Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
Tidak Bisa Tidur


__ADS_3

Di kost putri yang di tinggali Rana dan juga Hanna terlihat masih banyak penghuni kost yang keluar masuk karena masih terbilang sore.Jam tujuh malam Hanna keluar dari kamar kost nya dan membawa segelas teh hangat ke depan kamar lalu duduk di bangku yang memang di sediakan di setiap depan kamar kost.


Hanna duduk termenung menatap kosong ke arah depan.Dia juga tak menyadari sahabatnya Rana sudah sejak tadi melihat tingkahnya sambil geleng-geleng kepala.


"Woyyy..!!" seru Rana mencoba menyadarkan Hanna dari lamunanya.


"Astaghfirullahal'adzim Rana, ngagetin aja !" ucap Hanna dengan terjingkat kaget.


"Hehehe..sorry,habisnya lo bengong aja dari tadi.Ngalamun ya,melamunin apa sih? lo punya masalah,cerita sama gue." cerocos Rana.


Hanna menghela nafas panjang dan menatap kearah sahabatnya itu dan hanya hanya menaikkan bahunya.


"Aisssttt..kenapa main rahasia-rahasiaan sama gue sih,ini bukan Hanna yang gue kenal loh.."


"Ran,ada kalanya kita perlu sharing dan ada juga sisi dimana kita harus menutup rahasia yang menurut kita tak perlu orang lain tahu.ltu yang namanya privasi.Jadi,Lo pasti paham akan sikap gue yang nggak mau bercerita tentang apa yang gue pikirin.Kalaupun nanti aku cerita,itu memang sudah saatnya." ungkap Hanna dan beranjak dari tempat duduknya dan masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya dengan rapat.


Rana yang terlihat tingkah Hanna yang berbeda tentu saja hanya bisa pasrah dengan keputusan sahabatmya itu.Walaupun dia hanya ingin Hanna tak sedih dan dia bersedia membantu jika bisa,tapi..jika sahabatnya itu belum siap bercerita apa boleh buat,dia hanya bisa menunggu.


Sedangkan Hanna yang sudah membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur sempit kamar kostnya merasa besok dia harus bersiap jika benar adanya kantor yang menjadi tempat magangnya itu adalah tempat di mana suaminya bekerja.


"Aku harus bagaimana jika benar itu kamu,apa aku harus bersikap biasa atau setidaknya bersikap tidak pernah mengenalmu.Aissstt..kenapa aku jadi begini sih,belum tentu itu orang yang sama.Mungkin namanya saja yang sama." gumam Hanna.


Hanna mencoba untuk santai dan juga tak memikirkan apapun tentang Albi namun,itu semua bohong.Nyatanya dia tak bisa tidur semalaman karena terlalu memikirkan Albi.


...****************...


"Pagi Hanna..!!" seru Rana saat mereka sama-sama keluar dari kamar kost mereka masing-masing.


"Pagi juga Ran.." jawab Hanna dengan senyum tipis terukir di bibirnya.


"Sebentar deh Han," Rana menahan lengan Hanna.


"Kenapa ?" tanya Hanna heran dengan sikap Rana.


"Lo begadang yah semalam,tuh lihat mata panda lo kelihatan banget." ucap Rana menunjuk linkaran hitam di bawah mata Hanna.


"Gue nggak bisa tidur semalam.Kangen ayah." ucap Hanna dengan wajah sendu.


Rana mendengar ucapan Hanna pun langsung memeluk sahabatnya itu.

__ADS_1


"Nanti kalau kita libur,kita pulang ke Bandung sebentar.Lo bisa ziarah ke makam ayah sama ibu lo." usul Rana dengan merangkul bahu sahabatnya melangkah beriringan keluar dari area kost mereka.


Jarak antara kost Hanna dan Rana dengan GA Group tidak jauh hanya memerlukan waktu sepuluh menit menggunakan mobil kekantor mereka.


"Rana,Hanna..!!" tegur Jana saat mereka sampai di parkiran kantor.


"Haiii kak.." jawab keduanya bersamaan.


"Bareng ke dalamnya." ujar Jana.


"Yokai.." jawab Rana dengan sikap slengean nya.


Mereka bertiga pun masuk kedalam lobby kantor GA Group saling beriringan dengan membahas hal-hal ringan.


"Eh iya,kayaknya hari ini pak bos sudah mulai ngantor lagi nih,jadi aku minta sama kalian kerja yang baik.Jangan melakukan kesalahan." ucap Jana menginginkan.


"Oke kak.." jawab Rana dan Hanna bersamaan.


Para karyawan GA Group sudah mulai sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.Di gedung yang sama Albi dan Firman baru saja keluar dari mobil yang mereka tumpangi dan masuk ke dalam kantor.


"Hahh.. akhirnya kita sampai di kantor ini lagi.Rasanya lelah banget setelah beberapa Minggu buat kerja di luar negeri."ujar Firman saat mereka menunggu lift petinggi terbuka.


"Kenapa,bukannya enak di Amerika sambil menyelam minuma air."ujar Albi menanggapi ucapan sahabatnya itu.


"Sekalian saja Lo bilang di sana nggak ada nasi uduk,pete sama jengkol.Ada-ada saja lo,orang bule mana ada yang mau makanan bau gitu."ujar Albi menanggapi ucapan Firman.


Albi menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu.


"Pagi bos,pak Firman !" seru seorang perempuan yang duduk di balik meja kerjanya.


"Pagi Fiza."jawab kedua laki-laki yang akan masuk ke dalam ruang kerja Albi.


Albi dan juga firman nampak masuk ke dalam ruangan itu di susul oleh Fiza dengan menenteng sebuah buku di tangannya.


"Hari ini kita jadwal bos cukup santai.Hanya banyak dokumen yang sudah menunggu untuk bos tanda tangani."ucap Fiiza .


"Kirain benar- benar kosong Fiz." kata Firman dengan mendudukkan bok*ngnya di kursi depan Albi.


"Mana ada pak Firman,kita tahu sendiri scedule si bos padat merayap." timpal Fiza dengan sedikit bercanda.

__ADS_1


"Sudah,sana ambil dokumen yang harus saya tanda tangani.Kamu di tinggal kita berdua makin bawel saja." protes Albi melerai dua bawahannya sebelum mereka makin buat pusing Albi.


"Baiklah bos.." ujar Fiza dengan melangkah keluar ruangan Albi.


Namun, sebelum benar-benar keluar dari ruangan itu Albi meneriaki Fiza meminta kopi untuk dia dan Firman.


...----------------...


"Hahh.. bertambahlah tugasku kalau kedua orang itu sudah kembali ngantor." gerutu Fiza saat masuk ke dalam pantry.


Brukk


Tiba-tiba Fiza bertabrakan dengan seseorang yang sama-sama akan ke arah pantry.


"Ehh..maaf mba,maafin saya sekali lagi.Saya nggak sengaja." ucap orang yang sudah bertabrakan dengan Fiza barusan.


"Ng-nggak papa,nggak lecet juga kok,kenapa ngelamun? untung nabrak saya kalau nabrak tembok atau nabrak kacapasti lebih sakit.Mau ke pantry kan,masuklah." ucap Fiza dan perempuan itu pun mengangguk.


"Mba mau buat kopi?" tanya perempuan itu pada Fiza.


"lya.Biasalah kalau bos sudah ngomong sama saja kayak raja lagi ngomong sama abdi dalemnya." ujar Fiza dengan bercanda mengambil gelas diatas nampan.


"Mau sekalian aku buatin mba,aku juga mau buat kopi buat anak-anak akuntan." ujarnya.


" Boleh,kalau nggak keberatan." ucap Fiza dengan senang hati menerima penawaran perempuan itu.


"Nggak kok,mau buat berapa mba?"


"Dua.Buat bos sama asistennya.Kayaknya aku baru lihat kamu deh,apa aku yang kurang jauh yah mainnya jadi nggak merhatiin muka anak-anak akuntan."


"Saya Hanna mahasiswa dari Bandung buat magang di sini mba."jawab Hanna dengan menyerahkan nampan yang sudah berisi dua cangkir kopi dengan asap yang masih mengepul.


"Owwhh..salam kenal yah,aku Fiza.Kita ngomongnya jangan formal-formal amat Han,cukup hanya formal pada bos dan jajarannya saja.Kita disini sama-sama kuli.. hehehehe." ucap Fiza.


Setelah berbasa basi Fiza pun akhirnya undur diri untuk kembali ke tempat kerjanya meninggalkan Hanna yang masih sibuk membuat minuman untuk teamnya.


Di GA Group memanglah banyak OB namun,sekedar buat minum atau buat ambil cemilan di pantry kebanyakan dari karyawan disana berlaku mandiri.


Sedangkan Fiza masuk ke dalam ruangan Albi dengan dua cangkir kopi di tangannya dan langsung Albi seruput dengan nikmat kopi yang Fiza bawa.

__ADS_1


Deg.


Bersambung


__ADS_2