
Tanpa di sangka oleh Albi respon dari Hanna mengenai permintaannya.
"Kamu kenapa?" tanya Albi dengan wajah cemas dan spontan mendekat pada Hanna.
"Ja_jangan,aku mohon jangan kamu lakukan itu hiks..hiks.." ucap Hanna dengan menyembunyikan wajahnya di antara dua lutut nya.
Melihat respon Hanna membuat Albi terkejut.Hanna bersikap seperti ketakutan dan berkali kali memohon untuk Albi untuk menjauh darinya.
Tangis Hanna pun pecah sampai dia sesegukan.
"Han,kamu kenapa? kamu takut dengan saya?" tanya Albi akhirnya menanyakan hal tersebut pada Hanna.
Hanna mengangguk cepat dan beringsut menjauh dari jangkauan Albi.
"Aku nggak akan mungkin kasar sama kamu.Oke,aku minta maaf dengan sikap dan omonganku tadi.Tapi, please..jangan pernah paksa aku untuk menceraikan kamu.Sampai kapan pun aku tidak akan pernah menceraikan kamu." ucap Albi dengan jarak yang lumayan jauh dari Hanna.
Melihat keadaan Hanna saat ini membuat Albi frustasi.Apalagi saat mendengar Hanna takut padanya.
Dalam hatinya bertanya -tanya apakah mungkin Hanna mengalami trauma atas kejadian itu.Sepertinya dia sangat tersiksa dengan peristiwa malam itu.
Hanna yang mendengar jika Albi tidak akan menceraikan dirinya Hanna pun berusaha menatap kearah Albi.
"Kenapa kamu nggak mau menceraikan aku.Kita tidak saling mencintai.Aku tahu kamu punya istri yang begitu kamu cintai.Bagaimana jika istri kamu tahu kalau kamu punya İstri lagi, bagaimana tanggapannya dan tanggapan keluarga kamu terhadap aku?" tanya Hanna dengan mata yang masih basah dan wajah terlihat kacau.
"Maka kita harus menjaga rahasia itu.Sampai saatnya nanti aku akan mengatakan semuanya pada keluarga dan juga istri ku." ujar Albi dengan wajah yang terlihat santai.
"Tapi,aku nggak mau.Aku ingin kejelasan tentang kita.Jika kamu tidak mau menceraikan aku,aku ingin pernikahan kita di sahkan secara hukum negara juga.Apa.bisa?"
Mendengar permintaan Hanna Albi pun menatap wajah Hanna dengan ekspresi yang tak terbaca.
"Baik,aku akan pastikan pernikahan kita tercatat di hukum negara.Namun,aku ingin kamu tahu posisi kamu sebagai istri kedua dan jangan pernah mengungkapkan pada siapapun hubungan kita berdua kecuali Rana dan Firman.Ngerti?!"
Hanna mengangguk dengan rasa ragu.Dia bingung dengan perasaan nya saat ini.Rasanya seperti orang jahat yang sudah merenggut milik orang lain .Namun, bagaimana lagi..dia tak mungkin bertahan jika tidak ada kejelasan.
"Mulai saat ini,cobalah untuk bersikap seperti layaknya seorang istri.Walaupun tanpa harus melakukan hubungan di atas ran*ang tapi,kita bisa berperan sebagai suami istri karena memang tanggung jawab kita akan hal itu."ucap Albi
Hanna mencoba untuk mencerna apa maksud dari perkataan Albi.Dirinya pun masih sedikit rasa tak tega dengan istri pertama suaminya.Namun,syarat yang diajukan olehnya disetujui Albi dengan ekspresi santai.
"Sekarang kamu tidur,itu kamarnya." ucap Albi menunjuk satu kamar.
__ADS_1
Hanna mengangguk dengan sedikit tertatih Hanna mencoba melangkah menuju kamar tersebut dan langsung menutup pintu itu dengan cepat.
Albi yang melihat Hanna sudah masuk kamar akhirnya memilih untuk menghubungi Firman.
"Ya bro,ada apa?"tanya Firman dengan langsung pada intinya.
"Datang kerumah ku sekarang juga !" ujar Albi tak mau banyak basa basi.
"Hahh,sekarang juga.Rumah kamu yang mana nih?" tanya Firman karena memang dia tahu banyak investasi property milik Albi.
"Rumah gue sama Hanna di bagian Selatan." ujar Albi.
"Okelah.." ujar Firman
"Hemm.." jawab Albi singkat dan langsung memutuskan sambungan telpon.
Sementara di sebrang sana Firma hanya bisa mengumpati kebiasaan Albi yang selalu saja bikin dia kesel.
...----------------...
Di kamar Hanna keluar dari kamar mandi dengan memakai pakaian tidur milik Albi yang tentunya kebesaran untuk ukuran tubuh ramping Hanna.
Pintu kamar terbuka menampakkan sosok Albi membuat Hanna terkejut dan otimatis melangkah mundur perlahan.
Albi menghela nafas panjang melihat respon istrinya itu.
"Sorry,aku kira kamu sudah tidur.Kamu mau makan apa,aku pesan online." ujar Albi dengan sedikit canggung dengan keadaan saat ini.
"Aku nggak lapar.Apa kamu ti-tidur disini?" tanya Hanna dengan ragu.
"Hemm..maaf malam ini aku akan tidur di kamar ini karena baru kamar ini yang rapi.Tapi,kamu jangan khawatir..aku akan tidur di sofa itu dan kamu di ranjang." ujar Albi.
"Tapi...
"Nggak usah tapi tapian,aku nggak akan mungkin meminta yang aneh-aneh saat ini.Maaf kejadian tadi buat kamu takut dengan aku." ucap Albi dengan perasaan yang sangat bersalah.
"Iya.." jawab Hanna singkat.
"Kamu istirahat lah,aku akan tunggu Firman di bawah,ada sesuatu yang penting yang harus kita bahas ." ucap Albi.
__ADS_1
"Oke."jawab Hanna dengan suara iritnya.
Tanpa mau berlama-lama ngobrol dengan Albi,Hanna pun melangkah ke arah tempat tidur dan naik ke atasnya.Tak lupa untuk menutupi tubuhnya dengan selimut tebal.
Dia menutup tubuhnya dengan rapat.
Albi yang melihat kelakuan Hanna hanya bisa tersenyum kecut.Karena dia tahu jika Hanna masih dalam mode takut.
...****************...
"Ada hal penting apa sampai-sampai Lo nyuruh gue langsung datang kesini?" tanya Firman dengan mendudukkan tubuhnya di sofa ruang tengah rumah itu.
"Gue mau daftarkan pernikahan gue sama Hanna secara hukum." ujar Albi memuat Firman yang sedang minum pun terbatuk batuk.
Uhuk uhuk uhuk
Lumayan lama Firman menetralkan dirinya yang sempat terbatuk sampai mengeluarka air mata.
"Lo serius Al?" tanya Firman memastikan.
"Hemm..yakin,itu syarat Hanna jika gue milih buat tidak ceraikan dia." terang Albi.
Senyuman tipis terukir di bibir Firman mendengar ucapan itu.Bukannya mendorong Albi supaya melupakan Rossa namun,dia prihatin dengan hubungan Albi dan Rossa.
Rumah Tangga namun, seperti orang asing.Firman yang melihat kebaikan Hanna yang rela merawat sang ayah saat sakit,dia yakin Hanna juga sosok istri yang baik dan juga menyenangkan.
"Terus soal mertua lo,apa lo nggak harus temui mertua lo?" tanya Firman.
"Nanti empat puluh harian kita kesana."ujar Albi.
"Empat puluhan maksudnya?"tanya Firman yang dari tadi belum tahu kabar ayah Hanna.
"Pak Hilman,alias papa mertuaku sudah meninggal dunia Fir.Bo*ohnya aku nggak pernah berniat angkat panggilan dari Hanna.Ternayata di saat itu ayah semudah tiada.Aku begitu menyesal dengan apa yang terjadi Fir,aku nggak mau mengecewakan ayah Hilman ." ujar Albi.
"Innalilahi wa innailaihi roji'un,lalu Lo ambil jalan untuk tidak bercerai dengan Hanna?"
"Dia sudah menjadi tanggung jawab ku buat selamanya." ujar Albi dengan tanpa ragu lagi.
"Lalu,gimana dengan Rossa??
__ADS_1
Bersambung