Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
Penjelasan Albi


__ADS_3

Saat ini Hanna dan Albi ada di apartemennya.Hanna masih menunggu apa yang akan di ucapkan sang suami.Sementara Albi masih terus memandang sang istri tanpa ada satu katapun yang terucap.


Hanna yang sedari tadi diam dan melihat ke arah suaminya sekilas dan masih tetap sama diam tanpa membuka suara.


"Mas bawa aku pulang hanya untuk di buat pajangan atau hanya sekedar untuk pelampiasan hasrat mas saja?!"


Hanna akhirnya bersuara walaupun kalimat yang meluncur dari mulutnya terdengar tak enak di dengar."Apa maksud kamu?!"tanya Albi dengan nada yang terdengar tinggi.


"Nggak ada, bahkan aku yang harusnya nanya ke kamu,apa maksud mas pernikahan kita harus di lanjutkan.Apa aku hanya pajangan yang kamu inginkan hanya untuk satu tujuan?"


"Satu tujuan?" tanya Albi makin bingung dengan pertanyaan Hanna yang terkesan tebak-tebakan.


"Yah, nggak ada istri yang satu..terus kamu sengaja buat aku terjebak dalam pernikahan ini, karena cuma nggak mau dianggap zina.Sedangkan yang sebenarnya kamu inginkan hanya mba Rossa bukan aku."


Albi mengepalkan tangannya menahan emosi yang mulai terpancing karena kata-kata yang terucap dari bibir manis Hanna.


"Apa kamu menganggap aku seperti itu,setelah semua yang aku lakukan untuk kamu, masih saja kamu berfikir picik begitu."


"Maksudnya,semua yang kamu lakukan? Aku nggak pernah menuntut apapun dari kamu mas.Aku memang sadar posisi karena aku hanya cadangan bagi kamu.Kenapa aku bisa berkata begitu, karena dengan ku kamu begitu pintar bersandiwara.Belagak bahagia bersama aku tapi nyatanya kamu sangat merasa bersalah dengan mba Rossa dengan apa yang kita lakukan.Kamu begitu sedih setelah apa yang kita lakukan.Kamu merasa bersalah sampai-sampai menangis di ruang kerja dengan memandang penuh cinta di depan sebuah gambar yang pastinya itu mba Rossa.


Aku pernah dengar dari mulut kamu sendiri, bahkan katanya kamu nggak akan menghalangi kemauan Rossa.Kamu nggak peduli lagi sampai dia yang memutuskan kembali atas kemauannya sendiri.Tapi, aku lihat malam itu kamu begitu menyesal sudah ingkar janji."ucap Hanna panjang kali lebar.


Mata Albi melebar mendengar penuturan sang istri.Jadi, Hanna melihat dan mendengar ucapan saat di ruang kerja.


"Apa yang kamu dengar dan apa yang kamu lihat Han?" tanya Albi dengan mode serius.


"Aku bilang tadi kan, kamu begitu menyesal melakukan sesuatu dan bilang ingkar janji pada mba Rossa.Kamu merindukan dia sangatlah merindukan dia.Dia begitu penting dalam hidup kamu." terang Hanna.


Albi menghela nafas panjang dan mencoba meraih tangan sang istri namun, dengan cepat Hanna menepis tangan Albi dari tangannya.


"Maaf, aku memang sudah mengingkari janji pada Rossa dan itu pun aku lakukan demi kamu Han, demi keinginan kamu." ucap Albi membuat Hanna terkejut dengan pengakuan suaminya yang terasa tidak masuk akal baginya.

__ADS_1


"Maksudnya kamu apa, kenapa aku di bawa-bawa."ucap Hanna tak terima.


"Iya karena kamu.Karena kamu begitu menginginkan anak dari aku kan, makanya aku memutuskan untuk melakukan tindakan operasi." ucap Albi dan dia pun mengalirkan fakta tentang dirinya yang melakukan vasektomi dan dengan banyak proses dan prosedur yang begitu sulit dia jalankan untuk membuka kembali.


Hanna menutup mulutnya karena mendengar penjelasan suaminya.


Matanya bahkan sudah berkaca-kaca mendengar begitu sulitnya dia membuat normal kembali.Banyak yang di lakukan Albi atas kemauan Rossa dan saat ini dia menuruti kemauan Hanna yang menjadi istri keduanya.


"Kenapa mas Albi nggak pernah cerita soal itu dari awal atau bahkan mungkin kamu bisa jujur keadaan kamu yang sebenarnya.Kalau aku tahu mas Albi sudah mempunyai kesepakatan dengan mba Rossa pastinya aku nggak akan pernah ngomong soal keinginan ku lagi hiks hiks.."


Tangis Hanna pun pecah setelah mendengar pengakuan suaminya itu.


"Sssttt..jangan nangis, semua yang aku lakukan sudah aku pikirkan Han, walaupun pastinya sedikit sulit bagi ku untuk secepatnya bisa menjadi seorang ayah tapi, setidaknya aku sedang berusaha." ucap Albi yang sudah memeluk tubuh istrinya yang sedang menangis dan merasa bersalah dengan kejadian ini.


"Maafin aku mas, karena keinginan aku...kamu ingkar janji sama mba Rossa." ucap Hanna dengan masih sesenggukan.


"Sudahlah, nggak ada yang salah.Aku ingin membahagiakan kamu juga Rossa. Jika Allah mengizinkan kamu akan mengandung.Tapi, aku harap kamu harus lebih bersabar karena aku juga harus melakukan berbagai macam cek up soal kesehatan perkutut ku yang.." ucap Albi dengan sedikit memberikan candaan.


Ponsel Albi tiba-tiba berdering dan Albi pun menatap nama yang ada di layar ponselnya.


"Hallo, kenapa?" tanya Albi dengan datar.


"............


"Baiklah, aku akan segera kesana." jawab Albi yang terlihat seperti khawatir.


Albi pun menutup panggilan telepon itu dan memandang sang istri.


"Ada apa mas,apa ada yang penting?" tanya Hanna yang melihat Albi yang terlihat sendu.


"Aku pergi dulu yaa..,cuma sebentar.Aku ada urusan." ucap Albi dan mengecup kening istrinya dan berlalu pergi begitu saja.

__ADS_1


Hanna yang ingin mengejar Albi pun mengurungkan niatnya karena terlihat suaminya sangat buru-buru.


...----------------...


"Al..!!" panggil Cheryl yang sedari tadi menunggu kedatangan sahabatnya lebih tepatnya suami sahabatnya.


Tadi memang Cheryl lah yang menghubungi Albi dan dia bilang ada sesuatu yang penting ingin di bicarakan dengan Albi tentang Rossa.


"Mau minum apa?" tanya Cheryl pada Albi yang saat ini sudah duduk di depannya.


"Orange jus saja." jawab Albi.


Cheryl pun memesan apa yang diinginkan Albi.


"Jadi, apa yang kamu tahu tentang Rossa?" tanya Albi to the point.


"Rossa saat ini sedang ada di Australia.Dia memutuskan untuk cuti kuliahnya karena ada projects besar di Australia." ucap Cheryl dan hal itu membuat Albi terkejut.


"Kenapa dia bisa bertindak sendiri Cher,dia masih istri ku.Kenapa dia tidak mengatakan apa-apa padaku? Apa maksud dari sikapnya ini, dia masih istri sah ku dan aku suaminya yang berhak atas dirinya.Dia sudah keterlaluan !" ucap Albi dengan wajah yang terlihat kecewa.


Cheryl tersenyum miring melihat reaksi Albi saat mendengar kabar soal Rossa.


"Sabar Al, kata dia..akan segera ngasih tahu kamu kok." ujar Cheryl.


"Gi*a sebegitu nggak pentingnya aku buat hidupnya. Apa maksud dia seperti ini, dia sedang menguji kesabaran ku Cher.Aku ingin kamu memberikan nomer telpon nya yang baru.Aku ingin tegas padanya.Terserah dia terima atau tidak dia harus patuh pada suaminya."ucap Albi dengan nada dingin.


Cheryl tahu kalau Albi saat ini sedang marah atas kelakuan Rossa yang pastinya hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri.


Tapi, bagi Cheryl itu adalah peluang baginya untuk membuat Albi jauh dari Rossa lebih lama bahkan tak sedikit pun mau menyatukan mereka kembali.Sejatinya memang dia menginginkan Albi dalam hidupnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2