
"Al, kenapa kamu ngomong begitu sama papa? Sebegitu pentingnya Hanna buat hidup kamu, bahkan sekarang aku rasa kamu banyak berubah."
Semua orang yang ada di meja makan pun terkejut karena kemunculan Rossa.
"Ros.."gumam Albi
"Kamu kenapa ngomong begitu sama suami kamu,apa lagi yang membuat kamu kurang dari anak saya. Selama berhubungan dengan mu..dia begitu membela mu,dia juga melawan ku. Lalu apa bedanya sekarang kalau dia membela Hanna? Kalau masalah berubah, itu karena kamu.Jangan semata-mata untuk menunjukkan diri kamu benar, padahal pangkal masalah dari awal itu kamu." ucap Emir dengan nada yang terdengar tinggi.
"Pah,sabar ..." bisik Mutia dengan mengelus lengan suaminya supaya mengontrol emosi nya.
Sementara Rossa mendengar suara lantang mertuanya dengan kata-kata yang begitu menusuk ke dalam hati. Mata nya sudah mulai berkaca-kaca saat perkataan pedas itu terdengar sampai telinga Rossa.
Rossa pun sudah tak tahan lagi dia langsung berlari ke atas dan masuk ke kamarnya dengan membanting pintu kamarnya dengan sedikit keras.
Sementara Albi pun langsung menyusul istrinya yang sempat dia panggil-panggil tadi namun, panggilan nya di acuhkan oleh Rossa.
Ceklek..
Albi masuk ke dalam kamarnya dan melihat Rossa yang sedang menangis karena mendengar ucapan ayah mertuanya.
"Ros, sayang...maafin papa yaa, maafin aku juga.Asal kamu tahu kalau cinta ku padamu nggak berubah Ros,"ucap Albi yang berdiri di belakang Rossa yang sedang duduk di depan meja riasnya.
Rossa mendengar ucapan Albi pun memutar tubuhnya dan langsung berdiri lalu memeluk tubuh Albi dengan erat.
Masih terdengar jelas jika Rossa yang masih menangis sesenggukan.
"Aku nggak mau kamu ninggalin aku Al, aku sangat mencintaimu. Walaupun memang aku akui kalau aku pernah khilaf dan terjerumus dalam dosa ,aku akan memohon Allah limpahkan dosa zina itu ke aku saja yang berdosa jangan kamu." ungkap Rossa.
"Sudahlah jangan menangis lagi, aku mau kamu berubah lebih baik.Bukan untuk ku tapi, untuk kamu sendiri Ros.."ucap Albi
"Anggaplah kedua orang tua ku seperti orangtuamu juga.Jangan meminta timbal balik atas kebaikan yang kita lakukan. Kamu mengerti sayang...?" sambung Albi.
"Iya,tolong kamu jangan bosen buat ngingetin aku dan bimbing aku ya,aku sayang sama kamu Al.." ucap Rossa.
__ADS_1
Rossa menatap suami dengan senyuman dan dia pun mendaratkan bibirnya di bibir Albi.Dengan perlahan Albi menyambut kemauan sang istri. Bagaimana pun juga Rossa juga berhak untuk memiliki dirinya.
Paguta* demi paguta* yang awalnya biasa semakin lama semakin menuntut. Albi pun mulai terpancing dengan ke keagresifan sang istri.
Albi mengangkat tubuh Rossa seperti koala. Tanpa melepas tautan bibir mereka ,Albi melangkah menuju tempat tidur dan membaringkan tubuh Rossa di atas tempat tidur. Dia pun mulai menindih tubuh istrinya itu.
Tangan mereka pun tak tinggal diam.Satu persatu kancing baju mereka pun terbuka dan Albi pun melepas kain yang menutup bagian atas milik Rossa. Albi juga membuka bagian atas miliknya.
Tubuh kekar dan perut kotak kotak yang sangat menawan serta tubuh Rossa yang meliuk-liuk diatas tempat tidur dan begitu terlihat ero*is. Albi pun mulai melepaskan kacamata yang menutup gunung kembar milik Rossa.
Dengan cepat Albi mengelus dan merem*s nya lalu menghis*p seperti bayi dan lidahnya begitu lincah bermain di atas puncak gunung itu. Sementara Rossa yang sangat menikmati kebersamaan mereka yang sudah lama mereka tidak lakukan.
"Aalll...." des*han Rossa mulai terdengar.
Drrrttt Drrrrrttt
Ponsel milik Albi yang ada di atas nakas berbunyi dan Albi pun seolah tuli tak mengangkatnya.
Albi masih menjelajahi dunia yang begitu indah dan nikmat. Dia pun mulai merangsek ke dalam gua milik Rossa namun, deringan telpon Albi terdengar lagi.
"Ada apa,Lo nggak ada kerjaan ? Kenapa mesti gangguin gue sih?"
"Sorry bos , lagi eng ing eng ya? Hahaha oke lah,sorry gue ganggu.. padahal mau ngasih kabar soal Hanna. Besok sajalah." ucap Firman dengan santai.
"Eh Kuya...ngomong saja kenapa mesti nunggu besok, kalau masalah ini nggak ada panding-pandingan.Lo ngomong sama gue apa info yang lo dapet?"
Albi menyugar rambut nya dan turun dari atas tubuh Rossa.
Sedangkan Rossa yang melihat kelakuan Albi sontak membuat dirinya kecewa. Dalam hati Rossa bertanya kenapa suaminya langsung lupa dengan apa yang sedang mereka lakukan.
Terlihat Albi bahkan berbicara sambil memasang baju nya kembali dan melangkah ke luar menuju balkon.
"Apa yang lo dapet soal Hanna?"
__ADS_1
"Yakin mau sekarang, nanti bini lo marah tuh.. pastinya Lo lagi nanggung kan, hahahaha.." tawa Firman pecah saat berhasil meledek sahabatnya itu.
"Sial Lo,sudah buruan sebelum gue potong bonus lo.."ancam Albi.
"Jangan lah bos,lagi ngumpulin duit buat nikah nih..' mohon Firman.
"Makanya jangan banyak cingcong..!" ucap Albi.
"Ok ,Hanna benar ada di Padang dan menurut orang-orang kita kalau di sana dia tinggal di warisan milik ibunya bersama Liana " ucap Firman
"Siapkan semuanya.Gue nggak mau kehilangan jejak dia lagi."ucap Albi membuat Rossa yang ada di ambang pintu balkon mengernyitkan dahinya.
"Mereka lagi ngomongin apa ,kayaknya Albi sedang membahas soal penting."batin Rossa
"Ross..ka_mu sejak kapan do sini?" tanya Albi menyadarkan Rossa dari lamunannya.
"Nggak papa cuma aku aneh saja,kenapa kamu tiba-tiba menghentikan semuanya Al.."ucap Rossa dengan wajah kecewa.
"Sorry Ros,kita lakukan lain kali." ucap Albi dengan wajah yang terlihat seperti tidak terjadi apapun.
"Tapi, kamu membuat aku kecewa Al, apa kamu jijik sama aku karena..
"Sssttt..jangan terus kan , semua yang ada di dalam otak kamu nggak benar,cuma please saat ini aku nggak bisa dan aku harus pergi secepat nya mungkin subuh nanti, ada hal penting yang harus aku selesaikan dan pasti kan." ucap Albi menyambar tas ransel besar miliknya.
"Kamu mau pergi kemana Al,kenapa bawa baju ganti?" tanya Rossa.
"Aku harus pergi keluar kota untuk beberapa hari dan ini nggak bisa di tunda Ros.." ucap Albi.
Rossa hanya bisa pasrah dengan apa yang di katakan Albi padanya.
Benar saja Albi dan Firman langsung terbang ke Padang ke alamat yang telah di berikan oleh anak buah Albi.
"Tunggu aku sayang, aku pasti akan membuat kamu kembali lagi ketempat yang seharusnya kamu berada." batin Albi saat pesawat yang membawanya ke kota di mana Hanna berada berdasarkan informasi yang dia dapatkan.
__ADS_1
Bersambung