
"Maaf..minumnya,ada sedikit cemilan juga...silahkan. Han,bibi di dapur yaa..kalau perlu apa-apa kamu bilang bibi." ucap Liana dengan nada lembut dan perhatian.
"Iya bi, terimakasih." jawab Hanna.
Setelah Liana pergi ke dapur, ada rasa canggung yang masih terlihat dari kedua istri Albi itu.
"Ah..di minum mba, itu kue nya juga cicipi.." ucap Hanna.
"Terimakasih Han, " ucap Rossa dengan senyum canggung.
"Hanna...saya boleh tanya sesuatu?" tanya Rossa mulai membuka omongan.
"Boleh mba,selama saya bisa jawab... Insyaallah saya jawab dengan jujur."
"Kamu mencintai Albi?" tanya Rossa yang berhasil membuat Hanna diam sesaat.
"Sebenarnya,awalnya sampai beberapa bulan saya menikah dengan mas Al saya belum mencintainya.Bahkan saya sudah sering meminta mas Al menceraikan saya.Tapi, mas Al bukannya menceraikan saya malah mengesahkan pernikahan kami walaupun dengan cara yang kurang baik menurut saya." ucap Hanna dan menundukkan kepalanya.
"Maaf mba, maafkan Hanna..karena sudah mencintai suami mba Rossa.Maafkan Hanna yang mencuri kasih dari seorang Albieza Pramudya.Ayah selalu berpesan,apapun yang terjadi semua itu sudah takdir dan jalan hidup yang harus kita jalani dengan ikhlas.Dengan pertemuan saya dan mas Al pun pastinya sudah tertulis dalam jalan hidup kami." ungkap Hanna.
"Benar apa yang kamu katakan, tapi..semua kesalahanku semua keegoisan aku di masalalu membuat aku menyesal sekarang.Jika dulu aku tidak ini dan itu semuanya tidak akan terjadi tapi, balik lagi apa yang kamu bilang, kita harus menjalani scenario yang sudah ada.Nasib bisa di rubah,tapi jika takdir itu adalah pasti.Rejeki ,jodoh dan ajal sudah di gariskan." ucap Rossa.
"Han,apa boleh aku pegang perut kamu?" tanya Rossa dengan ragu.
Hanna tersenyum mendengar pertanyaan kakak madunya itu.
"Pasti boleh lah mba,karena mba juga mama adek utun.." ucap Hanna dengan senyuman manisnya.
Hanna tersenyum mendengar penuturan adik madunya.Lalu dia pun berdiri dari duduknya dan melangkah ke arah Hanna.Dia berlutut di depan Hanna.Melihat hal itu pun membuat hati Hanna mencelos.
Tangan lembut Rossa pun bergerak pelan mendekat ke arah perut besar Hanna.Dia pun menempelkan telapak tangannya diatas perut yang terlihat membesar.
Tangan Hanna pun ikut membantu menuntun untuk mengelus perut itu .
"Han, i_ini apa kok ada yang bergerak gerak sih..?" tanya Rossa dengan ekspresi wajah yang kaget.
"Hehehe..si adek seneng ya ada mama Ros, itu sambutan dedek untuk mama Ros.."ucap Hanna dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Rossa tidak bisa berkata-kata lagi dia pun langsung memeluk adik madu nya dengan erat. Keduanya sama-sama menangis dengan menyelami perasaan mereka masing-masing.
__ADS_1
Di balik pintu balkon yang tertutup tirai beberapa orang melihat interaksi keduanya.Mereka bernafas lega karena Rossa tak melakukan kekerasan apapun pada Hanna.
"Alhamdulillah,apa yang kita khawatirkan tidak terjadi."ucap mama Mutia dengan lirih.
"Sepertinya Rossa sudah menyadari kekeliruannya selama ini.Papa bisa lihat dia dirumah pun sudah mulai perhatian pada kita."ucap Emir.
Mereka pun langsung melangkah menuju ruang tamu menunggu kehadiran Hanna dan Rossa.
...----------------...
"Hanna... waktunya makan siang.Ros,kita makan sama-sama."ucap Liana membuat suasana haru keduanya pun berakhir.
"Iya bi,ayo mba..kita makan dulu." ajak Hanna.
"Tapi ...
"Bergabunglah dengan kami, di dalam sudah ada mertua kalian juga suami kalian menunggu kita." ucap Liana membuat kedua perempuan itu pun saling pandang.
Ketiganya pun masuk kedalam disana sudah berkumpul ada Firman dan juga Fiza juga disana.
Melihat Hanna yang sedang berjalan pun Albi langsung melangkah menghampiri sang istri dan membantu Hanna berjalan.
"Nggak usah mas, aku bisa kok.." ujar Hanna tak enak hati dengan adanya Rossa di sana.
Hanna dan Albi saling pandang mendengar penuturan Rossa. Keduanya hanya bisa melempar senyum melihat tingkah Rossa.
Semua yang ada di apartemen itu pun akhirnya makan bersama dengan keheningan.Terlihat Hanna menyiapkan makan untuk Albi lebih dulu.Mungkin karena sudah kebiasaan jadinya itu suatu hal yang lumrah saja.
Namun, di sisi lain Rossa yang melihat perlakuan Hanna pada Albi membuat hatinya tercubit.Selama dirinya bersama Albi tak pernah sekalipun dia melakukan apa yang di lakukan madunya.
"Dia begitu mengabdi pada suaminya.Dia wanita yang baik. Jika dia seorang yang jahat,tentu akan membuat aku pergi dari sisi Albi ." batin Rossa.
"Mba...kenapa, apa makanan nya kurang enak?" tanya Hanna pada Rossa yang terlihat masih diam tanpa menyuapkan makanan nya ke dalam mulut.
"Ah...nggak Han,aku suka kok.Oh iya... kehamilan kamu kan sudah masuk delapan bulan,sebaiknya tinggal di rumah saja atau Albi yang stay disini.Aku takut kalau kamu melahirkan Al nggak ada di sini." ujar Rossa.
Semua orang yang sedang ada di sana pun menatap wajah Rossa dan Albi pun menatap mama dan papanya.
"Aku akan berusaha membagi waktu ku untuk Hanna dan kamu Ros." ucap Albi.
__ADS_1
"Kalau menurutku, lima bulan terakhir ini kamu sudah selalu bersamaku.Aku yakin kalau anak yang ada di kandungan Hanna pastinya ingin merasakan bagaimana tidur dengan papanya,iya nggak Han?"
Hanna yang mendapatkan pertanyaan tak terduga itu pun merasa tak enak hati pada kakak madu nya itu.
"Tenang saja Han ,aku ngerti kok.Lagian di rumah ada papa sama mama kalau disini hanya ada Liana. Kalau kamu kenapa-kenapa gimana? Sudahlah pokoknya Albi harus tinggal di sini sementara waktu.Setelah melahirkan kamu harus pindah di rumah mama sama papa biar mereka bisa mantau dan bantu kamu." ujar Rossa seperti tak punya beban.
...****************...
"Al,nanti siang aku pergi ke tempat teman aku. Ada urusan yang harus aku selesaikan." ucap Rossa saat Albi ingin berangkat ke kantor.
"Teman siapa,bukannya kamu janjian sama Hanna buat ke salon?" tanya Albi.
"Nggak jadi ,mungkin besok deh .." jawab Rossa.
"Kamu pulang ke apartemen kan?" tanya Rossa.
"Kenapa memangnya? Kamu nggak mau aku pulang kesini?" tanya Albi mengernyitkan dahinya.
" Bukan gitu, sekarang kan kandungan Hanna sebentar lagi mau sembilan bulan,kamu harus jadi papa yang siaga dong .."
"Iya ,ya sudah kamu hati-hati jangan lupa kabarin kalau ada apa-apa." ucap Albi dah mencium kening Rossa.
Setelah Albi pergi Rossa pun langsung berangkat ke tempat dimana dia janjian ketemu dengan seseorang.
Tak butuh waktu lama Rossa sampai di sebuah Caffe dan melihat sekeliling dan melihat orang yang dia maksud sudah ada di sana.
"Sorry sorry aku telat..." ucap Rossa saat duduk di kursi di seberang orang tersebut.
"No problem." jawab orang tersebut.
"Gimana, kamu sudah bereskan semuanya?" tanya Rossa.
"Tenang saja,semua sudah beres tinggal tunggu surat panggilan saja." ucapnya.
"Terimakasih sudah mau bantu aku." ucap Rossa.
"Kamu yakin kalau kamu akan melakukan sejauh ini?"
"Aku yakin dan ini adalah yang terbaik buat semuanya." jawab Rossa dengan tanpa ragu.
__ADS_1
Dia menghela nafas panjang dan menyandarkan tubuhnya pada kursi yang dia duduki.
Bersambung.