
"Kita mau kemana mas?" tanya Hanna saat dia sudah berada di mobil suaminya.
"Emangnya kamu nggak lapar?" tanya Albi melihat sekilas sang istri.
"Laper,makanya tadi aku mau masak." jawab Hanna dengan kesal.
Albi menghela nafas panjang dan melirik sang istri yang masih terlihat menekuk wajahnya.
"Kita makan dirumah saja." ujar Albi dengan pandangan yang terlihat fokus ke arah depan.
"Makan dirumah, maksudnya?" tanya Hanna masih bingung dengan ucapan suaminya barusan.
"Sebentar lagi sampai kok." ucap Albi tanpa menjawab pertanyaan Hanna.
Mereka sampai di rumah yang berbeda dari rumah kemarin.Kalau kemarin rumah nya yang terlibat klasik dan saat ini Hanna di bawa ke rumah yang mengusung konsep klasik modern.
"Ayo kita turun." ucap Albi menyadarkan Hanna dari lamunanya.
"lni sebenarnya rumah siapa?"tanya Hanna menatap luar dari kaca mobil.
"Makanya keluar biar kamu nggak penasaran." ucap Albi melepaskan seatbelt nya dan membuka pintu mobil lalu keluar dari mobil.
Albi yang melihat Hanna masih diam saja di mobil akhirnya membuka pintu penumpang.
"Ayo turun,kamu mau turun sendiri atau mau saja gendong nih? ayo buruan,apa perlu saya bertindak selayaknya suami kamu Han?!" ucapan Albi terkesan seperti ancaman untuk Hanna.
Mendengar penuturan suaminya yang pastinya tidak main-main dan dengan terpaksa Hanna pun akhirnya memilih turun sendiri dari pada harus di gendong Albi yang hanya modus saja.
"Menyebalkan." gumam Hanna menghentakkan kakinya melangkah meninggalkan Albi yang hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku istrinya itu.
"Ayo,kenapa masih di situ..aku lapar !!" teriak Hanna dengan wajah kesalnya.
"lya..iya..sabar sayang! Ternyata istriku kalau lagi lapar kayak singa yah?" balas Albi memanggil Hanna dengan sebutan sayang.
Mata Hanna melebar sempurna mendengar penuturan Albi.
"Apa tadi dia bilang,sayang..sayang dari Hongkong..! Sengaja banget dia mau buat aku GR.Hadeuh..sadar Hanna yang ada kamu sama dia bagai langit dan bumi."batin Hanna terus saja membentengi dirinya untuk mencoba tidak membiarkan hatinya terjatuh lebih dalam.
Hanna menyipitkan matanya mendengar ucapan Albi barusan.
__ADS_1
"Kenapa kamu lihat aku begitu? Baru nyadar suaminya ganteng?" goda Albi dengan senyum jahilnya.
"Yeee..kepedean,nggak ada gantengnya.Malah yang aku lihat yang ada hanya kata nyebelin lihat kamu tahu nggak!" ujar Hanna namun,Albi tidak tersinggung dengan ucapan Hanna yang ada membuat Albi semakin gemas melihat tingkah istri keduanya itu.
"Assalamualaikum.." ucap Albi saat membuka pintu rumah tersebut.
"Wa'alaikumsalam,lho den Al pulang kesini to?" tanya seorang wanita paruh baya yang muncul dari dalam rumah.
"Iya Mak Yah,saya tidur sini malam ini." jawab Albi yang terlihat sangat ramah dengan wanita yang dia panggil Mak Yah.
"Baik den, kamarnya juga sudah siap pokoknya.Maaf den,neng cantik ini siapa den?" tanya Mak Yah dengan menatap Hanna dengan pandangan bingung.
"Ini Hanna bi,mulai malam ini dia tinggal di sini dengan kita." ujar Albi
"Hanna ini Mak Yah,kamu jangan sungkan jika perlu apa-apa disini.Bilang saja sama Mak Yah jika mas nggak disini."ujar Albi
"Salam kenal neng,jangan sungkan untuk bilang sama Mak kalau neng Hanna perlu apa-apa selama di rumah ini." ucap Mak Yah dengan senyuman yang ramah.
"Terimakasih Mak Yah" jawab Hanna dengan memasang senyuman terpaksanya.
"Malam ini emak masak nggak,ada yang sudah lapar Mak." sindir Albi melirik kearah Hanna.
"Boleh Mak, terimalah." jawab Albi dan melangkah duduk di sofa ruang keluarga.
Mak Yah pun akhirnya undur diri untuk menyiapkan makan malam untuk taunnya.
Setelah melihat Mak Yah pergi,Hanna ingin bertanya pada Albi kenapa tadi dia mengatakan jika dia akan tinggal disini juga.
"Mas,aku mau tanya." ucap Hanna mulai membuka suaranya dengan nada ketus.
Albi yang fokus dengan ponselnya pun akhirnya mendongakkan kepalanya melihat ke arah istrinya itu.
"Mau tanya apa ,ngomong saja." ucap Albi menanggapi omongan istrinya dengan santai.
"Apa maksudnya mas,kalau aku juga akan tinggal disini?nggak mungkin kan mas," ucap Hanna
Albi memicingkan matanya mendengar ucapan Hanna barusan.
"Nggak mungkin kenapa,kamu istri ku Hanna dan aku tegaskan bahwa aku nggak akan pernah menceraikan kamu,ngerti? lagi pula pernikahan kita sudah terdaftar secara negara."ungkap Albi membuat mata Hanna membulat seketika.
__ADS_1
"Hahhh..apa maksud kamu mas,jangan sembarangan ngomong kamu,mana bisa begitu.Apa istri kamu tahu akan semua ini?" tanya Hanna terkejut dengan perkataan sang suami.
"Soal itu nggak perlu kamu tahu yang jelas persyaratan kamu sudah aku penuhi dan tidak ada alasan atau penolakan kamu setelah ini." terang Albi.
Hanna melongo mendengar penuturan Albi.Dia berpikir keras kenapa Albi harus susah-susah mengesahkan pernikahan mereka secara agama.
"Kenapa malah bengong,apa yang ada di otak kecil kamu.Cukup jalani dan aku nggak punya alasan untuk menceraikan kamu Hanna."ucap Albi dengan berbisik pada Hanna.
"Kita kan nggak saling cinta.Terus,mau di bawa kemana pernikahan kita kalau kamu pun sangat mencintai istri kamu yang sudah paling sempurna itu.Apa kamu memang punya agenda lain dengan hubungan nggak jelas kita." ucap Hanna membuat Albi mengeraskan rahangnya dan tanpa sadar mengepalkan tangannya merasa sedikit tersinggung dengan perkataan Hanna.
"Den Al,neng Hanna,makan malam sudah siap.Silahkan makan dulu." ucap Mak Yah menghentikan perdebatan pasangan suami istri itu.
"Terimakasih Mak.." jawab Albi.
Karena lapar akhirnya Hanna pun dengan senang hati memakan makanan yang aa di atas meja yang di sajikan Mak Yah.
Melihat tingkah istrinya yang terlihat menikmati makan malam mereka Albi hanya bisa tersenyum melihat tingkah istrinya yang menurutnya cukup random itu.
Hanna mencoba untuk menolak untuk tinggal di rumah itu.Dia lebih nyaman tinggal di kamar kost nya yang sempit namun nyaman versi Hanna.
Tapi bagaimanapun Albi berhak atas Hanna akhirnya Hanna menuruti permintaan Albi untuk tinggal di rumah itu dengan syarat jika mereka tidak akan satu kamar.
Awalnya Albi dengan tegas menolak namun,Hanna dengan keras juga mengajukan syarat itu.Entah mengapa Albi selalu tidak berkutik jika Hanna selalu meminta cerai padanya.
Akhirnya Hanna di perbolehkan untuk menempati kamar yang ada di lantai dua sama seperti kamar Albi berada.
"Mak Yah,bisa bicara sebentar?" tanya Albi saat ART nya itu akan beranjak ke paviliun.
"Boleh den,silahkan.Apa yang aden ingin bicarakan?" tanya Mak Yah.
"Ini ada hubungannya dengan Hanna mak,saya harap Mak Yah bisa menjaga Hanna selama saya tidak tinggal di sini.Perlu Mak Yah tahu kalau Hanna itu...
Albi menggantungkan ucapannya membuat Mak Yah makin penasaran di buatnya.
"Siapa den, sepertinya dia begitu penting untuk Aden." ucap Mak Yah membuat Albi tersenyum kecut mendengarnya.
"Dia istri kedua saya mak.."
Akhirnya Albi berterus terang kepada Mak Yah tentang siapa Hanna baginya.Tentu saja respon Mak Yah sangat terkejut dengan pengakuan majikannya itu.
__ADS_1
Bersambung