Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
Kepergok


__ADS_3

Hanna terjun bebas ke dalam kolam renang dan membuat mak Yah teriak memanggil Albi.


"Aaa..den Albi,non Hanna !!" teriak mak Yah.


Mendengar teriakkan mak Yah membuat Albi langsung berlari ke arah kolam dan melihat Hanna yang melambaikan tangan meminta tolong karena dia tak bisa berenang.


"Astaghfirullahal'adzim Hanna !!" seru Albi dan tak pikir panjang langsung saja Albi menceburkan diri ke dalam kolam yang dingin membantu Hanna untuk naik ke atas.


"Fiza,tolong !" seru Albi pada gadis yang berdiri di samping kolam renang menunggu dengan cemas.


"Sini bang,ayo Hanna biar aku bantu !" seru gadis bernama Fiza mengulurkan tangannya.


Sementara Hanna naik ke tangga pinggil kolam.


Hanna sedikit melirik pada sang suami dan beruntung mak Yah datang.


"Mak,tolong Hanna !"seru Hanna.


Mak Yah melihat Albi dan Fiza bergantian.Tak banyak berpikir mak Yah pun menarik tangan Hanna yang sudah ada di tangga.


Albi hanya diam dengan tingkah istrinya itu.


"Pakai handuk nya, langsung mandi pakai air hangat yaa.." ucap mak Yah dan dengan anggukan Hanna menjawab ucapan mak Yah.


Melihat Hanna pergi begitu saja tak membuat Albi sadar jika istri keduanya itu sedang menahan kesal.


Mak Yah mengambil tas yang sempat Hanna lempar ke pinggir kolam renang.


"Lebih baik abang langsung mandi,nanti masuk angin."ucap Fiza.


"Hemm.." jawab Albi singkat dan langsung masuk ke dalam rumah.


...----------------...


Pagi hari Hanna sedikit kesiangan jadinya dia terlihat buru-buru.


Setelah kejadian dia tercebur ke kolam renang dia tidak keluar kamar sama sekali.


Kesal dan malu dengan kejadian semalam membuat Hanna memutuskan untuk menulikan telinga nya dari semalam. Bahkan saat mendengar ketukan pintu kamar nya berkali-kali Hanna acuh saja.


Hanna turun dari lantai atas dan menuju ke meja makan.Namun sialnya disana sudah ada Fiza dan Albi yang sedang asik menikmati sarapan mereka.


"Pagi Hanna,baru mau berangkat?" tanya Fiza dengan ramah.

__ADS_1


"Bisa lihat aku baru mau berangkat kan,jadi nggak nggak but* kan ?!" ucap Hanna dan mendudukkan tubuhnya ke kursi tepat di dekat Albi.


"Hanna..


"Aku pergi dulu.Assalamu'alikum." serobot Hanna sebelum Albi protes dengan sikap Hanna tadi.Hanna pamit dengan buru-buru.


"Wa'alaikumsalam." jawab kedua orang yang menatap heran dengan sikap Hanna pagi ini.


"Dia kenapa,aneh gitu?" tanya Albi dengan wajah penuh tanya.


"Jangan heran Al,Hanna sedang merajuk dengan kamu.Gitu saja kamu nggak ngerti." ucap mak Yah yang muncul dari dapur.


"Merajuk,kenapa dia merajuk? Aneh.." ucap Albi


Fiza dan mak Yah saling pandang.Rasanya memang Albi kurang peka dengan apa yang membuat Hanna merajuk padanya.


"Kamu ini bang,kenapa nggak peka sih..dia cemburu sama aku."ucap Fiza dengan terkekeh geli.


"Hahh..jangan mengada-ada deh,kamu kan adik angkat ku.Apa yang harus di cemburui.Lagi pula mana ada cemburu kalau nggak ada cinta." ucap Albi.


"Nah itu dia, intinya Hanna sudah mulai membuka hati buat abang.Tinggal abang,mau lanjutin buka pintu hati atau nggak.Kalau abang siap buka pintu hati tandanya abang juga harus pahami perasaannya.Kalau abang nggak ada niat buat menerima kenyataan lebih baik abang lepaskan.Dia berhak bahagia." ucap Fiza.


Albi menghela nafas panjang dan meletakkan sendok yang dia pegang."Kita berangkat sekarang?" tanya Albi mengalihkan pembicaraan.


"Baiklah." jawab Fiza dengan beranjak dari tempat duduknya.


...****************...


"Nggak apa-apa.Mungkin aku cuma lelah saja." jawab Hanna dengan memasang senyuman terpaksanya.


"Jangan BT BT dong,hari ini kita terima honor alias gajian.Gimana kalau kita ngemall.Sudah lama kita nggak hangout kan,"


"Boleh,aku juga malas buat buru-buru pulang." ujar Hanna.


"Kenapa lo ada masalah sama pak bos,kalau lo mau cerita gue siap dengerin.Kalaupun kalau belum siap,nggak masalah." bisik Rana.


"Heiii...kenapa kalian bisik-bisik,lagi ghibahin siapa kalian,hayooo?!" ucap Jana yang sedikit mengagetkan Rana dan Hanna.


"lstt..kamu nih,bikin kaget saja.Kita abis gajian,aku cuma ngajak Hanna ngemall saja." ujar Rana.


"Wah seru tuh,gimana kalau kita nongkrong sama-sama." usul llham.


"Kalau hari ini sorry banget nih,gue sama Hanna ada janji buat jalan berdua saja.Sorry...," ucap Rana membuat alasan pada senior mereka.

__ADS_1


"Yahhhh..ya sudah deh,memang kalian kayak kepompong ya,susah di pisahkan." celetuk Veni.


Hahaha..


Mereka tertawa mendengar penuturan Veni.Hanna dan Rana pun ikut tertawa walaupun mereka memang menertawakan dirinya sendiri.


...****************...


Hanna dan juga Rana pergi bersama ke salah satu Mall besar di Jakarta dan mereka pun membelanjakan uang mereka dengan berbagai macam belanjaan.


"Hanna , sini !" seru Rana memanggil Hanna mendekat pada nya.


Hanna pun menghampiri sang sahabat yang tengah memilih-milih kosmetik.


"Lo harus beli perlengkapan make up.Aku rasa sudah saatnya lo menunjukkan kecantikan yang lo punya di depan suami kamu itu.Gimana dia mau tertarik sama lo,kalau nyatanya lo masih berpenampilan seadanya gini." ucap Rana membuat Hanna cemberut.


"Mana aku bisa make up Rana.Lagian,buat apa aku harus dandan habis-habisan buat suami yang nggak pernah nganggap aku.Sudahlah terima saja jadi istri simpanan selamanya." ucap Hanna dengan putus asa.


"Hanna,jangan gini lah..gue kenal Hanna yang pantang menyerah.Cobalah..!" ucap Rana dengan wajah penuh memohon.


"Jangan biarkan pelakor merebut suami kamu Han,masa kamu sudah jadi istri kedua terus,dia mau nambah istri lagi.Pikir Han, selama kalian nikah saja dia masih cuek sama lo gimana kalau dia nambah istri lagi."ucap Rana mengompori Hanna.


"Okelah, kalau gitu aku ambil paket lengkap deh." ujar Hanna membuat Rana mengangguk dengan semangat.


Hanna berpikir setidaknya suaminya tidak akan kawin lagi.Dia pun akan berusaha untuk mulai berdandan walaupun memang dia tak bisa tapi, dia akan belajar bagaimana make up melalui YouTube.


"Sudah semua kan,kita makan yuk.Laper.." ucap Rana mengelus perutnya yang mulai keroncongan.


"Oke yuk..." ucap Hanna semangat.


Mereka berjalan beriringan dengan wajah senang.Saat di depan restaurant Jepang Rana berhenti dan mengajak Hanna makan disana


"Han,kita makan di sini saja yuk !" ajak Rana


"Wokeh.." jawab Hanna semangat.


Namun,saat mereka masuk ke dalam restaurant ..belum juga duduk Hanna melihat sosok suamiya bersama Fiza di restaurant itu juga dan pemandangan yang membuat Hanna geram saat melihat Fiza dan Albi sedang makan bersama dengan Fiza menyuapi Albi.Apalagi melihat interaksi keduanya terlihat intim.


Hanna diam terpaku dengan pemandangan di depannya.Rasanya kakinya tak mampu untuk melanjutkan langkahnya masuk ke dalam restaurant.


"Hanna !"gumam Albi yang tanpa sengaja pandangan mereka bertemu.


Tanpa mau melanjutkan langkahnya ke dalam restaurant itu Hanna pun menarik tangan Rana dengan cepat dan sedikit berlari keluar restaurant.

__ADS_1


Terlihat Fiza yang ingin mengejar Hanna namun, Albi mencegahnya.


Bersambung.


__ADS_2