Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
Bertemu


__ADS_3

"Kenapa bos?"tanya Fiza yang melihat respon Albi saat menyeruput kopi yang dia bawa.


"Ini pasti bukan buatan lo kan Fiz?" tanya Firman langsung pada masalah yang sebenarnya Albi ingin tanyakan.


"Hehehe,bukan bos..maaf tadi ada anak magang kebetulan lagi bikin minuman juga,dia nawarin buat bikinin kopi bos juga jadi, lumayan buat meringankan pekerjaan saya."ungkap Fiza dengan langsung menutup mulutnya karena keceplosan ngomong.


"Hemm..yang sekertaris saya siapa,kamu atau dia? terus yang saya suruh itu siapa,kamu atau anak magang itu? saya tinggal cuma sebulan tapi,otak kamu tambah korupsi saja." ujar Albi mengatai sekretarisnya itu.


"Terus gimana bos,ya sudah sini kopinya,saya buat ulang deh.." ujar Fiza yang akan mengambil cangkir kopi yang ada di tangan Albi dan Firman.


"Jangan !!" ucap kedua laki-laki itu membuat Fiza keheranan.


"Tadi ngatain saya korupsi waktu, korupsi kerjaan,makanya saya akan bayar lunas sekarang."ujar Fiza.


"Nggak perlu,kopi ini lebih enak dari buatan kamu." ucap Albi seraya membawa cangkir yang ada di tangannya kerjanya.


"Bener,ini kopi TER THE BEST pokoknya."timpal Firman dengan menekan kata-katanya.


Fiza yang mendengar respon kedua laki-laki aneh di depannya tentu buat dia makin heran.Kenapa mereka sekarang muji-muji kopi buatan anak magang itu.


"Lahh,kirain nggak doyan makanya saya mau ganti.Malah keenakan."gerutu Fiza.


"Melebihi ekspektasi Fiza,makanya saya bilang oke saja.Oh iya,sejak kapan ada anak magang di kantor ini?" tanya Albi yang baru tahu jika ada anak magang di kantornya.


"Bos besar yang terima,sudah hampir sebulan bos.Cantik-cantik lagi anaknya.Apalagi yang buat kopi itu.Hemm..pasti bos sama pak Firman setuju sama saya kalau sudah lihat anak itu.Beneran cantik alami bos.Anak-anak kantor saja banyak yang naksir sama gadis yang buat kopi itu." terang Fiza memberikan informasi tentang dua mahasiswa magang itu.


"Serius,jadi penasaran saya.Di divisi mana mereka?" tanya Firman semangat.


" Mau ngapain lo nanya-nanya di divisi apa mereka,mau tebar pesona Lo?! "tegur Albi mendengar perkataan sahabatnya yang mulai akan berniat menjadi play boy cap kadal.


" Ya elah,jomblo nih.. sekali-kali biarin gue usaha buat punya pacar.Masa lo tega sama gue yang jomblo abadi gini.Padahal lo saja sudah dua ..


"Ehemmm,Fiz..kamu boleh keluar.Jangan dengerin omong kosong play boy kesemek ini." ujar Albi mengatai Firman.


Mendengar ucapan Albi,Fiza hanya tertawa melihat kelakuan dia boss nya itu.Fiza beruntung melihat sisi lain kedua orang yang terkenal di luaran dengan julukan dua si muka garang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


"Al,makan siang yuk !" ajak Firman yang sembari melihat jam yang aa di pergelangan tangannya.


"Pesen aja deh,kerjaan gue date line nih." ujar Albi.


"Ya udah gue ke kantin saja deh,kali saja menunya cocok.Lo mau bungkus dari kantin atau pesan antar?" tanya Firman.


"Bungkusin dari kantin pun nggak masalah Fir,sudah sana buruan.Kelar makan langsung kejar date line nih." ujar Albi dengan masih fokus dengan laptopnya.


"Oke,gue turun kekantin." pamit Firman dan melangkah keluar dari ruangan Albi.


.


.


Suasana di kantin terlihat begitu ramai.Rombongan team Hanna dan Rana pun sudah stay di meja langganan mereka.


"Gue ke toilet dulu yaa.." pamit Hanna beranjak dari tempat duduknya melangkah ke arah toilet.


Saat bersamaan Firman yang baru mamsuk ke kantin sekelebat melihat sosok Hanna yang masuk ke dalam toilet.


Firman pastinya kaget karena sangat jelas bahwa itu adalah Hanna.Untuk memastikan bahwa dugaannya benar atau salah akhirnya dia pun memutuskan untuk menunggu di depan pintu masuk toilet wanita.


Dia dengan pasrah kemana pun Firman menyeretnya.


"Bang Fir'aun sakit !!" seru Hanna saat mereka sudah lumayan jauh dari kantin.


"Astaghfirullahal'adzim,ini beneran kamu Han?" tanya Firman dengan mencubit pipi Hanna untuk memastikan.


"Bang Fir'aun sakit tahu..!!" pekik Hanna dengan memukul kesal lengan Firman.


"Wahhh..kacau lo,kenapa lo disini?" tanya Firman.


"Kamu nanyak, bertanya-tanyak,aku magang di kantor ini dan sialnya kenapa harus satu kantor sama kamu juga pasti nya sama bos abang yang nyebelinnya pake kuadrat." ujar Hanna dengan perasaan kesal.


"Albi pasti nggak tahu lo yang magang disini,soalnya tadi Fiza baru ngasih tahu dia itu pun karena kopi." ujar Firman.


"Jadi kopi buatan aku buat dia sama bang Fir'aun ?"

__ADS_1


"Kopi itu buatan lo,pantesan gue sama Albi familiar rasanya.Ternyata benar itu lo." ujar Firman.


"Udah ah bang,Hanna lapar nih.." ujar Hanna dengan mengelus perutnya.


"Astaghfirullah,ayok..laki lo di atas lagi sibuk makanya dia nyuruh gue ambil makanan dari sini." ujar Firman tanpa di suruh dan di tanya dia memberikan informasi pada Hanna soal Albi.


"Abang Fir'aun,ini kantor jangan lupa batasan kita.Abang sama dia itu,bos Hanna jadi bersikap profesional lah.."


"Oke baiklah ,yuk..!!" ujar Firman.


Sementara di ruangan Albi yang menunggu makan siang dia belum datang-datang pastinya dia mengingat jika Firman pasti tebar pesona.Memanglah dia tidak bertingkah seperti perayu ulung namun,dengan karismanya tentunya membuat cewek -cewek klepek klepek.


"Mendingan aku susul dia saja lah ke kantin."gumam Albi merapikan dokumen-dokumen yang ada atas mejanya.


Albi melangkahkan kakinya ke arah kantin.Jam istirahat kerja masih berlangsung,pastinya masih banyak karyawan yang masih makan di kantin.


Kemunculan Albi tentu saja membuat para karyawan menatap dirinya yang baru saja masuk ke area kantin.


"Eh liat deh,itu bos ngapain kekantin?"


"Wah bos,makan siang dikantin..owhh, merakyat banget."


"Woww..ganteng banget sih laki orang."


"Si Bos,auranya walaupun menyeramkan tapi,tetap saja ada di hati.


Banyak omongan-omongan absurd yang terdengar di telinga Albi namun,saat ini dia tak menghiraukan apa kata mereka.Keperluannya ke kantin hanya mencari keberadaan Firman sang asisten.


Di meja team Hanna kini kebingungan karena Hanna yang menghilang tiba-tiba.


"Aduh,Hanna kemana lagi.." ucap Rana yang terlihat jelas kecemasannya.


"Mungkin masih buang hajat Rana,tadi aku lihat toilet memang lagi antri." timpal Jana.


"Itu Hanna,kenapa sama pak Firman?!"


Ucapan Veni yang terdengar lantang tentu saja membuat Albi yang mendengar nama Hanna di sebut sontak membalikkan tubuhnya dan betapa terkejutnya dia melihat sosok yang sidah sebulan terakhir tidak dia jumpai.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2