
"Kamu yakin nggak mau di antar sampai Bandung?" tanya Albi pada Hanna.
"Yakin mas, kamu nggak usah khawatir. Aku tahu kamu lagi sibuk-sibuknya." ujar Hanna.
Sehari setelah selesai melakukan waktu magang Rana dan Hanna memutuskan untuk segera ke Bandung. Mereka ingin secepatnya untuk wisuda.
Albi yang memang sedang sibuk dengan pekerjaannya terpaksa tidak bisa mengantarkan Hanna ke Bandung.
" Nanti mas ke Bandung kalau kerjaan mas sudah selesai yahh.."
"lyaa..mas jaga kesehatan, jangan lupa minum vitaminnya. Semua yang biasa aku lakukan sudah aku catat dan aku kasih ke Mak Yah."
Albi tersenyum mendengar penuturan istri keduanya itu. Hanna begitu pengertiannya sampai di saat dia harus berjauhan dengan suaminya pun dia sudah memberikan catatan khusus pada Mak Yah.
"Sebenarnya aku tidak ingin kita jauh. Tapi, bagaimana lagi..aku harus mendukung kamu." ucap Albi dengan wajah lesu.
"Bandung Jakarta kan dekat. Cuma tiga jam, nanti aku akan ke Jakarta juga atau kamu yang kesana." ucap Hanna.
"Baiklah sayang, kamu jaga diri baik-baik. Jaga hati buat aku." ucap Albi.
Hanna mengernyit heran dengan ucapan Albi barusan.Serasa aneh bukan, menyuruh istrinya untuk menjaga hati.
"Kenapa aku ngerasa aneh yaa..,tadi kamu bilang jaga hati aku, terus kalau kamu emang bisa jaga hati kamu. Kalau mas nyuruh aku buat jaga hati aku, tentunya akan aku lakukan. Walaupun tanpa kamu suruh akan aku lakukan seperti itu." ungkap Hanna.
Albi menghela nafas panjang. Dia menangkupkan kedua tangannya di kedua pipi Hanna.
"Aku akan selalu jaga hati aku, jangan pernah ragukan itu." ucap Albi.
Albi mendekatkan wajahnya ke arah telinga Hanna dan membisikkan sesuatu yang membuat Hanna terkejut.
"I love you." bisik Albi dengan begitu jelas terdengar di telinga Hanna.
Rasanya seperti mimpi saat kata-kata keramat itu akhirnya Albi ucapkan.
Hanna merasakan jantungnya semakin berdebar kencang mendengar pengakuan Albi barusan.
"Kenapa?" tanya Albi yang melihat Hanna masih terdiam.
"Apa aku nggak mimpi mas, kamu kesambet setan mana sampai ngomong gitu sama aku?" tanya Hanna absurd.
Pletak💢
Tiba-tiba Albi menyentil dahi Hanna .
"Aduhh..sakit mas .." rengek Hanna manja.
"Hehh...aku masih waras yah, bukannya jawab omongan ku tadi malah dikira kesurupan.." ucap Albi sambil mengusap kening Hanna yang sempat dia sentil barusan.
"l love you more." ucap Hanna dengan senyuman mengembang.
__ADS_1
Tin tin...
Suasana yang awalnya sudah mulai romantis di buyarkan dengan suara klakson mobil di depan rumah mereka.
"Itu pasti Rana sudah sampai mas.." ucap Hanna yang mendengar suara klakson.
"Ya elah ngerusak momment aja." batin Albi mengumpat dalam hati sahabat sang istri.
Hanna dan Albi pun keluar rumah dan benar saja Rana yang sudah terlihat bersandar di samping mobilnya.
"Lama amat sih Han,keburu malam nih..." oceh Rana .
"Maaf Ra, kalaupun aku buru-buru juga sampai Bandung pasti malam juga." balas Hanna.
Akhirnya mereka pun berpisah alias LDR Jakarta - Bandung untuk jangka satu bulan.
Dengan berat hati pun Albi melepas sang istri keduanya berangkat ke Bandung.
...---------------...
"Lesu amat kayak ayam sakit Lo !" ucap Firman saat ada di dalam ruang kerja Albi.
"Sabtu ada scedule nggak, kota ke Bandung." ucap Albi membuat Firman menoleh pada sang sahabat.
Firman baru ingat jika Hanna sudah kembali ke Bandung karena sudah selesai program magangnya.
Mendengar itu pun Albi tambah lemas mendengar ucapan Firman.
"Kenapa sekarang lo kesannya nggak bisa jauh sama Hanna yah, padahal setahu gue ,lo cinta mati tuh Sama Rossa. Kemana bini pertama lo kayaknya gue nggak denger lo up date soal dia."
Hahhh....
Hembusan nafas Albi sangat jelas terdengar. Serasa dia sedang mengeluarkan sebuah beban yang sangat berat saat ini.
"Kenapa?" tanya Firman lagi.
"Rossa lost contact." ucap Albi menunduk sedih.
"Hahhh...kok bisa ,waktu yang kita kesana sampai sekarang lo nggak ada kabar lagi tentang dia?" tanya Firman.
Kadang Firman berpikir jika Rossa tak benar-benar mencintai Albi. Kebanyakan Albi yang harus terus berkorban dan berjuang.
"Itu dia, gue minta Bucok buat cari informasi mengenai dia.Tapi, sampai sekarang belum ada kabar yang akurat."terang Albi
Sebulan kemudian...
Saat ini Hanna dan Rana sedang berada di kampus mereka dan mereka sudah cantik menggunakan kebaya modern yang begitu indah di tubuh mereka.
Rana di dampingi Liana. Sedangkan Rana dengan kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Pak bos nggak kesini Han?" tanya Rana saat baru saja mereka duduk di kursi bernamakan nama mereka.
"Kata dia baru terbang dari Jepang Ra, nasib gue emang gini banget Ra.." ucap Hanna dengan wajah sendu.
"Sabar, kita tahu sendiri gimana reputasi suami lo sama keluarganya. Kalau kalian terang-terangan pastinya akan ada kegemparan di bumi Konoha ini." ucap Rana.
Mereka menghentikan obrolan mereka saat MC acara sudah mulai membacakan susunan acara pada siang hari ini.
MC dengan lantang membacakan susunan demi susunan acara dan sambutan demi sambutan pun langsung.
"Kini saatnya kita akan lihat siapa mahasiswa mahasiswa yang beruntung dan akan mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan S2 nya dengan program beasiswa dari GA Group dari Jakarta." ucap sang MC.
"Han, lo dengar nggak tadi apa yang MC nya omongin tadi. GA Group, itu berarti program pendidikan dari perusahaan suami lo." bisik Rana.
"lya, tapi..mas Al nggak pernah cerita soal beasiswa itu. Tapi, itu wajar sih.. Karena memang urusan perusahaan sih.." ucap Hanna.
"Kita sambut beliau Tuan Teungku Emir Pramudya untuk ke atas panggung." ucap sang MC.
"Wahhh...ternyata papa mertua lo ada disini juga Han !" ucap Rana dengan heboh dan ikut bertepuk tangan.
Memang jarak bangku tempat Hanna dan Rana sedikit jauh dari panggung jadi mereka pun kurang jelas melihat siapa saja yang hadir di acara wisuda tersebut.
Akhirnya tiba saatnya memanggil peserta wisuda kali ini dan ternyata Hanna mendapatkan nilai terbaik dan di susul oleh Rana.
Giliran Hanna di panggil untuk mengesahkan dirinya menjadi wisudawan.
"Selamat anak papa," ucap Emir saat Hanna menghampiri Emir di panggung.
"Terimakasih pah.." ucap Hanna dengan lirih.
"Papa sama mama tunggu kamu di Jakarta yaa.." ucap Emir memeluk tubuh Hanna.
Orang yang ada disana tentu terkejut karena setahu mereka keluarga Pramudya tidak memiliki anak perempuan.
Hanna turun dari panggung dan di sambut oleh Mutia dengan tangan terbuka.
Hanna merasa terharu dengan perlakuan wanita paruh baya itu dan sekaligus dia adalah mertuanya.
Tanpa sadar tangis haru Hanna pun pecah. Walupun memang suaminya tidak dapat hadir ternyata ada sosok lain yang membuat hatinya menghangat.
Walaupun mereka tidak tahu tentang hubungan Hanna dengan Albi tapi, setidaknya saat ini Hanna di perlakukan seperti layaknya seorang anak mereka.
Liana yang melihat kejadian itu pun merasa haru walupun tadi sempat merasa bingung namun, saat Rana bilang jika dua orang itu adalah orang tua Albi Liana merasa lega melihat keponakan nya di terima dengan baik.
Bersambung ...
Siap siap siap..
Ada team huru hara sebentar lagi muncul...
__ADS_1