
Selesai acara wisuda, Emir dan Mutia segera pamit untuk segera pergi. Karena memang mereka ada scedule untuk pergi ke Belanda.
Bisnisnya yang tidak sedikit dan sampai di berbagai negara.Maka dari itu, Emir masih sedikit membantu Albi untuk pertemuan yang terbilang santai.
"Cieee..yang dapet beasiswa dari mertua .." goda Rana menyenggol bahu Hanna
"Kayak lo nggak aja, kita kan sama." ujar Hanna.
"Selamat sayang, bibi bangga sama kamu.Kalau pun ayah dan ibu kamu masih hidup pasti mereka juga merasa bangga.Terus, program S2 itu mau kamu langsung ambil?" tanya Liana.
"Kalau masalah itu, aku tanya mas Albi dulu deh bi.."
"Itu harus, kalaupun suami kamu nggak setuju kamu harus ikhlas." ucap Liana.
"Pasti bi, sebelum pulang kita makan dulu yukk." ajak Hanna.
"Lebih baik kalian saja berdua, bibi harus segera buka toko." ujar Liana.
"Bibi, apa nggak sebaiknya kalau bibi ikut Hanna saja?"
"Nggak bisa Hanna, bibi punya tanggung jawab. Kamu nggak perlu khawatir. Sekeliling rumah kita banyak saudara kok." ujar Liana.
Selama pulang dari Jakarta memang Hanna di suruh menempati sebuah kontrakan yang di siapkan oleh Liana. Karena bagaimana pun perangai suami Liana akan membuat Hanna terancam.
Bagaimana tidak terancam, kerjanya cuma mabuk-mabukkan ,judi ,main perempuan , pulang pun selalu saja mabuk. Selalu saja membuat Liana naik darah. Ingin rasanya Liana pergi meninggalkan nya namun, dia tak bisa. Suaminya pun tidak mau melepaskan dirinya.
Rumah yang mereka tempati pun beruntungnya sertifikat nya sudah Liana amankan. Coba kalau tidak, pastinya akan raib di meja judi.
Liana berpikir ini adalah buah dari apa yang dilakukan nya di masalalu.
...----------------...
"Han, tuh..!!"
Setelah selesai beramah tamah dan berfoto ria dengan para wisudawan lainnya Hanna dan Rana ingin mengisi perut mereka karena lapar.
Namun, saat mereka menuju ke arah parkiran ternyata Rana lebih dulu melihat seorang laki-laki yang membawa buket bunga lili bersandar di mobil sport warna putih.
Hanna yang seang sibuk melihat ponselnya pun langsung mengalihkan pandanganmua setelah merasakan tepukan di bahunya dan mengijuti arah telunjuk Rana terarah.
"Mas Albi !!" seru Hanna dengan cepat berlari tanpa menghiraukan kain sempit yang membalut tubuhnya.
"Jangan lari-lari sayang .." ucap Albi memperingatkan sang istri.
"Haisssttt dasar bucin !" umpat Firman melihat kelakuan sahabatnya yang sudah merasakan rindu sampai ke ubun-ubun.
__ADS_1
"Syirik !" balas Albi.
Hanna menghambur dalam pelukan suaminya. Karena saking senengnya sampai Hanna menubruk tubuh Albi begitu saja.Sedangkan Albi yang masih belum siap untuk menangkap tubu istrinya dibuat limbung. Namun, beruntungnya Albi mempunyai sifat yang cepat tanggap dan alhasil mereka tak sampai jatuh.
"Awwssttt sayangg..."ringis Albi menahan tubuh istrinya supaya tidak terjatuh.
"Sorry , I Miss you.." ucap Hanna tanpa rasa malu pada Firman dan Rana.
"Miss you too sayang.." ucap Albi dengan mengecup kening sang istri.
"Seperti dunia milik berdua yang lain ngontrak !!" sindir Firman.
"Yeee..bang Fir'aun pasti syirik sama aku kan," ledek Hanna.
"Dih, Ge'er ," tampik Firman.
"Suahlah, jangan berantem dong. Owhh iya ini buat kamu sayang, selamat yaaa...istri aku sudah jadi sarjana sekarang ." ucap Albi dengan menyerahkan sebuah buket bunga lili yang dia bawa.
"Terima kasih mas, nggak nyangka kalau mas Al sama bang Fir'aun Dateng kesini. Katanya masih di jalan." ucap Hanna.
" Emang benar tadi kita di jalan alias diatas awan." ungkap Firman.
"Rana ,selamat yaa...maklumin sahabat kamu ya,mereka lagi kena sindrom bucin ." ucap Firman.
"Terimakasih ucapannya pak Firman." ucap Rana.
"Baiklah.." ucap Rana.
...----------------...
Setelah dari kampus Hanna tadi, mereka mampir ke sebuah restaurant untuk mengisi perut mereka sekaligus merayakan keberhasilan Hanna dengan nilai terbaiknya.
Rana pun kembali ke kediamannya sementara Hanna dan Albi juga Firman ke sebuah hotel di Bandung yang mana hotel yang berbeda bukan hotel milik keluarga Pramudya.
"Kok kesini mas?" tanya Hanna.
"Maaf sayang, aku bawa kamu kesini karena...
"Ah iya aku lupa,maaf." potong Hanna karena baru sadar kalau status nya masih istri simpanan.
"Hanna mas...
"It's okey, bang Fir'aun ngenip di mana?' tanya Hanna mengalihkan pembicaraan.
"Di hotel Pramudya Ham, Abang ada kerjaan di sana. Kalau suami kamu itu besok cuti.Jadi, Abang punya tanggung jawab buat sidak di hotel." terang Firman.
__ADS_1
"Oo.. hati-hati kalau gitu bang, terimakasih sudah mau anter kita." ucap Hanna.
"Suadah jadi tugas abang Han." ucap Firman.
Setelah sirasa cukup Hanna dan Albi pun masuk ke dalam hotel, saat masuk ke dalam hotel pun Albi menambahkan masker dan topi untuk menyamarkan identitasnya.
Hanna melihat tampilan suaminya pun tersenyum kecut.Ternyata menjadi istri simpanan seperti dia,suaminya pun akan sembunyi -sembunyi saat bersamanya. Tapi, mau gimana lagi sudah takdir jalan hidupnya harus melalui peristiwa itu.
"Aku mandi dulu ya mas, gerah banget." ucap Hanna.
Namun, belum juga masuk dalam kamar mandi tubuh Hanna menegang saat merasakan pelukan suaminya dari belakang.
"Aku merindukanmu." bisik Albi dengan suara yang terdengar berat.
"Tapi, aku bersih-bersih dulu mas. Keringetan nggak enak juga kan baunya." ucap Hanna.
" Kamu wangi sayang, walaupun nggak mandi juga.." ucap Albi.
Albi membalikkan tubuh Hanna dan langsung menempelkan bibirnya ke bibir Hanna dengan rakusnya dia ******* bibir yang sekarang menjadi candunya.
"Emmmmh...."
Terdengar des*han Hanna pun lolos saat Albi berhasil memancing has*at sang istri.
Albi memperlakukan Hanna begitu lembut. Hanna pun terbuai dengan apa yang di lakukan Albi saat ini. Sentuhan Albi dengan mudah membuai alam sadarnya.
Keduanya kini tak sadar jika sudah sama sama polos tanpa sehelai benangpun. Albi melancarkan aksinya memberikan kahangatan cinta untuk Hanna.
Suara merdu saling bersahutan memberikan sensasi yang luar biasa bagi keduanya.
Albi begitu bersemangat untuk menyatukan dirinya dengan milik Hanna.
Tiga jam lebih mereka saling menyalurkan kerinduan yang menggunung dan kini tubuh Albi pun ambruk di samping Hanna.
"Terimakasih sayang, aku mencintaimu." bisik Albi.
Albi begitu royal mengatakan jika dirinya begitu mencintai Hanna.
Namun, di hati Hanna pun tersadar jika ada sebagian hati suaminya milik orang lain.
"Semoga dia akan segera hadir diantara kita mas, aku ingin memberikan malaikat kecil untuk mu."ucap Hanna lirih.
Albi yang mendengar pengharapan istri keduanya pun tercenung.Rasanya dia merasa bersalah saat ini.Apa yang akan terjadi jika Hanna tahu apa yang menyebabkan dirinya belum juga hamil.
Albi kini takut jika Hanna akan menjauhinya. Albi takut jika Hanna menganggap dirinya hanya memanfaatkan Hanna hanya untuk menyalurkan hasr*tnya saja.
__ADS_1
Bersambung.