Wanita Ke 2

Wanita Ke 2
Mampir ke Rumah Mertua


__ADS_3

" Sudah capek belum? sebentar lagi waktu makan siang,kita makan siang dulu." ucap Firman pada Hanna yang memang terlihat sudah capek.


"Ayok deh bang,aku juga sudah lapar."ucap Hanna mengiyakan ajakan Firman.


"Hanna mau makan apa?" tanya Firman dengan melangkah keluar dari area time zone.


" Makanan Jepang Abang oke nggak?"tanya Hanna.


"Boleh lah, let's go !!" seru Firman dan di tambah seruan Hanna dengan hal serupa.


Mungkin orang-orang melihat mereka seperti masa kecil kurang bahagia.Nyatanya memang Hanna jarang untuk main-main dengan teman sebayanya.


Dia sudah terbiasa untuk bekerja keras sedari dulu.Mereka masuk ke dalam restaurant Jepang dan memesan makanan yang mereka inginkan.


Setelah itu,mereka pun duduk menyantap makanan mereka dengan lahap sembari di selipkan candaan khas keduanya dan juga tak lupa Firman menanyakan hal pribadi Hanna walaupun tipis-tipis.


"Gimana kamu tinggal sama suami,best kan?" tanya Firman.


"Best gimana? B aja kok." ujar Hanna dengan wajah cemberut.


"B aja gimana,kan bisa tayang-tayangan,manje manje, sweet sweet.." ledek Firman dengan tingkah yang bikin jengkel Hanna.


"Aisssttt..Abang Fir'aun nih,geli lah dengernya.Lagian aku sama dia biasa saja.Tidur di kamar masing-masing,mana ada tayang tayang , sweet sweet,atau manje manje kayak kata Abang Fir'aun tadi." ungkap Hanna.


"Hahhh..nggak ada manje manje, sweet sweet atau tayang tayang.Lahhh..kenapa?"


"Karena kami nggak mau lah bang,lagian teman abang itu ..kalau dekat-dekat sama Hanna kayak dosa besar.Yah,dosa sama istri yang begitu dia cintai." ujar Hanna dengan wajah kesal.


"Mana boleh begitu Hanna,kamu pun berhak atas diri dia tahu,nggak bagus kayak gitu terus." ucap Firman .


Sebenarnya Firman mendengar hal tersebut tentunya terkejut dan kesal dengan sahabatnya plus sahabatnya itu.


"Sudah jangan cemberut,nih..abang punya hadiah buat Hanna."ucap Firman mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya.


Hanna melotot melihat apa yang di berikan Firman padanya yang dia kata itu hadiah darinya.


"Hahhh..abang serius ngasih Hanna begitu? Abang Fir'aun ini menyebalkan, ngeselin,tapi.. best juga jadi sweet sweet gitu.Walaupun hanya permen kojek pokoknya Hanna l lope you pull abangggg.."


kata Hanna dengan mengambil sebuah permen kojek yang di sodorkan Firman padanya dengan senyuman lebar terpancar dari wajahnya.


"Lope lope Hanna," jawab Firman

__ADS_1


Hahahaha


Kedua orang itu pun tertawa bersama melihat kekonyolan mereka sendiri.


...****************...


Jam tiga sore mereka akhirnya pulang.Lebih tepatnya Firman yang mengajak pulang dan Firman mengatakan jika dia mendapat tugas dari bosnya yang tak lain adalah suaminya itu.


"Heii.. cemberut saja neng?" tanya Firman saat melihat wajah Hanna yang terlihat BT saat Firman mengajak dia pulang.


"BT saja bang,ini kan weekend.Bisa nggak sih dia anteng-anteng saja.Nggak perlu ganggu waktu abang bauat kacaukan acara kita."gerutu Hanna.


"Jangan gitu,nanti aku di pecat.Lagian dia juga suami kamu." ucap Firman.


Hanna menghela nafas panjang dan memutar bola matanya jengah.


"Sayangnya memang dia suami Hanna tapi, Abang Fir'aun juga nggak amnesia kan,dia menikah sama Hanna karena terpaksa dan tanpa cinta.


"Jangan bicara begitu Hanna.Coba Hanna terima semua takdir yang Allah sudah tetapkan untuk Hanna.Allah maha tahu apa yang terbaik untuk hambanya." ujar Firman.


"Abang,ini kita mau kemana? Ini bukan jalan ke rumah lah.." ucap Hanna tanpa menanggapi ucapan Firman tadi.Hanna menyadari jika Firman membawanya lewat jalan berbeda.


"Abang mau ke rumah big bos dulu lah."ujar Firman.


"Big bos,berarti rumah orang tuanya mas Al dong?" tanya Hanna mendadak debaran jantungnya semakin cepat.


"lya,seribu persen benar." ujar Firman menjawab dengan santainya.


"Kamu tenang saja,kamu bisa diam di dalam mobil nggak usah repot-repot turun.Kalau kamu sudah kangen sama suami tercinta boleh ikut kok." goda Firman.


Mendengar penuturan Firman Hanna pun memukul lengan Firman dengan kesal.Namun,bukannya kesakitan malah Firman dibuat gemas dan tertawa karena melihat wajah Hanna yang memerah.


Sampai di depan gerbang tinggi Firman menghentikan mobilnya dan membunyikan klakson mobil nya beberapa kali.Tak butuh lama pintu gerbang yang menjulang tinggi pun terbuka.


Halaman yang begitu luas dan terlihat asri memanjakan mata Hanna.Dia mengedarkan pandangannya mengagumi apa yang mata indahnya lihat.


"Hanna diam-diam di mobil,jangan sampai kemana-mana.Disini ada anj*ng galak." ucap Firman.


"Oke.." jawab Hanna singkat.


Firman pun membuka pintu mobilnya dan melangkah masuk ke dalam rumah besar itu.

__ADS_1


"Assalamualaikum.." ucap Firman saat masuk dalam rumah tersebut.


"Wa'alaikumsalam,mau ketemu Al Fır?" tanya mama dari Albi.


" lya tan,ada yang perlu di bahas." ujar Firman.


"Albi ada di dalam ruang kerjanya sama papanya.Masuk saja." ujar mama Albi dan Firman pun mengangguk lalu melangkah menuju ruang kerja Albi.


...****************...


Sementara Hanna yang di tinggal oleh Firman masuk ke dalam rumah Albi.


"Wah.. ternyata rumah nya besar sekali.Aku jadi tambah insecure." gumam Hanna melihat betapa megahnya rumah orangtua Albi yang sekaligus sudah menjadi mertuanya.


"Aduh pengen pipis lagi.Bang Fir'aun masih lama nggak yah,sumpah sudah di ujung nih." gumam Hanna mulai gelisah karena menahan buang air kecil.


Tak mau menahan lebih lama lagi Hanna pun keluar dari dalam mobil dan berusaha mencari toilet.


Hanna melihat seorang sekurity yang berjaga di sekitar pos.


"Pak maaf,bisa nggak pinjam toiletnya." ucap Hanna saat di depan seorang sekurity yang ada di depannya.


"Bisa neng,ikut ke toilet belakang saja ya,soalnya toilet itu di pake Tarjo mandi." ujar sekurity bernama Slamet.


"Bo_boleh pak.Terimakasih." ucap Hanna dan langsung mengikuti langkah Slamet guna ke toilet paviliun.


"Suti,tolong neng ini mau ke toilet.Di depan di pake sama si Tarjo." ucap Slamet pada ART bernama Suti.


"Slamet,siapa perempuan ini?" tanya Suti dengan sinis.


"Maaf mba Suti saya Hanna.Saya datang sama bang Fir'aun eh.. maksudnya bang Firman.Saya sudah nggak tahan soalnya nunggu bang Firman lama di dalam." ujar Hanna.


"Owhh.. adiknya mas Firman,silahkan-silahkan.Maaf mba kirain si Slamet selingkuh dari saya." ujar Suti dengan meringis karena memang dia malu sudah sembarangan menuduh.


Tak lama setelah beberapa menit ,Hanna keluar dengan kondisi yang sudah lega karena sudah selesai dengan urusan nya di toilet.


"Mba Suti, terimakasih sudah pinjamin toilet." ujar Hanna berterima kasih pada Suti.


"Siapa kamu??" tanya seseorang yang tak jauh dari Suti berada.


Hanna yang melihat orang yang tak jauh berdiri di dekat Suti membuat dirinya terperanjat dan begitu susahnya keadaan saat ini.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2