
"Kamu !!"sentak Cheryl sudah ingin melayangkan tangannya ke arah wajah Hanna.
"Cheryl, STOP!!" bentakan Albi sukses membuat pergerakan Cheryl berhenti dan sekaligus merasa terkejut mendengar bentakan yang tak pernah dia dengar dari mulut seorang Albi.
Walaupun memang Albi tidak menyukai dirinya, Albi akan selalu bersikap baik padanya karena Cheryl sebagai anak dari rekan bisnis ayahnya dan juga sahabat Rossa istri Albi.
"Kamu bentak aku Al, demi dia ? Jangan bilang kalian ada skandal di belakang Rossa,jawab Al !!"
"Keterlaluan kamu Ryl, tuduhan tanpa ada nya bukti jatuhnya fitnah.Bisa kena pasal pidana dengan pasal pencemaran nama baik. Kalau pun mau nuduh itu lihat-lihat orang lah, " ucao Albi beranjak dari tempat tidur dan keluar dari kamar tamu menuju kamarnya.
Setelah kepergian Albi, Cheryl menatap wajah Hanna dengan pandangan tak suka.
"Jangan merasa menang kalau Albi membelamu. Jangan pernah berharap lebih dari kebaikan Albi padamu. Albi sudah memiliki istri. Jauh diatas kamu, Rossa gadis mandiri dan cantik juga terlahir dari keluarga kaya sedangkan lo, gue nggak tahu pasti..kalau lo benar-benar saudara dari Firman . Setahu gue Firman memang orang yang tertutup dan menyebalkan. Ingat, jangan berulah..sampai Albi mengusir kamu nanti."
Ucapan panjang lebar Cheryl membuat Hanna merasa muak menderanya. Tatapan mata Cheryl jelas terlihat mendamba sosok laki-laki yang notabene nya adalah suami dari Hanna.
Selesai dengan urusan bersih-bersih Albi langsung menuju meja makan. Disana sudah ada Hanna yang sedang menyiapkan sarapannya.
"Silahkan mas, air jahenya sudah Hanna taruh di termos sebaiknya nanti di bawa. Ini sarapannya, juga tehnya. Hanna pamit duluan ke kampus.. Assalamualaikum.." ucap Hanna pamit untuk segera pergi kuliah.
Karena memang sudah terbiasa, Hanna mencium tangan Albi dengan takzim membuat mata Cheryl membulat sempurna.
"Wa'alaikumsalam.. hati-hati ." ucap Albi santai.
"Ya mas !!" teriak Hanna saat melangkah keluar rumah.
Albi tersenyum samar dan mengalihkan pandangannya ke arah dimana Cheryl berada dan sedang menatapnya dengan lekat.
"Kenapa lihatin gue begitu? Ada yang salah sama wajah gue?" tanya dengan tetap menikmati sarapan nya.
" Gue rasa ada yang aneh sama lo Al, tapi..gue nggak bisa menyimpulkan dengan jelas." ucap Cheryl.
"Tidak perlu di pikirkan. Tugas lo sekarang, cepat habiskan sarapan lo. Mulai hari ini lo akan bantu bokap di kantor ." ucap Albi beranjak mengambil jasnya siap untuk berangkat ke kantor.
"Ehhh..tunggu Al..!" seru Cheryl dengan terpaksa meninggalkan sarapannya yang baru dia suap karena saking penasaran dengan hubungan Albi dan Hanna.
...****************...
__ADS_1
"Pagi princess..!!" seru Ello membuat Hanna terkejut.
"Astaghfirullahal'adzim Ello, bisa nggak sih jangan ngagetin orang. Untung gue nggak jantungan !" ucap Hanna sambil memegang dadanya yang masih berdebar karena efek terkejut.
"Sorry sorry Han, habisnya lo kalau jalan nggak lihat kanan kiri bikin gue pengen jahilin lo." ucap Ello santai.
Bukkk
"Dasar ngeselin !" dengus Hanna dengan memukul lengan Ello .
"Wahh...KDRT nih,belum juga jadi ayang malah bikin gue babak belur.." goda Ello membuat Hanna mendelik ke arah Ello.
"Sint*ng !!" umpat Hanna membuat Ello tertawa terbahak-bahak mendengar umpatan Hanna.
Hanna dengan cepat meninggalkan Ello yang masih menertawakan dirinya. Hanna melangkah menuju kelas nya dan ternyata Rana sudah ada di dalam kelar.
"Ran, pagi bener lo?" tanya Hanna dengan cipika cipiki.
" Gue dari tadi nungguin lo tapi nggak dateng - dateng jadi gue masuk duluan deh ..." ucap Rana
"Maaf yaa...semalam gue nggak bisa tidur. Nungguin mas Al ternyata jam tiga subuh baru dia pulang. Sudah gitu dia mab*k lagi." ungkap Hanna.
" Dia diantar sama perempuan yang katanya sahabat mba Rossa."
"Terus lo cemburu ?" pancing Rana.
"Nggak perlu cemburu kali, lagian gue tahu itu perempuan memang kegatelan. Tapi, dia kan tahu mas Al sudah punya mba Rossa, tapi..gue perhatiin dia kayak ngarep banget sama mas Al."
"Lo tahu dari mana ? Jangan sembarangan ngomong nanti jatuhnya fitnah." ucap Rana mengingatkan.
"Astaghfirullahal'adzim.." Hanna hanya bisa istighfar mengingat pikirannya yang selalu jelek pada seseorang yang menurut dirinya terlalu caper sama mas Al nya.
...****************...
"Al, makan siang yuk!" ucap Cheryl dengan menerobos masuk ke ruangan Albi.
"Lo apa-apaan nerobos ruangan gue gitu aja.Kita memang di luar berteman,tapi..kalau di kantor tolong lebih hargai gue." ucap Albi memperingatkan Cheryl.
__ADS_1
"Kenapa lo harus berlebihan gini sih Al, gue nggak ngapa-ngapain juga kok. Perasaan sebelum Ros ke Amerika ,gue selalu temani dia kesini juga nggak perlu seribet itu deh, atau jangan -jangan semua ini karena Hanna?"
Albi menatap tajam ke arah Cheryl.
"Kenapa Hanna di bawa-bawa, dia nggak tahu apa-apa." ucap Albi dengan tegas.
"Sebaiknya lo keluar dari sini gue pengen sendiri." ucap Albi mengusir Cheryl dari ruangannya.
Albi merasa otaknya mau pecah. Permasalahan dua istrinya saja Belu dia selesaikan tambah dengan Cheryl yang selalu menempel dengannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Satu tahun kemudian...
Pernikahan Albi dan Hanna masih dalam keadaan baik-baik saja. Namun,tidak dengan pernikahan Albi dengan Rossa.
Rossa bagaikan ditelan bumi.Setelah mendapatkan informasi mengenai Rossa yang telah menyelesaikan tugas akhirnya dia tiba-tiba menghilang.
Cheryl pun tak tahu sahabatnya ada dimana.Hanya, Rossa pernah mengirimkan pesan jika dia baik-baik saja dan dia mendapat kesempatan untuk kerja sama dengan salah satu majalah besar Jerman.
"Lo yakin mau ngelakuin ini ?" tanya Firman pada sahabatnya yang mengambil keputusan untuk segera memiliki momongan dengan Hanna.
Albi merasa sangat bersalah dengan istri keduanya itu. Apalagi dia selalu menyalahkan dirinya jika dia belum juga berbadan dua.
Albi merasa bersalah dan juga takut akan jujur pada Hanna. Dia takut jika jawaban dari nya membuat Hanna terluka karena memang persetujuan dengan Rossa.
"Gue yakin bro.." jawab Albi mantab.
"Lalu bagaimana dengan status Hanna sebagai istri kedua lo, apa lo nggak akan ungkap status nya dalam waktu dekat ini terutama dengan orangtua lo?" tanya Firman.
"Gue belum bisa mengatakan apapun tentang hubungan gue sama Hanna. Gue rasa harus Rossa dulu yang tahu hubungan gue sama Hanna." ujar Albi.
"Okelah, itu terserah Lo saja. Gue rasa apa yang lo anggap baik semoga juga baik buat semuanya." ucap Firman.
"Oh iya, mulai besok Fiza akan menjadi sekretaris gue. Karena bagaimana pun gue perlu dan gue rasa dia cocok untuk posisi sekretaris." ungkap Albi
Mendengar nama Fiza wajah Firman langsung berbinar senang.
__ADS_1
Melihat ekspresi wajah sahabatnya membuat Albi tersenyum karena memang dia tahu jika sahabatnya itu menaruh hati dengan anak asuh kedua orangtuanya.
Bersambung