Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
Kecupan Manis


__ADS_3

"Gimana bi,sudah di kasih minuman nya?" tanya Hanna yang baru saja selesai melakukan panggilan video dengan sang bibi.


"Sudah non,beres pokoknya." jawab sang ART.


"Terimakasih ya bi,maaf merepotkan." ucap Hanna tak enak hati.


"Tenang saja non,baru non loh yang begitu perhatian sama den Al..hihihi.." ucap ART yang bernama Sarmi.


Mendengar penuturan Sarmi membuat Hanna terdiam.Ada rasa ingin tahu bagaimana kehidupan suaminya dengan kakak madunya .


"Bi Sarmi,lagi ngopo bibi disini? ganggu non Hanna yaa.." tutur Suti


"Ehh..enak aja kamu Ti,aku baru saja antar minuman buat den Firman sama den Al. Kalau kau nggak percaya tanya non Hanna saja." jawab bi Sarmi menimpali tuduhan Suti.


"Benar mba Suti,saya tadi minta tolong bi Sarmi buat antar minuman buat bang Firman sama tuan Al." ujar Hanna.


"Owhh..gitu to.." ucap Suti dengan meringis karena sudah menuduh bi Sarmi yang tidak tidak.


"Tadi aku bilang sama non Hanna kalau baru kali ini ada yang perhatian sama den Al.Karena selama menikah sama non Rossa den Al nggak pernah di buat kan minum atau sekedar menyiapkan baju ganti.Makanya bibi bisa bilang kalau baru kali ini ada orang yang perhatian sama den Al.Ucapan ku benar kan Ti?"


"Kalau soal itu Suti setuju non,kadang kita-kita kasihan dengan den Al.Punya istri seperti tak punya istri.Non Rossa sibuk sama dunianya sendiri.Apalagi kalau sudah sama non Sheril berkali-kali den Al di buat kecewa.Tapi,dasarnya den Al sudah bucin jadinya nerima saja perlakuan non Rossa yang kayak gitu." jabar Suti menimpali ucapan Sarmi.


Hanna yang mendengar pengakuan Suti dan Sarmi pun merasa miris dengan nasib pernikahan suaminya dengan kakak madunya.


"Memangnya selama ini mereka tinggal di sini ?" tanya Hanna akhirnya ingin tahu kehidupan suaminya sebelum mengenal dirinya.


Mereka bercerita tentang Albi dengan sedikit berbisik karena takut ada yang mendengar pembicaraan mereka.

__ADS_1


"lya iya non,mau dimana lagi.Tuan besar ingin kalau den Al nggak keluar dari rumah ini.Sebenarnya saya rasa tuan besar melakukan hal ini juga ada alasannya.Gimana kalau mereka pindah rumah tapi, non Rossa masih bersikap seperti itu pada suaminya,tuan besar mungkin khawatir dengan putranya.Kalau di sini masih ada nyonya yang bisa mengurus den Al dan ada kami-kami yang siap kapanpun den Al minta tolong." ungkap bi Sarmi.


"Jadi begitu nasib pernikahan dengan saling cinta.Tapi, nyatanya mereka tak ada rasa saling tergantung satu sama lain." gumam Hanna.


"Gitu lah non,malah yang kami lihat non Sheril yang sangat perhatian sama den Al.Makanya tuan besar sangat sayang sama non Sheril.Malah dengan terang-terangan tuan besar dulu ingin den Al menikah dengan non Sheril.Tapi,den Al malah menikahi non Rossa tanpa sepengetahuan keluarga nya.Dia menikah di Malaysia ditempat ibu angkat den Al."terang Suti.


Satu kebenaran tentang Albi dan Rossa kembali dia dapatkan.Ternyata bukan hanya pernikahannya yang di adakan tapa sepengetahuan orang tua Albi tapi, pernikahan Albi dan Rossa pun tapa sepengetahuan kedua orangtua Albi juga.


"Kok bisa begitu sih,bukannya mereka saling mencintai dan menikah dengan restu orang tua?" tanya Hanna semakin ingin tahu tentang suaminya.


"Nggak mungkin di kasih restu non,karena sepengetahuan kami..orang tua non Rossa yang sudah terlibat dalam satu kejahatan yang merugikan keluarga Pramudya." ungkap bi Sarmi.


Hanna benar-benar tidak menyangka jika ternyata dia tidak tahu menahu soal suaminya.Soal kehidupan suaminya sebelum dia menikah dengan Hanna.


"Kalian sedang apa disitu?!" teguran atau pertanyaan yang di lontarkan seseorang yang tiba-tiba mengagetkan ketiga wanita yang sedang sibuk dengan pembahasan soal Al dan Rossa.


Ketiganya pun mengalihkan pandangannya ke arah dimana dua orang pria berdiri memandang ketiganya dengan pandangan berbeda.Albi melihat ketiga wanita yang tak jauh dari tempat dia berdiri dengan tatapan tajam dan penuh intimidasi.Sementara pandangan Firman memandang ke tiga wanita itu dengan tatapan datar atau lebih tepatnya tak ambil pusing dengan apa yang mereka bicarakan.


"Hemm.."jawab Al dengan singkat.


Kedua ART itu pun berjalan cepat pergi menuju paviliun belakang tempat mereka beristirahat.


"Bang Fir'aun..kita pulang."ucap Hanna pada Firman.


"Siapa yang mengijinkan kamu pergi dari rumah ini ?" tanya Albi dengan tatapan tajam.


"Lalu mau ngapain disini,kalian sudah selesai dengan urusan kalian kan,ya sudah aku sama bang Fir'aun pulang lah.." ucap Hanna.

__ADS_1


"Malam ini nginep disini.Tidak ada bantahan." ucap Albi dan melenggang pergi meninggalkan Hanna dan Firman.


Hanna yang mendengar penuturan suaminya itu,hanya bisa menganga dan saat ingin membantah langsung dipotong oleh Albi.Sementara Firman hanya tersenyum tipis melihat tingkah suami istri itu.


"Bang,kita pulang saja yaaa..." ucap Hanna dengan wajah memohon.


"Dengerin omongan suami Hanna.Jangan bandel,sudah sana ke kamar kamu.Abang juga mau tidur..capek." ucap Firman dengan santai melangkah meninggalkan Hanna yang merasa geram dengan tingkah Firman dan dengan keputusan suaminya yang menyuruh dirinya untuk menginap.


Mau tak mau dia pun ke kamar tamu dimana dia akan tidur mala ini.Saat dia jalan untuk menuju kamarnya ternyata Albi berdiri di depan pintu kamar dimana dia akan tidur.


"Mau apa lagi, aku ngga mau berantem sama kamu ya mas,capek." ucap Hanna dengan bibir yang terlihat manyun .


Melihat tingkah istrinya membuat Albi merasa gemas.Apalagi melihat bibir ranum Hanna rasanya susah untuk menelan silvanya karena merasa jiwa kelelakiannya bangkit.


Albi tersenyum tipis dan melangkah mendekati Hanna dan mendekatkan wajahnya di hadapan Hanna.Melihat itu,Hanna reflek menundukkan kepalanya supaya menjauh dari suaminya.


"Jangan manyun gitu,yang ada buat saya tidak bisa menahannya Hanna." bisik Albi.


Mendengar ucapan Albi membuat bulu kuduk Hanna berdiri.Tubuhnya membeku saat tangan Albi tiba-tiba meraih pinggangnya dan merapatkan tubuh mereka sampai tak ada jarak antara keduanya.


"Mas,lepas.Nanti ada yang lihat !" ucap Hanna dengan berbisik dan wajahnya yang sudah terlihat panik.


Cup


Hanna melotot melihat tindakan suaminya yang tiba-tiba menci*m keningnya.Lumayan lama Albi memberikan kecupan lembut di kening Hanna.Hal itu membuat Hanna membatu rasanya tubuhnya begitu kaku saat ini.


"Terimakasih.."

__ADS_1


Ucapan Albi barusan membuat Hanna bingung.Kenapa Albi tiba-tiba memberi kecupan padanya dan kenapa tiba-tiba Albi mengatakan terimakasih padanya.Otaknya sungguh sangat bingung di buatnya.


Bersambung


__ADS_2