...----------------...
Saat ini Albi dan Rossa sudah ada di dalam kamar mereka. Terlihat Albi yang sudah bersih-bersih diri walaupun memang penampilan nya tak se- klimis biasanya.
"Sekarang jujur sama aku Al, kenapa kamu menikah dengan Hanna.Kalau bukan kalian yang kegatelan pasti pernikahan itu nggak akan terjadi kan?" tanya Rossa sinis.
"Kamu bilang kami kegatelan, kamu sadar apa yang kamu ucap kan itu adalah sebuah tuduhan? Aku dan Hanna menikah tanpa cinta. Aku....sudah melakukan kesalahan pada Hanna dan merenggut kesuciannya saat aku mabu*. Dia memintaku menikahinya sampai pernikahan kita berjalan paling lama satu tahun. Tapi, setelah kamu menjalani kehidupan berumah tangga dia yang begitu perhatian dan juga selalu mengurusku walaupun dia jauh aku ada di Jakarta dia di kampungnya.
Ayahnya menitipkan dia untuk aku jaga seperti ayah kamu memintaku untuk aku menjagamu. Ayahnya sakit keras dan beberapa bulan setelah kita menikah ayahnya meninggal dan kamu tahu,aku sebagai menantu yang tidak pernah membahagiakan mertua ku itu,aku sangat menyesal di saat terakhir nya aku nggak ada di sana dan bod*hnya aku , aku sibuk mengharap kan kamu kembali dan hanya kamu dalam hidupku Ros, sedangkan Hanna,dia sebagai istriku yang benar-benar aku singkirkan." ungkap Albi panjang lebar.
"Kamu bilang kamu dan wanita itu nggak saling cinta lalu kenapa kalian sampai saat ini kamu masih mempertahankan dia.Apalagi dia yang sudah memutuskan untuk pergi dari hidup kamu." .
"Hahaha.. ternyata memang aku bod*h ya Al, aku anggap kamu begitu mencintaiku makanya kamu menerimaku,ternyata kamu sedang bersandiwara dan kamu hanya kasihan sam aku kan,karena kamu sudah berjanji sama papi ku jadi kamu nggak bisa ingkar janji." ucap Rossa dengan air mata yang sudah jatuh dari matanya.
"Kamu salah Ros, aku tetap mencintaimu tidak ada kurangnya.Hanna pelengkap dan penyempurna dari segala yang kita lalui." ucap Albi
"Jadi, kamu akan bilang kamu akan tetap mempertahankan jal*ng itu menjadi madu ku, hahh?!"
"Hentikan ucapanmu Ros, dia bukan jal*ng ,dia wanita yang baik dan dia juga tidak bermaksud untuk merebut posisimu Ros, dia rela berbagi dan ingin menjalani kehidupan yang semestinya." ucap Albi.
Rossa tak habis pikir kenapa Albi kelihatan lebih berat sebelah saat ini.Rossa melihat sosok Albi yang berbeda.
__ADS_1
Drrrrrttt Drrrttt
"Liana.." batin Albi.
"Assalamualaikum Li,ada apa? Apa yang terjadi disana?" tanya Albi yang kini sudah berdiri di balkon kamarnya.
"Wa'alaikumsalam, aku cuma mau ngasih tahu kalau Hanna sudah keluar dari rumah sakit."
"Alhamdulillah,apa bisa aku bicara dengan Hanna Li?" tanya Albi dengan ragu.
Terdengar suara Liana mengatakan jika Albi ingin bicara pada Hanna dan terdengar Hanna menyetujui permintaan sang bibi. Albi tersenyum mendengar ucapan istri keduanya yang bersedia bicara dengannya.
"Assalamualaikum mas..ada apa,ini sudah malam." ucap Hanna yang terdengar lembut.
"Wa'alaikumsalam sayang,mas kangen sama kamu juga calon baby kita.Apa dia baik-baik saja, apa dia menyusahkan ibunya hari ini?" tanya Albi dengan suara bergetar.
Sementara di balik pintu balkon yang tertutup tirai Rossa mendengar apa yang di ucapkan Albi barusan. Dia menutup mulutnya karena mendengar Albi menanyakan soal baby, apa yang sebenarnya suaminya masih rahasiakan.
"Dia baik, cuma aku sedikit mual saja.Mas...apa sebaiknya aku mundur dan kamu fokus dengan mab Rossa." ucap Hanna dengan suara yang terdengar tersendat menahan air matanya yang tiba-tiba rasanya ingin menangis saat mengatakan hal itu.
"Nggak sayang, mas sudah pernah bilang..nggak akan ada perpisahan antara aku dan kamu dan juga aku serta Rossa,aku yakin kalau kita bisa melewati semua ini bersama-sama."ucap Albi yang kini mulai meneteskan air matanya.
"Sudahlah mas , buat apa kita teruskan. Aku akan tetap memperbolehkan kamu bertemu anak kita."ucap Hanna
"Sekali aku bilang tidak ya tidak Hanna, kamu tahu..kamu yang membuat aku kuat, kamu yang membuat aku kembali menjalani hidup dengan baik, siapa yang ada buat aku saat aku jatuh, siapa yang biasa siapin aku makan ,siapa yang biasa nyiapin aku baju, sampai urusan mandi pun kamu yang menyiapkanya.Aku nggak bisa kehilangan kamu Hanna.Kamu penyempurna untukku. Pikirkan nasib anak kita jika kita berpisah, aku nggak ingin anak ku di bully dan aku nggak ingin kamu pisahkan aku sama dia.Cukup saat ini saja tidak untuk nanti dan seterusnya Han.." ucao Albi dengan suara yang sudah terlihat bergetar dan sesekali terisak.
__ADS_1
Rossa mendengar ucapan Albi pun makin merasakan sakit hatinya dan juga serasa tertampar oleh kenyataan jika selama ini tak ada peran yang dia lakukan selama menikah dengan Albi. Hanya bisa menuntut dan selalu merasa bisa dan hebat.
Bersambung