
Hari ini Hanna mulai ke kampus. Setelah menyelesaikan semua urusannya dia kembali memegang status mahasiswa.
Albi mengantar Hanna sampai depan kampus.
" Mau aku antar sampai dalam sayang?" tawar Albi.
Mendengar ucapan Albi membuat Hanna terkekeh.
"Memangnya aku anak TK yang diantar sama ayahnya buat sekolah. Aku sudah dewasa mas, sudahlah. Sekarang mas berangkat kerja. Aku masuk dulu yaa.. Assalamualaikum."pamit Hanna setelah mencium tangan suaminya.
"Wa'alaikumsalam." jawab Albi.
Hari ini entah mengapa perasaan Albi tak nyaman. Apalagi mengingat Hanna yang melanjutkan kuliah S2 nya.
Semalam dia berpikir tentang kedua istrinya. Bukan ingin membandingkan kedua istrinya namun, entah mengapa Albi menyayangkan keputusannya dulu menyetujui permintaan Rossa kembali melanjutkan kuliahnya di Amerika.
Sedangkan istri keduanya pun sama-sama memutuskan untuk segera melanjutkan kuliah S2 nya yang mempunyai beberapa pilihan baik di dalam ataupun luar negeri.
Hanna memang termasuk mahasiswa yang cerdas maka dari itu, Perusahaan GA Group memutuskan untuk memfasilitasi dirinya untuk kembali melanjutkan kuliahnya dan dengan catatan selesai masa kuliah dia akan bergabung di GA Group baik pusat atau pun cabang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Hanna mengambil jurusan design grafis.
Hanna masuk di area kampusnya.Dia sudah menghubungi Rana yang kebetulan juga mengambil S2 di kampus yang sama.
Saat melangkah masuk Hanna mengecek ponselnya kembali menghubungi sahabatnya.
"Hanna !!'
Seseorang memanggil namanya dengan kencang.
Hanna reflek menoleh ke arah dimana Rana berada.Hanna pun melambaikan tangannya dengan senyum merekah.
Namun sekejap senyum itu luntur bersamaan munculnya seorang laki-laki yang kemarin sempat terlibat masalah dengan Hanna.
Melihat tingkah Hanna yang terlihat berubah saat laki-laki yang ada di samping Rana muncul membuat Rana penasaran.
"Kenapa Han, lo kenal sama Ello ?" tanya Rana menunjuk laki-laki yang ada di sampingnya.
"Lo bukannya cewek yang kemaren kan?" tanya laki-laki bernama Ello itu.
__ADS_1
"Hemm."jawab Hanna singkat.
Melihat reaksi sahabat yang tak nyaman dengan Ello membuat Rana segera merangkul Hanna dan melangkah meninggalkan Ello.
Rana rasa dia akan menanyakan apa yang terjadi sebenarnya dengan Ello dan Hanna sampai-sampai sahabatnya terlihat tidak suka dengan kehadiran Ello diantara mereka.
"Lo ada masalah sama Ello?" tanya Rana saat mereka sudah duduk di kelas.
Hanna menghela nafasnya dengan dalam dan menoleh sekilas ke arah Ello yang duduk di sebelah kanannya.
"Ada insiden kecil. Orang sombong itu kemarin sempat nabrak aku waktu jalan di koridor sampai ponselku retak.Dia dengan sombongnya mau transfer uang buat ganti rugi.Memang lah dia bersikap seperti bertanggung jawab tapi, nada ngomongnya begitu sombong. Apalagi melihat penampilan ponsel android milik ku . Dia bilang mau transfer uang buat aku bisa beli iPhone. Mentang-mentang dia lihat ponsel android aku dia seenaknya mengejeknya." ungkap Hanna panjang lebar.
"Hahhh..gue juga mau bilang dia baik atau tidak gue juga bingung.Karena gue juga ketemu dia baru kemarin. Gue datang mengurus keperluan buat kampus pas bareng dia." ungkap Rana.
"Sudahlah nggak usah di bahas. Gue juga lagi bingung lihat mas Albi. Kayaknya dia nggak excited banget liat gue di Jakarta." ucap Hanna.
Memang Hanna merasa setelah wisuda dirinya seolah Albi sedikit berbeda. Entah apa yang ada dalam pikirannya.
Namun, Hanna juga melihat respon Albi saat Hanna menyinggung masalah keturunan. Sepertinya Albi kurang bersemangat menanggapi keinginan istrinya itu.
"Mungkin dia lagi cape karena kerjaan Han, jangan kepikiran gitu. Suami lo itu pengusaha kaya dan waktunya banyak di curahkan untuk pekerjaan." ucap Rana mencoba memberikan tanggapannya.
"Mungkin saja ," ucap Hanna.
Sepenjang materi Hanna terlihat kurang fokus. Rana melihat gelagat sang sahabat dengan segera menggenggam tangan Hanna.
Sementara di tempat yang sama Ello mencuri pandang ke arah Hanna yang menurut dirinya Hanna cantik alami.
...****************...
"Rana!" panggil Ello membuat Rana dan Hanna berhenti dan menoleh ke arah belakang.
Melihat Ello yang memanggil Rana akhirnya Hanna ijin untuk pergi kekantin duluan tapi, sebelum jauh melangkah Ello berhasil menghentikan langkah Hanna.
"Hanna tunggu !" seru Ello membuat langkahnya terhenti.
Melihat Hanna berhenti pun akhirnya Ello segera mendekat ke arah Hanna.
"Heii..sorry gue mau minta maaf sama lo soal kejadian kemarin.Bukan niat gue sombong atau bertindak semaunya tapi, gue kemarin sempat panik soalnya geu harus urus berkas di kampus lalu gua juga dengar kalau mama gue masuk RS jadi otak gue kacau kemaren." ungkap Ello dengan mata teduhnya menatap Hanna.
__ADS_1
"Gue sudah maafin, jadi permisi." ucap Hanna membuat Ello reflek menarik lengan Hanna.
"Sorry,kita ke kantin bareng." ucap Ello.
Hanna dan Rana saling pandang dan keduanya mengangguk setuju.
Akhirnya ketiganya melangkah beriringan kearah kantin . Tapi, bukan beriringan lebih tepatnya Ello seolah seperti bodyguard bagi dua wanita cantik itu.
Mereka masuk dalam kantin dan mendudukkan dirinya mereka di salah satu meja di bagian yang sedikit tersembunyi di bagian kantin tersebut.
"Kalian mau pesan apa, biar gue pesan buat kalian. Hari ini gue yang traktir sebagai tanda kita akan menjadi teman." ucap Ello membuat dua perempuan dihadapannya yang mendengar kata traktiran pastinya bersemangat.
"Bakso sama Es jeruk buat kita berdua." ucap Rana menyebutkan menu favorit mereka.
"Oke, tunggu sebentar ya dua tuan putri.." ucap Ello membuat dua perempuan itu terkekeh melihat tingkah Ello yang berbeda dengan kesan pertama.
Mereka bertiga pun menikmati pesanan mereka dengan disertai canda tawa dan saling melempar candaan . Buat Ello saat ini dia sudah menjadi teman baru bagi Hanna dan Rana.
...----------------...
Malam kian larut Hanna belum bisa memejamkan matanya.
Berulang kali Hanna menghubungi nomer telpon Albi namun tidak aktif.
Dia pun akhirnya memilih menghubungi nomer Firman.
"Assalamualaikum Han, ada apa?" tanya Firman dengan to the point.
"Wa'alaikumsalam bang, bang Fir'aun sama mas Al nggak?" tanya Hanna.
"Al, nggak Han. Abang lagi di Makassar baru saja tadi siang sampai. Albi belum pulang emangnya?" tanya Firman.
"Belum bang,makanya Hanna khawatir sama dia. Abang bisa bantu Hanna cari tahu dimana dia sekarang? Soalnya nomernya nggak aktif juga. Hanna takut dia kenapa-kenapa."ucap Hanna dengan melihat mondar mandir di dalam kamarnya.
"Oke, abang coba cari tahu deh..kamu jangan khawatir. Albi pasti nggak akan kenapa-kenapa.Abang tutup dulu yaa... Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam.."
Panggilan telepon pun akhirnya berakhir. Hanna yang masih merasa khawatir dengan keadaan Albi pun dia turun ke lantai bawah.
__ADS_1
Namun, saat sampai pertengahan tangga dia melihat sosok Albi yang baru masuk ke dalam rumah dengan sosok wanita seksi yang sedang memapah tubuh Albi yang terlihat sempoyongan.
Bersambung