
Seperti awal ,niat Albi akan ke Singapura secepatnya.Diapun mempersiapkan semuanya.
Tak lupa dia menghubungi seseorang yang bisa membantu dirinya untuk secepatnya untuk melakukan operasi dan pasca pemulihan juga dia yang akan mendampingi Albi selama beberapa waktu di Singapura.
"Mas berapa hari di luar kota?" tanya Hanna yang terlihat sedih.
"Nggak lama,kamu harus baik-baik dirumah dan jaga diri jaga hati." ucap Albi pada sang istri.
"Heiii...mas, harusnya aku yang bilang begitu. Jangan pernah berpikir buat nikah lagi. Awas saja kalau itu terjadi, bukan hanya aku yang kamu hadapi tapi kakak maduku lebih dulu maju." ucap Hanna membuat Albi tertawa terbahak-bahak mendengar ancaman sang istri keduanya itu.
"Mas kan sudah tua sayang, kamu masih muda...terus kamu juga pastinya lihat mahasiswa mahasiswa yang cakep, muda, terus pasti nya..perutnya kotak-kotak loh.."
"Aistttt...suami Hanna nggak tua tapi, matang dan menggaira*kan." goda Hanna mengerlingkan sebelah matanya.
"Wahh ..sudah nakal ya kamu nih, tapi sayang..mas nggak bisa memakan kamu saat ini karena sudah waktunya mas berangkat. Tapi, mas janji sama kamu sepulang dari luar kota mas akan buat kamu nggak bisa jalan.lngat itu..hemm.."
"Okelah om, aku siap tunggu om disini dan juga aku siap buat melayani om sampai pu*s." ucap Hanna dengan suara yang terdengar sangat sexy.
Hal itu membuat jiwa kelaki-lakian Albi pun runtuh. Dia langsung melahap bibir manis Hanna dan melum*tnya ,menyes*p ,membuat Hanna sedikit kewalahan dengan ciu*an panas Albi. Tak sampai situ,Albi meninggalkan beberapa jejak kepemilikan di sekitar dad* milik Hanna. Melahap sumber makanan calon anak mereka. Sungguh, Albi benar-benar tidak tahan lagi ingin enak enak namun, ketukan pintu kamar mereka menyadarkan Hanna dan Albi yang saat ini sudah dalam posisi setengah telanj*ng.
Tok tok tok
"Den, den Firman sudah nunggu di bawah !!"
Teriakan mak Yah menghentikan aktivitas kedua orang yang beberapa hari akan LDR an.
" Ya Mak, sebentar..mas Al di kamar mandi !!" teriak Hanna yang sembari merapihkan tampilannya kembali.
Sementara Albi jangan di tanya lagi,dia selang bersolo karir di dalam kamar mandi.
Sungguh Albi benar-benar tidak tahan dengan godaan Hanna pagi ini. Setelah lima belas menit Albi keluar dengan tampilan yang lebih fresh.
"Mas, sorry.." ucap Hanna yang merasa bersalah karena menggoda sang suami.
Bukan tak mau melayani suaminya tapi, kenyataan nya jika tamu tak diundang Hanna sedang bertamu.
__ADS_1
"lt's okey sayang, tunggu mas..kamu nggak akan mas lepasin." ucap Albi mengecup bibir Hanna sebetar dan tak ada adegan seperti sebelumnya.
Karena Albi tahu jika sahabatnya pasti sudah megumpat habis dirinya yang lama tidak muncul mucul.
Albi dan Hanna turun dari lantai atas menuju di mana Firman berada.
"Astaga gue pikir kalau gue hitung sampai hitungan ke sepuluh lo belum dateng,gue bakal dobrak pintu kamar lo!! Ucap Firman menggebu
"Ayo kita sudah terlambat." ucap Albi dengan santai dan berjalan keluar lebih dahulu.
Kelakuan Albi sontak membuat Firman geram karena bisa-bisa nya dia santai gitu saja. Sedangkan dia sudah kelabakan jawab telpon dari orang-orang nya yang ada di bandara.
"Hati-hati bang Fir'aun !" seru Hanna pada Firman.
Firman mendengar seruan dari Hanna pun hanya membalas dengan mengacungkan jempolnya saja.
...****************...
Di kantor Albi ,Fiza baru saja datang dan menemui bagian HRD.
"lni meja kerja kamu, untuk job description buat kamu..bisa tanya dengan Pak Firman .Mungkin beliau sebentar lagi datang."ucap staff HRD yang mengantarkan Fiza.
"Baik, terimakasih bu." ucap Fiza dengan sopan.
"Tidak masalah, saya kembali ke ruangan saya.Permisi." ucap orang tersebut dan meninggalkan Fiza di meja kerjanya.
Untuk menunggu Firman yang datang ke kantor, Fiza berinisiatif untuk menata kembali dokumen-dokumen yang ada di rak dekat tempatnya bekerja .
Ternyata setelah memeriksa beberapa barang yang ada di atas meja sekretaris Albi yang sebelumnya ,dia sudah mencatat apa saja job description buat Fiza.
Sedang serius-serius nya menata dokumen tiba-tiba seseorang datang menuju meja kerjanya.
"Wah wah wahhhh...anak pungut nggak tahu diri kenapa Lo bisa disini? Berani juga ya Lo nginjek kantor ini? Lo nggak takut kalau Rossa tahu, pastinya Lo tahu akan konsekuensinya."
Cheryl yang tiba-tiba berkata kasar pada Fiza.Hal.itu di tanggapi oleh Fiza dengan santai dan bahkan sempat Cheryl di buat geram karena merasa di cuekin oleh Fiza.
__ADS_1
"Hehhh..lo dengerin nggak,omongan gue barusan ! Jangan besar kepala lo bisa disini kerena Albi, bukan karena kemampuan lo kan?!"
Sebenarnya Fiza sangat malas meladeni ulah sahabat Rossa itu. Tapi, Fiza bukan orang yang lemah dan mau di tindas begitu saja.
"Maaf ya Bu, saya punya nama dan perkenalkan nama saya Fiza dan mulai hari ini saya akan bekerja di kantor ini sebagai sekertaris tuan Albieza Pramudya mengerti?"
Ucapan Fiza tentu membuat Cheryl geram. Apalagi Cheryl tahu benar jika Albi begitu sayang dengan Fiza. Baru saja kemarin dia kesal dengan Hanna sekarang di tambah ada Cheryl yang bekerja di kantor GA Group.
"Benalu tetaplah benalu. Lo nggak ada pilihan lain apa, buat bekerja dimana gitu..kenapa harus di GA Group sih?"
" Maaf nona Cheryl yang terhormat,saya bekerja disini bukan dari jalur orang dalam. Jangan salah paham nona, saya juga mengajukan permohonan lamaran pada perusahaan ini. Alhamdulilah saya yang terpilih dari beberapa orang yang tentunya hebat."ungkap Fiza dengan tanpa takut memandang ke arah Cheryl dengan pandangan tajam.
"Gue nggak yakin kalau lo nggak ngrengek sama Albi pastinya lo nggak akan di kantor ini." ucap Chery kekeh.
Baru saja ingin membalas ucapan Cheryl, tiba-tiba Firman datang.
"Ada apa ini, kenapa kalian bertengkar?" tanya Firman pada keduanya.
"lni , dia nuduh aku kalau bukan karena kak Al ,aku nggak akan kerja di sini." ucap Fiza
"Emang benar kan,kalian kan memang suka sekali mengekor Albi ." ucap Cheryl.
"Sudahlah nggak perlu di perpanjang.Terus kami ngapain disini, bukannya kerja malah keluyuran." ucap Firman sinis.
"Gue mau ketemu Al, karena lihat dia jadi gue periksa dia dulu." ucap Cheryl.
"Al nggak ada di kantor. Dia keluar kota."ucap Firman.
"Hahh.. keluar kota, perasaan nggak ada scedule dia keluar kota deh.."
"Bukan urusan lo juga ,dia mau kemanapun itu urusan dia.Sudahlah, Za ikut aku ." ucap Firman dan Fiza pun mengekor di belakang Firman.
Mereka berdua tak menghiraukan panggilan dari Cheryl yang terus memanggil mereka.
Bersambung
__ADS_1