
Setelah selesai dengan urusan nya dari Caffe tersebut Rossa melajukan mobilnya ke arah sebuah kantor polisi.
"Selamat siang pak, bisa bertemu dengan tahanan bernama Cheryl?" tanya Rossa.
Yah, Rossa berniat untuk melihat mantan sahabatnya itu.Bagaimana pun ada sesuatu yang ingin Rossa sampaikan pada wanita itu.
Tak lama menunggu Cheryl muncul dengan pengawalan dua sipir dan menggunakan baju khas tahanan.
"Ngapain lo kemari? Mau ngejek gue Lo?!" ucap Cheryl dengan penuh kebencian.
"Mana ada ,gue kesini cuma mau nganterin lo makanan. Lo pastinya kangen sama makanan kesukaan lo kan ..ini gue bawain. Sushi dari langganan kita." ucap Rossa santai meletakkan paper bag yang dia bawa ke hadapan Cheryl.
"Tujuan lo kemari pasti bukan cuma nganter ini kan,pasti ada sebab lain?" tanya Cheryl.
"Gue cuma mau minta maaf sama lo. Gue tahu lo benci sama gue kan saat tahu kalau Albi lebih milih gue dari pada Lo? Cher,mungkin karena itu lo jadi sejahat ini, tapi ..kenapa mesti lo berbuat sejauh ini sih Cher. Tuhan sudah kasih hukuman buat gue. Walaupun gue nggak jadi tahanan kayak lo tapi, sejatinya Tuhan lagi ngajarin gue buat sadar diri dan sadar posisi."ungkap Rossa.
Cheryl tak menyela dan hanya bisa mendengar penuturan Rossa.
"Kata-kata lo benar,Albi sudah nggak cinta lagi sama gue tapi, dia masih bertahan sampai saat ini karena Hanna. Dia wanita baik, dia mikirin gue yang memang senasib kayak dia yang sudah nggak punya keluarga.Bahkan nasibnya masih baik daru pada gue.Dia ada bibi yang begitu menyayangi nya dan menjaganya sementara gue nggak punya siapa-siapa. Lo yang gue anggap sebagai sahabat malah jahatin gue.Saat ini hanya mertua gue yang gue punya.Mereka sudah mulai menerima gue dengan baik. Tapi sayangnya ,Albi sudah pergi jauh. Hatinya sudah bukan milik gue lagi. Gue kalah Cher,gue banyak kekurangan gue nggak bisa kasih apa yang Albi dan keluarga nya butuhkan." ucap Rossa dengan mata berkaca-kaca.
"Lalu kenapa lo masih stay sama dia.Sedangkan lo hanya bisa menerima luka Ros.." ucap Cheryl.
"Cher...gue kesini cuma pengen lo tahu,gue akan pergi dan mungkin nggak bisa nengokin Lo lagi. Tapi, suatu saat gue akan ketemu lo saat lo sudah ada di luar.Berubahlah jadi Cheryl yang dulu.Gadus baik, manja juga pastinya suka Pesta hehehe .."
"Maafin gue ya Ros, apapun keputusan lo gue yakin lo sudah berpikir panjang dan juga resikonya.Jaga diri lo dan jangan lupa hukuman gue 7tahun." ucap Cheryl dengan kekehan.
Merekapun saling tertawa bersama setelah selesai jam besuk pun Rossa pulang ke rumah tak lupa mengabari Albi.
Perasaan Rossa saat ini begitu lega karena semua beban yang ada di hatinya sudah dia urai dan saat ini tinggal eksekusinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sejak Rossa Hanna sering bersama dan bahkan mereka layaknya seperti adik dan kakak yang kemana-mana sama-sama.Rossa pun sering mengunjungi madunya itu di Apartemennya.
Hari ini Albi dan Hanna sedang duduk santai di ruang tamu tiba-tiba Liana menghampiri Albi dan Hanna.
"Ini ada surat buat kamu Al.." ucap Liana menyerahkan amplop yang ada di tangannya.
__ADS_1
Albi memegang amplop dan dia melihat pengirimnya dan matanya membulat sempurna melihat siapa. pengirimnya.
Dia langsung membuka laptop itu dan terlihat dia begitu syok.Hanna yang melihat gelagat suaminya yang aneh pun mengambil surat yang masih di tangan Albi dan membacanya.
"Mas,kenapa mba Rossa melakukan ini?" tanya Hanna.
Albi hanya menggelengkan kepalanya tanda tak tahu.
"Kita harus ketemu mba Rossa mas,kita kerumah papa." pinta Hanna.
Albi pun langsung mengiyakan. Akhirnya mereka pun kerumah papa Emir.
Dada Albi rasanya bergemuruh karena menerima surat gugatan perceraian dari pengadilan dan itu perbuatan Rossa.
Sampai di rumah orangtuanya Albi langsung masuk ke dalam rumah sementara Hanna jalan perlahan untuk masuk ke rumah mertuanya.
Hanna tahu jika Albi sedang tidak baik-baik saja.
"Rossa...Ros... Rossa!!" teriak Albi saat masuk ke dalam rumahnya.
"Al..loh...kenapa kamu teriak-teriak,Rossa ada di kamar."ucap Mutia sang mama.
"Mah,pah..." panggil Hanna.
"Hanna.. Astaghfirullah,kamu kesini terus kenapa Albi ninggalin kamu,malah nyaru Rossa kayak orang kesetanan." omel Mutia yang langsung menggandeng menantunya itu.
"Ada apa sebenarnya,kenapa Albi seperti sedang marah?" tanya papa Emir pada Hanna.
"Mas Albi dapet surat panggilan sidang perceraian pah,mah, mba Rossa mengajukan permohonan cerai." ungkap Hanna.
Mutia dan Emir terkejut mendengar ucapan Hanna.Karena selama Rossa menerima pernikahan poligami Albi mereka bertiga baik-baik saja.Tapi, siapa sangka Rossa memilih untuk mundur.
...----------------...
Brak....
"Al..."ucap Rossa yang terlihat sangat terkejut dengan kedatangan Albi.
__ADS_1
Rossa tahu jika Albi pasti akan menemuinya menanyakan soal gugatan perceraian dari nya.
"Apa maksud kamu Ros,kenapa kamu bersikap begini,hemm?" tanya Albi yang terlihat sedang menekan emosinya.
"Ini demi kita semua Al, kamu jangan egois untuk persoalan ini." ucap Rossa
"Egois ,kamu bilang aku egois..Ros,kamu sendiri yang bilang kalau kamu sudah menerima Hanna tapi, kenapa kamu memilih jalan ini,aku sudah bilang sama kamu ,aku akan berusaha adil pada kalian."
"Al, aku tahu kalau kamu akan berusaha adil dalam masalah materi dan juga mungkin nafkah batin. Tapi, apa kamu sadar jika selama ini beberapa bulan ini kamu sudah bukan milikku lagi Al..." ucap Rossa dengan wajah sendu.
Deg.
"A_apa maksud kamu, jangan mengada-ada Ros .."
"Al, please...berikan aku jalan untuk mencapai semua yang aku inginkan .Aku ikhlas menerima Hanna untuk jadi istrimu.Dia wanita baik dan juga dia adalah calon ibu yang baik.Dia sudah sempurna sedangkan aku..?
"Aku ingin kamu tidak melakukan dosa yang tidak kamu sadari selama ini...kamu ingat kapan terakhir kita melakukannya...saat aku memaksamu kan,aku rasa kamu tahu jawabannya.Rumah mu bukan aku lagi tapi Hanna.Jadi, tolong jangan persulit.Dengan berpisah aku memiliki keluarga lagi Al, aku punya mama sama papa, punya kamu ,punya Hanna,calon anak kamu..Serta sahabat terbaikmu pun sudah menerima aku sebagai teman.Aku punya banyak orang yang menyayangi aku sekarang,jadi jangan khawatir." ucap Rossa.
Albi memeluk Rossa dengan erat dan mencium pucuk kepala nya.Dia mengangguk mengiyakan permintaan Rossa.Dia sadar benar jika selama berbulan-bulan raganya bersama Rossa namun, jiwanya sudah tak lagi sama.Benar kata Rossa ,dia tak mau membuat dosa yang lebih jauh.
Brak ....
"Al....Hanna sepertinya mau lahiran !!" ucap Mutia langsung menerobos masuk ke dalam kamar anaknya.
Mendengar penuturan sang mama pun akhirnya Albi dan Rossa segera turun ke bawah dan melihat Hanna yang sudah meringis kesakitan.
Dengan cepat Albi membopong tubuh Hanna dan mereka segera ke Rumah Sakit
Semua orang menunggu dengan cemas di depan ruang bersalin sementara Albi mendampingi Hanna di dalam.
Dua jam kemudian suara tangisan bayi menggema dan mereka bersyukur karena anak Albi sudah lahir.
Rossa berpelukan dengan Mutia.Rasa bahagia mereka tak dapat di gambarkan.Walaupun harus berpisah Rossa sudah ikhlas demi kebahagiaan semuanya.
Tidak ada yang sempurna di dunia ini.Hanya bisa bersyukur dan selalu bersyukur akan membuat hidup kita damai dan bahagia
Tamat.
__ADS_1
Terimakasih dukungan nya untuk para readers ku tersayang.Maaf jika endingnya tidak sesuai dengan ekspektasi namun, kalaupun mau panjang kali lebar tetap sama happy ending.
Rossa akhirnya bercerai dengan Albi secara baik-baik dan dia pun memutuskan untuk tinggal dengan ibu angkatnya yang ada di Inggris.Sementara Hanna melahirkan baby Girl di beri nama Kayleen Calya Pramudya.