Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
Surprise untuk Hanna


__ADS_3

Sudah satu minggu Albi ada di Singapura.Dia sudah selesai dengan tindakan operasi. Dia harus adil dengan kedua pernikahannya.


Hatinya memang sudah bukan milik Rossa seutuhnya. Ada nama Hanna yang mengisi hatinya. Rasa nyaman dan perhatian Hanna yang membuat laki-laki itu begitu menyayangi Hanna dan takut akan kehilangan sosok Hanna dari sisinya.


Menurut Albi, Hanna bukan saja bisa sebagai istri bahkan di umurnya yang terbilang lebih muda dari istri pertamanya malah pemikiran Hanna lebih dewasa dan lebih matang.


Ada sisi yang membuat Albi begitu menyayangi Hanna. Istri keduanya bukan orang serakah. Bukan perempuan yang egois untuk memiliki dirinya sepenuhnya.


Kadang kala Hanna mengingatkan jika Albi harus tetap berusaha menghubungi Rossa baik email, telpon atau sekedar chatt yang belum pernah Rossa respon.


"Aku akan berusaha membahagiakan kamu Hanna, terimakasih sejauh ini kamu begitu menjaga ku dan tak pernah merasa menjadi orang paling sempurna di mata ku. Kamu tetaplah kucing manis ku yang selalu manja yang bisa membuat hatiku selalu senang dan gemas melihat tingkah lucu mu." gumam Albi saat pesawat pribadi miliknya mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Soekarno Hatta.


Penampilannya terlihat santai dan saat ini dia meminta orang suruhannya untuk membawa mobil miliknya.


"Siang tuan, maaf sedikit terlambat.." ucap pak Rahmat supir di rumahnya.


"Ah iya nggak papa pak, bapak pulang naik taxi online nggak papa ya pak, tolong sekalian bawa koper saya. Saya mau ke kampus Hanna dulu." ucap Albi pada supir di rumahnya yang suka mengantar Hanna dan juga mak Yah.


"Baik den,nggak masalah."jawab Rahmat.


"Ambil ini pak, itu taksinya.Bapak tinggal naik saja sudah saya bayar." ujar Albi pada sang supir.


"Iya den, ini kok bapak di kasih duit lagi? kan sudah di bayar taksinya?" tanya Rahmat bingung.


"Buat jajan cucu bapak, jangan di tolak rejeki." jawab Albi


"Terimakasih den," ucap Rahmat bersyukur karena cucu nya memang butuh uang untuk membeli susu.


Albi pun akhirnya langsung amsuk ke dalam mobilnya setelah pak Rahmat pergi dengan taksinya.


Albi mengendarai si kuda besinya dengan kecepatan lumayan tinggi. Rasanya tak sabar ingin bertemu istri keduanya itu.


Empat puluh lima menit dia sampai di gerbang kampus sang istri dan langsung masuk dan memarkirkan mobilnya di parkiran fakultas istrinya.


Dia turun dari mobil dan berjalan menyusuri koridor kampus.Banyak pasang mata yang terlihat ke arahnya dengan pandangan memuja.


Albi tersenyum tipis melihat sang istri dengan sahabatnya yang sedang berdiri di luar kelasnya


Albi mendekat dan Hanna yang belum sadar akan kehadiran suaminya itu. Tampilan Albi yang saat ini memakai topi dan kacamata hitam memang sedikit menyamarkan identitasnya apalagi dengan bulu-bulu halus yang sudah tumbuh di sekitar dagunya.


Cup.


Hanna terbelalak ketika sebuah kecupan lembut di bibirnya berhasil mendarat dengan mulus.


Rana dan Ello di buat speechlees di buatnya.

__ADS_1


"Kurang aj*r !!" umpat Hanna yang siap menampar Albi.


Namun, dengan cepat Albi menangkap tangan yang melayang hampir mengenai wajahnya.


Albi membuka kacamatanya dan juga topinya.


"Surprise !!' seru Albi


Melihat Albi yang ada di depannya Hanna menutup mulutnya.


"Mas Al, Miss you..!!' seru Hanna langsung menubruk tubuh jangkung Albi.


Albi pun langsung menyambut tubuh istrinya dan mengecup pucuk kepala Hanna.


" Miss you too sayang.." balas Albi


Keduanya sama-sama cuek saat banyak mata melihat momment tersebut.


Banyak orang yang mengatakan adegan itu begitu romantis. Termasuk Rana yang melihat kebucinan Albi pada Hanna namun, tidak dengan Ello. Dia syok dengan apa yang baru saja dia lihat.


Ehemmmm....


Deheman Rana membuat momen romantis itupun terusik.


Mendengar sindiran Rana yang terbilang frontal membuat Hanna tertunduk malu namun, lain dengan respon Albi yang di luar Nurulnya Rana dan Hanna.


"Ide bagus, kirim nomer rekening kamu ke hp saya.Akan saya tranfer bonus kamu !!" seru Albi seraya menarik pinggang Hanna dan pergi meninggalkan Rana yang kegirangan karena mendengar kata bonus dari Albi.


"Yeeeyyy..oke bos siap, Selamat melepas rindu !!"


Seruan kata-kata frontal Rana membuat orang-orang pada geleng kepala.


"Dia siapa , sepertinya tidak asing dengan wajah orang itu ?"


Pertanyaan Ello membuat Rana segera menghentikan kehebohannya.Lalu menatap Ello .


"Nanti minta klarifikasi dari Hanna ya, gue sudah bilang...kalau lo mau suka jangan sama Hanna, dia sudah ada stempelnya.Terbukti kan lo patah hati sebelum di tolak kan sekarang ,sudahlah gue balik dulu..bye Ello !!'


Mendengar celotehan Rana membuat Ello semakin kesal karena memang sudah Rana peringatkan saat itu untuk tidak menaruh hati pada Hanna.


"Lo suka ya sama Hanna?" tanya Rana


"Kenapa lo tanya begitu?" tanya Ello balik.


"Dari mata lo. Gue tahu lo suka Hanna. Tapi, gue punya saran buat lo..jangan pernah berfikir untuk memiliki nya. Dia sudah ada yang punya."

__ADS_1


Obrolan dengan Rana kembali terngiang di otak Ello.Dia pun mende*ah membuang nafasnya dengan kasar.


...----------------...


"Kenapa mas pulang nggak ngasih tahu aku?" tanya Hanna saat mereka ada di dalam mobil yang melaju membelah keramaian kota Jakarta.


"Kalau ngabarin nggak surprise dong, gimana seneng nggak aku pulang, hemm?"


"Banget, aku kesepian kalau nggak ada kamu yang..." ucap Hanna dengan nada manja.


Dia pun tak ragu lagi bersandar di bahu Albi.


"Kasihan sekali istriku ini, maaf ya sayang.Hari ini khusus buat kamu." ucap Albi dengan mengecup pucuk kepala Hanna yang masih bersandar di bahunya.


Genggaman tangan keduanya masih bertaut di sela-sela kemacetan jalanan Albi mengecup punggung tangan Hanna.


Saat melihat rute jalanan yang tak biasa membuat Hanna bingung. Sebenarnya mereka mau kemana?


"Mas ,bukannya kita mau pulang?" tanya Hanna menegakkan tubuhnya melihat sekeliling jalanan yang mereka lalui.


"Iya kita mau pulang, kenapa memang?" tanya balik Albi tersenyum tipis melihat kebingungan sang istri.


"Mas..jangan main-main lah, Hanna penasaran nih.."


Hahahaha...


Tawa Albi pecah saat melihat respon sang istri yang terlihat lucu.


"Sabar sayang, nanti juga kamu akan tahu.Sebentar lagi kita sampai." ucap Albi.


Tak lama mobil Albi pun memasuki kawasan Apartemen elite di Jakarta. Keamanan yang ketat dan aksesnya pun nggak main-main.


Albi memarkirkan mobilnya di parkiran khusus. Lalu mereka keluar dari mobil.Hanna masih bingung mengapa Albi membawanya ke tempat itu.Albi melihat Hanna yang masih bingung pun akhirnya menggandeng tangan Hanna serta tangan yang satunya dia gunakan untuk membawa rangsel yang dia bawa dari Singapura.


Di depan unit yang berada di lantai paling atas , Albi membuka pintu apartemen itu.


Kesan pertama yang Hanna bisa katakan mewah, indah dan tentunya mengejutkan. Saat masuk ke dalam ruang depan dia terkejut dengan pigura besar yang mamajang gambar dirinya sedang tersenyum manis.


"Mas....


"Welcome to your new apartment dear.."


Speechless yang kini menghinggapi perasan Hanna.Kejutan apalagi ini, rasanya seperti mimpi saat suaminya kini bersikap manis padanya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2