Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
Kebahagiaan Sementara


__ADS_3

Pertama kalinya Hanna membuka mata dia melihat atap dan segera mendudukkan dirinya bersandar di kepala ranjang .Dia menatap sekeliling ruangan.


Dia menutup mulutnya saat melihat keadaan dirinya yang masih polos hanya berselimut tebal.


Terlihat pintu balkon kamar terbuka dan menampakkan sinar pagi yang mulai muncul di ufuk timur.


Dengan sedikit kesulitan dia melangkah dengan melilitkan kain tebal di tubuhnya.


Hanna perlahan mendekat ke arah dimana seorang laki-laki dengan masih bertelanj*ng dada dan hanya menggunakan celana kolor berdiri di pembatas dengan menikmati nikotin di jarinya dan menatap sang Surya yang mulai muncul.


Grep..


Hanna memeluk tubuh bidang itu dari belakang. Dengan perasaan terkejut yang di lakukan Hanna padanya membuat Albi tersentak.


" Morning sayang.." ucap Albi dengan menggenggam tangan Hanna dan mengecupnya.


" Morning mas.." jawab Hanna dengan menyandarkan kepalanya pada punggung suaminya.


Dengan perlahan Albi mengurai pelukan Hanna dan membawa tubuh mungil itu di depannya memeluk erat tubuh yang menjadi candu barunya.


"Kenapa sudah bangun sayang, nggak lelah hemm..?" tanya Albi dengan makin mengeratkan pelukannya.


" Kamu sendiri kenapa pagi-pagi gini sudah melamun, kamu ada masalah?" tanya Hanna menyandarkan kepalanya di dada bidang Albi.


Albi menghela nafas panjang.


" Tidak ada. Hanya tak menyangka saja kalau aku begitu memujamu."bisik Albi membuat Hanna malu.


"Masss...jangan bahas lagi, aku malu.." ucap Hanna manja.


" Kenapa harus malu, aku suami kamu."


Hanna membalikkan tubuhnya dan kini keduanya saling berhadapan.


" Kenapa?" tanya Albi melihat tatapan Hanna yang susah di artikan.


" Hanna nggak tahu harus berkata apa mas, Hanna bingung.Apa yang kita lakukan sudah benar atau ini sebuah kesalahan"


Albi memegang kedua sisi pipi Hanna dan mengecup kening nya.


" Apa yang kita lakukan lumrah di lakukan oleh suami istri sayang, aku ingin kamu tidak mempertanyakan lagi dengan sikap ku seperti ini. Yang harus kamu tahu kamu akan selamanya menjadi istri Albieza Pramudya." ucap Albi menatap Hanna dengan tatapan mata yang terlihat sangat dalam .


Hanna pun seperti menyelami apa yang di katakan Albi barusan. Dia melihat dari mata itu tidak ada kebohongan yang tersirat.


" Aku bukan sekedar pelarian kamu kan mas?" tanya Hanna yang entah kenapa tiba tiba ada rasa takut akan kehilangan Albi suatu saat nanti.

__ADS_1


"Kamu bukan sekedar pelarian ku Hanna, kamu istri sah ku." ucap Albi dengan tegas.


"Sudahlah, kita bersih-bersih lalu sarapan.Pasti kamu sudah lapar kan?"


"lya. Aku lapar banget mas." jawab Hanna.


"Baiklah sayang, kita akan mandi bersama." ucap Albi dengan menganggap tubuh Hanna dalam gendongannya ala bridal style.


"Aaaa..mas !!"pekik Hanna yang terkejut dengan tindakan Albi.


Hahahaha..


Tawa Albi pun pecah melihat ekspresi menggemaskan sang istri.


Albi membawa tubuh Hanna masuk dalam kamar mandi.


...****************...


Kegiatan mandi bersama di lakukan kurang lebih satu jam dan itu membuat Hanna kesal dengan suaminya itu.


Dia menyesal dengan menyetujui permintaan suaminya mandi sama-sama untuk menyingkat waktu namun, praktek nya sungguh lain. Albi menggempur Hanna tanpa ampun.


Walaupun memang Albi melakukan nya dengan penuh kelembutan tapi, Hanna merasa di bohongi oleh suaminya itu.


"Mas Albi sama aja aji mumpung. Mentang-mentang sudah punya lahan baru langsung di garap mulu.Sakit tau mas.."ucap Hanna dengan mengerucutkan bibirnya.


"Maaf sayang, mas lupa diri tadi. Habisnya kamu sexy banget sih.." goda Albi menoel dagu Hanna.


"Dasar mesum !" umpat Hanna.


Bukannya marah Albi malah tertawa terbahak-bahak mendengar umpatan Hanna.


Albi memutuskan untuk memesan makanan karena Hanna yang sehabis sarapan harus istirahat. Albi merasa sedikit merasa bersalah karena sudah melakukan nina ninu namun, hatinya belum benar-benar condong ke Hanna.


Hatinya masih terukir indah nama Rossa. Hanna masih berupa serpihan hati yang berhasil Rossa hancurkan.


Setelah sarapan Hanna pun terlelap dalam tidurnya. Sementara itu Albi melihat medsos sang istri pertamanya yang baru saja mempost sebuah foto dengan Caption.


Foto Dirinya dan Rossa yang dulu di ambil saat mereka ada di Roma ltali. Dengan caption 'My perfect Husband'


Albi menmbuang nafasnya dengan kasar.Sungguh kekecewaan pada Rossa masih saja menggelayut di dalam hati Albi.


"Perfect Husband ? Nyatanya aku hanya laki-laki lemah karena terlalu mencintai mu Ros.." gumam Albi dan menatap Hanna yang tertidur pulas di sampingnya.


...****************...

__ADS_1


Setelah makan siang, Albi mengajak Hanna untuk jalan-jalan untuk sekedar beli sovenir.


Rombongan para karyawan sudah lebih dulu kembali ke Jakarta.


Hanna terlihat sudah tak canggung atas kedekatannya dengan Albi.Tak jarang Hanna bergelayut manja di lengan suaminya. Saling menggoda satu sama lain.


Jika orang yang melihat mereka memang terlihat kalau mereka pasangan baru alias pengantin baru.Albi yang terkadang spontan memberikan kecupan lembut pada pipi ,kening ,atau pucuk kepala Hanna tanpa rasa ragu dan malu.


"Kita duduk di sana dulu yaa.." ucap Albi menunjuk sebuah tepian pantai.


Saat Hanna akan duduk di rerumputan matanya takjub dengan pemandangan pantai yang indah di bawah tempat di mana mereka akan duduk.


"Wahhh..indah sekali mas, aku nggak percaya kalau aku akan menjejakkan kaki di sini." ucapnya melihat sekelilingnya.


"Nanti kalau ada libur lagi, kita akan kesini lagi,gimana kamu setuju?" tanya Albi dengan memeluk pinggang ramping Hanna.


"Janji yah.." ucap Hanna mengulurkan kelingkingnya.


"Janji." ucap Albi menautkan kelingkingnya ke kelingking Hanna dengan senyuman manisnya.


Albi memeluk tubuh Hanna dan mengecup kening Hanna dengan lembut.


"Besok kita kembali ke Jakarta." ucap Albi.


"Hemm.." jawab Hanna singkat dengan masih betah menyembunyikan wajahnya di dada bidang Albi.


"Mulai besok, tidur di kamar utama yah.." ucap Albi membuat Hanna mendongakkan kepalanya menatap wajah Albi.


Hanna merenggangkan pelukannya menatap wajah Albi dengan lekat.


"Kenapa, apa aku salah bicara?" tanya Albi yang terlihat respon istrinya itu membuat Albi merasa omongannya ada yang salah.


"Aku nggak salah dengar kan, kalau mas nyuruh aku tidur di kamar utama? Itu berarti kita satu kamar?" tanya Hanna dengan wajah ragu.


"lya. Kenapa, kamu keberatan?" tanya Albi balik.


Hanna menggelengkan kepalanya.Albi melihat reaksi Hanna yang menggelengkan kepalanya pun tersenyum dan menjepit hidung Hanna dengan gemas.


"Mass..!" pekik Hanna saat Albi mengangkat tubuh nya dan mengajak nya berputar membuat Albi tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Hanna.


Bersambung.


Kebahagiaan Albi dengan Hanna dimulai. Namun, masih ada yang akan mengusik kebahagiaan mereka.


Jadi bersiaplah para readers, jangan bully author yaa..🤭

__ADS_1


__ADS_2