Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
Tempat Tinggal Baru


__ADS_3

Albi tak menghiraukan panggilan dari Rossa.Perasaannya tidak karuan mendengar Hanna pergi dan belum tahu dimana dia sekarang berada.


"Kemana Hanna ya Pah, mama jadi khawatir.Terus kenapa Albi kelihatan cemas begitu?" tanya Mutia pada suaminya.


"Entahlah mah, apa yang terjadi juga papa nggak paham.Mungkin tadi dengar Firman yang panik jadi Albi ikut panik."


"Pah ,mah, sebenarnya Hanna siapa? Apa hubungannya dengan Firman juga mas Albi?" tanya Rossa bingung.


"Dia sepupu jauh Firman. Dia anak yang baik dan cantik, pintar masak dan banyak lagi kelebihan nya."tutur Mutia tak sadar jika dirinya sudah memuji wanita yang bukanlah anggota keluarga mereka.


"Selain itu dia pintar tebar pesona aunty." ceplos Cheryl.


Saat kejadian itu memanglah Cheryl masih berada dirumah Albi dan sarapan bersama.


"Apa maksud kamu Cher?" tanya Rossa.


"Yah, gitu deh...dia sudah berani nginep di rumah Albi lho.." jawab Cheryl.


"Apa, nginep dirumah Albi? Rumah yang mana? Jangan ngarang kamu Cher..?!'


Mutia lah yang tak percaya langsung memperingatkan Cheryl untuk tidak memfitnah anaknya .


"Aunty nggak percaya sama Cheryl? Sebenarnya Cheryl juga kaget kalau Albi mengatakan alamat rumah yang beda dengan rumah ini, terus saat disana ada Mak Yah juga,terus disana juga ada Hanna yang katanya nginep karena Firman lagi nggak ada di rumah.Tapi, Cheryl curiga kalau mereka bohong karena...


"Sudahlah,kita jangan bahas ini lagi sebelum Albi bicara kebenaran nya yang ada nanti jatuhnya fitnah."potong Mutia menghentikan pembicaraan mereka tentang Albi dan Hanna.


Karena sebenarnya dia pun sedikit menaruh curiga tentang Albi dan Hanna.Karena saat Hanna di rumah mereka Mutia tanpa sengaja melihat gerak-gerik putranya dengan Hanna yang membuatnya curiga apalagi saat tanpa di duga Albi mencium kening Hanna.


Papa Emir yang melihat tingkah istrinya memicingkan matanya.Papa Emir bukan sehari dua hari kenal sifat istrinya apalagi melihat tingkah istrinya yang sedang tidak baik-baik saja.Saat ini papa Emir melihat Mutia yang sedang gelisah.


Sementara Cheryl yang mendapat perlakuan seperti itu membuat dirinya kesal. Niat hati ingin membakar namun ternyata dengan cepat di padamkan begitu saja.


"Ya sudah, papa ke kantor dulu mah..kamu nggak ngantor Cher?" tanya Emir.


"Ke kantor Om, tapi ..memang sebenarnya ada rencana meninjau lahan baru sama Albi." jawab Cheryl.


...----------------...


Di seberang pulau tepatnya di Pulau Sumatera dan kota Padang lah tempat dimana Hanna dan juga Liana saat ini berada.

__ADS_1


Setelah perjalanan panjang apalagi melalui dengan moda transportasi darat dan laut tentu membuat Liana khawatir dengan kondisi kandungan sang ponakan.


"Gimana keadaan kamu Han? Perut kamu baik-baik saja kan?" tanya Liana yang nampak cemas .


"Hanna oke bi, jangan khawatir.Yang jadi pertanyaan Hanna sekarang, ini rumah siapa?" tanya Hanna.


Rumah sederhana yang cukup terawat dan ada pula gambar saat Hilman sang ibu dari Hanna menikah.


"Ini rumah peninggalan dari nenek kamu dari pihak bunda kamu.Walaupun memang bunda kamu hanya anak adopsi tapi, nenek dan kakek kamu begitu menyayangi nya.


"Apa bunda punya saudara atau semacamnya?" tanya Hanna yang memang tidak tahu banyak tentang keluarga sang bunda.


"Di kampung ini kebanyakan orang keturunan sini dan yang bibi tahu mereka saudara dari nenek sama kakek kamu." ungkap Liana.


Hanna mendengarkan penjelasan sang bibi pun hanya mengangguk angguk dan juga memang ayahnya tak pernah membahas tentang keluarga pihak dari ibu.


"Tenanglah,semua akan baik-baik saja.Keluarga disini pun sudah tahu cerita kamu karena bibi berharap kita bisa hidup damai di sini.Tanoa harus banyak drama lagi." ucap Liana.


Tok tok tok..


Suara ketukan pintu rumah yang Hanna dan Liana tinggali membuat pembicaraan mereka terhenti.


Mereka memang sampai di Padang lumayan panjang perjalanannya sampai kurang lebih 35 jam bahkan sudah berbeda hari.


Ceklek.


Liana membuka pintu rumah nya dan menampilkan wajah seorang wanita tak jauh dari umur nya.


"Uni..maaf lama bukanya.Ada apa uni?" tanya Liana pada seorang wanita yang ada di depan pintu.


"Ini Li,uni bawakan makanan untuk kalian.Pasti kalian belum makan kan..Kalian kayaknya capek banget sampai-sampai uni sudah tiga kali kesini baru kamu buka." ucapnya dengan kekehan yang membuat Liana tersenyum.


"Maaf uni, memang Lia sama Hanna sangat lelah jadi maaf kalau ngerepotin uni terus." ucap Liana.


"Tidak masalah, kita saudara.Ini mau diambil nggak kalau nggak uni bawa balek lagi nih.." candanya menyodorkan rantang yang dia bawa.


"Astaghfirullahal'adzim..maaf uni,Lia sampai lupa suruh uni masuk .Ayo ni, Hanna juga ada di dalam." ucao Liana mempersilahkan tamunya untuk masuk.


Liana masuk di ikuti oleh wanita itu.Di ruang tengah Hanna sedang melamun di kejutkan dengan panggilan dari Liana.

__ADS_1


"Han,heiii..ini loh..ada etek mu ayok salam." ucap Liana pada Hanna yang masih loading.


Etek..??


Perempuan yang bersama Liana tadi tersenyum tipis melihat ekspresi lucu Hanna.


"Hanna ini tante, Tante Ratih..kalau orang padang banyak yang sebut tante dengan sebutan etek.."jelas wanita bernama Ratih itu.


Hanna yang mendengar penjelasan Ratih pun tersenyum malu karena memang dia tidak tahu sebutan itu.


"Ahhh..maaf e_etek, Hanna tidak tahu.Senang bertemu dengan etek Ratih." ucap Hanna dengan menyalami wanita itu dengan takzim.


"Jangan bingung- bingung, panggil saja tante biar lebih enak kamu nya." ujar Ratih.


"Hehehe.. baiklah tante." ucap Hanna sedikit lebih mencair.


"Kalian makanlah,besok pagi kita ke pasar sama-sama buat beli keperluan kalian." ucap Ratih dan pamit untuk pulang ke rumahnya yang tak jauh dari rumah yang Hanna tempati.


Ratih pun bilang jika keberadaan mereka sudah di ketahui pihak lingkungan jadi, mereka nggak perlu repot-repot buat melapor.


Hanna sangatlah bersyukur karena keputusan nya untuk pergi dari kehidupan Albi adalah hal yang tepat.


Sedangkan di Jakarta Albi dan Firman masih kelimpungan mencari keberadaan Hanna. Sudah dua hari ini semenjak dia tahu jika Hanna hilang selalu pulang malam.


"Al...kamu baru pulang?" tanya Mutia yang mendapati sang putra baru saja pulang di jam 1malam.


"Ma_mama,mama ngapain belum tidur?" tanya Albi dengan sedikit terbata.


Hahh...


Mutia menghela nafas panjang dan menghembuskannya dengan kasar.


"Mama nanya sama kamu, kenapa malah nanya balik, kamu dari mana jam segini baru pulang?"


"Aku...


"Cari Hanna, sebenarnya ada hubungan apa kamu sama Hanna,jujur sama mama ."


Ucapan yang terdengar lembut namun, terkesan menuntut membuat hati Albi berdebar-debar.Apa dia harus jujur dengan mamanya soal Hanna?

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2