Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
Buat Albi Junior


__ADS_3

Hanna menutup mulutnya karena merasa speechless dengan penampakan apartemen yang Albi berikan padanya.


"Mulai malam ini kita akan tinggal disini hanya berdua." bisik Albi dengan memeluk tubuh istrinya.


"Lalu mak Yah sama pak Rahmat gimana?" tanya Hanna.


Albi membalikkan tubuh Hanna sehingga keduanya saat ini sudah berhadapan dengan begitu rapat.


"Untuk dua hari sekali nanti mak Yah akan bantu kamu buat bersih-bersih di sini.Tugas kamu hanya buat kenyang perut suami kamu lalu juga kenyang adek ku yang sudah lama tidak pulang."


Hanna mengerutkan keningnya mendengar penuturan sang suami. 'Adik', adik siapa yang dimaksud suaminya?


"Mas,memangnya kamu punya adik?" tanya Hanna dengan polosnya.


"Ada, kamu mau kenalan?" tanya Albi dengan senyum jahilnya.


"Maulah, tapi.. memangnya nggak jadi masalah kalau dia kenalan sama aku. Kamu tahu sendiri aku kan istri kedua kamu."


Tanpa mengucapkan sepatah katapun Albi membawa tangan Hanna ke bawah perutnya yang sudah mengembung karena sudah tidak tahan ingin bertamu kerumahnya.


"Massss...!!" pekik Hanna kaget saat tangannya menyentuh senjata sakti milik suaminya itu.


Hahahaha...


Suara tawa pun menggelegar di seisi ruangan apartemen itu.


"Dia rindu sama rumahnya sayang, gimana dong.. hahaha.."


Wajah Hanna yang terlihat sangat malu, apalagi mengingat tangannya saat menyentuh bagian mengembung tadi.


"Masss...malu..."


Hanna terasa malu karena pastinya kejadian barusan.Apalagi dia tak pernah melakukan hal seperti itu pada pasangannya.


"Kenapa malu, ini punya kamu sayang. Eksklusif.."bisik Albi dengan suara yang begitu sensual.


Albi mulai menyapu daun telinga Hanna perlahan lid*hnya menyapu sampai leher jenjang yang putih mulus tanpa basa-basi Albi meninggalkan jejak kepemilikan di sana.


"Maaasss..."


Albi tersenyum dan melahap bibir manis Hanna penuh dengan kerinduan. Tubuh Hanna sedikit terhuyung namun, Albi dengan sigap merengkuh pinggang ramping Hanna dan merapatkan tubuh mereka sampai tak ada jarak sejengkal pun.


Nafas keduanya naik turun menahan gejolak rindu yang tak pernah mereka rasakan. Perpisahan kemarin entah mengapa menimbulkan rasa rindu yang tak biasa.Keduanya merasa merindukan sentuhan saat mereka menyalurkan rindu.


Namun saat ini Albi terlihat lain , rasanya begitu sangat berstamina.


Bibi* mereka saling berbelit bertukar Silva dan tangan keduanya sama-sama tak bisa diam.


"Eeemmmm,"


Hanna mulai bereaksi saat tangan Albi tak tinggal diam.Dia merem*s dua bola kembar yang sudah terpampang nyata.


Keduanya sudah sama-sama polos.Entah sejak kapan mereka sudah berada di atas sofa.


Albi merebahkan tubuh Hanna di sana mulutnya sibuk dengan benda favoritnya.

__ADS_1


"Aku suka ini sayang..." ucap Albi dengan memainkan dua bukit kembar milik Hanna.


"Lakukan apa yang kamu inginkan, aku lahan mu ,aku rumah mu dengan senang hati menerima mu," ucap Hanna dengan sedikit tersengal karena tindakan Albi yang sedikit brutal.


"Kamu merindukannya nggak sayang?"


Hanna tersenyum nakal saat tangannya menyentuh senjata sakti milik Albi.


"Tentu,aku ingin menjadi seorang ibu." ucap Hanna dengan menatap lekat mata Albi.


"Tentu ,kamu pasti akan menjadi ibu yang terbaik .Love you sayang..."ucap Albi


"Love you more." jawab Hanna.


Hari ini benar -benar Albi mengurung Hanna sejak pulang dari kampus. Makanan pun Albi pesan lumayan banyak. Mereka tak pernah ada lelahnya untuk menyalurkan kerinduan mereka.


Apalagi Albi terlihat sangat enjoy dan lepas saat mencoba beberapa permainan yang dulu tak pernah dia lakukan bersama dengan Rossa.


Hanna yang dengan sabar dan pengertian selalu menjaga mood Albi. Dia pun siap untuk mengikuti keinginan suaminya. Fantasi yang mereka lakukan dalam berc**t* sungguh membuat mereka saling memu*askan.


"Sayang...sayang ...yanggg...!!'


Albi yang terbangun dan tak mendapati keberadaan sang istripun tiba-tiba merasa panik.


Dia langsung turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi dan ternyata kosong.


Albi pun akhirnya keluay dari kamarnya dan berjalan cepat ke arah dapur. Benar saja disana Hanna sedang sibuk mengaduk kopi.


"Sayanggg..," panggil Albi dengan suara manja.


"Astaghfirullahal'adzim mas, kenapa kamu belum mandi? Ini sudah sore loh.." ucap Hanna menyambut suaminya dengan pelukan.


"Aku panggil-panggil kamu. Terus aku cari kamu di kamar mandi nggak ada. Kamu ini buat aku takut sayang.."


Hanna mengernyitkan dahinya mendengar penuturan sang suami.


"Takut, takut apa mas?"


"Aku takut kamu pergi ninggalin aku." jawab Albi.


Hanna tersenyum mendengar Albi takut kehilangan dirinya.


Namun, Hanna pun pasti akan mencoba ikhlas jik suatu hari Rossa pulang dan dirinya bukan sebuah prioritas.


"Jangan berpikir yang tidak-tidak mas, sudah sana mandi. Aku mau masak tapi, nggak ada bahan makanan di kulkas.


"Nggak perlu masak, habis sholat magrib kita turun cari makan di luar. Nggak papa kan, kamu masih capek nggak?"


"Capek lah, kamu ini gempur aku habis-habisan.Tapi, aku heran..kenapa kayaknya kamu beda dengan saat kemarin -kemarin deh mas..,"


"Perasaan kamu saja. Aku mandi dulu, kita sholat berjamaah."


Albi buru-buru masuk ke kamar dan langsung masuk ke kamar mandi.


Sedangkan Hanna yang melihat tingkah suaminya yang terlihat aneh membuat dirinya bertanya-tanya kenapa dengan suaminya, sikapnya terlihat berbeda.

__ADS_1


Tapi, dengan cepat Hanna menepis pikiran buruknya.


...----------------...


"Kita mau makan dimana?"


Albi menatap sekilas sang istri yang sedang duduk di sampingnya di dalam mobil.


"Makan seafood enak kali mas.."


Usul Hanna pada Albi. Rasanya ingin makan makanan laut yang fresh.


"Boleh, kita kesana sekarang."


"Yeeeyyy...aku mau makan udang sama kepiting mas.."


"Kayak orang ngidam saja.Persaan baru tadi di bajak sawahnya, ternyata top cet juga bibit premium aku ya yang..hehehe."


Mendengar ucapan Albi yang terdengar frontal otomatis membuat Hanna melotot ke arah Albi.Bisa-bisanya suaminya itu otaknya sekarang ini hanya sekitar selang*a*gan saja.


"Mass, mesum !!" pekik Hanna.


Albi tertawa mendengar pekikan Hanna yang melengking di telinganya.


"Hahahaha.,maaf sayang.. aslinya mas gini loh.."


Albi memang tipe orang yang sebenarnya hangat dan humoris. Namun, dia tak semudah itu mengumbar sifatnya yang satu itu.Hanya orang terdekatnya saja yang faham.


Hanna hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Albi yang terlihat berubah.


'Kita kok kesini mas, kan mau makan seafood?"


"Kita makan seafood disini yaa..?"tanya Albi meminta persetujuan.


"Tapi...


"Ayolah sayang..mas laper nih.." ucap Albi dengan wajah memelasnya.


"Baiklah."


Akhirnya Hanna mengiyakan permintaan sang suami.


Mereka makan dengan lahap.


"Mas ,cobain deh..ini kepitingnya enak deh.."


Hanna menyodorkan sendok yang sudah berisi nasi dan lauk.Dengan seneng hati Albi pun langsung memakan makanan yang Hanna sodorkan.


Prok prok prok


"Woowww...ada yang lagi dinner nih, kalian ada hubungan terlarang di belakang sahabatku kah?"


Hanna dan Albi pun langsung melihat ke arah dimana seorang Cindy memandang kedua orang yang sedang menikmati makan malam dengan pandangan sinis


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2